
( Flashback )
seorang pria dengan mengunakan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya,dan hanya terlihat bola mata berwarna hijau Ruby yang terlihat terang dan jelas.
pria itu pun berbicara kepada ke-6 tetua akademi yang duduk di depannya,pria itu berbicara "jika kalian tidak mengangkat tangan pada saat peserta nomor 72 berdiri untuk dipilih, saya akan memberikan beberapa harta yang berharga dan juga sebuah tanah yang luas....".
salah satu tetua dari akademi Diànzǐ pun bertanya "bisakah saya mengetahui dengan jelas kenapa anda ingin kami tidak memilih peserta itu? apa anda punya dendam terhadap peserta tersebut...?"
pria itu pun tersenyum kecil dan sedikit mengeluarkan tawa yang terlihat dingin,pria itu pun menjawab "ini bukan urusan mu untuk hal hal yang mengaitkan urusan pribadi ku...dan satu hal lagi soal alasan kalian sebaiknya jangan terlalu tahu....".
tetua dari akademi Piāofú pun langsung berkata "saya tidak menerima tawaran ini meskipun dengan harga yang tinggi,saya tidak masalah jika ingin menjadi musuh kalian. tapi yang menentukan dia terpilih bukan kita tapi usaha nya sendiri, kalian belum tahu saja betapa menakutkan nya peserta itu....".
pria itu pun menyambung dan berkata "hahaha...kau terlalu berasumsi bahwa dia kuat,padahal dia hanyalah pria yang tidak pernah berlatih beladiri...dan dia akan kalah. jika kau tetua dari akademi Piāofú bisa mengerti sedikit saya akan mengirimkan beberapa hadiah"
"tidak saya menolak,kalau begitu permisi" tetua akademi Piāofú pun langsung bangun dari kursinya dan pergi keluar. sedangkan tetua akademi yang lain pun masih termenung memikirkan penawaran dari pria itu,tiba tiba salah seorang tetua memecahkan keheningan itu sambil berdiri dari kursi nya dan berkata "saya juga menolak tawaran anda. menurut saya belum tentu dia juga akan terpilih karena keterampilan nya bagus, walaupun dia sangat terampil jika sudah ditandai oleh kalian seperti ini akan susah jika aku menjadikan nya murid di akademi ku....permisi...." ucap tetua dari akademi Báiyún dan berjalan pergi.
pria itu pun tampak sedikit kesal dengan tetua dari akademi Báiyún yang terlihat masih muda tetapi tidak menghormati nya yang memiliki status berbeda. beralih ke tiga akademi lainnya yang berada diruang, ketiganya memiliki keputusan yang berbeda dari tetua dari kedua akademi yang tadi menolak tawaran.
mereka menerima tawaran itu tanpa tahu apa yang akan terjadi kedepannya.
**********
Shi yu terus memperhatikan tingkah para tetua dan akhirnya yakin dengan apa yang direncanakan oleh pria dengan jubah hitam itu.
Shi yu langsung mengucapkan sebuah kata yang memecahkan keributan yang diakibatkan oleh ejekan peserta lainnya "SUNGGUH SANGAT LUAR BIASA PARA TETUA DARI 5 AKADEMI BENUA TIMUR".
Disaat bersamaan semua mencari arah suara itu,namun mereka masih belum menemukan pemilik suara itu. tetua dari akademi Zuìqiáng pun langsung berbicara sambil bertanya "SIAPA ITU....BERANI BERANI MENGANGGU UJIAN YANG SEDANG BERLANGSUNG...?"
Shi yu yang mendengar bahwa tetua dari akademi Zuìqiáng mengatakan bahwa ini 'menganggu ujian' langsung tertawa "HAHAHAAHA.....BENAR BENAR SESUATU YANG MENARIK. TIDAK DISANGKA UJIAN YANG TIDAK ADIL INI DI ANGGAP UJIAN....".
setelah mengatakan itu Shi yu langsung menunjukkan dirinya kembali dan pergi ke arah para tetua akademi dan penatua Chen duduk.
