
Menghabiskan hari bersama sangat menyenangkan, jika tidak berakhir dengan begini.
Saya terkejut dengan kedatangan tidak dapat terdekteksi olehku, secara mendadak muncul dibelakangku dengan senyuman diwajahnya tersebut, saya tidak tahu apa yang ingin dilakukannya menemuiku hanya berharap jika dia tidak mengetahui kejadian tadi malam, saya takut jika dia akan membunuh mereka.
「Kenapa kamu tidak ingin mengikuti perlatihan hari ini. Apa terjadi sesuatu denganmu.」
Dia sangat perhatian padaku, tidak seharusnya saya untuk membohonginya tapi untuk kali ini tidak ada yang bisa dilakukan, untuk melindungi mereka dan juga mungkin untuk tidak menyakiti perasaannya, sebuah pukulan yang keras baginya jika tahu perbuatan saya dan mereka tadi malam. Saya mencoba untuk ternsenyum untuk memperlihatkan jika senang bertemu dengannya, sepertinya saya lupa bahwa pakaian yang dipakai hanya pakaian dalaman yang sering digunakan untuk bersantai, pantas saya melihat wajahnya malu melihatku.
「Maaf Kak Nero... Tapi hari ini saya izin untuk istirahat lagi. Tadi malam ada penggangu yang membuatku sulit tidur.」
Ekspresinya terlihat panik, dia menyentuhku di semua bagian sedang memeriksa kondisi tubuhku, saya tidak meng-ekspetasi bahwa dia akan sangat merasa begitu mengkhawatirkanku semacam ini, setelah dipikirkan rasanya sangat salah melakukan tindakan seperti itu melihatnya sangat khawatir, tapi pikiranku masih ada bekas yang tidak dapat disingkirkan.... Dia segera menghembuskan nafas karna sepertinya mengetahui bahwa tidak ada luka yang saya alami, memang tidak ada namun pinggangku terasa sangat pegal.
Dia masih menatapku dengan selidik, dapat saya sangka jika dia masih mencoba untuk memastikan bahwa saya memang benar tidak terluka, hingga mata kami bertemu, saya menatapnya dengan tajam untuk membuatnya mengira jika saya sedang salah pahaman dengan perhatiannya.
「Maafkan saya... Membuatmu tidak nyaman. Tapi dilihat darimana pun sepertinya kamu dapat keluar dari masalah tersebut dengan begitu mudah. Saya kira kamu berkembang dengan baik bahkan dapat mengatasi orang-orang yang kuat seperti mereka.」
.... "Ah" Saya lupa bahwa kemampuan orang-orang yang mengawasi kami mempunyai tingkat yang lebih tinggi dari prajurit senior, tidak dihiraukan jika dia sangat mencurigaiku sekali, saya terdiam untuk sebentar memikirkan cara untuk keluar dari situasi yang berbalik ini, sekaligus tidak mungkin saya megatakan tentang kejadian tadi malam, itu akan menjadi aib yang besar jika sampai terbongkar dan menambar berbagai masalah baru yang bertambah.... Mungkin menggunakan nama mereka untuk menjadi pahlawan bagiku bukan sebuah masalah, saya hanya berharap mereka dapat memahami kondisi dan ikut memainkan dramaku ini nanti.
「Untungnya hanya ada satu orang saja yang menyerangku dan lagi ada batuan dari Tiago bersama bawahannya yang membantuku pada waktu yang pas... Jadi saya terselamatkan dari ketidak inginan.」
「... Apa kamu menjadi menyukai perbuatan mereka. Apa mungkin terpesona dengan hal kecil itu. Saya juga bisa melakukannya.」
....? Dari reaksinya apa dia menjadi cemburu karna saya memuji kebaikan orang lain terhadap diriku, saya untuk pertama kalinya melihat wajahnya yang memerah karna cemburu, bahkan dirinya pertama kali memperlihatkanku dengan rasa perhatian yang sangat membuatku semakin merasa bersalah, saya hanya tersenyum dengan kecut dengan mengerti tentang perasaannya.... Kami berjalanan bersama mungkin untuk menikmati hari, kak Nero meliburkan kembali pelatihannya hanya untuk menemaniku pergi ketamanan, saya dengan berusaha tetap berjalan dengan pinggang yang saya usahakan tetap berdiri.
