
Disuatu tempat terjadilah peperangan yang memakan banyak korban jiwa, hutan yang dulu lebat dan asri kini hanya menjadi tanah gersang. Darah mengalir dimana-mana akibat banyaknya yang mati di tempat itu.
Bom
Bom
Bom
Menyerahlah dan bawa pasukanmu mundur" ucap Wu Lei(Dewa Air).
B*jingan, dalam mimpumu dasar lemah, dasar payah" ucap Zheng Guolin(Dewa Kegelapan).
Pasukanmu tidak akan menang dalam perang kali ini" ucap Wu Lei.
Kau kira pasukanmu yang akan menang?
lihat masih ada banyak pasukan para dewa yang lain, kenapa kau hanya menyuruh pasukanku yang harus mundur, bukannya pasukan yang lain saja" ucap Zheng Guolin.
Aaaaggggggghhhhhh, semuanya serang!!!!" ucap Wu Lei.
Dewa air sangat kesal dengan perang ini, dan berteriak menyuruh pasukannya untuk maju menyerang musuh yang sudah di depan mata meraka. Dia, mengira hanya dia dan dewa kegelapan yang berperang kali ini tapi kenyataannya semua pasukan para dewa ternyata ikut juga berperang untuk memperebutkan seorang dewi teratai salju, seorang dewi yang sangat cantik jelita, berkulit putih dan mulus seperti batu giok.
Bahkan pernah terjadi suatu ketika dewa petir ke tempat alam para bidadari, dia sangat terkagum kagum dengan ke indahan di tempat itu banyaknya bunga berwarna warni dan sangat berbau harum, tapi dia juga terkejut ternyata alam para bidadari sesuai dengan namanya. Banyaknya para bidadari yang berwajah cantik dan berkulit putih.
Tapi ada satu bidadari yang paling cantik diantara mereka, dewa petir pun melihat dalam beberapa detik dan selanjutnya dia terjatuh pingsan karena tidak sanggup melihat kecantikan yang sangat dahsyat. Mata dan hidung dewa petir pun mengeluarkan darah segar.
Dewa petir setelah sadarkan diri dan sudah tidak berada di alam para bidadari, langsung pergi ke tempat sahabat baiknya sesama para dewa untuk menceritakan apa yang baru saja dia lihat dan terjadi pada dirinya.
Maka cerita dari dewa petir dengan cepat menyebar ke sesama para dewa, termasuk dewa air dan dewa kegelapan.
Dan akhirnya terjadilah peperangan yang berskala besar antara para dewa.
...****************...
Disebuah istana yang sangat megah terbuat dari emas murni dan lantainya terbuat dari batu mulia.
Sungguh sangat indah di pandang dengan mata, di salah satu ruangan duduklah seorang pemuda yang sangat tampan, dia sedang duduk pada singgasananya.
Yang Mulia, hamba yang rendah ini ingin memberikan informasi yang sangat penting " tiba-tiba ada seekor naga terbang mendekati pemuda itu dengan berwajah pucat.
Naga itu pun berubah menjadi seorang pemuda tampan, dan langsung memberi hormat tanpa memperhatikan di sekitarnya yang ada beberapa teman dari pemuda itu.
Teman dari pemuda itu sangat terkejut dan bingung, apa yang membuat teman mereka sampai melakukan tindakan bodoh berteriak dengan kencangnya.
__ADS_1
Apa dia lupa siapa tuan mereka itu, terjadilah keheningan untuk beberapa saat sampai suara tuan mereka yang ada di singgasananya berbicara dengan suara yang sangat dingin.
Hm, aku sudah tahu..
Akan aku berikan mereka pelajaran yang setimpal atas kekacauan yang telah terjadi" ucap pemuda yang duduk di singgasananya.
Pemuda yang baru saja melapor tadi segera menatap tuannya, tapi dia langsung muntah darah dan jatuh pingsan karena tidak kuat menahan tekanan dari kekuatan tuannya yang murka.
...****************...
Trang
Trang
Bommmm
Bommmm
Ditempat para dewa berperang hanya suara peraduan pedang dan ledakan terjadi dimana mana, suara teriakan rasa sakit pasukan yang meregang nyawa tidak dapat di hindari lagi.
APA KAU SUDAH MERASA HEBAT KARENA TELAH MEMBUAT KEKACAUAN INI, WAHAI SAUDARA-SAUDARAKU ??
Tiba-tiba sebuah suara menghentikan peperangan yang terjadi, semua pasukan bahkan dewa mencari di mana asal suara itu dan mendapati seekor naga yang di tunggangi seorang pemuda yang sangat tampan.
Itu bukannya Yang Mulia De-" ucap salah seorang pasukan dewa angin yang terpotong dengan suara teman di sebelahnya.
