Sang Kehancuran

Sang Kehancuran
Chapter 15. Tidurlah Kepunyaanku


__ADS_3

Setelah tiba di istana, mereka semua langsung menuju ruangan singgasana.


Berselang beberapa menit akhirnya mereka sampai di ruangan yang sangat luas dan terdapat dua tempat duduk yang bertingkat atau sering di sebut dengan singgasana.


Nama kalian sekarang aku urutkan saja, menjadi bayangan satu sampai bayangan sepuluh" kata zong fengyan, setelah duduk di kursi kebesarannya.


Dan tugas pertama kalian menjaga permaisuriku, kalian aku izinkan bersembunyi di balik bayangannya" lanjut zong fengyan.


Baik yang mulia maha dewa" jawab sepuluh makhluk yang menjadi bawahan zong fengyan.


Semua bawahan tanpa menunggu lama langsung menghilang dan mereka bersembunyi di balik bayangan dewi teratai salju.


Setelah itu zong fengyan mengalihkan pandangannya ke arah dewi teratai salju berada.


Oh ya, aku belum memberi nama kepadamu permaisuriku. Agar mudah di kenali oleh makhluk-makhluk yang tinggal di alam ini" kata zong fengyan


Apa suami memiliki saran nama yang cocok untukku" tanya dewi teratai salju.


Bagaimana jika namamu Bai suzhen" tanya zong fengyan.


Istri hanya menurut apa kata suami" jawab dewi teratai salju sambil tersenyum.


Baiklah sekarang namamu Bai Shuzen"


Setelah itu zong fengyan berpamitan kepada bai shuzen untuk keluar dari dimensinya. Zong fengyan tidak lupa sebelum pergi mengecup kening dan bibir bai shuzen terlebih dahulu.


..............


Zong fengyan langsung keluar dari istana yang berada di dimensinya, ia memutuskan untuk berjalan sambil menikmati udara segar sebelum keluar dari dimensi.


Aahh, segarnya udara ini"


Zong fengyan sambil merentangkan kedua tangannya, dan juga menutup ke dua mata untuk merasakan ketenangan yang ada di dimensinya.


Aduh aku lupa tidak mengunjungi chai wei, bagaimana kabarnya sekarang ya"


Zong fengyan menepuk keningnya sambil terus berjalan ke arah utara. Ia sungguh lupa jika ada sosok chai wei yang sudah menjadi salah satu kekaksihnya.


Chai wei yang tengah sibuk sendiri dengan kegiatan di dalam kamarnya, kini dia bisa tersenyum karena puas dengan hal apa yang ia buat.


Akhirnya selesai juga"


Chai wei merenggangkan otot-ototnya yang kelelahan itu sambil berjalan keluar dari kamarnya.


Aahhkkk, tuan kapan engkau datang"


Chai wei langsung berteriak saat melihat zong fengyan memasuki istana esnya. Jelas ia sangat terkejut dengan datangnya zong fengyan secara tiba-tiba.


Baru saja, maaf jika aku akhir-akhir ini jarang mengunjungimu" kata zong fengyan sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


Tidak apa tuan, apa tuan mau aku tunjukan sesuatu padamu" tanya chai wei.


Tentu" jawab zong fengyan.


Chai wei langsung menarik tangan zong fengyan begitu saja, ia membawa zong fengyan ke dalam kamarnya.


Untuk apa itu?"


Satu pertanyaan zong fengyan keluar begitu saja ketika sudah berada di dalam kamar chai wei.

__ADS_1


Apa tuan tidak tahu itu apa?" Tanya chai wei.



Tentu tahu, itu sarang burung bukan" kata zong fengyan.


Tunggu dulu, itu berarti kau akan memiliki anak bukan" lanjutnya.


Tentu tuan, bukan hanya aku tapi kita berdua" jawab chai wei.


Aku? Kenapa aku juga ikutan" tanya zong fengyan dengan bingung.


Apa tuan ini sudah pikun, tuan sering melakukan meditasi gabungan dengan ku. Sudah jelas rahim ku sudah di buahi olehnya" batin chai wei.


