SANG DEWA MALAM

SANG DEWA MALAM
chapter 17:"kegigihan shimre"


__ADS_3

.


.


.


.


shimre yang berada di sisi yang bisa saja kalah dengan mudahnya, shimre yang tahu akan itu sempat menyesal. tapi ia berkata dalam hatinya yang terdalam


'apa ini akhir dari ku....tidak,aku sudah omong besar dihadapan Rarta. mana mungkin aku kalah dari mereka....aku harus memikirkan cara lain '


shimre sudah kehilangan begitu banyak tenaga dalam,namun ia masih berusaha untuk menghindari serangan serangan yang datang dari pedang orang orang itu.


tiba tiba tanpa disadari oleh shimre,tebasan pedang itu mengenai lengannya.


tebasan itu begitu dalam, shimre sempat merasa kesakitan tapi dia tetap ingin melawan mereka.


'luka segini saja...tidak ada apa apanya....tahan sedikit lagi shimre'


kata kata itu terus berulang tanpa henti di pikiran shimre,ia tahu berapa lemah dirinya jika dibandingkan dengan orang orang itu.


sebuah suara pun mengejek shimre dengan mengatakan "hah,dasar lemah....aku yakin bahwa dirimu adalah sampah yang tak sebanding dengan saudara mu...hahaha....mungkin saja kau tak memiliki bakat.. hahahaha".


shimre yang mendengar itupun terdiam dengan wajah serius dan juga memikirkan sesuatu.


tiba tiba sebuah ingatan muncul di kepala shimre setelah mendengar perkataan orang orang itu.


' "ayah beri aku satu kesempatan...aku ingin ikut ke pertandingan klan....ayah..." ucap shimre kepada sang ayah.


"kau tidak perlu ikut,adik mu bisa menangani hal hal seperti itu...kau bahkan lebih lemah darinya..." balas sang ayah *kepada shimre.


shimre yang mendengar itupun berteriak* "***AYAH...AKU TIDAK LEMAH...ADIKKU TAK PANTAS MENDAPATKAN POSISI ITU-"


PLAK***...


sebuah tamparan melayang di pipi shimre, shimre yang merasakan tamparan dari sang ayah yang tak pernah menampar nya hanya untuk adik yang bahkan tak sedarah dengan dirinya.


"bagaimana bisa kau bilang adikmu tidak pantas mendapatkan posisi itu...jangan berlagak kau.....karena kau anak dari istri pertama ku...anak tertua ku,harusnya kau mengerti..." *ucap sang ayah setelah melayang kan tangannya ke arah shimre.


shimre yang mendengar itu merasa semakin marah,dan menatap sang ayah dan berkata* "kalau begitu,akan ku buktikan kelayakan ku agar aku juga pantas mendapatkan posisi kepala keluarga...ayah....tidak tuan Rung Rainer,kepala keluarga klan Rainer.".


*setelah mengatakan itu shimre pergi dari hadapan ayahnya, Shimre terus berlatih seni beladiri dan berpedang nya dengan sendirinya. terus berusaha mendapatkan perhatian nya,tapi yang ia dapat malah sebaliknya. ayahnya Semakin menjauh dan Bahkan tak memanggil namanya.


tak mengundang nya dia acara keluarga,bahkan ayahnya tak menghadiri hari peringatan kematian sang ibu,tak pernah menerima hadiah dari shimre kepada sang ayah.


shimre terus memikirkan ada apa dengan ayahnya?,kenapa tak melihat usaha nya?


shimre terus berpikir keras.


namun suatu hari shimre diam diam pergi ke ruang keluarga tempat ayahnya berkerja.


disana dia mendengar hal yang seharusnya dia tak dengar*.


"nak,kau sudah sangat hebat memang kau lebih pantas menjadi anakku....aku bangga padamu nak..." *ucap sang ayah tuan Rung kepada seorang anak yang usia nya sedikit lebih muda dari shimre.


sang adik pun menjawab* "***ayah tidak perlu terlalu memuji,mana mungkin aku sudah hebat. aku masih jauh dibawah ayah dan kakak..."


