
Keesokan harinya zong fengyan dan song yiyi melakukan penyusuran setiap jalan di kota musim salju bagian luar maupun bagian dalam.
Mereka membagi tugas untuk mencari keberadaan mingna yang atau guru dari song yiyi.
Song yiyi mencari di bagian dalam kota musim salju, karena jika dia mencari di bagian luar takutnya kelompok berbaju hitam yang kemaren mengejarnya menemukan dirinya.
Jadi di bagian luar kota musim salju pencarian mingna yang, di lakukan oleh zong fengyan.
Setelah mencari selama satu jam lamanya, zong fengyan memutuskan beristirahat sebentar di bawah pohon.
Zong fengyan yang sedang santai sambil mengatur nafasnya tanpa sengaja mendengar suara di salah satu bangunan dekat ia beristirahat, karena penasaran dia langsung pergi menuju ke asal dari suara itu.
Setelah sampai dan melihat apa yang terjadi selama satu jam, dia langsung berlari meninggalkan tempat itu.
Sialan apa yang terjadi" teriak zong fengyan sambil berlari kencang.
Zong fengyan melihat ke belakang banyak penduduk yang mengejarnya, ia kebingungan sendiri dengan kesalahan apa yang dia lakukan.
Dasar pencuri, kejar pemuda itu" ucap para penduduk yang mengejarnya.
Sedangkan zong fengyan terus berlari menuju ke tempat song yiyi berada.
Ah itu dia" ucap zong fengyan.
Song yiyi yang melihat zong fengyan lari ke arahnya bingung, karena dia melihat banyak penduduk yang mengejar pemuda yang menuju ke arahnya.
Eh, ada ap-?" ucap song yiyi terpotong.
Song yiyi tidak sempat menyelesaikan kalimatnya, karena zong fengyan langsung menarik tangannya untuk ikut berlari dan dia pun akhirnya juga ikut berlari.
Nanti akan aku jelaskan" ucap zong fengyan sambil menarik tangan song yiyi dan terus berlari untuk keluar dari kota musim salju.
Setelah keluar dari kota, mereka baru berhenti berlari karena sudah berjarak satu kilometer dari pintu gerbang.
Haaa..haa..haa..haa
Suara mereka berdua mengambil udara, saat mereka sudah berhenti dari kejaran para penduduk.
Sebenarnya apa yang terjadi" ucap song yiyi setelah bisa mengatur nafasnya.
Aku tidak tahu" ucap zong fengyan yang langsung duduk di tanah karena kelelahan.
Mereka menuduhku mencuri, padahal aku tidak mengambil satu barangpun dari mereka" ucapnya lagi.
Song yiyi melirik zong fengyan dengan curiga tapi setelah di pikirnya lagi, mana mungkin pemuda yang bersamanya seorang pencuri.
Kalau zong fengyan memerlukan uang, dia bisa meminta kepada dirinya atau dia bisa mengambil uang milik orang yang telah di bunuhnya di hutan beku kemaren. Tapi buktinya dia tidak mengambil barang-barang orang yang telah dia bunuh kemaren. itu menandakan dia tidak tertarik dengan uang" pikir song yiyi.
Setelah hening beberapa saat, mereka akhirnya melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.
Kemana tujuanmu selanjutnya" tanya song yiyi kepada pemuda di sebelahnya.
Ke ibukota kekaisaran" ucap zong fengyan.
Untuk apa kau kesana" tanyanya song yiyi lagi.
Entahlah, aku cuma ingin berjalan jalan mengikuti langkah kakiku" jawab zong fengyan dengan santainya.
__ADS_1
Dari kemaren kita bersama- sama tapi aku belum mengetahui namamu" ucap song yiyi.
Zong fengyan itu namaku" ucap zong fengyan singkat.
Namaku song yiyi" kata song yiyi, yang juga memperkenalkan namanya pada zong fengyan.
Baiklah kau ikut denganku ke tempat tinggalku" ucap song yiyi.
Hm" zong fengyan menganggukan kepalanya.
Mereka pun akhirnya sama-sama menuju ibukota kekaisaran song.
Mereka membutuhkan tiga hari perjalanan untuk menuju tujuan mereka berdua.
Di perjalanan, mereka hanya beristirahat di dalam hutan untuk mengisi perut mereka yang kelaparan dengan berburu hewan buas. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju ibukota kekaisaran.
Selama mereka dalam perjalanan, zong fengyan selalu bertanya berbagai hal kepada song yiyi.
Wanita itupun selalu menjawabnya dengan senyuman.
Tanpa mereka sadari, keakraban mulai terjalin diantara mereka berdua.
Song yiyi juga beberapa kali bertanya kepada zong fengyen tentang tingkat praktik kultivasi, pemahaman sebuah jurus, jenis senjata yang cocok, dan berbagai jenis demonic beasts apa saja yang bisa dan cocok untuk di kontrak oleh song yiyi. Song yiyi juga menanyakan berbagai sumber daya yang bisa di gunakan untuk menaikan tingkat praktik seorang kultivator.
Zong fengyan memberitahukan berbagai hal yang dia tahu, tapi tidak semuanya karena itu bisa melanggar aturan di alam yang dia singgahi ini.
Dia juga merahasiakan tentang jati dirinya, yang sebenarnya dia adalah sang maha dewa. Termasuk keberadaan chai wei di dalam dimensinya, tentang dia mempunyai dimensi dan dia juga tidak memberi tahukan kepada song yiyi soal dirinya berasal.
