
-Seandainya waktu bisa di putar kembali, aku ingin kejadian itu tidak terjadi-
Adiba berusaha untuk bersikap seperti biasanya. seperti Adiba yang periang, ceria, suka tebar senyum.
tapi entah mengapa, Adiba sangat susah melakukan itu.
Ingin tersenyum saja, Adiba harus mengumpulkan semua kekuatanya untuk mengukir senyuman yang ada dibibirnya.
Adiba mendudukan bokongnya di kursi. kemudian ia mengeluarkan buku sains.
"Adiba.." teriakan tersebut membuat adiba terkejut.
Adiba tau siapa pemilik suara cempreng tersebut, ia adalah Lena.
"Pagi Adiba" sapa Lena. Adiba pun membalasnya dengan senyuman kaku.
"Pinjem buku sains lo dong" ucap Lena. "Buat apa?" tanya Adiba tidak mengerti. "Kan hari ini ada Tugas Sains lo lupa?" jawab Lena.
Adiba lupa kalau ada tugas Sains, Adiba tadi malam sibuk melupakan kejadian pada malam itu sampai ia lupa dengan tugas tersebut.
"Aku ngga ngerjain, aku lupa" jawab Adiba. "Wah berita langka ni" balas Lena. "Gimana ni Len, Aku takut di hukum" Ucap Adiba.
"Tenang, gue juga ngga ngerjain" Balas Lena. Pak handoko, selaku guru sains pun masuk kedalam kelas.
"Pagi anak anak" sapa Pak Handoko. "Pagi pak" balas Seluruh murid.
Adiba gugup, ia takut di marahi oleh Pak Handoko karena tidak mengerjakan tugas.
kaki Adiba tidak berhenti bergetar saat Pak Handoko masuk kekelas.
__ADS_1
Lena yang merasakan seperti ada guncangan dari belakang pun, membalikan badanya menghadap Adiba.
"Lu baik kan dib?" tanya Lena khawatir. "Nggak, aku ngga baik" jawab Adiba.
"Sekarang kumpulkan tugas kalian" suruh Pak Handoko. Semua murid pun maju kedepan untuk mengumpulkan tugasnya.
Lena pun ikut serta, "Len mau kemana?" tanya Adiba. "Mau ngumpulin tugas" jawab Lena. "Bukanya tadi kamu bilang kamu nggak ngerjain?" tanya Adiba.
"Iya tp pas gue liat lagi, gue ternyata ngerjain tugasnua" jawab Lena. Adiba pun semakin di buat takut, ia takut di hukum sendirian.
"Siapa yang ngga ngerjain tugas, angkat jarinya" suruh Pak Handoko.
Adiba pun mengangkat jarinya yang bergetar. semua mata pun tertuju pada sipemilik jari tersebut.
betapa terkejutnya semua murid saat mengetahui siapa pemilik jari tersebut.
Semua murid terkejut tidak percaya melihat Adiba tidak mengerjakan tugas.
"Adiba? kamu nggak ngerjain tugas?" tanya Pak Handoko. Adiba mengangguk.
"Biasanya kamu paling awal buat ngumpulin tugas" ucap Pak Handoko. "Sekarang kamu hormat didepan tiang bendera sampai pelajaran Pak Handoko selesai" sambung Pak Handoko.
Adiba pun menurut, ini adalah hukumnya karena dia tidak mengerjakan tugas dari Pak Handoko.
Adiba mengelap keringatnya yang sudah mulai bercucuran. 30 menit Adiba berdiri di depan tiang bendera.
ingin rasanya Adiba menyingkirkan matahari tersebut, dan membuangnya jauh jauh agar dia tidak kepanasan.
Dan tiba tiba ada sesosok bayangan yang melindungi tubuh Adiba dari paparan Sinar matahari.
__ADS_1
Adiba mendongak, melihat siapa pemilik bayangan tersebut, dan dia adalah Roy.
"Kamu di hukum juga?" tanya Adiba. Roy mengangguk.
"Nggak ngerjain tugas?" tanya Adiba lagi. "Bukan" balas Roy.
"Trus apa?", "Ketahuan bolos" jawab Roy.
"Makanya jangan bolos" ucap Adiba. "Trus lo disini ngapain?" tanya Roy.
"Dihukum, karena ngga ngerjain pr dari Pak Handoko" jawab Adiba. "Cewek pinter macam lu bisa lupa juga ya" balas Roy.
"Kan manusiawi kalau lupa" ucap Adiba. "Trus udah ngelupain yang itu?" tanya Roy.
Adiba mengerutkan dahinya, sebagai tanda tidak paham apa maksud yang di katakan Roy.
"Yang kejadian malam itu" jelas Roy. Dan yang benar saja, perkataan Roy itu membuat otak Adiba memutar kembali kejadian tersebut.
"Belum bisa kan?" tanya Roy. Adiba menggeleng. "Sama gue juga" balas Roy.
"Kalau waktu bisa di putar kembali, aku mau kejadian itu nggak terjadi" ucap Adiba.
1 jam Adiba berdiri di depan tiang bendera, dengan cahaya sinar mentari yang menembus kulis putih mulusnya.
akhirnya jam Pak Handoko selesai. Adiba berjalan ke arah kelasnya.
"Gimana tadi di hukumnya?" tanya Lena. "Enak ada yang nemenin" jawab Adiba.
"Wah siapa yang nemenin? cowok? cewek?" tanya Lena penasaran. "Cowok" balas Adiba. "Wah bisa tunjukin siapa cowok itu?" tanya Lena.
__ADS_1
"Nanti aku tunjukin" balas Adiba.