
"hei,nak kenapa kau tak mau keluar...." Tanya Rou Ming Tian kepada Shi yu yang ketakutan.
Shi yu pun menjawab "kemarin aku keluar... mendengar sebuah suara mengema di luar sana"
"Benarkah? Kau lihat siapa orang yang mengeluarkan suara mengema diluar sana?" Tanya Rou Ming Tian.
"Tidak,dia berkata belum saatnya bertemu dengan ku...apa mereka punya niat jahat"
"Sepertinya tidak....setahuku mungkin di kekaisaran ayahmu mereka sudah mengira bahwa dirimu sudah tidak ada lagi di dunia ini...pasti orang yang kau dengar suara itu pasti tidak punya niat jahat terhadap mu..." Balas Rou Ming Tian, Lalu berpikir 'pasti itu salah satu utusan dari para dewa dan dewi yang lain tapi aku harus memastikan apa mereka punya niat yang jahat atau baik'
"Sepertinya begitu...baiklah aku akan keluar dengan mu...." Shi yu pun bangkit berdiri dan berjalan bersampingan dengan Rou Ming Tian.
Shi yu disuruh naik ke atas serigala putih yang selalu ada disamping Rou Ming Tian,mereka berdua pun berjalan menuruni perbukitan dan terus berjalan memasuki hutan dan melewati tempat tinggal Shi yu dan ibunya dulu. Berjalan tanpa henti dan berhenti tepat didepan sebuah hutan yang terlihat mengerikan,Shi yu yang melihat hutan itu pun bertanya kepada Rou Ming Tian "kakek, hutan ini apakah berbahaya?"
Rou Ming Tian pun menjawab "ya,hutan ini sangat berbahaya bagi orang yang baru pertama kali ke hutan ini....hutan ini berada sangat jauh dari kekaisaran dan sangat dingin"
"Tapi kenapa aku tak merasa dingin... Sama sekali...?" Tanya Shi yu.
"Itu karena kau telah memakan daging binatang buas... daging bintang buas punya manfaat yang besar...salah satunya bisa mengatur suhu dalam tubuh mereka agar terbiasa dengan iklim di daerah dingin benua utara...kau yang sudah memakan daging itu pula akan akan seperti para binatang buas yaitu menyesuaikan Suhu tubuh mu..."
Shi yu pun hanya bisa mengangguk mendengar penjelasan dari Rou Ming Tian,Meraka pun melanjutkan perjalanan sambil memasuki hutan tersebut.
Hutan itu penuh dengan kabut yang mengelilingi hutan tersebut,dengan suhu yang juga cukup tinggi untuk manusia biasa bisa masuk bahkan yang memiliki tubuh yang berbeda dari manusia lain juga belum tentu bisa masuk karena ada penjaga dari hutan tersebut .
Saat Shi yu dan Rou Ming Tian memasuki hutan Tiba tiba sebuah kabut mengelilingi mereka berdua, Shi yu pun menjadi takut dan bertanya kepada Rou Ming Tian
"Kakek,kabut nya mengelilingi kita.."
"Jangan takut...nak,ini sudah biasa" balas Rou Ming Tian.
"Sudah biasa...?" Shi yu kebingungan.
Rou Ming Tian pun maju satu langkah ke depan dan berkata "di hutan ini memang selalu ada kabut disekitarnya,karena hutan ini ada penjaganya yang selalu melindungi hutan ini"
"Melindungi? Memangnya ada apa sampai penjaga hutan ini melindungi hutan ini dengan kabut?"
"Entahlah...kau harus bertanya pada penjaga hutan tersebut..bukan...begitu Dewi kabut...nebra..." Jawab Rou Ming Tian melihat ke atas.
Tiba tiba muncul lah sosok perempuan yang begitu cantik dengan rambut berwarna ungu muda keperakan dengan bergaun putih dan abu abu bercampur dengan kabut dibawah kaki perempuan itu,dengan warna mata berwarna ungu muda.
