Salah Pergaulan

Salah Pergaulan
Gelisah


__ADS_3

-Menangis tanpa suara itu menyakitkan-


tepat di hari ini, hari terakhir Adiba menjalani Ujian tengah semester.


walaupun badan Adiba tidak lumayan sehat, tapi Adiba masih bersihkeras untuk berangkat sekolah.


karena alasan, hari ini dia ujian.


lembar kertas ujian pun di bagikan, semua murid pun berfokus pada kertas yang ada di depan mereka masing masing.


Adiba mngerjakan soal demi soal dengan teliti. tapi Tes! tes! tes!


tetesan darah turun begitu saja dari hidungnya, mengotori lembar kertas ujianya.


Bu Rina, selaku penjaga ujian melihat Adiba. Bu Rina terkejut saat hidung Adiba mengeluarkan darah.


dengan sigap, Bu Rina beranjak darinduduknya, kemudian berjalan mengahapiri Adiba.


"Ikut ibu ke uks yok" ucap Bu Rina. "Tapi Bu, ujian saya" balas Adiba. "Nanti ikut ujian susulan, sekarang yang terpenting darah dari hidung kamu nggak keluar" ucap Bu Rini.


Bu Rini membantu Adiba berjalan sampai ke uks. disana ia langsung di obati oleh penjaga Uks.


Adiba terlalu banyak pikiran, dan tekanan. ia tidak mampu menghadapi itu semua, jadi itu alasan hidung Adiba mengeluarkan darah.

__ADS_1


Adiba berjalan dengan hidung yang dimasukin tissu.


Lena yang melihat sahabatnya itu pun langsung menghampiri.


"Adib-" panggil Lena terpotong saat melihat hidung Adiba di masukin tissu.


"Lo kenapa Diba?" tanya Lena khawatir. "Biasa" jawab Adiba. "Tapi sekarang udah mendingan toh?" tanya Lena. Adiba mengangguk.


"Kekantin yuk?" ajak Lena, Adiba pun mengangguk.


di tengah perjalan Adiba tak sengaja bertemu dengan Roy. Roy terkejut melihat Adiba sekarang, mata Roy terfokus pada hidung Adiba.


"Hidung lo kenapa?" Tanya Roy. "Gpo" balas Adiba. "Udah mendingan" sambung Adiba.


"Beneran udah mendingan?" tanya Roy masih khawatir. Adiba mengangguk.


"Gue temanya, wajar toh kalau gue khawatir" balas Roy. "Tapi lo-" ucap Lena terpotong.


"Udah, Lena yuk kekantin. Aku laper" ucap Adiba menarik tangan Lena menuju Kantin.


dilain tempat, Sari sedang membersihkan kamar Adiba. "Anak perempuan kamarnya udah kayak kapal pecah" ucap Sari.


Sari mengenata baju di lemari Adiba, dan sari tidak sengaja menemukan sekotak susu ibu hamil, dan alat testpack.

__ADS_1


Sari mengambil kedua barang tersebut. mata Sari terfokus pada alat testpack tersebut. yang menampilkan hasil positif.


"Nggak! nggak mungkin ini punya Adiba" ucap sari tidak percaya. kemudian ia membawa kedua barang tersebut kedalam kamarnya.


Pulang sekolah


"Adiba pulang" ucap Adiba sembari membuka pintu rumahnya. "Sayang duduk sini" balas Sari sembari menepuk nepuk kursi kosong di sebelahnya.


"Bunda mau ngomong sama kamu, tapi kamu jawab jujur sejujur jujurnya" ucap Sari. "Bunda mau ngomong apa?" tanya Adiba penasaran.


"Kamu ngga pernah nyembunyiin apapun kan dari Bunda?" tanya Sari. Adiba mengangguk.


"Kamu sayang kan sama bunda?", Adiba mengangguk lagi.


"Adiba nggak mau kan masa depan Adiba hancur?" . pertanyaan terakhir sari sukses membuat Adiba bengong.


otak Adiba memutar kembali kaste malam itu bersama Roy. Refleks Adiba langsung memeluk Sari.


"Maafin Adiba bunda, Adiba nggak tau, Adiba nggak sengaja, maafin Adiba punya" ucap Adiba sembari mengeluarkan Air mata.


"Iya Bunda maafin kamu, tapi kamu bisa jelasin apa maksud dari kedua benda ini?" balas Sari sembari menunjukan sekotak susu ibu hamil, dan Alat testpack.


"Iya Adiba bisa jelasin". Adiba pun mulai cerita.

__ADS_1


"Trus sekarang dimana Ayah dari Anak yang kamu kandung? dia mau bertanggung jawab kan?" balas Sari setelah mendengar penjelasan dari Adiba


"Telefon dia, suruh dia besok buat kesini" sambung Sari.


__ADS_2