Sang Fotografer & Asisten

Sang Fotografer & Asisten
bab 5 bebegig


__ADS_3

Malam tiba


Pukul 19:25


Vannie Zahra dan juga Rivaldy nonton film horor yang berjudul KKN Vannie duduk di tengah-tengah karena orangnya penakut.


Di tengah-tengah film yang di tayangkan Vannie berteriak karena kaget.


" Ahhhhhhhhhhh " teriak Vannie sambil menutup mata dengan kedua tangannya, sedangkan Zahra dan rivaldy hanya menyaksikan dengan santai. Tak lama kemudian mamah Santi datang dari arah dapur menghampiri ketiga anak muda yang lagi asik menonton film.


" Vannie ada apa " tanya mamah Santi khawatir.


Sedangkan vannie yang di panggil mamah Santi mengintip dari cela tangganya lalu membuka matanya.


" Hehehe nggak ko mah, Vannie nonton KKN " ucap Vannie melirik ke arah Zahra yang asik menonton film. Zahra yang di lirik oleh Vannie menatapnya dengan heran..


" Kenapa ? " tanya Zahra Vannie pun sewot dan ngegas.


" Kamu nggak takut sama hantu? kamu nggak takut sama bebegig " ucap Vannie, di pikiran Vannie bebegig adalah hantu. sedangkan mamah Santi yang mendengar bebegig keheranan.

__ADS_1


" Lah Vannie takut sama bebegig " tanya mamah Santi heran, masa iya sih takut sama orang-orangan sawah. dalam hati mamah Santi.


" Iya lah kata Zahra bebegig itu nyeremin suka nyamperin anak gadis katanya " ucap Vannie mengadu. sedangkan Zahra dan rival hanya menahan tawa nya.


Mamah Santi yang mendengar itu menatap Zahra meminta penjelasan maksudnya apa ? Zahra yang mendapat tatapan dari sang mamah berpura-pura tidak tahu.


" Bebegig itu bahasa Sunda, kalo bahasa Indonesia nya orang-orangan sawah " jelas mamah Santi, seketika itu Zahra dan rival tertawa terbahak-bahak.


" buahahahah hahahahaha" tawa keduanya, Vannie yang mendengar itu menatap Zahra tajam.


" Heh maksud lu apa Bambang, bilang bebegig itu nyeremin taunya hanya orang-orangan sawah " ucap Vannie sewot.


" Stop " tak lain dari nenek Mama's.


" Nanaonan penting-penting seserian, tong kitu bisi Aya nu nurutan " ucap nenek Mama's seketika itu Zahra dan rival menghentikan tawanya.


Vannie yang mendengar itu bingung karena nggak paham bahasa Sunda, Vannie mencolek² Zahra minta translate. Zahra pun menjawab.


" Katanya, apa-apa malam-malam ketawa nggak boleh gitu takut ada yang ngikutin " ucap Zahra, sedangkan Vannie hanya mengangguk-angguk. membayangkan ketemu hantu sudah merinding.

__ADS_1


" Terus kenapa kamu takut sama orang-orangan sawah " tanya mamah Santi.


" Hehehe nggak takut mah, kan nggak tau bebegig itu orang-orangan sawah. yang Vannie tangkap dari penjelasan Zahra kalo bebegig itu nyeremin banyak di mana-mana nyamperin anak gadis gitu " jawab Vannie polos sedangkan Zahra bergumam


" Matilah aku nih si Rubby ngadu, dasar topeng " bukan Zahra mulai takut.


Mamah Santi yang mendengar penjelasan dari Vannie menatap Zahra tajam, sedangkan Vannie hanya tersenyum sok polos.


" Emang enak ku kerjain baiik " gumam Vannie..


" Hehehe mah dia tuh ngeyel di kasih tau pulang, malah pengen di sana.Teteh nggak mau lihat Kelong Wewe " ucap Zahra bergidik.


Mamah Santi hanya menggelengkan kepalanya, setelah itu beranjak dari sopa dan pergi ke dapur menyiapkan makan malam.


Tak lama kemudian mamah Santi memanggil anak-anaknya untuk makan malam, sedangkan mang Ujang mengobrol di teras depan bersama pak Ade, pak ijuur, pak nanang, pak RW.


Makan malam pun selesai, vannie kembali ke tengah rumah dan duduk beralaskan karpet.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2