Salah Pergaulan

Salah Pergaulan
Perkemahan


__ADS_3

-Masalah yang kita anggap sepele, bisa di anggap serius oleh orang lain-


semua murid kelas XII sedang berkumpul di lapangan. mereka sedang bersiap menyambut piknik perkemahan sebelum mereka ujian.


Roy bosan mendengarkan penjelasan Pak Handoko yang sedari tadi tidak ada akhirnya.


"kapan berangkat kalau kayak gini" keluh Kent. "sabar aja" balas Revan.


"....Jadi kalian semua harus bisa jaga diri masing masing!" jelas Pak Handoko.


setelah mendengar penjelasan dari Pak Handoko yang panjangnya ngelebihin rel kereta akhirnya semua murid kelas XII di bolehkan untuk berangkat sekarang.


Roy duduk dengan Kent dan Revan. mereka memilih kursi bertiga, agar semua bisa duduk.


Roy duduk di dekat jendela, sambil memandangi keluar jendela.


dilain tempat Adiba tengah menaruh barang barangnya di bagasi atas. "Lena bantuin" ucap Adiba.


"Dah beres" balas Lena. Adiba duduk dengan Lena. Adiba memilih kursi yang dekat dengan jendela.


Adiba memandangi keluar jendela. Deg! tatapan Rot dan Adiba ketemu dari dalam bis masing masing.


berhubung bis Adiba bersebelahan dengan bis Roy.

__ADS_1


Adiba melemparkan senyum manis kepada Roy. Roy takjub melihat senyuman manis mengukir pada bibir Adiba.


Roy pun membalasnya dengan senyuman. Dag! Dig! Dug! jantung Roy berdetak dengan kencang.


Ia memegangi jantungnya. "Ada apa ini?" batin Roy.


dilain tempat Adiba pun merasakan hal sama. Adiba memegangi jantungnya yang berdegup dengan kencang saat mata mereka bertemu.


"Adiba" panggil Lena. Adiba tak menyahut. "Adiba" panggil Lena untuk kedua kalinya.


dan Adiba pun menyahutnya. "Apa". "Lu ngalamun?" tanya Lena. Adiba menggeleng.


Bis pun berangkat ke tujuan. dan sampai lah di perkemahan.


Adiba dan Lena sedang duduk di depan pantai. Angin semilir membuat rambut Adiba dan Lena terserbangan.


dilain tempat. Roy, Kent, dan Revan sedang menata barang bawaan mereka. "Lu bawa rokok kan?" tanya Revan kepada Roy.


"Gue juga bawa Bir" jawab Roy. "Wah mantap, nanti malam kita pesta nih sama anak anak" balas Kent.


"Tapi kita harus hati hati, jangan sampai guru guru tau" peringat Revan. "Siapp" balas Kent dan Roy hampir bebarengan.


Malam hari

__ADS_1


Roy dan Gengnya sedang berkumpul di gazebo. Geng Royal, geng yang didirikan oleh Roy.


"Main yok" ajak Tio, cowok berambut kecoklatan tersebut. "Main apa?" balas Revan.


"Truth or dare gimana?" usul Kent. "Sip lah mulai" ucap Revan.


botol pun diputar, dan berhenti di depan Revan. "Truth or dare?" tanya Kent kepada Revan. "Truth" jawab Revan.


"Lo suka sama Lena?" tanya Kent. Revan pun melotot tak percaya dengan pertanyaan yang di lontarkan Kent kepada dirinya.


"Pertanyaan macam apa ini" batin Revan. "Jawab uy jangan bengong" ucap Roy membangunkan Revan dari lamunanya.


"Ya Gue suka sama dia" jawab Revan. "Wahhh" balas semua anak yang ada di gazebo, ada yang bersiul menyoraki Revan yang mengakui bahwa dirinya suka sama Lena.


Setelah itu botol pun di putar lagi. dan kali ini berhenti depan Roy. "Truth or dare?" tanya Revan. "Dare" balas Roy.


"Minum 5 botol bir" suruh Revan. "**** lu" ucap Kent. "Roy bisa teler" sambungnya.


"Gpp gue jantan" balas Roy kemudian ia meneguk 5 botol bir yang dibawanya dari rumah.


minuman tersebut pun langsung bereaksi pada tubuh Roy. Kepala Roy mulai pusing, dan Roy mulai tak bisa mengendalikan dirinya.


Roy pun memilih pamit untuk pulang ke hotel.

__ADS_1


tapi di tengah perjalanan Roy bertemu dengan seorang gadis.


__ADS_2