Shi yu melangkah dan membuat berbagai peserta dan tetua akademi lainnya kebingungan, Padangan yang tajam dan mengawasi juga terasa.
teman teman Shi yu yang melihat itu malah tak peduli karena tahu apa yang akan dilakukan Shi yu kali ini. langkah demi langkah Shi yu berjalan,di saat ia tiba dihadapan keenam orang penting itu Shi yu pun melihat sebuah kursi kosong akademi Piāofú yang terlihat,ia berjalan dan berhenti lalu melempar kan sesuatu kepada tetua yang mewakili akademi Piāofú.
sesuatu yang dilempar itu ternyata adalah sebuah plakat yang menyatakan bahwa Shi yu adalah tetua dengan pangkat yang lebih tinggi dari tetua yang mewakili akademi Piāofú.
tetua yang mewakili akademi Piāofú pun langsung terkejut,namun ia pun mengingat kembali Tetang pembicaraan nya dengan ketua akademi Piāofú, Jiang sihuo.
tetua itu pun langsung memberikan hormat dengan membungkukkan tubuhnya, seperti menghormati ketua akademi. Shi yu yang melihat itu langsung berkata "sudahlah tidak perlu terlalu sopan. "
"baik.." ucap tetua yang mewakili akademi Piāofú.
para tetua lainya yang melihat perilaku sopan tetua akademi Piāofú kepada pria yang menggunakan penutup wajah tak lain tak bukan adalah Shi yu,penuh dengan kebingungan serta penasaran dengan apa yang terjadi.
Shi yu mengangkat tangannya dan berkata "saya memilih Yans Ilyani."
Para tetua yang mendengar itu menjadi sangat terkejut,bukan hanya para tetua seluruh orang berada di dekat arena pemilihan juga ikut terkejut. Mereka tidak tahu bahwa anak yang masih begitu muda adalah seorang yang menjadi penting yang akan menjadi tetua baru di akademi Piāofú.
Shi yu tanpa berbicara untuk menenangkan mereka para tetua yang sangat tidak setuju dan masih ada rasa tidak percaya bahwa anak muda disamping mereka ini adalah seorang tetua,salah seorang tetua dari akademi Báiyún berbicara "anak muda kau jangan membohongi kami semua,mana mungkin ada tetua yang sangat muda seperti mu....kau memakai trik apa?"
Shi yu pun sedikit tersenyum walau sekali lagi tidak terlihat karena wajahnya tertutup kain penutup wajah. Lalu Shi yu menjawab "aku tidak menggunakan trik apapun sama sekali,jadi tetua akademi Báiyún jangan menuduh saya yang tidak tidak ..."
"Kau...." Ucap tetua Báiyún kesal.
Meskipun begitu para tetua yang lain yang melihat tetua dari akademi Piāofú yang mereka tahu sangat menghormati anak muda di depannya itu.
Shi yu melihat ketidakpuasan di wajah para tetua "para tetua apakah kalian tidak menerima keputusan ku..yang mengatakan Yans bisa masuk kedalam akademi kami"
"Itu-..." Para tetua tampak bingung dan ragu menjawab.
__ADS_1
Yans yang melihat Shi yu yang berkata dan memperlakukan para tetua akademi lain seperti itu pun Marasa sedikit merasakan perasaan aneh.
'kenapa yu membantu ku???...apa karena aku sahabat nya???..aku tidak ingin masuk dengan adanya orang yang membantu ku dan aku sama sekali tidak berbuat apa apa'
Shi yu yang melihat ekspresi Yans yang Bukan nya senang menjadi sedikit kecewa,Shi yu langsung berbicara dengan suara yang menggema, disekitar arena pemilihan "aku memilih peserta Yans bukan karena aku temannya... melainkan karena bakatnya,aku sudah mengenal Yans,kami bertarung bersama itu cukup untuk menjadi bukti bahwa peserta Yans itu kuat"
Yans yang mendengar perkataan Shi yu langsung terdiam,dengan wajah yang perlahan berubah menjadi malu karena dipuji oleh Shi yu yang jarang memuji orang. Shi yu kembali menatap Yans dan bertanya "apakah kau tidak bersedia Yans?"