Perempuan itu pun berkata "bagaimana kau tahu soal diriku...hei anak muda?" Tanyanya kepada Rou Ming Tian.
Rou Ming Tian pun tertawa dan membalas pertanyaan dari nebra "hahahaha...apa kau sudah lupa denganku nebra? Hingga kau tak mengenali diriku Yang berwujud manusia ini " lalu Rou Ming Tian pun berubah menjadi seekor serigala putih yang begitu besar dengan bola matanya yang berwarna abu abu sebening air.
Nebra pun terkejut dan bertanya"apa itu kau kak Ming Tian...?"
"Ya,ini aku...Rou Ming Tian... seperti nya kau sudah mengingatnya maka aku akan berubah kembali ke wujud manusia ku..." Lalu Rou Ming Tian pun kembali ke wujud manusia nya.
Lalu Rou Ming Tian pun menyambung "bagaimana kabar mu nebra?"
"Kabarku..tentunya baik kak Ming Tian...tapi diriku sangat kesepian dihutan ini sendirian tapi mau bagaimana lagi aku harus menuruti permintaan yang mulia untuk melindungi sesuatu disini dan tak boleh meninggalkan hutan ini" jawab nebra dengan wajah yang sedih namun tetap tersenyum.
"Memang dirimu yang selalu melaksanakan perintah dengan sangat baik...oh iya apa kau lihat seorang anak kecil dibelakang ku ini...bukan kah menurut mu dia sangat familiar" kata Rou Ming Tian sambil menunjuk Shi yu yang berada dibelakang nya.
Nebra pun segera terbang ke arah Shi yu dan memperhatikan dengan mengamati setelitinya hingga akhirnya ia melihat rambut hitam dan warna mata berwarna layaknya langit malam.
Nebra pun sekali lagi melihat wajah Shi yu dan terkejut dan berkata "yang mulia....anda kembali..."
Shi yu yang mendengar itu pun kaget dan berkata "yang mulia? Apa kah anda salah mengenali orang?" Tanya Shi yu .
Nebra menjawab "mana mungkin aku tahu tuan ku...tapi kenapa suara mu seperti laki laki dan apa penampilan mu ini yang mulia kenapa anda seperti seorang anak kecil berumur 9 tahun?"
Rou Ming Tian pun berbicara "nebra...dia bukan 'yang mulia'. Dia adalah anak yang mulia...."
"APA? APA KAU BERCANDA KAK MING TIAN, YANG MULIA MEMILIKI SEORANG ANAK...DAN ANAK ITU....ANAKNYA..." Kata nebra dengan tegas.
"Ya,aku tidak bercanda dia memang anak 'yang mulia'.."
"Bisakah kau menjelaskan kepada ku kak Ming Tian...?" Tanya nebra Dengan wajah serius.
Rou Ming Tian pun duduk disebuah batang kayu dan menjelaskan "sebelum itu...nak,apa kau bisa bermain disebelah sana disana ada sebuah pohon yang berbuah saat musim dingin petik lah yang banyak...dan bawah kesini..." Kata Rou Ming Tian kepada Shi yu.
Shi yu pun mengangguk dan berjalan meninggalkan nebra dan Rou Ming Tian.
Rou Ming Tian menyambung "baiklah, dengar kan aku nebra....waktu itu yang mulia meninggal kan Hutan ini karena dia......dan dia memiliki seorang anak dengan kaisar brengsek itu yang mengasingkan yang mulia disebuah gubuk yang tak layak ditinggali, kaisar brengsek itu juga yang membunuh yang mulia didepan anak yang mulia...."
"APA? BERANI SEKALI KAISAR RENDAHAN SEPERTI NYA MEMBUNUH YANG MULIA..KURANG AJAR AKAN KU BALAS"
__ADS_1
Sambung nebra yang emosi.
