
1 minggu berlalu, hubungan rumah tangga Roy dan Adiba baik baik saja, dan hari minggu ini juga adalah hari terakhir Adiba bersekolah.
berhubung hari ini hari minggu, adiba memilih untuk belajar masak bersama Mamahnya Roy.
yap! Roy dan Adiba masih tinggal satu atap bersama orang tua Roy.
"Ini gimana mah?" tanya Adiba kepada Fira. "Udah kamu duduk aja, lagi pula kamu lagi hamil juga sayang" balas Fira.
"Nggak bisa mah, Adiba harus pinter masak. walaupun Adiba udah pinter masak, tapi Adiba mau lebih pinter masak lagi" tolak Adiba.
"Hem ya udah kamu masukin bawang putihnya ke wajan" suruh Fira. Adiba pun mengambil bawang putih tersebut, dan memasukanya kedalam wajan.
Roy turun dari tangga dengan pakaian yang lumayan rapi. "Roy mau kemana?" tanya Adiba.
"Mau keluar sebentar" jawab Roy. "ga biasanya kamu keluar pakek baju yang rapi kayak gitu" ucap Fira saat melihat anaknya berpakaian rapi.
"Roy mau kekantornya Papah, katanya Papah butuh bantuan Roy" jawab Roy. "Oh ya udah hati hati" balas Fira dan Adiba hampir berbarengan.
Roy menancapkan gas mobilnya, menuju kantor Papahnya.
"Siang Pah" sapa Roy. "Siang juga nak" balas Herman.
Roy di berikan Papahnya pekerjaan biar Roy bisa menghidupi keluarga kelak, dan tidak bergantung kepada Orang tuanya terus.
"Papah ada apa manggil Roy kesini?" tanya Roy. "Jadi gini papah-" jelas Herman.
30 menit Roy melaksanakan tugas dari Papahnya. kemudian Roy beranjak pergi dari kantor papahnya untuk pulang ke rumah.
tapi di tengah perjalanan, ponsel Roy mendapatkan notif pesan dari seseorang.
Unknown : Hai Roy! apa kabar! kamu sibuk nggak hari ini?
Roy mebgeruykan dahinya, ia mendapat notif dari seseorang yang ia tidak kenali.
Adipura Ganesha Royan : Maaf ini siapa ya?
tak tunggu lama, ponsel Roy berdering kembali.
Unknown : Aku Gladys Roy! masih ingat aku kan?
__ADS_1
Roy terkejut melihat pesan yang dikirimkan oleh seseorang tersebut. ternyata ia adalah Gladys mantan Roy dulu!
**Adipura Ganesha Royan : Ada apa?
Gladys Gardenia Alisya : kamu hari ini sibuk nggak?
Adipura Ganesha Royan : nggak**
Gladys Gardenia Alisya : Boleh ketemu? di tempat cafe biasanya ya!
Roy pun melajukan mobilnya, menuju tempat cafe yang dulu sering ia kunjungi bersama Gladys.
Roy sampai duluan di Cafe, kemudian ia memesan minuman, lalu duduk di kusinya sambil memainkan ponselnya.
tak tunggu lama, Gladys pun datang dengan pakaian yang sedikit ketat, dan jangan lupa dandanan yang sedikit menor.
Gladys pun duduk didepan Roy. "Hai Roy apa kabar!" ucap Gladys memulai topik.
"Baik" balas Roy. Roy memandang Gladys lekat, Gladys masih sama seperti dulu. Ia masih cantik, dan masih suka memakai pakaian ketat dan jangan lupa sepatu hak tinggi.
"Roy, aku mau bicara sama kamu" ucap Gladys. "Langsung ke intinya" balas Roy.
Gladys memegang tangan Roy. "Aku masih sayang sama kamu Roy, aku masih cinta sama kamu" ucap Gladys.
"Aku yakin, kamu juga masih cinta dan sayang sama aku kan?" tanya Gladys kepada Roy.
Roy berfikir sejenak. Kenapa tiba tiba? kenapa rasa yang sudah menghilang sedikit demi sedikit kembali lagi?.
"kenapa lu mendadak gini ngomongnya? gue emang masih menaruh rasa sama lu, tapi-" ucapan Roy terpotong.
"Udah udah, kita kan masih sama sama cinta, sama sama sayang. gimana kalay kita balikan?" ajak Gladys.
"Tapi-" ucap Roy terpotong lagi. "Kamu pasti maukan? ini udah aku anggap kita balikan, ke mall yuk jalan jalan" ucap Gladys kemudian menarik paksa lengan Roy.
"Kamu naik apa? mobil? wah kebetulan tadi aku kesini naik taksi soalnya" ucap Gladys.
Gladys dengan seenaknya langsung duduk di sebelah Roy. selama di perjalanan, Gladys terus saja menggeliat di lengan tangan Roy.
Sampai Roy di buat risih sendiri oleh sikap Gladys.
__ADS_1
Seharian penuh. Roy menghabiskan waktunya untuk menemani Gladys belanja, ia pulang kerumah dengan penampilan yang sedikit tidak beraturan.
Roy masuk kedalam kamarnya. Ia langsung di sambut dengan istrinya, siapa lagi kalau bukan adiba.
adiba sedari tadi menunggu kedatangan Roy. Adiba tak sabar memberikan masakan pertamanya yang ia buat untuk Roy.
"Roy, Cicipin dong. Adiba udah susah payah buatnya untuk Roy!" ucap Adiba sembari menyodorkan nampan yang berisi 2 nasi goreng di atasnya.
"Minggir, gue capek mau mandi" balas Roy, kemudian berjalan ke arah kamar mandi.
Hati Adiba seakan perih mendengar perkataan Roy tadi, Ia tak percaya akan mendapatkan balasan seperti ini dari Roy.
Adiba pun menaruh nampan terdebut di atas meja. kemudian beranjak keluar dari kamar Roy.
Fira yang kebetulan juga keluar kamarnya, melihat menantunya yang memasang wajah sedih.
Fira langsung menghampiri Adiba. "Kamu kenapa sayang?" tanya Fira.
"Adiba udah susah payah buatin Roy nasi goreng, tapi Roy membalasnya dengan nada yang tidak suka" jelas Adiba.
"Oh gitu, Positif thingking aja sayang. paling Roy lelah dengan pekerjaanya hari ini" balas Fira.
"Tapi kan-", "Udah senyum dong, Mamah gak mau liat menantu mamah cemberut gitu" ucap Fira.
adiba pun membentuk senyuman manis di bibirnya. "Gitu dong baru menantu mamah, manis nya" balas Fira sambil mencubit pipi Adiba.
"Aduh sakit Mah" balas adiba sambil terkekeh.
dilain tempat Roy sudah selesai dengan ritual mandinya. Roy sedang menggosok gosok kepalanya yang basah dengan handuk.
kemudian mata Roy tertuju pada nasi goreng buatan Adiba.
Roy tak sadar dengan ucapan yang ia lontarkan tadi kepada Adiba. Roy pun mengambil nasi goreng tersebut.
kemudian memakanya, lagi pula perut Roy juga lapar.
Adiba masuk kekamar Roy. Adiba terkejut melihat nasi goreng yang ada di atas meja habis!.
kemudian mata adiba mengarah ke tubuh Roy yang sudah tidur terlelap di kasurnya.
__ADS_1
Adiba ingin sekali mendengar kritik dan saran dari Roy, karena Roy sudah menghabiskan nasi goreng ya.
tapi niat tersebut di urungkan Adiba. Adiba pun tidur di sebelah Roy, kemudian tertidur