Sang Kehancuran

Sang Kehancuran
Chapter 10. Sebuah Terowongan Didalam Istana


__ADS_3

Malam harinya kaisar berjalan menuju tempat pakaiannya berada, setelah sampai sang kaisar melihat sekelilingnya. Dia harus memastikan tidak ada orang yang mengamatinya,setelah di rasa aman kaisar pun menekan benda seperti tonjolan yang menonjol (tombol) di dinding dekat tumpukkan pakaiannya berada.


Berselang beberapa menit dinding tiba-tiba bergerak sendiri dan bergeser dari tempatnya. Bisa terlihat sekarang ada sebuah jalan seperti terowongan yang biasanya terdapat di dalam-dalam gua. Kini juga terdapat di balik dinding yang bergeser tadi.


Sang kaisar pun memasuki terowongan itu, berselang beberapa menit akhirnya dia sampai di dalam sebuah ruangan yang cukup luas.


Kaisar dapat melihat banyak orang di dalam sana dan tinggal menunggu beberapa waktu saja sampai mereka berkumpul semua. Setelah setengah jam akhirnya orang-orang sudah berkumpul semua.


Ruangan inilah yang di maksud kaisar sebagai ruangan rahasia yang sempat di bahas dengan kultivator bayangannya untuk berkumpul malam ini.


Yang Mulia"


Tuan"


Saudaraku"


Terdengar berbagai suara keluar dari mulut orang-orang yang ada di dalam ruangan itu, setelah sang kaisar sampai di depan mereka.


Tenanglah, mari kita duduk dulu" kata kaisar.


Mereka pun akhirnya duduk di tempat mereka masing-masing. Setelah hening beberapa saat sang kaisar melanjutkan tujuannya mengumpulkan mereka semua di sini.


Bagaimana menurut kalian dengan rencanaku ini" ucap kaisar.


Menurut hamba yang rendah ini, rencana yang mulia sangat bagus untuk kemajuan kekaisaran song" kata salah satu orang yang ada di depan kaisar saat ini.


Benar saudaraku, aku melihat pemuda itu tidak memiliki niatan buruk pada kita semua yang ada di istana" ucap teman yang di sebelahnya orang berbicara tadi.


Dia menganggap kaisar sebagai saudaranya. Karena kaisar telah menikahi adik satu-satunya dulu yang sebagai pelayan di istana ini.


Kita tunggu pendapat yang lainnya, jangan cuma kalian berdua saja" kata kaisar sambil memikirkan sesuatu.


Saya juga menyetujui yang mulia, karena saya dapat menilai seseorang dengan keahlian yang saya miliki. Bahwa pemuda itu sangat baik dan masih mempunyai sifat polos" kata orang yang berada di antara mereka semua.


Tentu saya yakin dengan keahlian saya ini, karena tidak pernah salah dalam menilai orang" lanjutnya orang itu lagi.


Ya tuan, saya juga menyutujui rencana jangka panjang yang tuan rencanakan ini" kata orang lain lagi.


Akhirnya mereka semua menyetujui rencana yang sudah di rencanakan oleh kaisar. Setelah itu kaisar menyuruh mereka semua pergi untuk melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


Kaisar pun juga pergi dari situ dan kembali ke dalam kamarnya. Setelah sampai di kamar sang kaisar tersenyum puas karena rencananya di setujui oleh orang-orang yang paling bisa di percaya.


Pintu masuk ke ruangan rahasia tadi pun akhirnya tertutup kembali menjadi dinding ruangan yang sudah tidak terlihat ada sebuah jalan, dan orang lain tidak akan pernah mengira jika di balik dinding ada sebuah jalan rahasia.

__ADS_1


Sang kaisar kembali teringat dengan semua kultivator bayangan yang di miliki kekaisaran song.


Semua kultivator bayangan melakukan sumpah setia kepadanya tanpa pemaksaan atau ia menjanjikan sebuah harta atau kedudukan yang tinggi kepada mereka.


Mereka datang dengan sendirinya ke istana. Untuk menemuinya dan melakukan sumpah setia. Mereka berjanji akan menjaga dan melindungi kekaisaran song dengan taruhan nyawa mereka sendiri tanpa harus mendapatkan bayaran.


Tentu kaisar menerima mereka dan memberikan upah sebagai gaji mereka yang berkerja menjadi kultivator bayangan di istananya. Ia tidak mungkin menerima bantuan orang lain tanpa memberikan balasan walaupun mereka adalah rakyatnya sendiri.


Dia bukanlah orang yang tergila-gila dengan harta,tahta dan kekuasaan. Baginya jika rakyat hidup sejahtera dan bahagia itu adalah sebuah kebanggaan bagi dirinya yang telah berhasil menjadi pemimpin yang adil dan bijak.


Dan bagi kultivator bayangan, mereka sangat bangga bisa berkerja di bawah kekuasaan song yang, yang tidak lain kaisar mereka saat ini.


Karena kaisarnya itu tidak membeda bedakan orang dengan status atau derajat. Menurut kaisar mereka semua sama. Mau yang menjadi bangsawan atau rakyat biasa mereka semua sama di mata kaisarnya saat ini.


Adil, tegas, berwibawa dan selalu memberikan bantuan kepada rakyat miskin, membagi-bagikan makanan gratis setiap minggunya kepada para pengemis, dan tidak pernah menaikkan pajak bagi rakyat yang kurang mampu. itulah pemikiran mereka semua yang menjadi kultivator bayangan.


