
masih dalam pertarungan yang sama sekali belum bisa dimenangkan oleh siapapun,antara Yans maupun pria yang menjadi lawannya.
Shi yu dan yang lainnya terus memperhatikan jalannya pertarungan itu.
disisi lain ada sebuah tatapan tak mengenakan dari seorang pria yang berada di kejauhan,pria itu tampak seumuran dengan Yans. Dan terlihat sangat jelas bahwa warna mata milik pria itu sama seperti Yans berwarna hijau seperti batu Ruby.
pertarungan sudah berlangsung begitu lama, orang yang berdiri disamping Shi yu pun langsung memberikan sebuah isyarat kepada pria yang berdiri memegangi pedang dan sedang bertarung melawan Yans di atas panggung.
terlihat bahwa pria yang sedang melawan Yans itu mengangguk,dan secara tiba tiba sebuah senjata tersembunyi seperti pisau kecil. terbang tepat ke arah kepala Yans,Shi yu yang melihat itu langsung bergegas dan mengagetkan semua yang menonton pertarungan Yans dan lawannya itu,mereka dikagetkan bukan karena kedatangan Shi yu melainkan tindakan yang dilakukan Shi yu kepada lawan bertarung Yans,yang langsung mati di tempat.
ya,saat muncul di hadapan Yans, pisau kecil itu terbang ke arah Shi yu,Shi yu langsung membalikan serangannya ke pria itu dengan tepat di arah dada pria itu,tanpa mengenai organ vital yang serius pada tubuh pria itu.
semua yang menonton pertarungan pun terkejut dan langsung bertanya tanya bagaimana bisa pria itu langsung ke mati ditempat.
salah seorang tetua pun langsung menanyakan hal itu kepada Shi yu "nak,kenapa kau tiba tiba muncul kedalam pertandingan? apa kau tahu konsekuensi apa yang akan kau terima nanti!!!"
Shi yu pun tersenyum kecil seperti biasa yang tertutup oleh kain penutup wajah dan menjawab "tentu saya tahu apa konsekuensi nya jika menganggu jalannya pertandingan. tapi bisa kah salah satu dari kalian semua yang menjadi pengawas ujian dan para tetua serta penatua menjelaskan tentang tindakan yang tadi dilakukan oleh pria tersebut kepada saya dan kepada kami semua yang menonton jalannya pertandingan ini?"
salah satu tetua lain pun menjadi kesal dengan perkataan Shi yu yang bukannya menjawab malam menanyakan pertanyaan kepada para tetua,pengawas ujian dan para penatua.
tetua itu pun berkata "nak..kau berani sekali menanyakan hal yang bukan masalah besar..."
saat Shi yu mendengar kata itu keluar dari mulut tetua itu,Shi yu langsung merasa sedikit kesal dan membalas dengan tatapan dingin "jadi tetua menganggap ini adalah hal kecil. bagaimana bisa itu menjadikan masalah besar ini menjadi sebuah masalah kecil yang tak perlu diributkan? dengan dimana lawan ingin membunuh dalam sebuah pertarungan pertandingan pemilihan ini...."
"apa maksudmu nak? " tanya seorang penatua.
Shi yu pun sedikit menyeringai,dan menjawab "apa kalian tidak bisa melihatnya dengan jelas? turun kesini dan lihatlah pria yang sudah mati ini..."
para tetua dan penatua pun turun ke arena pertarungan,dan menatap mayat pria itu lalu kembali menatap Shi yu. Shi yu pun langsung mengerti bahwa tatapan itu menyatakan mereka ada yang tidak mengerti sama sekali dan mengerti bahwa rencana mereka telah gagal.
