
Erick telah lama keluar dari penjara,kemudian dirinya mengubah seluruh bentuk wajah nya sehingga terlihat mirip dengan Doni,entah roh jahat apa yang membuat Erick begitu terobsesi untuk memiliki nafsa,sebenarnya rumahtangga nafsa dan Doni sudah hampir membaik tapi lagi-lagi cinta mereka terus di uji dengan kedatangan Erick,seakan tidak jera telah merasakan dingin nya lantai penjara.
💦💦💦
Setelah rongga hidung nya terkena bogem dari nafsa dan kepala nya sempat berdarah - darah karna Doni memukul diri nya dengan lampu tidur kamar,kini diri nya harus mendapat kan dua jahitan di kepala terlihat ada beberapa serpihan kaca yang menancap sehingga membuat kepala nya robek,diri nya kini masih berada di sekitaran Bali,Erick berjanji setelah dia pulih dia akan langsung kembali kerumah,dan seperti biasa tetap bersemangat mendapatkan nafsa.
"Hai Beb,siap kan tempat untuk ku aku ingin bermalam dengan mu lusa"!!Erick menelpon diva.
"Siap asalkan ada uang,akan ku siap kan tempat dan diriku untuk mu"!diva antusias karna setelah kejadian kemarin diva sepi pelanggan dan selalu diawasi oleh bodyguard Doni, setiap diri nya kemanapun disitu pasti ada mereka,membuat ruang gerak diva tidak leluasa,diri nya tidak pernah jera dengan masalah kemarin penyekapan yang membuat hidup nya hampir mati,di dalam pikiran nya asal kan ada uang hidup pasti senang,wanita ****** tersebut bergeming di hati nya.
💦💦💦
Doni memutuskan untuk pergi kekantor karna setelah liburan kemarin ada beberapa meeting dengan klien yang harus di tunda.
__ADS_1
dengan siaga semua bodyguard ditambah personil nya,sampai asisten rumah tangga pun kini di larang untuk berpergian keluar rumah tanpa ada pengawalan dari bodyguard,sebenar nya semua ini membuat nafsa Keberatan menurut diri nya Erick tidak mukin bisa melukai nya karna nafsa bisa membela diri nya sendiri walaupun dengan kejadian kemarin diri nya mengakui kehebatan Erick,membuat dirinya kualahan menghadapi nya,tubuh Erick kini jauh lebih kuat entah karna rajin berlatih atau memang dirinya begitu nafsu untuk mendapatkan nafsa.
"Sayang,hari ini aku pulang larut malam"!!sambil mencium kening nafsa dan nafsa pun mencium punggung tangan Doni,sambil menggendong Syafa.
"Ya mas,hati-hati "!!Syafa merengek minta gendong papa nya yang hendak beranjak pergi,Doni mencium pipi Syafa dan menggendong nya sebentar.
"Pa pa berangkat ya Syafa"! memberikan syafa kepada nafsa dan melambaikan tangan,Doni berjalan menuju pintu dan menghilang dari penglihatan mereka berdua.
"Tia aku mau pergi sebentar tolong kamu jagain Syafa,biar dini dan Lia yang mengurus rumah,Oya Lia dan dini nanti kalian masak yang banyak ya,untuk bodyguard di depan kasian mereka belum sarapan"!nafsa sengaja agar mereka semua makan dan sibuk dengan sarapan mereka,dan tidak membututi dirinya.
"Iya Bu.."!!sambil menatap ke arah majikan nya.
"Satu lagi,jika para bodyguard bertanya bilang saja aku di kamar,sedang mandi atau apalah yang penting mereka semua tidak mencariku"!
__ADS_1
"Siap Bu"!!seolah mereka mengerti tapi mereka semua bertanya-tanya kemanakah majikanya akan pergi tidak seperti biasa nya seperti ini.
Nafsa berlari ke kamar mengambil tas dan pergi melewati pintu belakang.
💦💦💦
Nafsa mengirim pesan kepada sahabat nya bernama Maya,
Maya adalah ditektif internasional sekaligus pelatih tekwondo saat kuliah dulu bersama nafsa,Maya menetap di sana selama dua tahun lama nya,tetapi kini diri nya di pindah tugas kan di kota di mana nafsa tinggal.
"May,gue tunggu di cafe Maria"!!kemudian pesan nya di balas cepat oleh sahabat nya tersebut.
"Ok naf"!
__ADS_1