"tidak, tidak... memang benar kau masih dibawah diriku...tapi tidak dengan anak itu. kau bahkan lebih berbakat dari padanya...dia sampah jangan pikirkan dia***...." *ucap tuan Rung tanpa mengetahui kalau shimre sedang mendengarkan percakapan antara kedua orang itu.


shimre pun meninggalkan ruang kerja sang ayah dan membiarkan Kedua orang itu saling berbicara. shimre pergi menuju ke aula tempat dimana papan nama sang ibu di taruh di aula itu.


shimre pun berbicara memandang papan nama sang ibu* "ibu...aku...aku sangat lemah maaf...aku tidak bisa memenuhi permintaan ibu. ayah juga sudah sangat menyayangi anak itu...aku bahkan tak pernah di jenguk.


aku kecewa kepada ayah...Bu. aku...hiks...hiks..." setetes air mata perlahan mulai berjatuhan satu persatu di pipi shimre.

__ADS_1


"seandainya aku punya bakat seperti anak itu....cih,tapi itu bukan bakat ku. aku kecewa terhadap ayah,mulai hari ini dan seterusnya ibu..aku...aku tidak akan menanyakan kabar ayah atau sebagainya,jadi aku minta maaf. aku dengar akan ada pertarungan untuk masuk ke akademi,aku ingin masuk...ibu doakan anakmu ini untuk lulus...." ucap shimre.


tak lama setelah itu shimre kembali' pada saat dimana dia dikelilingi oleh orang orang itu, shimre pun berkata dengan suara kecil "aku......bi....aku tidak le..ma...h"


"APA ? KAMI TIDAK DENGAR...." Ucap salah satu dari orang-orang itu.


shimre pun mengulangi perkataan nya,dan sekali lagi dengan suara yang besar "AKU BILANG ,AKU TIDAK LEMAH...AKU BUKAN SAMPAH".


orang orang yang tadi mengejek nya diam seketika karena melihat perubahan pada tatapan shimre. tatapan itu bukan tatapan sembarang, tatapan itu seakan sebuah kegigihan didalamnya.


shimre pun dengan wajah yang dingin,berjalan mendekati sebuah batu besar yang berada didalam hutan. ia memegang batu itu dan seketika terlihat sebuah retakan pada batu besar itu,mulai dari retakan kecil hingga retakan yang cukup besar.


setelah berlalu 10 detik,batu itupun akhirnya hancur berkeping keping. tapi yang paling mengagumkan patu di tidak sepenuhnya hancur,malah berubah menjadi sebuah pedang batu.


seketika shimre memegang pedang itu,dan mengalir tenang dalam di pedang batu itu. seketika sebuah cahaya berwarna biru keluar mengelilingi pedang batu itu.


orang orang itu pun mulai merasakan sedikit keanehan dengan pedang batu itu dan memutuskan untuk bertanya "oii... pedang apa itu? kenapa batu itu bisa berubah menjadi pedang??? bagaimana kau melakukan nya!!!!!"


shimre tak membalas nya dengan jawaban melainkan sebuah tatapan dingin dan tajam ke arah orang orang itu.


seketika sebuah tekanan besar menahan pergerakan dari ketiga orang yang mengejar shimre.


'ada apa dengan pemuda ini? sungguh mengerikan aura tekanan mengintimidasi ini.... pemuda ini siapa dia sebenarnya?'


shimre yang tadinya diam akhirnya mengeluarkan suara "oiii...kalian jika kalian menganggap ku sampah...jangan malu yah,karena jika kalian kalah dari ku..maka kalian lebih rendah dan lebih lemah daripada sampah..."


dengan cepat shimre langsung mengarahkan pedang batu itu ke arah salah satu dari tiga orang itu. orang yang tangannya ditebas berteriak kesakitan.