Shi yu pun berkata "apa kalian bisa melihat bahwa pisau itu beracun ?"
semua yang ada disekitar arena pertarungan pun terkejut dan kebingungan, Bukan hanya orang orang yang menonton teman teman Shi yu An niy,Rarta dan song Ruyi pun juga terkejut.
salah satu tetua tidak percaya dan berkata "bagaimana kau bisa mengetahui bahwa pisau itu beracun? atau bisa saja kau hanya beralasan karena membunuh pria itu"
Shi yu pun sedikit terkejut karena tetua yang berbicara dan menatap nya dengan tatapan tak suka ini ternyata begitu licik,Shi yu pun langsung membalas "membuktikan? baiklah,kalau kau bisa melihat pisau yang tertancap di dada pria itu bahkan tampak tak begitu dalam dan juga lihat baik baik pisau itu bukan kah itu ' Racun Satu Sisi Pisau' . itu sudah menjelaskan bahwa bagaimana mungkin serangan yang ku balikan kepada pria itu bahkan tidak sepenuhnya dalam dan tak terkena organ vital"
"kau.." kata seorang tetua yang kesal dengan sikap dan perkataan Shi yu.
Shi yu yang masih merasa tatapan tak mengenakan dari tetua pun menjelaskan "apa masih kurang penjelasan dari saya? mari kita bahas aturan yang ada saat pertandingan pertarungan akademi ini. bukannya ada 3 peraturan yang mengatakan :
- peraturan pertama : tidak boleh menggunakan senjata tersembunyi atau menggunakan racun dalam pertarungan.
- peraturan kedua : tidak boleh membunuh lawan bertarung dalam pertarungan.
- peraturan ketiga : didalam pertarungan para pengawas yang hadir harus bisa memberikan keadilan bagi peserta yang berbuat curang dan tidak membuat kerusuhan.
diantara ketiga peraturan yang ada bukankah sudah cukup meyakinkan bahwa pria yang mati ini curang dalam pertarungan. apalagi dengan para pengawas yang tidak memiliki pengalaman hanya menuduh dan tidak memberikan keadilan bagi peserta yang menjadi korban kecurangan pertandingan. "
"APA YANG KAU KATAKAN ANAK MUDA....?" bentak seorang tetua namun dihentikan oleh seorang penatua yang berkata "terima kasih anak muda. saya benar benar bangga dengan perkataan mu...."
Shi yu dan Yans serta teman teman yang lain langsung kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh seorang penatua kepada Shi yu.
Shi yu pun bertanya "apa maksud mu berkata begitu?"
penatua itu menjawab "sebenarnya saya sudah lama merasakan ada yang janggal pada pertandingan pemilihan akademi kali ini dan juga kali yang lalu,selama saya tidak mengawas dalam waktu yang cukup lama. perkenalkan nama saya Chen. dulu nya saya adalah seorang rakyat jelata yang menggembala dan karena keterampilan saya dalam seni beladiri bisa dibilang tidak buruk, saya pun ditunjuk dan dipercaya kan untuk menjadi pengawas pertandingan pemilihan akademi terus menerus secara generasi. karena saya sudah semakin tua saya menyerahkan posisi ini sementara kepada para tetua akademi yang akan memilih peserta.
tapi saya tidak menyangka mereka bisa seperti ini,anak muda kau luar biasa. Dan Panggil orang untuk membawa pria ini agar bisa dimakamkan secara layak, meskipun dia pembunuh atau apapun itu dia tetaplah manusia sama seperti kita."
__ADS_1
Yans yang mendengar penjelasan dari penatua pun tanpa sadar menyambung dengan suara yang terdengar terkejut hingga membuat semakin memperhatikan arena pertarungan.
"kalau ada pengawas pertandingan pemilihan akademi,bukannya anda....BIKSU CHEN....".
"hahaha....sudah lama tak ada yang memanggil ku seperti itu. ternyata kau lebih peka daripada yang lainnya peserta Yans Ilyani" balas penatua Chen.
Yans pun hanya diam dengan wajah merah dan membanggakan diri dalam hati karena dipuji.
sedangkan Shi yu sendiri yang belum mengetahui siapa itu penatua Chen atau bisa disebut biksu Chen.
[ Ding... apa anda mau 'guru' memberikan penjelasan kepada anda tuan tentang identitas penatua Chen ? ]
'ya. tolong jelaskan guru....'