"Tidak, yang mulia tidak mau kita membalas kan dendamnya seperti itu karena yang mulia ingin dia sengsara dengan mengingat kejadian karena membunuh wanita yang mencintai nya dengan tulus....itu satu satunya yang diinginkan yang mulia" jelas Rou Ming Tian.
Nebra yang mendengar itu pun meneteskan air mata yang ia tahan "tak ku sangka yang mulia bisa setulus itu mencintai manusia rendahan seperti itu...hiks...hiks...hiks....hatiku juga ikut hancur...yang mulia mengorbankan kehidupan ilahi nya hanya demi kaisar yang tak tahu di untung itu..lihat saja aku...hiks...hiks aku...."
"Sudahlah nebra....yang terpenting kaisar itu tidak membunuh anaknya sendiri dan juga anak itu dan kaisar sudah tidak ada hubungan apa apa lagi mereka juga mengira bahwa anaknya mati kedinginan dan dimakan oleh serigala salju yang ganas dan liar...." Jelas Rou Ming Tian.
"Hmm....baiklah".
Tiba tiba anak yang mereka bicarakan telah datang sambil membawa sebuah buah yang ditutupi oleh salju.
"Kakek ..buah ini tidak bisa dimakan lihat buah ini ditutupi oleh salju dan butir butir es...mungkin didalam nya sudah membeku"
"Hahaha..kau anak yang lucu...baiklah akan ku jelaskan soal buah yang kau pegang itu...buah itu bernama buah salju roh penawar. Itulah sebabnya dia seperti tertutupi salju,jika tak ditutupi oleh salju itu masih mentah dan bisa beracun jika dipetik sebelum matang dan dimakan. Lalu buah ini juga bisa menawarkan segala jenis racun dingin di berbagai benua,hanya saja buah ini jika terlalu lama dipegang dia akan mencair jadi dia harus ditempat yang dingin dan hanya bisa tumbuh ditempat yang dingin sebab itulah pohonnya tumbuh di benua utara dan sangat sulit didapat. " Jelas nebra menjelaskan kepada Shi yu dengan seksama.
Shi yu lalu bertanya lagi "apa bisa dimakan meskipun tak terkena racun dingin? Dan buah ini ditutupi oleh salju pasti daging buahnya akan sangat dingin"
"Bisa dimakan kapanpun seperti buah biasa tapi sangat berharga bagi tabib dan orang yang terkena racun dingin...itu bagaikan harta yang sangat langka di dunia. Lalu daging buahnya sama sekali tidak dingin cobalah kau belah buah itu..." Kata nebra.
Shi yu pun mencoba membelah buah ditangannya dan saat dibelah buah nya mengeluarkan uap dan daging bagian tengah sangat cair berwarna putih seperti susu,dan daging bagian luar yang menutupi daging tegah berwana putih seperti salju dan sangat lembut.
Shi yu pun berkata "pantas saja akan mencair jika keluar dari wilayah benua utara dan buah ini....ehmmm sangat mengenyangkan perut... sangat enak Dan hangat..."
Nebra pun menyambung "benarkan ...sudah ku bilang buah itu jika tak ditutupi salju artinya dia masih belum matang dan mentah, rasanya sangat pahit dan beracun. jika sudah ditutupi salju itu artinya didalamnya sudah matang dan juga salju yang menutupi itu karena menjaga agar buah yang dimakan tetap tak mencair dan agar tidak jatuh dari pohon karena buahnya terlalu lembek....saat dimakan akan terasa dingin dan hangat secara bersamaan..."sambil tersenyum.
Shi yu pun ikut mengangguk,lalu datang lah Rou Ming Tian, dan berkata "sebaiknya kita melanjutkan perjalanan Shi yu ini sudah mulai malam..."
Shi yu pun mengangguk dan berkata "hmmm...nama anda siapa?"
"Namaku...?" Tanya nebra.