dua orang lainnya yang melihat itu langsung ketakutan setengah mati, shimre pun langsung menyambung "mana kepercayaan diri kalian yang tadinya.... mengejek ku seenaknya saja....hah jadi hanya segini saja orang yang berada di tingkat yang lebih di atas tingkat ku..."


lalu shimre kembali menyerang kedua orang lainnya secara bersamaan ditubuh mereka dan mati, shimre pun langsung kembali ke tempat salah satu pria yang masih menahan sakit atas tangan nya.


pria itu berkata "pemuda tolong jangan bunuh saya....pemuda tolong ampuni saya...."


shimre pun tertawa kecil dengan wajah yang dingin "masih ingin meminta ampun...aku tak percaya..."


shimre yang melihat itupun langsung berbicara "baiklah akan ku ampuni...tapi setelah ini aku ingin kau tidak bergabung dengan hal hal semacam ini,dan setelah ku ingat ingat...hanya kau saja yang tidak mengejek ku. apa kau baru melakukan hal hal seperti ini?" tanya shimre.


pria itu langsung menjawab "ya,pemuda. saya baru melakukan nya pertama kali karena sedang membutuhkan uang cepat..untuk istri saya. maaf kan saya..."


"terserah,aku hanya bisa mengampuni mu. oh iya.. ini" sambil melempar sekantong penuh koin perak dan sepuluh koin emas didalamnya.


"pemuda ini..."


"tidak apa apa, ambilah. kau bilang kan butuh biaya cepat untuk pengobatan istri mu. cepat ambillah. ah,dan maaf atas perbuatan ku yang menebas tangan mu....dan ini,ini ramuan penyembuh tapi tidak terlalu bagus. tapi setidaknya menghentikan pendarahan mu..."


pria itu pun meminum ramuan penyembuh itu,dan pendarahan nya pun terhenti. pria itu pun bergitu berterima kasih,dan langsung berlari sambil membawa sekantong koin tadi.


setelah melihat pria itu pergi,Tiba tiba pedang batu milik shimre pun kembali menjadi bongkahan batu biasa dan tak berbentuk pedang lagi.


shimre bertanya tanya sebenarnya apa yang ia lakukan sehingga bisa membuat pedang menggunakan batu. shimre sama sekali tidak ingat, shimre mulai mengambil posisi duduk dengan badan yang lelah dan tenaga dalam nya yang sudah habis.


sekali kali shimre membayangkan apa yang terjadi tadi jika batu itu tidak berubah menjadi pedang.


'sungguh sesuatu yang tak kubayangkan...sensasi ini,aku bisa mengalahkan orang yang berada ditingkat yang lebih tinggi dari ku...memang menyenangkan...hahaha Bu,lihat anakmu ternyata bisa berkembang juga... hahaha'


shimre pun kembali menutup matanya sebentar saja,dan membayangkan ibunya memeluk dirinya dan memuji serta mendukung dirinya. shimre merasa seakan bahagia dengan bayang bayang wajah ibunya,yah meskipun itu hanya ada pada bayang bayang nya saja.


shimre pernah mendengar suara ibunya,namun sekarang ia tak bisa mengingat bagaimana dan seperti apa suara ibunya. karena dalam hidupnya penuh dengan kebencian dan kekecewaan kepada keluarga nya yaitu ayah dan adik tirinya.


shimre yang masih menutup matanya, terbangun saat dia mendengar sebuah suara yang mengatakan "apa dia menghayal sambil menutup mata....??".


saat shimre membuka matanya, shimre melihat Shi yu dan Yans yang terlihat bingung dengan tingkah dirinya.


shimre pun seketika bertanya "kalian berdua kenapa ada disini? apa kalian kabur dari orang orang yang mengejar kalian?".

__ADS_1


Yans pun menjawab "tentu saja tidak,kami mengalahkan mereka semua....kira kira 20 orang mungkin.."


"APA? 20 orang.....bagaiman bisa kalian keluar dengan keadaan baik baik saja sedangkan aku tulang rusuk nya patah dan lengan ku tertebas..yah walau ramuan penyembuh bisa menyembuhkan luka akibat pedang ini,tapi tidak dengan tulang rusuk yang patah....ah...sial sakit sekali..." balas shimre pada Yans.