Pasukan yang ucapannya terpotong tadi sampai gemetar dan dengan wajah pucat berusaha melihat sekelilingnya, dia melihat semua pasukan dan dewa ada yang lari seperti di kejar kematian.
Bahkan ada dewa yang langsung menggorok batang lehernya, karena terlalu takut dengan dewa yang lagi menugangi seekor naga yang berada di atas mereka saat ini.
TERLAMBAT..
Suara itu kembali terdengar lagi, tapi dengan tekanan gravitasi yang sangat dahsyat. Bahkan tidak ada seorang dewa pun mampu mengangkat kepalanya untuk melihat apa yang sebentar lagi akan terjadi karena tekanan yang di dapati mereka saat ini. Tapi berselang beberapa detik, tiba-tiba...
*B**OOOOOOOOOOOOMMMMMMMM*....
Tiba-tiba tanah yang di pijaki oleh para dewa retak dan terbelah, setelah itu terjadi ledakan yang teramat sangat dahsyat.
Para pasukan dan para dewa terluka parah, bahkan banyak pasukan mereka yang mati hanya dengan satu serangan tenaga dalam.
PERGI, RENUNGKANLAH KESALAHAN YANG KALIAN BUAT SAAT INI.
AGAR TIDAK TERJADI DI LAIN HARI BERIKUTNYA, SEBELUM AKU BERUBAH FIKIRAN!!
__ADS_1
Para dewa dan pasukannya tiba-tiba menghilang dari tempat peperangan itu, hanya menyisahkan dewa kegelapan yang mengepalkan tangannya dengan sangat erat.
Dewa kegelapan sangat kesal dengan dewa yang di lihatnya saat ini.
Akan aku binasakan kau dasar dewa sialan!!" ucap dewa kegelapan.
ENYAHLAH!!" ucap pemuda yang menunggangi seekor naga tadi dengan mengibaskan tangan kanannya.
BOOOOOMMMMM
Dewa kegelapan langsung tambah terluka parah karena ledakan tersebut, dia tidak menyangka bahwa kekuatannya bagai langit dan bumi dengan dewa yang sangat ia benci itu.
Seharusnya mereka seimbang karena sesama dewa, dewa kegelapan langsung pergi menghilang dari tempat itu dan kembali ke alamnya dengan keadaan yang sangat menyedihkan dari pada para dewa yang lainnya dalam perang ini.
Seekor naga yang di tunggangi pemuda tadi sudah beberapa kali menelan air ludahnya sendri, karena dia semakin bertambah takut dengan tuannya yang saat ini sedang murka.
Ayo kita pergi" ucap pemuda yang menunggangi seekor naga, pemuda ini sama dengan pemuda yang tadi duduk di singgasananya yang berada di istana yang sangat megah itu.
...****************...
...*ALAM PARA BIDADAR**I*...
Disebuah kamar yang terdapat dalam istana yang megah, dan di kelilingi berbagai bunga, terlihat seorang bidadari yang teramat sangat cantik dan di antara celah kedua alis mata wanita itu terukir gambar teratai salju berwarna merah muda.
Ya, dia adalah bidadari yang menjadi rebutan bagi para dewa karena kecantikannya itu dan sekarang dia lagi melihat keindahan bunga yang mengelilingi istana tempatnya sambil tersenyum manis.
Adik??" tiba-tiba ada suara salah seorang bidadari yang memanggil saudaranya dengan kelembutan.
Ya kak, ada apa?" ucap dewi teratai salju.
Kenapa kau tersenyum senyum sendiri, apa karena para dewa sialan itu telah mendapatkan hukumannya?" tanya bidadari tadi bingung karena melihat adiknya senyum-senyum sendiri.
Tidak juga kak, entah mengapa aku bahagia sekali hari ini" ucap dewi teratai salju sambil tersenyum kepada kakaknya.
Sang bidadari tadi langsung berjalan kesamping adiknya dan memegang pergelangan tangan sang adik, tanpa sengaja bidadari itu memeriksa denyut nadi sang adik.
Dan bidadari itupun sangat terkejut karena niat awalnya tadi ingin memeluk adiknya, malah di kejutkan dengan hal apa yang membuat adik yang dia sayangi senyum-senyum sendri.
Adik ternyata ka-u, selamat ya adikku sayang" ucap sang bidadari tadi.
Terima Kasih kak" ucap dewi teratai.
Bidadari itu sebenarnya sangat terkejut, ternyata di rahim sang adik ada sebuah kehidupan baru. Dia juga tahu siapa ayah dari anak yang ada di rahim adiknya itu.
__ADS_1
...****************...
#Maaf kalau tulisan author masih berantakan dan kurang rapi, soalnya karya pertama author.