
Pengorbanan seperti ini bukan sesuatu yang sulit lagi.
Saya tanpa berpikir panjang berjalan maju kedepan, berhenti berdiri di depan mereka dan berhadapan dengan para penindas di depan, dapat dikenali jika mereka memang merupakan orang-orang yang berasal dari pelatihan yang sama denganku, sifat yang diperlihatkan sangat busuk untuk menjadi seorang prajurit militer, tapi mungkin baik untuk kerajaan ini, mereka tak mungkin sudah memutuskan untuk memihak kepada pihak kerajaan.
Dapat dilihat wajah mereka sedikit menunjukan raut wajah cemas, mungkin ada kaitannya dengan diriku yang dekat dengan kak Nero, mereka masih mempunyai rasa segan terhadapannya ternyata, mungkin dapat saya gunakan untuk mengatasi masalah yang mereka sebabkan. Saya melihat jika mereka sempat melukai temanku yang sering berselisih paham, siapa lagi jika bukan pria yang jahil ini, Loris Varne dan sepertinya mereka juga tak ingin selesai begitu saja.
「Kenapa kamu ikut campur. Bukannya sekarang kamu berada di perpustakaan.」
Saya tak menjawab pertayaannya, mataku masih menatap nasib mereka, ada keinginan untuk membantu tapi dapat dipastikan bantuan saya hanya akan membuat mereka terlepas untuk hari ini, apalagi sangat sulit bertindak untuku. Saya takutkan adalah mereka memang benar berada dipihak kerajaan, tak ada kesempatan baik bagiku, saya hanya bisa meminta maaf pada mereka saat semuanya berakhir.
「... Saya hanya berharap bahwa kalian bisa melepaskan mereka. Saya tidak ingin berakhir menjadi lebih besar lagi permasalahannya.」
Saya tatap mereka dengan dingin, jika tebakanku benar mereka akan memilih untuk tak meneruskan masalag ini dengan adanya kehadiranku, memang bukan takut padaku tapi sangat berterima kasih sekali jika namanya bisa membantuku melewati masalah ini. Kondisi sekarang sangat tak bagus, Loris dan Flare sedang dalam keadaan yang terluka, sedangkan dapat saya lihat pakaian Fera dan Lidia telah dirusak, apa mereka melakukan pelecehan dengan sangat terbuka seperti ini, sangat memalukan mengingat mereka sama seorang siswa seperti kami, bahkan orang yang memimpin mereka salah satu orang terpintar dan menjadi incaran banyak perempuan, hanya sifatnya tak sesuai penampilannya.
Sepertinya masih sulit bagi mereka untuk pergi tanpa mendapat sesuatu, mereka memang tak berani menyetuhku dan mereka untuk sekarang, tapi jika saya sudah pergu nanti tak tahu apa mereka akan bertindak lagi atau tidak, yang ditakuti bukan diriku tapi orang dibelakangku.... "Em" Jika kak Nero bisa datang kemari itu bisa sangat membantuku mengatasi masalah yang rumit ini.
「Apa maksudmu nona Asteri. Saya tidak perlu menambahkan o karena itu akan membuatmu seperti laki-laki... Memang itu jati dirimu sebelumnya.」
.... Mereka mulai melingkariku, saya rasa tatapan yang mereka perlihatkan padaku jadi berbeda, sangat mengintimidasi dari sebelumnya, perubahan yang dia tampilkan sangat tiba-tiba sekali. Saya sekarang berharap ada orang yang membantuku, dengan situasi yang terkupung begini daya bertarungku sudah dapat diketahui jika mereka lebih unggul, apa yang mereka incar dari awal memang saya sendiri, jadi yang diinginkannya adalah apa.
「Melakukan sebuah siasat seperti ini apa yang kamu inginkan... Apapun itu asalkan sesuai kemampuan yang saya miliki akan saya coba untuk lakukan.」
Orang yang berperan sebagai pemimpin itu terlihat tersenyum dengan perkataan inisiatifku, dia berjalan mendekat kearah dimana saya berdiri, wajahnya mendekat kearah telingaku, dapat saya rasakan nafasnya mengenai leherku.