[ Ding...
penatua Chen atau bisa disebut sang legendaris biksu Chen adalah seorang dengan watak yang begitu bijaksana. ]
' tentu saja setiap biksu akan memiliki sikap bijaksana. tapi kenapa penatua Chen disebut ' sang legendaris' ?' tanya Shi yu kepada system dengan berbicara dalam hati.
[ Ding.... penatua Chen disebut sebagai sang legendaris karena pada saat itu,masa saat ia masih muda dia sangat terkenal akan sifat yang selalu menjunjung tinggi keadilan. ]
'jadi seperti itu,pantas saja sekarang dia masih mementingkan keadilan. orang seperti nya memang,lebih bisa dipercaya'
shi yu yang telah mendengar penjelasan dari system pun, langsung memberi hormat kepada penatua Chen. Namun, penatua Chen Langsung berkata "tidak perlu sopan. status mu dan diriku tidak beda jauh..."
"eh.." Shi yu sedikit terkejut dan berbicara dalam hati 'apa dia tahu identitas ku...? atau apa yang dia ketahui?'
shi yu yang masih bingung dengan apa yang dibicarakan oleh penatua Chen pun langsung merubah arah pembicaraan karena mengingat misi yang diberikan oleh system.
Shi yu pun berbicara "penatua Chen ada hal yang lebih penting dari pada ini. tindakan yang dilakukan oleh peserta yang sudah mati ini sebenarnya adalah rencana pembunuhan yang sudah diatur."
"bisa kau menjelaskan nya nak Shi yu?" tanya penatua Chen kepada Shi yu.
Shi yu pun langsung mengangguk dan mulai menjelaskan "penatua bisa melihat beberapa orang yang mengelilingi arena ini padahal mereka tidak ada hubungannya dengan pertandingan pemilihan....dan saya juga sudah mencari tahu,dan mendapatkan informasi yang menarik."
"informasi apa itu?" tanya penatua Chen.
Shi yu pun menjawab " informasi yang menyatakan bahwa misi mereka adalah untuk membunuh teman saya Yans... yang menjadi peserta dalam pemilihan kali ini..."
"apa? aku yang menjadi target mereka...tapi kenapa? selama menuju pertandingan pemilihan,aku sama sekali tidak membuat masalah...kecuali....dulu kah!!" sambung Yans.
*********
sebuah pandangan tajam dan dingin di tunjukkan di oleh seorang pria yang melihat ke arena pertarungan.
'sial...semua rencana gagal.... siapa pria yang disamping kakak ku yang bodoh itu...' kata pria itu dalam hati.
setelah melihat hal yang ia rencanakan hancur begitu saja membuat pria itu kesal dan menahan amarahnya,pria itu berbalik dan meninggalkan tempat arena pemilihan untuk ujian terakhir.
disisi lain Yans tahu siapa dalang dibalik semua ini tapi ada suatu alasan yang membuat dia tidak bisa mengatakan sesuatu hal itu.
Yans pun berkata "seseorang benar benar mencoba membunuh ku... rupanya... hahahaha...".
Shi yu yang melihat Yans hanya tertawa tentang kejadian itu pun menyambung "apa tertawa cocok dengan situasi saat ini Yans? nyawa mu sekarang terancam tapi kau... tertawa!!!"
Yans yang mendengar perkataan Shi yu merasa tak enak tapi dirinya juga bimbang tentang yang terjadi sekarang pada dirinya. Yans pun membalas perkataan Shi yu "yu...tidak semua masalah ku kau yang mengurus nya....masalah ku biar aku urus sendiri...".
Shi yu pun sedikit terkejut dengan jawaban yang diberikan Yans,karena berbeda dengan dirinya yang biasa nya selalu menerima bantuan dari siapa pun.
