Salah Pergaulan

Salah Pergaulan
awal kehidupan


__ADS_3

Adiba masuk kekamar roy yang bernuansa hitam putih.


kamar yang sangat luar, dan ada satu buah lemari yang khusus untuk menyimpan mainan robot.


adiba berkeliling kamar roy, kemudian langkah terhenti pada lemari besar robot.


dilemati besar tersebut terselip bingkai foto. bingkai foto tersebut menampakan seorang laki laki dan seorang perempuan yang sedang tersenyum bahagia.


adiba memandangi bingkai foto tersebut, sampai roy mengambil bingkai foto tersebut dan menyimpanya ke dalam laci meja.


"almari buat lo sudah gue bersihin, tinggal masukin baju bajunya" ucap roy kemudian berjalan meninggalkan adiba.


adiba pun berjalan ke arah lemari yang lain untuk meletakan baju bajunya.


adiba masih terheran heran, siapa cewek yang berada di bingkai foto tersebut.


roy keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk di pinggangnya, menampakan perutnya yang berbentuk roti sobek.


adiba yang melihat roy seperti itu langsung menutup matanya.


"Kenapa ngga ganti baju sekalian di kamar mandi" ucap adiba lumayan keras.


"Gue lupa ambil bajunya, ambilin dong. lagi pula kita udah sah, ngapain masih tutup mata" balas roy.


"Ya udah iya, kamu disitu dulu, aku ambilin baju kamu" ucap adiba kemudian beranjak mengambil baju roy.


dan dengan mata yang masih di tutupi tanganya. adiba berjalan ke arah roy sambil menutup matanya dan memberikan baju roy kepada roy.


roy tertawa, "haha, kan udah gue bilang! kita udah sah! ga perlu kek gitu juga, malu sama dedek bayinya loh" ucap roy sambari mengambil baju yang di berikan adiba.


adiba pun membuka matanya perlahan, dan matanya langsung tertuju pada perut roy.


roy sudah memakai pakaianya. "Lu nggak mandi? lu mau pakek gaun itu sampai besok?" ucap roy.


adiba pun sadar kalau dia masih memakai gaun, dan polesan make up di wajahnya.


adiba pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kamar mandi.


adiba keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju tidur bercorak doraemon.


"Udah gede seleranya masih kayak anak kecil" ucap roy diiringi tawanya.

__ADS_1


"Biarin" balas adiba. adiba pun duduk di pinggiran kasur. adiba melihat roy yang sedang menyusun guling di tengah tengah tempat tidur mereka.


"Ngapain?" tanya adiba. "Nyusun guling" jawab roy.


"Ini batasnya! biar lo ngga nyari kesempatan dalam kesempitaan pas tidur!" jelas roy. adiba memperhatikan tempat tidurnya.


dia mendapatkan bagian yang sempit sedangkan roy mendapatkan bagian yang lebar.


"Punyaku kok sempit? punyamu lebat! ngga adil" ucap adiba sambil merapihkan guling pembatas.


"Et et inikan kamar tidur gue, kasur gue" balas roy sambil merapihkan guling pembatas.


mereka berdua berdebat soal guling pembatas, adiba mendapat bagian semput, dan roy mendapat bagian luas.


"Ya udah deh aku ngalah! inikan juga kamar mu" ucap adiba pasrah. "Nah kayak gitu kek dari tadi" balas roy.


adiba menidurkan badanya di atas kasur, dan roy juga. mata mereka pun mulai terpejam.


Pagi hari


adiba bangun dari tidurnya, kemudian ia bersiap untuk berangkat sekolah.


kemudian adiba keluar, dan menghampiri mertuanya yang sedang masak di dapur.


"Pagi ma" sapa adiba. "pagi juga sayang" balas fira, mertua adiba.


"Adiba bisa bantu apa mah?" tanya adiba. "Ngga perlu sayang, kamu bangunin roy aja. masih tidur kan dia?" jawab fira.


"Iya mah, roy masih tidur, adba bangunin ya" balas adiba. kemudian dia berjalan menaiki tangga menuju kamar roy.


adiba membuka pintu kamar roy, betapa terkejutnya adiba saat melihat roy sudah rapi dengan seragam yang melekat di badanya.


"Ngapain berdiri didepan pintu?" tanya roy. "Tadi aku mau bangunin kamu, kamu udah bangun ya sudah" jawab adiba kemudian keluar dari kamar Roy.


tapi lengan Adiba di pegang oleh Roy. "Bentar, tolong cariin gue Kaos kaki dong" ucap Roy.


Adiba pun mencari kaos kaki Roy, kemudian berjalan menuruni tangga.


Adiba sedang duduk di meja makan bersama Fira dan Herman, orang tua Roy.


Roy turun dengan memasangkan dasi di lehernya. Adiba melihat Roy kesusahan memasang dasi.

__ADS_1


Adiba pun memilih untuk beranjak dari duduknya, menghampiri Roy.


kemudian, Adiba mengambil dasi Roy dan dipasangkan ke leher Roy.


"Masang dasi gini aja nggak bisa" ucap Adiba, saat selesai memasangkan dasi di leher Roy.


Mereka berempat sarapan dengan tenang. sampai Herman membuka suara.


"Adiba akan sekolah 1 minggu saja, setelah itu dia harus di rumah. berhubung perutnya yang semakin membesar" ucap Herman.


"Iiya pah" balas Adiba. selesai sarapan Adiba berangkat dengan Roy menaiki mobil Roy.


dan sampailah di sekolah. mereka berdua langsung di sambut oleh Lena dan Revan.


"Eyyo! pengantin baru check!" ucap Lena. "Apaan sih Lena" balas Adiba.


"Roy, gue ada kabar buat lo" ucap Revan. "kabar paan?" tanya Roy. "Kent pindah sekolah ke jerman" jawab Revan


Roy, Lena dan Adiba pun terkejut mendengar ucapan Revan.


"Yang bener lu! kenapa dia kagak ngabarin gue!" ucap Roy. "Ya mana gue tau" balas Revan.


"Yah most wanted berkurang nih" ucap Lena. "nanti ada penggantianya, tuh Revan masih ada" balas Adiba sambil menepuk pundak Lena.


"Udah lupain aja, paling Kent mau memulai kehidupan baru, atau apa gitu" ucap Revan.


"Jangan dipikirkan terlalu dalam" sambung Revan.


Adiba masuk kedalam kelasnya, kemudian mendudukan bokongnya ke kursinya.


"Lena" panggil Adiba. Lena pun memutar badanya menghadap Adiba.


"Aku sekolah hanya 1 minggu doang" ucap Adiba. "Serius lo! gue kira lo bakal sekolah sampai lulus!" balas Lena.


"Beneran, tadi pagi papah nya Roy bilang gitu" jelas Adiba. "Ya udah kalau itu maunya mertua lo, berhubung perut lo juga udah sedikit membesar" Balas Lena.


"Tapi masalahnya Len, aku masih mau sekolah" ucap Adiba. "mnrt gue turutin aja kemauan papa mertua lo, kalau ngga lo bisa kualat loh" balas Lena.


"Yaudah deh".


•jangan lupa dukungan kalian untuk memberi like and rate ya:>

__ADS_1


__ADS_2