Chai wei pun mendekati zong fengyan dan langsung membisikkan kata-kata melalui telinganya.


Ahk aku lupa, aku juga turut bahagia" kata zong fengyan yang sudah mengerti dengan maksud dari yang di bisikan chai wei.


Zong fengyan hanya tersenyum bodoh dan sesekali menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


Baiklah, sebelum aku pergi. Bagaimana kita melakukan meditasi gabungan terlebih dahulu" kata zong fengyan lagi.


Chai wei yang mendengar itu hanya menundukan kepalanya sambil mengangguk. Tentu zong fengyan setelah melihat chai wei menyetujuinya langsung menarik tangan chai wei untuk mengikutinya ke ruangan lain.


...


Satu jam kemudian, akhirnya zong fengyan dan chai wei selesai melakukan meditasi gabungan.


Setelah itu zong fengyan pamit dengan chai wei untuk keluar dari dimensi. Zong fengyan juga sudah memperingatkan chai wei untuk tidak pergi ke istana utama yang berada di dimensi itu.


Tentu awalnya chai wei bingung dengan peringatan dari zong fengyan, tetapi setelah zong fengyan menjelaskan semuanya baru lah ia paham.


Zong fengyan takut jika chai wei bertemu dengan bai shuzan, ia tidak akan mampu untuk menghalau aura ke dewian yang memancar dari tubuh bai shuzan.


...****************...


Zong fengyan muncul kembali di dalam gua, setelah itu ia keluar dan langsung menuju istana kekaisaran song.


Malam harinya zong fengyan baru tiba di istana. Ia langsung menuju kamarnya berada, dalam perjalanannya zong fengyan melihat banyak para penjaga dan pelayan yang memandanginya dengan perasaan takjub dan juga aneh.


Tetapi zong fengyan mengabaikan itu semua, setelah berada di depan pintu kamarnya ia langsung masuk dan melihat wanita yang menjadi salah satu selirnya sedang tertidur pulas.


Zong fengyan langsung membaringkan tubuhnya di samping song yiyi.


Suami"


Song yiyi membuka matanya sebentar setelah merasakan seseorang sedang berbaring di sampingnya.


Ia langsung mengangkat sedikit kepalanya, untuk berbaring di lengan pemuda yang sekarang menjadi suaminya. Setelah itu song yiyi langsung memelukan zong fengyan dan melanjutkan tidurnya kembali sambil menampilkan senyuman kebahagiaan.


Kini ia bingung dengan dirinya sendiri, kenapa sekarang ia tidak bisa tidur dengan nyenyak jika tidak memeluk tubuh zong fengyan. Ia juga selalu merindukan bau tubuh suaminya, itu bau yang salalu membuatnya tergoda untuk selalu berada di dekat tubuh sang suami.


...****************...


Pagi pun tiba dengan di iringi suara kokokan ayam hutan dan kicauan burung-burung yang telah bersiap-siap keluar dari tempat tinggalnya untuk mencari makan.


Di sebuah kamar terlihat sepasang kekasih masih terlihat tertidur dengan pulasnya, sosok tersebut tidak lain zong fengyan dan song yiyi.


Bisa terlihat kini jika song yiyi masih memeluk sang suami dengan erat sambil memposisikan kepalanya di dada zong fengyan, ia sesekali mengendus untuk menikmati bau tubuh suaminya sambil mendengarkan detak jantungnya. Hal itu membuatnya bahagia.

__ADS_1


Sekarang ia sadar, ia tidak bisa jauh-jauh dari sosok zong fengyan. Song yiyi juga berjanji jika sang suami kelak mati , ia akan mengikuti sang suami.


Entah kenapa ia sekarang bisa merasakan apa saja yang di rasakan pemuda yang tidur di sampingnya itu.


Song yiyi yang masih tertidur dengan posisi tangan kiri memegang 'pusaka' milik zong fengyan. Ia terus menampilkan senyuman dan berkata.