__ADS_1
Yans pun berkata ia kepada penatua Chen "penatua,karena lawan ku sudah mati apa bisa dibilang aku sudah menunjukkan kekuatan ku kepada semua tetua akademi yang hadir kan...jadi aku akan turun masalah ini tidak perlu di perbesar.... permisi" setelah mengatakan itu Yans meninggalkan arena dan ingin menyendiri.
Shi yu pun mulai mengecek system apakah misi nya sudah selesai apa belum.
[ Ding....
Misi belum diselesaikan harap tuan segera menyelesaikan nya ]
tapi jawaban yang diberikan system sama sekali tidak menunjukan reaksi Shi yu menyelesaikan misi nya untuk membantu Yans sesuai dengan suruhan dari system.
Shi yu pun langsung berpikir ' sepertinya aku belum menyelesaikan misi sama sekali....aku harus terus mengawasi Yans...'
waktu jalannya pertandingan pemilihan terus berlanjut hingga peserta terakhir menyelesaikan ujiannya, penatua Chen pun langsung mengumumkan hal yang ingin disampaikan kepada seluruh peserta "terima kasih untuk peserta peserta yang sudah mengikuti ujian terakhir dengan lancar. pengumuman untuk lulus ujian keempat akan dimulai...".
berbagai akademi yang berada di benua timur pun mulai mewakili akademi nya masing masing, sedangkan ada satu kursi yang belum terisi yaitu kursi tetua akademi 'Piāofú' .
( dalam arti nya mengapung).
kursi itu hanya didampingi seorang tetua yang pangkatnya lebih rendah dari tetua yang berada diposisi kedua setelah ketua akademi dan tidak bisa duduk di kursi itu tapi bisa memilih peserta.
pemilihan pun terjadi peserta yang memiliki nomor O2 pun maju peserta tersebut yaitu An niy. saat An niy maju,tiga orang dari 4 akademi mengangkat tangan mereka. tiga akademi tersebut tidak lain tidak bukan yaitu :
- akademi Báiyún ( akademi awan putih )
- akademi Diànzǐ
- akademi Zuìqiáng ( akademi terkuat )
salah satu akademi lainnya adalah akademi Piāofú,An niy yang pernah mengenal dan bertemu dengan ketua akademi pun memutuskan untuk memilih akademi Piāofú.
Dan An niy pun sudah menjadi murid dari akademi Piāofú.
peserta selanjutnya dengan nomor 10 pun maju yaitu shimre, saat shimre maju hanya 2 akademi yang mengangkat tangan kepada shimre yaitu akademi Diànzǐ dan akademi Piāofú. shimre juga memilih untuk masuk ke akademi Piāofú,namun beberapa peserta sedikit tidak menyukai shimre karena dia memilih masuk ke akademi yang sama sekali hampir tidak memiliki murid.
'***siapa dia...kenapa peserta itu memilih akademi yang murid pun hampir tak ada...karena proses pembelajaran yang tidak efisien...'
'sayang sekali bakat seperti nya pergi kesana...sayang sekali***...'
banyak orang yang mengatai shimre karena memilih akademi yang salah, namun shimre tidak mempedulikan perkataan mereka dan berjalan ke arah An niy yang berada di bagian yang ada bendera akademi Piāofú.
setelah shimre giliran Rarta pun tiba,tak berselang lama 5 akademi pun mengangkat tangan satu di antara 5 akademi yang ada adalah akademi Xiānnǚ ( akademi peri ).
tapi Rarta mengikuti kedua temannya dan tak mempedulikan pandangan orang padanya,lalu berselang peserta lain.
beberapa waktu terus berlalu hingga peserta dengan nomor 72 yaitu Yans pun berjalan ke depan dan akan segera dipilih,namun saat itupun tak ada satupun yang mengangkat tangan tak terkecuali tetua dari akademi Piāofú.
An niy,shimre dan Rarta pun terkejut karena tak seorang pun dari mereka memilih Yans,Shi yu pun merasa tak ada yang beres.
Shi yu pun mengingat bahwa ada seorang pria yang mengunjungi seluruh tetua akademi dan memberikan beberapa harta berharga kepada para tetua.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....🌜