Sang Fotografer & Asisten

Sang Fotografer & Asisten
Bab 9 kumpul keluarga sebelum Zahra ke Jakarta


__ADS_3

Setelah pulang dari panti asuhan kami semua langsung ke rumah, sesampainya di rumah mama Santi mengajak kita semua ke ruang keluarga untuk mengobrol karena ada beberapa pertanyaan dan nasehat yg mama Santi ingin sampaikan pada zahra karena besok pagi² kita sudah berangkat ke Jakarta jadi malam ini kita bener² kumpul keluarga aja, mama Santi mulai bertanya pada Vannie


" Zahra kerja apa apa dan bagaimana? Kalo dia gak bisa tolong di ajarin yah, kalo dia buat salah tolong di maafin, kalo dia malas-malesan di marahin aja enggak apa²" mama Santi sambil melirik ke arah Zahra yang dari tadi cuma menyimak,


" Hehehe tenang aja mah, pokoknya aku akan ngajarin Zahra tentang semuanya," jawab Vannie.


" Baik lah kalo begitu mama Santi akan menyerah tanggung jawab mama kepada kamu untuk sementara, mama titip Zahra yah, mama izinkan zahra ke Jakarta ikut Vannie karena mama yakin Vannie bisa membantu Zahra menjadi lebih baik, lebih mandiri dan lebih konsisten. Mama Santi juga yakin kalo Vannie bisa merubah Zahra menjadi anak yang lebih mandiri dan bertanggung jawab, mama Santi do'akan semoga kalian selalu di beri kesehatan, umur panjang, murah rezeki dan selalu ada dalam lindungan Allah SWT" dan spontan aku sama zahra kompak bilang

__ADS_1


" Aminnnn... Iya mah makasih.. "Jawab Vannie dengan penuh senyuman hangat, lalu Vannie pindah tempat dan menghampiri mama Santi lalu memeluk nya, dan kami bertiga pun berpelukan. 🤗


......................


Setelah itu Zahra dan Vannie pamit pada mama Santi untuk masuk Ke kamar karena jam udah menunjukkan pukul 10 malam, karena Vannie dan Zahra harus segera tidur dan beristirahat kegiatan tadi lumayan menguras tenaga dari pagi sampai malam hari, tapi walaupun begitu Vannie, Zahra dan yang lain sangat senang dan bahagia.


" besok pagi² sekali kita akan berangkat ke Jakarta. " ucapnya lagi

__ADS_1


Sesampainya di dalam kamar Zahra Vannie langsung rebahan di atas kasur sementara Zahra memilih untuk duduk di kursi yg ada di dalam Kamarnya, wajahnya sedih dan tatapan nya kosong entah apa yg mengganggu pikirannya. vannie memperhatikan Zahra lalu Vannie bertanya


" Kamu kenapa, ko kaya sedih sih?" tanya Vannie "


" Gak apa-apa ko Van, aku cuma sedih aja karena besok aku udah ninggalin rumah dan ikut sama kamu ke Jakarta, gak terasa aku udah gede dan harus Mandiri, aku harus merantau dan nyari kerjaan di ibu kota, sedewasa itu yah aku sekarang hiks 🥲 aku pasti akan sangat merindukan mereka, mama, om, adek dan nenek kakek aku 😔 tapi ini sudah menjadi pilihan aku, dan ini adalah pilihan terbaik menurut aku, karena aku gak mungkin terus²an disini dan menjadi beban keluarga, aku sadar aku tidak sempurna secara fisik tapi aku jg punya cita² untuk membahagiakan keluarga ku terutama mama aku, aku pengen mereka bangga sama aku dan jg pengen nunjukin ke orang² yang selalu meremehkan aku, aku akan buktikan kalo aku bisa menjadi orang sukses suatu hari nanti💪 keterbatasan ku bukan suatu alasan untuk aku ber'malas²an di rumah, aku ingin maju dan mencoba segala hal baru, meskipun aku tau itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, kita tidak akan tau jika kita tidak berani untuk mencobanya, tekad ku sudah bulat, aku akan ikut kamu ke Jakarta apa pun yg terjadi, Kamu adalah motivasi aku Vannie makasih yah, kamu sudah bener² membuat pikiran ku terbuka dan berani mencoba hal² baru, semoga aku bisa seperti kamu meskipun tidak sesempurna kamu secara fisik tapi paling tidak aku bisa sukses di karir kaya kmu, " ucap Zahra panjang lebar Vannie pun tersenyum lega dan bahagia mendengar kan curhatan hati Zahra,


" Semoga setelah ini kamu lega dan bisa tidur." ucap Vannie merangkul pundak Zahra

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2