__ADS_1
Siapa yang akan menyangka jika taman dikerajaan ini sangat indah berbeda jauh dengan busuknya bagian dalam kerajaan yang penuh tipu muslihat, dengan udara yang sangat sejuk sekali membuatku merasa terobati, kilas balik tentang kejadian tadi malam mulai menghilang dari kepalaku.
Saya diberikan isyarat untuk duduk disampingnya, rasanya sangat memalukan saat saya dalam kondisi tidak serius dan sadar dengan area sekitar, sedikit canggung bahwa kami tidak ada interaksi sama sekali. Tapi mungkin saya sedikit menyukai apa yang sedang terjadi, dia mengulurkan tangannya menarik kepalaku hingga menempel kebahunya, saya merasa sangat nyaman dengan kedamaian yang dirasakan ini. Dia juga sedikit mulai mengelus rambutku.
「... Kamu tahu banyak pekerjaan akhir-akhir ini dan ada perintah dari raja untuk segera mempercepat untuk rencananya.」
Saya memegang erat pakaian yang dia pakai, menatap dengan rasa penuh keingin tahuan, siapa yang menyangka saya sekarang sangat mirip seperti kucing yang harus terpuaskan dengan rasa penasarannya, ayolah jangan biarkan saya menjadu penasaean begini, atau saya akan menangis dengan sangat keras agar kamu dianggap sebagai seorang pencabul.
"Saya tahu apa maksud dari tatapanmu. Tapi jangan lakukan apa yang menjadi pikiranmu dasar kucing pengiring opini... Jadi raja sudah memutuskan bahwa empat hari lagi akan membiarkan kalian mulai menelusuri dugeon dengan bersama.」
Saya bangun dari pelukannya, berpikir dengan apa yang barusan saya dengar, jika maksud raja begitu apa dia akan memberikan kesempatan untuk kami atau mereka, bukannya dengan begini mereka akan lebih cepat dalam bertindak atau memang raja hanya mengingikan kami sebagai bahan uji coba baginya saja, tapi bagusnya kami bergerak dalam kelompok besar kemungkinan lebih mudah bertahan.... Saya sedikit berpikir jika raja mempunyai rencana yang lain, dia orang yang sulit untuk ditebak.
Kak Nero berdiri dari duduknya, mungkin hari untuk kami berdua sudah selesai, padahal saya ingin sekali lebih lama lagi bersama dengannya.
「Kita akan bertemu besok untuk berlatih. Lebih baik kamu persiapkan diri untuk penelusuran dugeon. Saya berharap jika kamu tidak terluka nantinya.」
「Sudah seperti apa yang kamu inginkan... Sekarang saya pergi dulu.」
Dia pergi dari pandanganku, meninggalkanku yang masih tak bisa bergerak, saya terpaku dengan kejadian barusan, kenapa semakin menimbulkan rasa kecewa yang terus tumbuh.... Kenapa. Sepertinya saya tak cukup hanya dengan begitu, kenagan tadi malam kembali terputar, saya menginginkan sesuatu yang lebih lagi dari pada yang dia lakukan, ciuman yang saya rasakan sebelumnya lebih membuatku merasa bahagia dari yang kak Nero lakukan, padahal yang saya pelajari tak ada yang lebih membahagiakan dari perasaan suka, lalu perasaan apa yang saya rasakan.
Saya mendengar suara langkah kaki mendekat, dia sudah dari tadi mengawasi kami, memang seperti yang diketahui bahwa dia tidak berani menunjukkan diri kepada kak Nero, hanya menindas orang yang lemah. "Eh" Perilakunya memang sedikit keterlaluan, saya tahu tidak ada orang disekitar tapi bukan sekarang dia melakukannya, tangan merangkulku dari belakang dan dapat saya rasakan wajahnya sudah mengendus tubuhku.
「Bau mu memang khas... Tapi sayang sekali pembina Nero tidak mengerti caranya bertindak saat seperti ini atau memang dia tidak terlalu peka... Tapi jahat sekali kamu membuatku terlibat dalam masalahmu.」
__ADS_1
「Apa yang ingin kamu lakukan.」
"He" Apa yang sedang dia pikirkan, tak mungkin ingin bertindak lebih dari ini, apalagi sekarang kami sedang berada diluar ruangan. "Hng" Dia benar-benar tak bisa menahan diri, tangannya mulai menyetuh kebagian yang tak seharusnya saya biarkan tersentuh oleh orang asing, dan tangannya juga meresa bagian depanku ingin membuatnya menggembang dengan sendirinya. Sayangnya saya tidak ada tenaga untuk menolak semua perlakuan ini, apa yang sebenarnya terjadi tubuhku yang mendadak melemah, tak ada yang bisa saya lakukan sekarang.