"Ya,...namamu"
"Namaku nebra aku Dewi kabut sang penjaga hutan kabut Utara..." Kata nebra lalu pergi ke arah Shi yu dan memeluk Shi yu sebentar.
Nebra pun bertanya "kak Ming Tian kalian akan pergi ke mana?"
Rou Ming Tian pun menjawab "ke tempat yang seharusnya...dan mohon bantuannya agar hewan hewan buas Disni tidak menganggu kami nebra"
Shi yu dan Rou Ming Tian pun kembali berjalan ke arah didepannya,perjalanan yang tetap akan membuat lelah namun tak bisa berhenti. Rou Ming Tian mempercepat pergerakan nya untuk sampai ke tempat tujuan,Shi yu tak bertanya selama perjalanan entah kenapa.
Rou Ming Tian pun akhirnya membuka pembicaraan "nak..tidurlah...nanti setelah sampai akan ku beritahu. perjalanan menuju kesana sangat jauh."
"Baiklah,kakek...kakek juga jaga kesehatan...disini sudah mulai terasa dingin. Tubuh kan juga tak bisa lagi mengatur suhu..."
Rou Ming Tian pun hanya tersenyum dan tetap bergerak karena berburu malam.
Beberapa lama perjalanan pun akhirnya terbayar Shi yu dan Rou Ming Tian telah sampai ke tempat yang mereka tuju.
Rou Ming Tian pun membangunkan Shi yu,Shi yu pun bangun dan turun dari serigala yang ditumpangi nya.
Shi yu pun berjalan ke depan dan melihat didepan nya ada dua batu besar setinggi gunung dengan tulisan yang sulit dimengerti,lalu Rou Ming Tian pun maju dan berkata "tulisan itu berarti gerbang kehidupan"
"Gerbang kehidupan...nama yang bagus. Lalu didepannya sangat berkabut apa itu..." Kata shi yu sambil maju ke depan namun, dihentikan oleh Rou Ming Tian.
Rou Ming Tian berbicara "jangan kesana nak...kau bisa saja jatuh lalu menghilang dan kami tak bisa menemukan mu..meskipun itu kabut,itu bukan kuasa dari Dewi kabut karena itu adalah kuasa dewa tertinggi...siapa pun yang pergi kesana hilang tanpa ada yang tahu. Tapi pernah ada yang mengatakan 'pintu itu akan terbuka jika bayaran yang didapat setimpal dengan yang diminta' jadi sebaiknya kamu jangan mendekat kesana sebelum matahari terbenam".
"Baiklah, tapi kenapa harus tunggu sebelum matahari terbenam...?" Tanya Shi yu.
"Nanti kamu juga tahu sendiri,kau
tunggu saja"
"Tapi Disni mulai dingin...haciuhh....haciuhh...heh dingin" sambung Shi yu sambil bersin.
Lalu Rou Ming Tian pun berkata "ambillah kain ini... lagipula dingin ini hanya sebentar..."
Shi yu bingung dengan yang dikatakan oleh Rou Ming Tian.
Yang ditunggu tunggu pun tiba, matahari pun tenggelam dengan sangat indah. Suhu dingin pun semakin menjadi jadi,lalu terjadi hal yang tak disangka oleh Shi yu,tulisan di batu itu pun menghilang lalu munculah tulisan lainnya ditempat yang sama. Tulisan yang berbeda dan kabut yang berada disekitar batu pun juga ikut menghilang digantikan dengan curang tebing yang terlihat dan hamparan salju di tebing sebelahnya.
Shi yu pun bertanya kepada Rou Ming Tian yang terlihat tidak terkejut sama sekali dengan kejadian yang ada didepan mata shi yu.
"Kakek,kau tidak terkejut dengan kejadian tadi...."
"Aku sudah pernah melihat nya dan menurut ku itu hal yang biasa...." Jawab Rou Ming Tian dengan santainya.
__ADS_1
Lalu Shi yu pun bertanya lagi "lalu tulisan itu artinya..."