Tentu mereka tidak akan menyesali menjadi bawahan dari kaisar. Bahkan di antara mereka ada yang melakukan sumpah setia kepada kaisar dengan melakukan ritual budak darah.


Berguna untuk sewaktu waktu jika mereka melanggar sumpahnya, bukan hanya dirinya yang akan mati tetapi seluruh keluarga yang berhubungan darah dengan kultivator yang melakukan ritual itu akan mati semua.


Memang bisa di bilang kejam. Tetapi bukan kaisar yang menginginkan itu, kaisar hanya menuruti kemauan dari kultivator-kultivator bayangannya.


Selama tidak membawa kerugian bagi kekaisarannya itu bukan hal yang buruk untuk di lakukan oleh mereka para kultivator bayangan.


Ke esokan harinya, masih terlihat di pagi hari. Semua pelayan berlalu lalang mempersiapkan sebuah acara sederhana.


Entah apa yang akan di rencanakan oleh pemimpin mereka itu, para pelayan pun tidak ada yang mengetahuinya. Karena mereka hanya menjalankan perintah dari sang kaisar.


Setelah beberapa jam acara pun di mulai yang hanya di hadiri beberapa orang. Yang terdiri dari kaisar, dan semua kultivator bayangan saja.


Para bangsawan yang menjabat menjadi menteri, Jenderal, Panglima semua tidak ada yang hadir karena sudah di beritahukan sebelumnya kepada mereka bahwa kaisar ingin merayakan kepulangan putrinya berdua saja tanpa ada yang mengganggu.


Sehingga acara ini tidak di curigai oleh penjabat-penjabat istana yang menjabat. Karena kaisar belum percaya sepenuhnya kepada mereka semua yang berkerja di istananya, kecuali mereka yang menjadi kultivator bayangan.


Setelah beberapa menit terlihat dua orang berpakaian merah menuju tempat sang kaisar berada.



...(Ilustrasi)...


Tunggu du-" ucap salah satu orang berpakaian merah yang tidak lain sosok zong fengyan.


Sudah diam" bentak orang di sebelahnya yang sama-sama berpakaian merah. Orang itu berada di sebelah zong fengyan yang tidak lain sosok itu adalah song yiyi.

__ADS_1


Zong fengyan terdiam setelah kalimatnya di potong oleh song yiyi dengan suara yang lebih keras darinya.


Dia dari tadi pagi sudah kebingungan dengan apa yang terjadi. Pagi-pagi sekali ia di bangunkan oleh pelayan untuk mandi, setelah mandi ia di pakaikan baju berwarna merah. Para pelayan juga merias bagian rambut dan wajah zong fengyan.


Tapi ak-" kata zong fengyan lagi setelah terdiam cukup lama.


Sudah diam, dan ikutilah acaranya sampai selesai" suara song yiyi memotong kalimat zong fengyan lagi.


Zong fengyan langsung cemberut dan terdiam. Dia sangat kesal dari kemarin selalu tidak mendapatkan giliran untuk berbicara.


Setengah jam kemudian acara pun selesai. Setelah zong fengyan dan song yiyi melakukan sumpah langit dan bumi. Song yiyi langsung pergi dari tempatnya dan di antar oleh pelayan wanita ke kamarnya.


Sedangkan zong fengyan masih terdiam di tempat karena bingung dengan keadaan yang sebenarnya sedang terjadi.


Kaisar yang melihat zong fengyan diam dan terlihat kebingungan akhirnya memutuskan untuk menghampirinya.


Hahaha, ini yang aku maksud dengan hadiah yang aku titipkan kepada tuan" ucap kaisar sambil tertawa menghampiri zong fengyan.


Zong fengyan langsung melihat ke arah sang kaisar sambil menampilkan bentuk bibir yang berkedut pertanda dia sedang melihat tingkah konyol dari seorang penguasa.


Sudah tuan ke kamar saja sekarang, untuk bersenang-senang" kata kaisar yang menepuk pundak zong fengyan.


Setelah mengatakan itu, sang kaisar langsung pergi dari ruangan itu. Meninggalkan zong fengyan dan beberapa pelayan.


Zong fengyan pun pergi menuju kamar di antar oleh tiga pelayan wanita. Tetapi arah kamarnya berbeda dengan kamar yang sebelumnya ia tempati. Ia yakin kamar yang di tujunya adalah kamar dari song yiyi.


Ia sekarang paham, bahwa ia sedang di permainkan oleh sang kaisar soal hadiah yang sangat berharga bagi kekaisaran song itu.


...****************...


Song yiyi setelah masuk di dalam kamar dia hanya duduk di tepi ranjangnya. Dia masih mengenakan pakaian yang sama seperti tadi berwarna merah.


Sambil menunggu seseorang memasuki kamar yang sama dengannya. Dia teringat tadi malam ayahnya menemui ia waktu tengah malam.


Dan menyampaikan sebuah permintaan dengan menampilkan wajah yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Maka dari itu dia tidak bisa menolak dan akhirnya menerima permintaan sang ayah.


Dia tahu mungkin inilah pilihan ayahnya yang terbaik. Karena ayahnya tidak pernah memohon seperti itu selama ini kepada dirinya.


Kreeeeek


Lamunan song yiyi pecah karena pintu kamarnya di buka oleh seorang pemuda. Pemuda itu pun berjalan ke arahnya. melihat itu song yiyi langsung berdiri. Bersiap membiarkan kain penutup kepala yang menutupi kepalanya di buka oleh pemuda itu.


...****************...

__ADS_1


#Jangan lupa like dan votenya.


__ADS_2