「Kamu tahu dimana saya berada malam ini.」
Saya terkejut, mengerti maksud tersembunyi yang dia katakan, dan membalasnya dengan anggukan pelan, tak baik melakukan perlawanan yang sangat tak berarti, lebih baik melakukan pengorbanan kecil untuk mengakhirinya, saya tahu belum tentu keputusan ini yang baik dan tepat, tapi hanya ini yang bisa dipikirkan untuk sekarang. Saya menatap mereka berjalan pergi meninggalkan tempat ini, tapi dapat dilihat sedikit jika terdapat rasa senang yang terpancar dari wajah dari mereka.
Semua orang mulai membubarkan diri, tanpa ada sepatah kata yang keluar, tak saya pedulikan terhadap orang-orang yang sangat pengecut seperti itu, mereka melihat teman sekolah mereka ditindas hanya melihat dari jauh tanpa membantu, apalagi para guru yang harusnya bertanggung jawab hanya diam seperti patung. Saya tahu kekuatan yang dimiliki setiap personal tak hebat, tapi soal jumlah bukannya mereka bisa mengatasi mereka.... Apa mereka telah berpikir jika ada hubungannya dengan pihak raja, sangat pintar sekali mereka bisa mengetahui sampai kesitu.
"Ah" Apa yang saya pikirkan, sangat tak jelas sama sekali, saya segera membalikan pandangan kembali kearah mereka.... "Hm" Sepertinya masih ada beberap orang yang masih peduli dengan sesama, tapi saya tahu dengan jumlah orang yang membantu ini hanya lima tak bisa melawan pastinya, tapi saya sangat menghargai hal itu. Saya juga menghampiri mereka.
__ADS_1
Mereka sedang mengobati, sepertinya sudah mulai diajari dengan sebuah kekuatan yang dinamakan dengan sihir, sayang sekali kami masih belum disuruh mempelajari hal itu.
「Apa kalian tidak apa-apa. Maaf ya jika mereka merepotkan kalian tadi.... Saya akan mencari cara memberi mereka sebuah pelajaran yang akan diingat setiap saat.」
Senyum sangat kencut, mungkin mereka bisa membacanya dari ekspresimu, tak ada cara yang baik untuk menyelesaikan ini selain yang mereka minta, saya takut mereka memang benar berada dipihak raja, maka tak akan baik bagi kak Nero untuk ikut campur urusan diantara kami. Sebenarnya saya sangat tertekan dengan permintaan itu, apapun bisa terjadi. Saya akan tetap tak akan membiarkan mereka cemas terhadap diriku, ada salahku dalam kejadian ini sudah harusnya untuk melakukan tanggung jawab.
「... Saya percaya padamu Aster. Berharap bahwa kamu bisa menjaga diri.」
.... Apa Flare serius hanya mengatakan itu, saya merasa sangat tak percaya dengan yang di dengar, harusnya kamu tahu apa yang akan terjadi padaku nanti, apa tak ada rasa peduli untuk mencegah agar saya tak pergi atau memberikan saran yang lainnya. Saya merasa sangat kecewa dengan pernyataannya, bahkan kak Nero yang baru mengenalku sangat mengerti apa yang saya perlukan dan terus memberi semangat, tapi beda dengannya yang nampak sangat dingin dengab diriku.
Saya menggigit bibirku, dia bahkan tak mau menatap saya lagi, apa dia sangat membenciku dari dalam hati, apa mungkin dulu menjadi temanku hanya sebagai topeng untuk memanfaatkanku ketika dia diusir dari rumahnya, saya sangat marah jika memang itu tujuan dia yang asli.
