
-Sepintar pintarnya orang menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga-
Pagi harinya Adiba berangkat sekolah menaiki angkutan umum.
Adiba berjalan dengan tatapan kosong ke arah kelasnya. "Pagi adi-" ucap Lena terpotong saat melihat penampilan Adiba yang berbeda dari biasanya.
"Diba lo sakit?" tanya Lena khawatir. Asiba menggeleng dan terus melanjutkan perjalananya menuju bangkunya.
Adiba duduk di bangkunya. "Dib lo berubah, setelah pulang dari perkemahan" ucap Lena.
"Adiba yang dulu udah mati" ucap Adiba pelan, tapi Lena masih dapat mendengarnya.
"Maksud kamu apa Dib?" tanya Lena tidak paham akan perkataan yang di ucapkan Adiba barusan.
Adiba hanya diam saja sampai bel masuk berbunyi. Lena masih khawatir akan keadaan Adiba yang berubah drastis.
Jam istirahat
Lena mengajak Adiba kekantin, sebenarnya Adiba yidak mood makan, tapi karena paksaan Lena Adiba pun nurut.
Adiba memakan bakso miliknya perlahan sambil menatap sekitar kosong. dirinya udah ngga suci, dirinya sudah ternodai itulah yang ada di pikiran Adiba sekarang.
dilain tempat Roy sedari tadi menatap Adiba. "Roy lu tadi malem tidur di hotel kan?" tanya Tevan membuka topik.
Roy tidak menjawab. Kent pun menyenggol lengan Roy, Roy pun tersendak kemudian menatap Revan dan Kent bergantian.
__ADS_1
"ngomong apa barusan?" tanya Roy. "Lu tuli ya?" balas Revan kesal.
"Dia tadi ngomong, pas di perkemahan lu tidur di hotel kan?" ucap Kent mengulangi perkataan Revan.
Roy mengangguk, kemudian otaknya memutar kembali kejadian di hotel tersebut.
Roy memegangi kepalanya. Revan dan Kent pun menatap Roy.
"Lu sakit?" Tanya Kent. "gue balik dulu" ucap Roy, kemudian beranjak dari tempat duduknya.
"Tuh anak kenapa?" tanya Revan kepada Kent. Kent menggindikan bahunya.
Roy melewati meja makan Adiba. Roy meletakan kertas di sebelah Adiba kemudian menyenggol lengan Adiba pelan.
Adiba membuka kertas tersebut, kertas itu bertuliskan.
"Temui gue sekarang juga di gudang belakang sekolah"
Adiba pun beranjak dari tempat duduknya. "Lu mau kemana dib?" tanya Lena. "Bentar mau kekamar mandi" jawab Adiba. Lena pun mengangguk.
Adiba berjalan meninggalkan Lena. ia berjalan seperti tergesa gesa menuju gudang belakang sekolah.
Adiba melihat ada seorang lelaki bertubuh tinggi, berambut hitam.
Adiba sedikit berjinjit, kemudian menepuk bahu lelaki tersebut.
__ADS_1
Roy pun membalikan badanya. Tatapan mereka bertemu.
"Ada apa?" tanya Adiba. "Gini-" ucap Roy terbata bata.
"Lo nggak cerita siapapun tentang kejadian malam itu kan?" tanya Roy. Adiba menggeleng. "Syukurlah".
"Emangnya kenapa?" tanya Adiba. "Lu jangan cerita sama siapapun soal kejadian malam itu" jawab Roy.
Adiba pun mengangguk. Roy pun melihat Adiba dari atas sampai bawah dan mata Roy tertuju pada perut Adiba.
"Perut lo masih kempes" ucap Roy. "iya, kalau lama lama membesar gimana?" balas Adiba.
ucapan Adiba tersebut sukses membuat Roy mengingat kejadian itu lagi. "nama lu Adiba kan?" Tanya Roy.
"Adiba mengangguk, "Kamu?". "Gue Roy, Anak ipa - 2" jawab Roy.
"Pulang sekolah lu ada waktu?" tanya Roy. Adiba menggeleng. "Gue mau ajak lo di suatu tempat" balas Roy.
"Kemana?" Tanya Adiba. "Pokoknya ada" balas Roy. "Jumpa nanti di parkiran sekolah" ucap Roy sembari meninggalkan Adiba.
Pulang sekolah.
Adiba sedang menunggu Roy di parkiran sekolah. didepan mobil Roy.
Adiba tau mobil Roy karena pada saat itu Roy mengantar dirinya dari pulang perkemahan dengan mobil ini.
__ADS_1