Sang Fotografer & Asisten

Sang Fotografer & Asisten
bab 2 jemput Zahra part 1


__ADS_3

Jakarta


Di sisi lain Vannie siap-siap mengemas barang-barang yang akan di bawa rencana Vannie akan menginap 2hr sekalian jalan-jalan tiba-tiba ada telpon masuk dari ponsel Vannie.


Call FarOne.


" Hallo ada apaan siang-siang telpon " ucap Vannie sewot. sedangkan Farwan hanya terkekeh mendengarkan sewot dari vannie.


" Sore aku ke rumah ya " ucap Farwan di sebrang sana.


" Eh bambang gue mau ke luar kota, jadi lu nggak bisa ke rumah gue, dulu sibuk gue " ucap Vannie.


" Lah ko mendadak keluar kotanya? mau ngapain ke sana aku ikut ya " Ucap Farwan.


" Gak usah, gue ke sana mau jemput jodoh lu hahaha " Ucap Vannie melenceng. sedangkan Farwan hanya menggelengkan kepalanya.


" Dahlah ku tutup dulu " ucap Vannie langsung mematikan telpon dari Farwan


" Tap.... " tututututu teleponnya sudah di matikan Farwan menatap ponselnya hanya menghela nafasnya. satu kebiasaan vannie adalah mematikan telpon secara sepihak.


Setelah di telpon Farwan Vannie, Vannie bergegas turun ke bawah menemui Anggi.


" Anggi sini sebentar " panggil Vannie, Anggi yang merasa di panggil langsung menghampiri Vannie.


" Iya kenapa ci ? " tanya Anggi

__ADS_1


" Besok aku ke luar kota, kamu jaga rumah ya soalnya aku mau jemput Zahra " ucap Vannie.


" Apa ci, Zahra mau ke sini? wah nggak sendiri lagi deh aku hahaha " ucap Anggi tertawa Vannie hanya terkekeh


" Yang ada nih rumah gempa bumi karena Zahra, tingkahnya itu kaya gimana gitu " ucap Vannie tertawa membayangkan tingkah Zahra pada saat di rumah.


Setelah berbicara dengan Anggi, Vannie pamit ke atas untuk beristirahat sedangkan Anggi melanjutkan pekerjaan yang tertunda.


**keesokan harinya


di kediaman Zahra**


Zahra di kamarnya bersiap-siap merapikan koper lalu menurunkan kopernya dari kasur untuk dibawa keluar. Zahra memeriksa kembali ke kamarnya takut ada ada yang ketinggalan.


" Hummmm Kayaknya udah selsai deh " gumam Zahra. lalu Zahra menghampiri mamahnya dan duduk di sebelah mamah Santi dan Rivaldy.


Zahra yang mendengar itu lalu menatap sang mama. lalu berkata.


" Mah bukannya kemarin udah ngizinin teteh? kalau Mama nggak ngizinin juga nggak apa-apa Teteh nggak jadi berangkat " ucap Zahra.


" Nggak apa-apa Nak Mama nggak mau mengangkang kamu lagi kalau kamu ingin itu ya buat apa mama ngelarang yang ada nanti kamu malah barbar " ucap mamah Santi.


" Ist mamah nih kenapa malah bahas itu " ucap Zahra cemberut.


" Ya Emang lu Barbar kampret " ucap Aldy.

__ADS_1


" Wah adik Nurjanah lu " ucap Zahra kesal.


Tak lama kemudian akhirnya Vannie sampai di rumah Zahra, Zahra langsung bergegas keluar.memang ini pertemuan pertama baik Zahra dan Vannie.


Zahra yang melihat Vannie tersenyum kearahnya Zahra syok hanya mematung. Vannie yang melihat itu merentangkan kedua tangannya untuk meminta di peluk beberapa saat kemudian Zahra tersadar lalu menghambur ke pelukan vannie.


" Ahhhh akhirnya basti kita bisa ketemu " ucap Vannie masih memeluk Zahra.


" Hehehehe Iya akhirnya sekian tahun bertemu juga berawal dari online bertemu di dunia nyata hahaha " ucap Zahra tertawa.


Tak lama kemudian Mama Santi keluar, vannie yang melihat Mamah Santi keluar menghampiri lalu bersalaman


" Assalamualaikum tante " ucap Vannie tersenyum.


" Waalaikumsalam nak, kamu nak Vannie kan? " ucap mamah Santi.


" Iya tante saya Vannie " ucap Vannie.


" Panggil Mamah aja, Ya udah masuk yuk daripada di luar kasihan nih kamu. " ucap mamah Santi mempersilahkan masuk tamunya Zahra dan Vannie masuk ke dalam rumah.


Zahra mempersilahkan untuk duduk, tak lama dari arah dapur Mama Santi membawa nampan berisi air dan cemilan lalu meletakkan di meja dan mempersilahkan tamunya untuk minum.


" Maaf maksud kedatangan Vannie ke rumah Zahra mau jemput Zahra, dengan maksud Zahra mau bekerja di tempat Vannie. Zahra sudah Vannie tetapkan jadi asisten pribadi vannie. " ucap Vannie mengutarakan maksud kedatangan nya ke mari.


" Alhamdulillah kalo begitu, keputusan ada di teteh mamah hanya mendukung dan mendoakan yang terbaik buat Zahra " ucap mamah Santi hanya menghela nafas nya panjang.

__ADS_1


bersambung........


__ADS_2