「Sepertinya akan pergi terlebih dahulu kalau begitu.」
「Apa kamu ingin meninggalkan pesan untu Liona bahwa sudah datang kesini.」
Saya hampir lupa dengan adik perempuanku yang bodoh itu, dalam melakukan tindakan, saya yakin dia akan melakukan sesuatu yang akan menghebohkan lainnya, saya hanya perlu menunggu hasilnya nanti. Saya hanya mengganguk tanpa memutar wajah padanya, perasaanku masih sakit dengan sikap yang diberikan Flare padaku, saya yakin jika Liona cepat atau lambat akan menemuiku.
.... Ruangan di depanku adalah orang yang saya temui tadi, sekarang dengan rasa yang terpaksa saya akan menghadapinya tanpa ada yang membantuku, saya membuka pintu yang masih tertutup, dengan mulai memperlihatkanku sosok pria yang sedang duduk di atas ranjang yang besar dan dijaga oleh orang-orang yang berdiri menjaga disamping ranjang tersebut. Saya berjalan sedikit mendekat, tapi tetap menjaga jarak yang cukup untuk menghindari hal itu, saya berharapnya bisa keluar jika itu menguntungkan situasinya.
「Siapa yang menyangka kamu berani datang kemari walau tahu apa yang akan terjadi... Bagaimana kalau-.」
『TUNGGU DULU!』
"Apakah kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini secara lebih baik. Saya tidak ingin nanti ada penyesalan yang terjadi setelah melakukannya. Kita semua akan mengalami kerugian yang sangat besar.」
Saya mencoba untuk memulai negosiasinya dengan mereka, semoga mereka mengerti situasi yang sedang saya bicarakan dan saya mungkin tak perlu melakukan ini, saya juga ingin memberikan hal ini kepada orang yang penting bagiku nanti atau membiarkannya tetap begitu hingga mati, sangat tak ingin diambil dengan begitu saja, apalagi oleh para manusia yang sangat sampah.
「... Saya tidak ingin bernegosiasi. Jika kamu tidak segera membuka bajumu maka kamu boleh pergi... Tapi saya tidak dapat menjanjikan keamanan mereka dengan penampilan yang juga cantik dan tubuh yang lebih baik darimu.」
"Eh" Dari awal masuk kedalam sudah tak ada jalan bagiku untuk keluar atau dapat dikatakan sejak berurusan dengan mereka sudah ditadirkan mengalami hal ini, demi keselamatan mereka saya akan menerima rasa malu yang dia berikan kepadaku, saya tak akan melupakannya hingga berhasil membalas semuanya. Saya mulai melepas helai pakaian dari bagian atas dan kebawah, hingga tanpa menyisahkan pakaian dalam yang tak dapat menutupi apapun, bahannya sangat transparan.
__ADS_1
Tanganku mencoba untuk menutupi walau tak berpengaruh apapun, sambil mataku menatap dirinya dengan rasa kesal dan pasrah, sudah tak ada yang dapat dilakukan olehku.
「Baguslah jika kamu mengerti... Jadi kemarilah.」
Sudah tak ada alasana lagi untuk menolak permintaan yang sudah disetujui, saya hanya bisa menyetujuinya demi keselamaran bersama dan yang lebih penting tak akan saya biarkan mereka terlibat dengan masalah yang saya hadapi, mereka bukan tandingan untuk orang-orang sampah ini. Saya semakin mendekat, tubuhnya juga sudah hanya pakaian dalam ala bangsawan abad pertengahan, situasi ini sudah tak bisa dirubah lagi.
"Baiklah mari kita mulai.」
.... Saya diperlakukan sangat tak senonoh terus menerus tanpa diberikan waktu untuk istirahat, bahkan bernafaspun agak sedikit sulit, semua hal dia lakukan padaku, tubuhku sangat lelah disuruh melayani satu dengan satu orang lagi membuat tubuhku kejang mati rasa, apa yang saya rasakan juga mulai mempengaruhi tubuhku, sangat menjijikan saat pertama kali mereka memaksa, tapi tubuhku mulai beradaptasi dalam melakukannya, rasanya tak seburuk yang dibanyangkan tapi saya mulai menyukainnya. Pikiranku memang sudah tak ada lagi yang terisi, semuanya kosong tanpa saya harus memikirkan apa apa lagi, saya hanya ingin menikmati perasaan yang nikmat ini untuk saat ini, pertama kalinya saya merasakannya dan mungkin tak akan pernah saya dapatkan lagi.
