Salah Pergaulan

Salah Pergaulan
Adiba sakit


__ADS_3

-Aku tidak butuh janji manismu, aku hanya butuh pembuktian nyata dari mu-


hari ini tubuh Adiba merasa tidak enak. Adiba ingin sekali berangkat sekolah, tapi mual yang ada di perutnya jauh lebih penting sekarang.


Adiba sudah berbolak balik kekamar mandi beberapa kali. "Kamu gpp sayang?" tanya Sari, Bunda Adiba dari liar kamar mandi.


"Adiba nggak papa Bun" balas Adiba dari dalam kamar mandi.


"Huek.. Huek..", Adiba merasakan perutnya ingin memuntahkan semua isi didalamnya.


Dilain tempat Roy tidak melihat Adiba pada jam istirahat, Roy mempunyai firasat bahwa Adiba tidak baik baik saja.


Roy berjalan ke arah kelas Adiba, tapi di tengah jalan ia tidak sengaja menabrak seorang gadis.


"Aduh" ringis gadis tersebut. Roy melihat siapa gadis yang di tabraknya itu.


"Lena! kebetulan ada lo disini. Adiba masuk hari ini?" tanya Roy kepada Lena.


Lena menggeleng. "Adiba ijin hari ini, katanya dia sakit perut" balas Lena kemudian pergi meninggalkan Roy.


Sakit perut? apa jangan jangan-, pikiran Roy sudah melayang kemana mana.


Roy pun memutuskan untuk kerumah Adiba sepulang sekolah.


Di rumah Adiba. Adiba sudah merasa sedikit baikan.


"Bunda kepasar dulu sayang, sekalian beli obat buat kamu" ucap Sari. "Iya Bun hati hati" balas Adiba.

__ADS_1


Adiba pun teringat dengan sekotak susu ibu hamil, dan Alat testpack yang di berikan Roy kepadanya.


Adiba mengambil kedua barang tersebut. kemudian menadangi keduanya bergantian.


"Em apa aku coba yang ini dulu ya?" ucap Adiba kepada dirinya sendiri.


Adiba pun mencoba susu ibu hamil tersebut. "Rasanya lumayan" ucap Adiba sesudah meminum susu ibu hamil tersebut.


kemudian ia menaruh gelas tersebut di atas meja. lalu mengambil alat testpack.


ia ingin sekali menggunakan alat testpack tersebut, karena penasaran dengan hasilnya. tapi Adiba terlalu takut untuk mencobanya.


Adiba pun mengumpulkan semua keberanianya untuk mencoba alat testpack tersebut.


Adiba pun berjalan gemetar ke arah kamar mandi. beberapa menit kemudian Adiba keluar dari kamar mandi dengan tatapan kosong.


rasanya ia ingin gila saat melihat hasil testpack tersebut. ia menjambak rambutnya frustasi, kemudian menangis sejadi jadinya didalam kamar.


Pulang selolah


Roy melajukan mobilnya menuju rumah Adiba. Adiba mengetuk pintu rumah Adiba. "Assalamualaikum".


Adiba pun bangkit dari kasurnya, kemudian ia merapihkan rambutnya.


ia membuka pintu rumahnya perlahan sambil berkata. "Waalaikum salam".


betapa terkejutnya Adiba saat melihat siapa yang bertamu ke rumahnya.

__ADS_1


"Roy? ngapain kamu kesini?" tanya Adiba. Roy menatap Adiba. "Lo habis nangis?" tanya Roy saat melihat mata Adiba sembab, dan hidung Adiba merah.


"Nggak aku nggak nangis" balas Adiba. "Bohong, itu hidung lo merah kenapa?" tanya Roy sambil menunjuk hidung Adiba menggunakan dagunya.


"Iya deh aku ngaku kalau aku habis nangis". "Lo nangis gara gara apa? lo sakit apa?" tanya Roy.


"Aku sakit perut, perutku mual tadi pagi. trus aku nangis gara gara-" Adiba sengaja menggantungkan ucapanya. "Gara gara apa Adiba?" tanya Roy penasaran.


Adiba pun masuk kedalam kamarnua, kemudian mengambil alat testpack tersebut. Adiba memberikan alat testpack tersebut kepada Adiba.


Betapa terkejudnya Roy saat melihat hasil yang ditunjukan alat testpack tersebut.


"Lo hamil?" ucap Roy tak percaya. Adiba mengangguk.


Roy sekarang diselimuti oleh rasa bersalah. "Maafin gue" ucap Roy.


"Kamu bakal tanggung jawab kan? masih ingat perjanjian kita dulu?" ucap Adiba mengingatkan perjanjian syarat kalau Adiba memaafkan Roy.


"Iya gue inget, gue ngga lupa" balas Roy. "Tapi tolong plis, sembunyiin ini dulu. jangan kasih tau siapa siapa dulu" sambung Roy.


Adiba pun mengangguk, dia juga belum siap memberitahukan soal dia hamil kepada Bundanya.


"Btw Bunda lo mana?" tanya Roy. "Bunda lagi kepasar" jawab Adiba.


"Oh kalau gitu gue pulang dulu, jaga alat testpack itu baik baik. trus jaga dedek bayi kita" ucap Roy sembari keluar dari rumah Adiba.


Adiba pun masuk kedalam kamarnya kemudian mengambil buku pelajaran, karena 1 minggu lagi Adiba akan menghadapi ujian tengah semester.

__ADS_1


__ADS_2