Tidurlah kepunyaanku" batin song yiyi sambil tersenyum.


.................


Satu jam kemudian zong fengyan dan song yiyi bangun dari tempat tidur dan langsung pergi untuk membersihkan diri mereka.


Setelah itu song yiyi membereskan semua barang miliknya dan milik zong fengyan yang akan di bawa dalam perjalanan. Tentu semua barang yang mereka bawa langsung di masukan song yiyi ke dalam cincin ruang.


Awalnya song yiyi tidak pernah mengira jika suaminya memiliki cincin ruang yang terbuat dari batu kristal. Karena cincin tersebut biasanya di miliki oleh orang yang memiliki kedudukan di sebuah wilayah atau seorang kultivator dengan praktik kultivasi tinggi.


Ayahnya yang tidak lain seorang kaisar saja hanya memiliki satu cincin ruang yang terbuat dari batu giok sedangkan yang di keluarkan oleh suaminya berjumlah dua cincin, semuanya cincin itu terbuat dari batu kristal.


Tetapi karena zong fengyan selalu mengeluarkan hal-hal yang tidak biasa jadi lama kelamaan membuat fikiran song yiyi menjadi tidak terlalu terkejut lagi.


Setelah selesai akhirnya mereka keluar kamar untuk berpamitan kepada sang kaisar.


Awalnya sang kaisar yang mendengar putrinya akan melakukan perjalanan panjang bersama suaminya jelas tidak memberikan izin kepada song yiyi untuk meninggalkan istana kekaisaran song.


Tetapi setelah melalui perdebatan panjang akhirnya sang kaisar memberikan izin dengan memberi satu syarat, agar mereka harus menaiki kereta kuda dengan lambang kekaisaran agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan dalam perjalanan.


Song yiyi tentu langsung menyetujui syarat yang di berikan ayahnya, yang terpenting ia akan selalu dekat dengan zong fengyan.


Dua jam kemudian zong fengyan dan song yiyi akhirnya berangkat untuk memulai perjalanan dan meninggalkan istana kekaisaran song.


Dengan menaiki kereta kuda yang mewah milik kekaisaran. Sebenarnya zong fengyan menolak tetapi setelah song yiyi memohon kepada dirinya, ia hanya bisa pasrah saja.


Kereta kuda yang di naiki oleh mereka berdua terus berjalan untuk meninggalkan wilayah kekaisaran.


Dalam perjalanan banyak para penduduk yang melihat kereta dengan lambang kekaisaran song.


Tentu para penduduk langsung memberi hormat, karena mereka bisa tahu siapa sosok yang berada di dalam kereta.


Malampun tiba, zong fengyan dan song yiyi memutuskan untuk istirahat di dalam hutan.


Suami menurutmu demonic beasts jenis apa yang cocok untuk melakukan kontrak denganku" kata song yiyi saat mereka sedang duduk di dekat api unggun.


Memangnya istriku ini maunya demonic beasts yang seperti apa" jawab zong fengyan.


Entahlah, aku bingung" kata song yiyi sambil kepalanya menyender di bahu zong fengyan.


Kita bahkan belum menemukan demonic beasts satupun di hutan ini" lanjutnya.


Hm, jika sudah menentukan demonic beasts jenis apa nanti bilang kepadaku" kata zong fengyan.


Dan sekarang saatnya untuk tidur. Karena ini sudah malam, tidak baik bergadang untuk kesehatanmu biarkan aku saja yang melakukan itu" lanjut zong fengyan lagi.


Song yiyi yang mendengar perintah dari sang suami langsung berdiri dan kembali duduk di pangkuan zong fengyan.


Hoam, selamat malam suamiku"


Song yiyi setelah berkata langsung membaringkan kepalanya di dada bidang zong fengyan, sambil ke dua tangannya memeluk tubuh laki-laki yang sekarang menjadi suaminya itu.


...****************...

__ADS_1


#Jangan lupa like, vote, kritik dan sarannya.


#Maaf jika tulisan author masih berantakan.


__ADS_2