Perbuatan yang mereka lakukan padaku memang tak bisa saya maafkan, tapi kenangan yang diberikan mereka mungkin bisa menenggelamkan kemarahan yang mereka picu. Saya memang sudah berubah sepenuhnya, bahkan tak lagi memikirkan jika dulunya merupakan orang dengan kelamin berbeda, saya sangat menyukai perbuatan ini.
「... Kamu sepertinya tidak lagi memikirkan seberapa buruk konsekuensinya lagi. Benar-benar sudah terperosok kedalam perbuatan terlarang ini... Karena malam masih panjang mari kita lanjutkan.」
Saya tak menyangka stamina yang mereka miliki sangat tidak normal, apa ini pengaruh dari perpindahan dunia membuat mereka menjadi seganas ini.... Jika dipikirkan saya juga terpengaruh dalam perpindahan itu, bahkan lebih parah dari mereka dalam perubahannya, jadi kenapa saya masih harus terkejut dengan hal ini.
Sebagai perempuan sepertinya saya sudah gagal menjaga kesucian yang dimiliki, bahkan masih membiarkan diri sendiri menikmati semua perlakuan memalukan yang dilakukan, tapi saya tak merasa bersalah karna entah kenapa hanya ini membuatku terlepas dari pikiran yang berat beberapa hari terakhir ini, saya sangat stres dengan semua masalah yang begitu mendadak dan cepat, hingga sangat perlu dimana tubuh dan pikiranku dapat merilekskan diri dan melepaskan semuanya.... Saya tersenyum padanya, membuka lebar tanganku meberinya persetujuan untuk memeluku dengan sukarela, saya menjadi seorang wanita pelacur untuk malam ini.
^^^[][][][]^^^
Saya membuka mata, melihat jendela yang terlihat sudah sangat siang, tubuhku sangat lengket dan bau akibat keringat dan cairan putih yang mereka keluarkan tadi malam, sepertinya mereka kelelahan karna melakukannya terlalu intens, mungkin terlalu memaksakan diri.... Sekarang mungkin saya juga tidak akan melakukan latihan, punggungku sangat sakit karna mereka sangat agresif saat pertama kaliku, mereka benar-benar ingin membuatku takluk dalam satu malam ini, walau semua usaha mereka tidak sia-sia juga, saya sudah berubah perempuan yang mungkin akan sangat mudah membuka kaki hanya untuk melakukan hubungan seperti semalam. Saya rasa mereka akan bangun dalam waktu yang masih sangat lama.
.... "Ah segar" Tubuhku sudah bersih dari bau yang menyengat sebelumnya dan yang penting tidak ada yang sedang mengawasiku saat keluar dari ruangan mereka jadi membuatku sangat aman, sekarang mungkin bagus jika saya untuk istirahat, pinggangku tidak akan kuat untuk berjalan terlalu lama. Saya berjalan keluar, melewati lorong untuk menuju ketempat istitahatku, pinggangku rasanya sakit.
「Apa kabar Aster.」
Saya terkejut dengan sebuah sentuhan di pundaku, dengan sepontan melihat kearah suara itu berasal dan tambah terkejutnya diriku dengan siapa yang saya lihat itu.... Kak Nero datang menemuiku.
...ーAuthor Timeー...
X: Ahai... karakter utama ceweknya udah tidak perawab lagi... To the point ini belum ntr, karna X belum memberikan bocoran siapakah mc prianya, mungkin bisa Flare atau mungkin bisa Nero, yang penting X akan membuat kalian kesal membacanya.
__ADS_1