"Tulisan itu berarti gerbang lembah" jawab Rou Ming Tian lagi.
Rou Ming Tian pun menarik tangan Shi yu dan berjalan maju bersama kawanan serigala lainnya. Namun,Shi yu yang melihat Rou Ming Tian berjalan ke arah curang tebing di depanya pun kaget dan segera melepaskan tangannya dari genggaman Rou Ming Tian, dan berbicara"APA KAKEK GILA...??? ITU CURANG TEBING KEK...KITA BISA JATUH..."
"Hahahaha....hahaha....nak kau jangan takut itu hanya ilusi bagi manusia yang lewat... sebenarnya itu adalah gerbang yang harus kita masuki..."
"ilusi...hanya ilusi kek?"
"Yah...kau tak percaya....baiklah,hey kau yang Disana masuk lah biara anak ini melihat apa kau akan jatuh atau tidak.." sambung Rou Ming Tian sambil menunjuk salah satu serigala salju,saat serigala salju itu masuk kedalam gerbang itu tak terlihat oleh Shi yu serigala yang jatuh malah menghilang tanpa ada jejak.
"Lihat kan gerbang ini adalah portal yang dibuat oleh seorang Dewi yang tinggal sendirian karena merasa kurang berguna bagi manusia dan para ras yang lain,dia ingin bebas dari segala tekanan yang ia alami dan tak ikut campur tangan dalam hal hal yang berhubungan dengan manusia dan dewa lagi,dia hanya ditugaskan untuk melihat sesuatu yang akan terjadi,dia sering berinteraksi dengan manusia...tapi ada satu manusia yang membuat nya membuat kesalahan yang sangat fatal...dan tak bisa kembali...saat masuk kedalam gerbang ini kita akan sampai ke tempat ia tinggal sendiri..." Jelas Rou Ming Tian.
"Benarkah? Kalau begitu..ayo kek aku tidak sabar melihat tempat itu...tapi siapa Dewi itu..?"
"Kau akan tahu nanti Shi yu ini belum saatnya...ayo,nanti jika sudah saatnya kau akan tahu dengan sendiri..."
Rou Ming Tian dan Shi yu pun akhirnya masuk kedalam gerbang lembah itu bersama kawanan serigala dan menghilang.
************
Tiba tiba sebuah cahaya terlihat Dimata Shi yu, cahaya itu semakin mendekat dan tiba tiba menghilang dan muncul pemandangan yang tak disangka oleh Shi yu ,ia melihat hutan tanpa adanya salju disekitarnya.
Dan didepan salju itu ada danau yang begitu luas
Shi yu pun bertanya kepada Rou Ming Tian
"Kakek...ini dimana? Kenapa kita ada di hutan tanpa salju....lihat didepan itu kek itu laut...."
Rou Ming Tian pun menjawab "nak itu bukan laut, melainkan danau...apa kau baru pertama kali melihat nya?"
"Ya,aku tidak tahu..karena setelah aku lahir aku hanya berada di daerah pengasingan kekaisaran saja dan tak pernah kemana mana...tapi hari ini akhirnya aku bisa melihat semua yang ibunda katakan padaku...dan itu lebih...jauh lebih indah....dari yang diceritakan" sambil tersenyum karena melihat keindahan alam didepan mata.
Lalu Shi yu pun juga kebingungan akan langit disekitar nya dan bertanya lagi "kek..bukan nya tadi kita melihat mata hari terbenam kenapa disini terlihat seperti matahari baru terbit?"
"Hahaha...tentu saja berbeda nak,waktu Disana dan waktu di sini sangat lah berbeda. Disini waktu berjalan berbeda disana malam disini pagi dan disini malam,disana akan pagi." Jelas Rou Ming Tian.
"Jadi seperti itu...eh kakek,kakek seperti nya tahu banyak soal tempat ini...kakek pernah datang ke sini..."
