
Pak Jhoni ayah nafsa menyuruh Doni cepat menikahi nafsa...nafsa yang saat itu hanya merasa malu karna tidak tau rencana ayah nya hingga tersendat makanan terkaget -kaget..Doni pun memberikan minuman kepada nafsa karna terlihat dia batuk-batuk karna makanan tadi.
pak Ridwan menjawab semua kata-kata pak Jhoni,kalau saya setuju pak tinggal anak-anak gimana aja..!! Ibu Silvi dan ibu Fitri berkata"wah sebentar lagi kita besanan ya jeng...sambil tertawa lepas...kemudian Denisa menyela pembicaraan ..."jadi aku punya kakak perempuan dong nanti bisa aku ajak shopping kita ke salon ya kak asik.."!!kata Denisa tersenyum lebar ...trus gimana nak Doni...?tanya ibu Fitri ...Doni terdiam beberapa detik karna mereka mebrondongi pertanyaan yang membuat dirinya sulit menjawabnya...nafsa seakan tau isi hati Doni yang belum siap menjawab semua pertanyaan mereka "nanti kami berdua akan membicarakan semua ini ."!!tegas nafsa..
semua kembali tenang karna mendengarkan penjelasan nafsa. "mukin mereka butuh waktu ya jeng...kalau jaman kita dulu jika dah pas di hati, kita langsung nikah"!...tertawa kecil seakan ibu Silvi mencairkan suasana...para ayah pun tertawa...lepas mengingat masa muda mereka dulu
Doni dan nafsa ikut tertawa...."dah dah jadi canggung gitu kalian "!kata ayah nafsa .....kita lanjutkan makannya....
mereka kembali menikmati makanan dan akhirnya Doni angkat bicara.."kasih waktu kami satu Minggu,kami akan memberi keputusan "!!...kata Doni pelan,ibu Fitri berkata"terserah kalian nak,kalian kan yang menjalani...kami para orang tua hanya mensupport dan mendoakan yang terbaik"!!...acara makan -makan selesai,para orang tua pulang kerumah masing-masing kebetulan mereka mengendarai mobil sendiri dan begitu juga Doni yang mengendarai mobilnya sendiri didalam mobil hanya ada nafsa,"sayang aku mau ajak kamu ke suatu tempat "!!kemana??jawab nafsa lembut..".nanti kamu juga tau"!kata Doni seraya mempercepat laju mobilnya...
Doni memarkirkan mobil nya di suatu rumah kosong yang sangat indah dan megah,rumah itu di hiasi taman bunga semakin menambah kesan asri di rumah itu..rumah itu milik ayah Doni,dia membeli nya satu bulan lalu sebelum Doni wisuda...kata ayah nya itu hadiah untuk keberhasilannya menyabet gelar S2 nya..
Doni menjelaskan semuanya kepada nafsa sambil memasuki rumah tersebut dan mengajak nafsa ke lantai atas..
__ADS_1
nafsa berdiri di balkon rumah,,dan melihat keindahan kota dari situ..tiba-tiba Doni memeluk nafsa dari belakang dan menciumi pundak nafsa dengan lembut,,nafsa pun tertawa kecil... menggerakkan pundak nya karna merasa geli... Doni tidak pernah terlampaui batas,karna menurutnya nafsa adalah gadis istimewa dan harus dijaga kesucian dan kehormatan ya sebelum mereka menikah ...kelak..
"naf rumah ini akan menjadi kado pernikahan kita"!Doni menghadap kan nafsa di hadapannya ...dan menarik lengan nafsa dengan lembut kemudian mereka duduk di sebuah kursi dari rotan yang di tengah kursi tersebut terdapat meja kecil dari kayu ..."mas menurutku semua ini begitu terburu-buru"! nafsa menatap mata Doni ..."kenapa bukanya kau sudah melihat ketulusan cintaku "??..nafsa menatap arah depan "bukan aku menolak mu mas tapi menikah itu bukan sebuah akhir cerita cinta kita,menikah itu dimana kita harus memulai kehidupan baru "! sebelum pernikahan terjadi kau pun harus benar -benar yakin aku adalah wanita mu satu-satunya...
sampai maut memisah kan,aku pun tidak mau kalau terlalu cepat-cepat menikah, apabila ada Maslah kita tidak bisa mengontrol emosi dan ujungnya kita bercerai....
semua itu harus di pikirkan matang-matang...
Doni pun mendekat nafsa dan berlutut dihadapan nafsa yang sedang duduk di kursi dan memegang tangan nafsa dengan lembut,"sayang betapa hebatnya dirimu dengan semua pola pikir mu yang begitu luas jauh ke depan,maaf kan aku yang hanya mendahulukan ego ku dari pada masa depan kita"!!...
Doni mengecup kening nafsa....
mereka kemudian berjalan ke bawah rumah kosong tersebut dan masuk ke mobil kemudian mobil melaju pelan hingga sampai di depan rumah nafsa.
__ADS_1
💦💦💦
Dua bulan setelah Doni wisuda nafsa pun ikut menjadi sarjana ..kini dia menyabet gelar insinyur ...
seperti biasa keluarga berkumpul ....tapi ada yang berbeda di acara makan bersama kali ini ....Doni membawa sahabat karib nya Erick dia sosok sahabat yang selama ini selalu ada untuk Doni dia juga yang mempersiapkan acara untuk menembak nafsa saat itu,,tapi baru kali ini nafsa bertemu.
"Ini Erick sahabatku,"!kata Doni seraya memperkenalkan pada semuanya..."!silahkan nak Erick sini duduk dekat om"!kata ayah Doni ...kebetulan Erick tidak begitu asing karna dia acap kali main kerumah...jadi ayah Doni mengenalnya ...Erick sosok yang tampan,kulitnya putih..dan anak yang baik...
semua menikmati hidangan dengan saling berbincang -bincang ...tapi tidak untuk Erick dia hanya menatap nafsa Dengan tatapan tajam didalam hatinya berkata "betapa cantiknya nafsa dari pada foto nya,andaikan aku...."!!Doni yang dari tadi memperhatikan Erick mengagetkan kan lamunan nya .".ada apa Rick..ada yang salah,dengan calon istriku"!!!kata Doni bercanda lepas ..
nafsa yang sudah merasakan gelagat tidak baik dari diri Erick,karna memandanginya dari tadi,menurut nafsa itu bukan hal yang sopan ketika seorang laki-laki tidak dikenal menatap Nya seperti itu,tapi nafsa hanya bergeming didalam hati..
"gak aku cuman ..."!!tiba-tiba Doni menepuk pundak Erick ..tegang gitu sih aku cmn bercanda kali.."!!sambil tertawa lepas, ...semua sedang asik dengan makanan dan para ayah sedang membicarakan pekerjaan mereka,dan para ibu sedang ngerumpi masalah arisan acap kali ruang tersebut riuh dengan suara tawa,Denisa Sekarang selalu bermanja -manja dengan nafsa ..setiap ada kesempatan bertemu.
__ADS_1