「Berikan bibirmu... Aster.」
"Slurp" Saya hanya memalingkan padangan ke kanan tapi mendapat sambutan sebuah ciuman yang sangat agresif ini, sebuah perasaan yang entah bagaimana sangat saya nantikan, sepertinya saya menyukainya memperlakukanku dengan paksa. Lidahnya memainkan mulutku, rasanya sangat nikmat membuat pikiranku sangat kosong sekarang, perasaan panas juga mulai saya rasakan pada bagian bawahku.
「Bagaimana kalau kita lakukan disini. Ditempat dimana kalian memhabiskan waktu bersama.」
Tempat dimana kak Nero duduk, melakukan perbuatan terlarang dengan tercium dari bau tubuh kak Nero, itu sangat merangsang buatku memikirkan hal itu terjadi, saya sudah tidak bisa menahan diri untuk ini terlebih lama lagi, saya menatapnya dengan sangat lemah dan mengganguk dengan pelan kepadanya. Dengan dorongan pelan sudah membuatku terjatuh terbaring pada tempat duduk itu, melihatnya tersenyum dengan hasrat yang sepertinya telah mencapai puncaknya, sekarang saya tak bisa menolaknya lagi, segera lakukankah Tiago.
^^^[][][][]^^^
Beberapa hari telah berlalu setelah hubungan yang kami lakukan ditaman dan tidak ada lagi yang terjadi setelahnya, kami lebih memilih untuk memfokuskan diri untuk mempelajari cara bertarung yang lebih baik dan segera mempelajari sihir, sekaligus menghindari hasil yang akan membuat semua rahasia terbongkar, dunia ini merupakan tempat yang belum ada penangkal kehamilan, saya tidak ingin melahirkan anak untuk sekarang, mentalku masih sedang berlatih untuk menerima kondisi yang berbeda padaku.... Saya tidak tahu untuk sekarang apa sudah terbuahi atau tidak, masalahnya Tiago benar-bebar mengeluarkan sel telurnya sesuka hati di dalam.
"Huft" Saya hanya ingin agar tidak terjadi apa-apa karna hubungan ini, sekarang saya hanya harus fokus kepada dugeon di depan, kami harus menelusuri kedalam dengan berkelompok, sayangnya Tiago demi tidak ada yang mencurigai hubungan diantara kami memilih untuk memisahkan diri, dia sekarang bersama dengan kelompoknya yang ternyata berada dalam pengaruh skill alami miliknya bernama 'Penundukan' dan sebenarnya saya juga, tapi dia tidak ingin memperlihatkannya kepada orang lain karna kak Nero, yang tidak bisa dia tundukkan dengan skillnya.
Skill alami membutuhkan waktu untuk bangkit, dengan kegunaan yang sangat cocok dengan karakter seseorang itu, tidak banyak jumlahnya tapi posisinya yang dibawah tingkat skill tabu menjadi sangat diwaspadai. Setahuku skill alami hanya tidak berpengaruh efeknya pada pengguna skill alami lainnya, kenapa itu tidak berlaku padaku.... Pastinya ada sebuah penjelasan yang cocok untuk yang satu ini. Sekarang saya harus mencari kelompok siapa akan menelusuri kedalam dugeon, sayangnya teman-teman ku yang lain telah masuk kedalam.
「Hai nona... Apa anda mau bergabung dengan kelompok kami.」
Saya memalingkan pandangan mengarah kepada seorang pria yang terdengar, dapat dilihat pemimpin kelompok ini merupakan anggota pelatihan yang sama denganku dan ada beberapa laki-laki dan perempuan yang mengikutnya, sepertinya orang yang ada di depanku ini sangat menarik.
__ADS_1
...ーAuthor Timeー...
X: X mencoba tidak menulisnya terlalu eroge untuk scene netorare yang pastinya akan sangat epic bagi yang masih belum mengerti, tolong untuk tidak terlalu vulgar teman. X harus hati-hati agar novel tidak dicap sebagai pornografi, susah sekali benar jika tidak ada cerita yang menantang seperti ini.