"Eh...emmm iya,kakek dulu sering datang kesini cuma karena beberapa hal kakek sudah tak datang lagi ke sini....ayo,kita pergi naik sampan.."
"Sampan....???? Apa ada perahu disini?" Tanya Shi yu.
Rou Ming Tian yang mendengar itu terkekeh dan menunjuk ke arah sampan yang sedari tadi sudah ada di depan mereka.
Shi yu pun kaget "EH...EH.......KENAPA SUDAH ADA DIDEPAN KITA..."
"HAHAHAHA.....kau sangat lucu nak,biar ku jelaskan di tempat ini segala sesuatu yang mustahil tidak akan jadi mustahil sama sekali.... jadi percaya lah akan hal itu...ayo naik" kata Rou Ming Tian sambil tertawa.
"Tapi..siapa yang akan mendayung..."
"Aku anak muda...memangnya dirimu bisa mendayung...heh...cepat naik..." Sambung Rou Ming Tian.
Shi yu dan Rou Ming Tian menaiki sampan itu dan segera berlayar,selama berlayar Shi yu selalu takjub akan pemandangan pemandangan yang ia lihat dengan matanya sendiri keindahan alam yang tiada tara nya.
Shi yu pun bertanya "kakek tempat apa ini? Sangat indah ... lebih indah daripada kekaisaran ayahanda...aku sampai tak mau pergi dari tempat ini..."
Rou Ming Tian pun menjawab "tempat ini bernama 'LEMBAH MALAM'. lembah yang misterius namun,aman dan jauh dari hal hal berbau persaingan dan perselisihan....tempat dimana bisa bebas untuk hidup tanpa harus terikat,dilarang dan tanpa hubungan yang merepotkan....dengan urusan kekaisaran,kerajaan,dan urusan bangsawan dan lain lainnya...yah,disini tempat dimana kamu tidak akan dalam bahaya Shi yu,Disni kau bisa tinggal selama yang kau mau tak ada yang melarang... semua persediaan sumber daya hanya perlu menggunakan yang ada dan tumbuh di lembah...hanya sebatas itu."
Shi yu pun menjadi semakin tertarik dengan lembah itu setiap ia mendengar tentang tempat itu.
Setelah perjalanan selama beberapa jam Shi yu dan Rou Ming Tian,telah sampai di suatu tempat yang di daratannya terdapat sebuah kediaman yang cukup besar Dan luas ,bahkan sangat besar dengan taman yang langsung berhubungan dengan alam,dan bisa langsung melihat pemandangan lembah.
Shi yu dan Rou Ming Tian memasuki kediaman itu,Shi yu menempati ruangan yang sangat luas dan besar.
Setelah itu Shi yu pun segera pergi keluar karena dipanggil oleh Rou Ming Tian, sesampainya Shi yu didepan suatu tempat yang begitu indah dipenuhi dengan berbagai bunga berwana warni dan ada sebuah makam yang terawat.
Di batu nisan itu tertulis nama orang paling Shi yu sayangi yaitu ibu nya Shi Youn.
Shi yu yang melihat makam ibunya berlutut dan kembali dalam kesedihan mengingat semua kejadian kejadian yang dialami Shi yu bersama ibunya dalam masa senang maupun duka.
Rou Ming Tian yang melihat itu pun berkata kata dalam hatinya 'hah... takdir memang tidak bisa diubah,berbuat Untuk merubah tapi tidak bisa diubah lagi,semua yang sudah tertulis dalam jalan takdir akan tetap tidak berubah...maka dari itu manusia sangatlah lemah akan cinta.... seandainya anak ini tumbuh,diriku ingin ia menjauhi namanya cinta...dan tak mengenal apa itu arti cinta..hah tapi aku tak bisa berbuat apa apa karena takdir nya adalah miliknya...'
Lalu berlalu pergi dari sisi Shi yu agar dia bisa berbicara kepada ibunya.
BERSAMBUNG......🌜
__ADS_1