Yans pun yang tadinya terdiam dan tersipu malu langsung berkata "saya Yans Ilyani akan masuk ke akademi Piāofú." lalu berjalan ke arah teman temannya yang menunggu nya.
sedangkan dari kejauhan tatapan tajam dan raut wajah yang terlihat kesal.
'sial...siapa pria itu....rencana menyingkirkan kakak untuk kedua kalinya gagal. aku harus mencari informasi tentang pria itu setelah pulang ke kekaisaran...' dan menghilang dalam sekejap.
An niy yang melihat Yans tersipu malu langsung berkata "ada yang lagi tersipu malu ...."
"apa apaan kau an niy...!!!" sambung Yans yang dengan wajah yang tambah memerah.
disisi lain shimre dan Rarta pun berkata "ah...aku iri dengan mu Yans kau bisa dipuji oleh Shi yu yang jarang memuji orang...hah" ucap Rarta.
"benar sedih nya, seperti nya aku harus berusaha lebih kuat..." sambung shimre.
selang beberapa waktu Shi yu pun berjalan ke arah teman temannya dan disusul song Ruyi yang sedang menggendong Shi wan dalam dekapan nya
saat Shi yu menghampiri ke empat teman nya itu,Shi yu pun berkata " selamat untuk kalian berempat yah..."
"makasih yu,tapi kalau bukan karena pengalaman dan dukungan mu...kami mungkin tidak akan bisa dipilih oleh para tetua akademi" balas An niy mewakili ke tiga temannya itu.
Shi yu yang mendengar itu pun langsung mengelengkan kepala nya dan menyambung "meski aku memberikan dorongan dan pengalaman, tapi kerja keras kalian ini lah yang membuat kalian di terima di akademi. ini karena usaha kalian sendiri".
meskipun ke empat sahabat nya,tidak menyangka bahwa Shi yu akan berkata seperti itu pun langsung terdiam. Dan shi yu yang melihat itu pun langsung bertanya "apa aku salah mengatakan sesuatu sehingga kalian jadi sangat pendiam?" dengan gugup nya Shi yu.
"tidak ada yang lucu sama sekali Ruyi.... ah karena Ruyi seperti ini akan sampai lupa hal penting yang ingin ku sampaikan kepada kalian " balas Shi yu sambil melihat ke empat wajah sahabat nya.
An niy pun langsung bertanya tanpa basa basi dan berkata "yu...tidak aku tidak setuju".
Shi yu bertanya " tidak setuju? setuju?. aku bahkan belum mengatakan apapun. tetapi seperti nya An niy sudah mengetahui nya,jadi akan aku katakan. aku dan Ruyi akan pergi ke suatu tempat di benua selatan ini,untuk menyelesaikan sesuatu.".
Shimre pun langsung menyambung dan berkata "berarti kau tidak ikut dengan kami ke benua timur....?"
"ya,nanti aku dan Ruyi akan menyusul kalian kesana tapi bukan sekarang. Dan shimre seperti nya ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu ...." balas Shi yu sambil menoleh ke belakang.
shimre yang anak muda yang berada tidak jauh dibelakang Shi yu sedang menatap ke arah mereka, shimre pun langsung mengerutkan keningnya dan sedikit ada rasa tidak suka terlihat di wajah shimre.
yah,rasa tidak suka itu karena anak muda itu adalah sosok yang sedikit sangat dibenci oleh shimre yaitu adik tiri nya,Seir.
"kenapa dia ingin bertemu denganku...? aku bahkan tak mau bertemu dengannya...." ucap Shimre.
Shi yu pun langsung memukul kepala shimre dan berkata "yah, meskipun kau tidak mau bertemu dengan nya setidaknya kau bisa berbicara sedikit dengannya "
"yu,kau kenapa seperti ini ...???" tanya shimre.