Yans pun menyambung kembali "tentu saja bisa...kan ada yu yang kuat...hahaha..hahaha"


Shi yu yang melihat teman satu nya tertawa dan satunya lagi kesakitan akibat luka tebasan,Shi yu pun dengan cepat memukul kepala Yans dengan tangan nya dan berkata "jangan besar omongan saja...satu orang saja tak bisa kau kalahkan.... shimre masih lebih baik daripada mu. ini... ambilah"


shimre diberikan sebuah ramuan penyembuhan milik Shi yu dari system,tentu saja lebih bagus kualitasnya daripada ramuan penyembuhan tadi yang diberikan kepada pria itu.


shimre pun segera meminum ramuan itu dan tiba tiba saja tulang rusuk yang tadinya patah, Langsung sembuh seperti semula.


shimre pun bertanya kepada Shi yu "yu,kau dapat ramuan ini darimana?"


"ah,itu...aku dapat ramuan itu di Lembah Malam. lagian banyak hal hal seperti itu disana...." jawab shi yu berbohong karena sebenarnya ramuan itu berasal dari system.


"Lembah Malam? dimana itu...?? aku belum pernah mendengar nya..." tanya shimre kebingungan karena sampai sekarang ia tidak pernah mendengar nama lembah malam.


Shi yu pun langsung menatap ke arah shimre sambil tersenyum dan berkata "rahasia,yang bisa ku beritahu adalah.... Lembah Malam itu rumah ku..dan tempat dimana aku berlatih...".


shimre hanya bisa terdiam,dan menerima apa adanya. bahwa Shi yu belum bisa menceritakan rahasia nya.


Shi yu pun mulai lanjut bertanya "shimre apa alasan mu melepaskan orang itu?".


"jadi kau melihat nya Shi yu....itu karena dia mengingatkan ku pada ibu ku,dan alasan lainnya yah karena dia tidak mengejek ku....apa begitu sudah memenuhi jawaban mu Shi yu?" tanya shimre.


Shi yu mengangguk dan berkata lagi bahwa shimre sama dengannya belum bisa menceritakan apa yang ingin mereka ceritakan.


sama seperti dirinya yang dulunya lemah, sebenarnya Shi yu tidak perlu menunggu untuk tahu permasalahan shimre,karena dia melihat semuanya.


rahasia shimre yang tak bisa dilihat oleh system kecuali dengan mata shi yu yang unik.


gampang sekali untuk mendapatkan kebenaran dari ingatan orang orang yang mau dilihat nya.


tapi tidak baik membicarakan rahasia orang lain jika, pemilik rahasia itu tidak ingin menceritakan hal itu.


Shi yu pun menatap shimre dan berkata "shimre kau memang orang yang penuh kegigihan...kau pasti bisa menjadi lebih kuat " hanya itu yang bisa disampaikan Shi yu kepada shimre.


Shimre pun tersenyum mendengar hal itu sekaligus senang karen dirinya di puji.


Shi yu pun lanjut mengatakan "ayo. Yans, shimre kita menyelamatkan Rarta."


***********


di sisi lain Rarta sedang bertarung dengan pria besar yang menggunakan afertak dewa kehancuran dan Rarta belum menggunakan kalung milik An niy.


"hei,pemuda.....yang masih terlihat seperti anak kecil tak tahu kemampuan mu sendiri...dasar..." ucap seseorang yang tak lain adalah pria besar itu.


Rarta pun menyambung "kau sudah kalah,anak buah mu sudah dikalahkan teman teman ku...jadi kau bisa menyerah. dengan memberikan afertak dewa itu kepada ku...."


"oh,jadi kau tahu ini afertak dewa sungguh luar biasa...aku tak menyangka orang kecil seperti mu bisa tahu. tapi yang pasti kau akan kalah..." ucap pria besar dengan percaya diri.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG....🌜


__ADS_2