
Pagi ini saat nafsa membuka gorden terlihat samar-samar dari balik jendela masih ada sisa air hujan di halaman bawah yang tidak begitu jelas karna tertutup oleh kabut,nafsa terkejut mendengar suara Syafa yang bangun dan menyuruh nya menghidupkan televisi untuk melihat serial kartun favorit nya,padahal waktu baru menunjukan pukul lima pagi,dan meminta diri nya membuatkan sebotol susu hangat,acap kali dia berdiri menirukan adegan serial kartun tersebut,sambil menggoyang kan tubuh mungil nya itu.
"Mama..mam"!Syafa meminta sarapan,setelah menghabis kan susu nya.
"Syafa mau maem,disini dulu ya sama papa,mama ambil makanan di bawah"!biasanya mereka sarapan pukul setengah tujuh,tetapi entah untuk hari ini Syafa meminta sarapan lebih awal dari biasa nya.
"Tia apakah makanan syafa sudah ada yang matang"?
melihat Tia sedang mengongsreng nasi di wajan.
"Sudah ada Bu,bubur yang di buat Lia ditaruh di panci sebelah sana,ibu duduk saja saya akan mengambilkannya"!
"Kamu lanjutin masak aja,aku ambil sendiri"!melihat ke arah panci yang berisi bubur ayam.
Setiap pagi seluruh asisten nya sibuk sekali,karna pekerjaan mereka sangat lah banyak dari mencuci pakaian masak dan sebagai nya,terkadang nafsa sesekali membantu mereka jika Syafa tidak rewel,nafsa adalah majikan yang sangat mandiri dan tidak gengsi terkadang dirinya merasa sungkan untuk menyuruh mereka bertiga,diri nya rela melakukan pekerjaan yang sekiranya bisa di lakukan nya sendiri,nafsa kembali ke kamar dan menyuapi Syafa bubur ayam yang masih hangat,Syafa makan dengan lahap.
"Mas kamu kok tidur lagi sih,apa gak kantor"?tanya nafsa
__ADS_1
"Sayang ini kan hari Minggu kamu lupa "?nafsa melihat ke gawai nya di lihat memang benar yang di ucap Doni kalau ini hari Minggu,sambil melihat beberapa pesan dari Maya.
"Naf gue tunggu di tempat kemarin,jam satu"!
"Doni dirumah,kita ketemu besok aja May".
Kemudian Nafsa menghapus pesan tersebut,dirinya takut Doni membaca pesan dari Maya,dan menaruh gawai nya di dalam laci rias.
"Mas aku mau mandi Syafa di jagain dulu,kamu bangun dong"!
Syafa menirukan hal yang di lakukan mama nya,dia mencium pipi Doni dan mengigit hidung nya,Doni menjerit..
"Ahkk..sakit sayang"!!kata Doni memegangi hidung nya dan meringis kesakitan.
Nafsa tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu anak nya.
"Sayang gak boleh yah,kasian papa tu nangis"!!Doni pura-pura menangis.
__ADS_1
Kemudian Syafa meniup hidung Doni dan berkata,
"Nanti sembuh pah"!tubuh mungil nya turun dari ranjang dan mengambil kotak P3k yang ada di meja rias,nafsa dan Doni terpanah melihat Syafa,dalam batin mereka bangga bahwa anak mereka sangat pintar dan tanggap.
"Sayang ini untuk apa"?tanya nafsa kepada Syafa.
"Mah papa akit"
"Pa pa sakit?"
"Iya "!Syafa mengeluarkan perban dan akan menempel perban ke hidung doni,mereka semua tersenyum dan mencium Syafa secara bersamaan.
"Sayang anak pintar"!kemudian mengelus rambut nya.
"Mama mandi dulu ya,Syafa sama papa"!nafsa berdiri mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi,Syafa mengangguk dan meneruskan menempel perban ke hidung Doni,Doni pun hanya pasrah meng iyakan apa yang di suruh anak nya,sesekali tertawa karna merasa geli.
Ya Syafa adalah anak yang tanggap,pintar dan sigap,di usia yang baru menginjak dua tahun lebih diri nya mencerminkan sikapi anak yang berusia enam atau tujuh tahun,Syafa anak yang sangat berbeda di banding anak seusianya.
__ADS_1