"shimre... mungkin ada hal yang tidak kau ketahui,dan ada kesalahpahaman diantara kalian" jawab Shi yu.
shimre terdiam dan kemudian berbicara lagi "tidak ,tidak ada kesalahpahaman sama sekali...dia dan ayahku itu....eh..".
tanpa disangka Shi yu menepuk punggung Shimre dan berkata "setidaknya beri salam perpisahan,kau kan akan tinggal di akademi seterusnya."
shimre sedikit ragu ragu namun, perlahan dia mulai berjalan menuju ke arah Seir. Shi yu pun tersenyum dan kembali berbincang dengan ketiga temannya itu.
shimre terus melihat ke bawah karena tak ingin melihat sang adik tirinya itu. suasana hening terus terjadi, diantara keduanya Tidak ada yang berbicara. hingga pada saat shimre ingin berbalik pergi meninggalkan Seir. seir langsung berkata "MAAF KAK...."
__ADS_1
shimre yang merasa salah mendengar sesuatu pun menyuruh Seir untuk untuk mengulang ucapan nya.
"apa? bisa kau mengatakan nya lagi...?"
"eh....maaf kak . maaf kan aku ....." jawab Seir.
shimre pun tampak terkejut karena dia tak menyangka bahwa adiknya yang selalu mengabaikan dan menghindari Shimre karena shimre selalu di hukum ayah mereka,dan tak membantu sedikit pun mengungkapkan hal itu. kata 'maaf'.
"aku tak percaya kau meminta maaf kepada ku..."
"aku tahu kakak mungkin tidak akan percaya padaku,karena aku selalu mengabaikan dan menghindari kakak....dan tidak membantu kakak saat kakak dihukum ayah saat itu...." balas Seir.
shimre pun menyambung "sudahlah,itu sudah berlalu. aku tidak menganggap nya lagi. lagipula aku sudah tidak akan tinggal lagi di sana..aku akan segera pergi dan tidak akan kembali kesana"
Seir yang mendengar itu pun langsung terkejut,dan merasa kecewa raut wajah yang tadi terlihat seger Sekarang menjadi lesu dan seperti merasa sedih.
'kenapa setelah mendengar kan ucapan kakak . terasa sakit di dada ku....?,padahal aku tahu bahwa aku akan segera menghadapi kakak yang akan mengatakan sesuatu seperti ini dengan rasa benci yang akan kakak katakan padaku....tapi kenapa saat ini aku...apa aku sedih? atau rasa bersalah?'.
shimre yang melihat Seir terdiam langsung bertanya "apa ada sesuatu yang ingin kau beritahukan kepada ku....?"
"itu...aku ingin bilang,aku ingin kakak-" jawab Seir terpotong karena tiba tiba shimre menyambung.
"kau ingin aku menjauh dari hak menjadi kepala keluarga....karena kau menginginkan posisi itu" sambung shimre.
seir pun yang mendengar itu merasa sangat sakit, 'apa ini...kenapa kakak mengatakan itu.....??? apa aku di mata kakak seperti itu...?'.
"tidak bukan begitu,aku tidak ingin mengatakan itu..." balas seir.
"lalu apa? kau kan anak kesayangan ayah jadi jelas kau tidak ingin aku mendapat kan posisi itu. pasti kau senang aku pergi dan tidak akan kembali kesana lagi kan???" sambung shimre kepada seir.
seir yang mendengar itupun menjadi kesal dan mengepalkan tangannya dengan erat dan menahan rasa kekesalan nya.
namun seir tak bisa menahan hal itu. saat shimre mengatakan hal yang tidak ingin seir ambil dari kakaknya.
"kau ambilah posisi kepala keluarga. Dan jangan mencari ku...aku tidak ingin melihat mu lagi..." ucap Shimre.
seir pun langsung berteriak "AKU TIDAK INGIN POSISI KEPALA KELUARGA. kenapa...kenapa...kenapa kakak selalu berkata seperti itu pada ku....apa di mata kakak aku adalah adik yang menginginkan hal itu....".
"bukannya sudah jelas kau dan ibu mu sama sama...ingin mengambil semua hak milik ku dan ibu ku....". balas Shimre.
tiba tiba sebuah pukulan melayang ke wajah shimre, pukulan itu adalah pukulan yang diberikan seir kepada shimre.
shimre pun tersenyum kecil. Namun,saat ia melihat ke arah seir,shimre terkejut karena tatapan dan raut wajah sang adik tirinya itu berubah seperti ada rasa kecewa dan kesedihan.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.....🌜
__ADS_1