Jika zong fengyan memberitahukan semua itu, mungkin dia akan di anggap orang gila oleh song yiyi.
Karena setiap binatang suci mempunyai kekuatan yang istimewa dari pada binatang lainnya, itulah pemikiran umum kultivator di dunia ini.
Zong fengyan bisa menyimpulkan seperti itu. Karena selama di perjalanan dia banyak mendengar cerita atau percakapan orang-orang yang dia temui di kota musim salju.
Dia juga sekarang tahu binatang suci jenis apa saja yang ada di dunia yang sekarang menjadi tempat tinggal sementaranya.
Maka dari itu, bisa berbahaya jika ada orang lain tahu ada seekor burung phoenix di dalam dimensinya. Bisa-bisa zong fengyan menjadi incaran kultivator yang jauh lebih kuat dari dirinya dalam keadaan lemah seperti ini.
Jika saja dia bisa menggunakan kekuatan penuhnya, dia tidak perlu khawatir.
Karena sekuat apapun tingkatan praktik kultivasi seorang kultivator jika berhadapan dengannya, maka hasilnya tetaplah sama yaitu kekalahan karena melawan zong fengyan.
Bahkan seluruh dewa jika menggabungkan kekuatan mereka semua untuk melawan zong fengyan belum tentu mereka mampu mengalahkannya. Itu bisa dia buktikan dengan kejadian beberapa waktu lalu saat terjadi peperangan para dewa.
Zong fengyan cuma memberitahukan kepada song yiyi jika dia berasal di sebuah wilayah yang sangat jauh dari kekaisaran song.
......................
Tanpa mereka sadari ternyata mereka telah sampai di ibukota kekaisaran song. Setelah mereka melihat tembok yang tinggi sebagai pagar pertahanan dari serangan hewan buas atau kudeta dari aliran hitam.
Setelah mereka tersadar, mereka langsung mengantri untuk masuk ke ibukota kekaisaran song.
Setelah beberapa menit berlalu, dan saat giliran mereka melakukan pemeriksaan telah selesai, setelah itu mereka membayar pajak untuk masuk ke dalam kota.
Para penjaga pada awalnya tidak mengenali sosok song yiyi, karena selalu menutupi wajahnya menggunakan topeng agar dia bisa leluasa pergi keluar istana.
Song yiyi yang membuka setengah topengnya langsung mengejutkan semua penjaga yang ada di sekitar. Semua penjaga langsung memberi hormat seperlunya kepada song yiyi.
__ADS_1
Song yiyi langsung mengangguk dan menarik zong fengyan untuk mengikuti dia memasuki kota.
Setelah di dalam kota zong fengyan bisa melihat ramainya penduduk yang melakukan aktivitasnya masing -masing di kota ini.
Song yiyi terus menarik tangan zong fengyan untuk menuju ke tempat tinggalnya.
Zong fengyan hanya bisa pasrah di tarik oleh song yiyi untuk mengikutinya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam. Akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Yaitu istana kekaisaran song.
Mereka langsung masuk tanpa adanya pemeriksaan, karena setiap penjaga ataupun pelayan yang sedang berlalu lalang langsung mengenali song yiyi.
Song yiyi terus berjalan ke tempat tinggal gurunya dahulu, karena dia harus memastikan mingna yang dalam keadaan baik-baik saja.
Song yiyi langsung masuk begitu saja tanpa mengetok pintu terlebih dahulu. Setelah masuk song yiyi bisa melihat wanita yang menjadi gurunya sedang melamun di dekat jendela sambil melihat keluar, entah sedang memikirkan apa gurunya itu.
Guru! syukurlah guru baik-baik saja" ucap song yiyi.
Yi'er kaukah itu" ucap mingna yang, yang langsung membalikkan badannya setelah mendengar suara yang dia kenali.
Sykurlah kau baik-baik saja, guru sangat mengkhawatirkan keadaanmu" lanjut mingna yang.
Mingna yang langsung berjalan menuju ke arah sang murid dan langsung memeluknya. Dia langsung menangis di pelukkan song yiyi.
Tenanglah guru, aku baik-baik saja tidak ada yang kurang dari diriku" ucap song yiyi.
Dia tahu gurunya sangat perduli dan mengkhawatirkan keadaan dirinya.
Mingna yang langsung menghapus air matanya setelah melepaskan pelukkannya dari song yiyi, entah mengapa dia menjadi wanita yang cengeng saat ini.
Pemuda itu siapa" ucap mingna yang.
Mingna yang baru menyadari bahwa song yiyi kembali bersama seorang pemuda. Setelah dia melihat zong fengyan bersama muridnya masuk ke rumahnya.
Dia pemuda yang menolongku dari kelompok orang-orang berbaju hitam" ucap song yiyi.
Namanya zong fengyan" lanjut song yiyi memperkenalkan zong fengyan kepada gurunya.
Baiklah, sekarang kau temui Yang Mulia Kaisar. Dia sangat mengkhawatirkan keadaanmu dan menyuruh para penjaga bayangan mencarimu di hutan beku" ucap mingna yang, setelah tahu pemuda yang di bawa muridnya adalah dermawan yang menolong muridnya.
Baik guru, aku akan menemui ayah sekarang" ucap song yiyi.
Song yiyi langsung berpamitan kepada gurunya dan mengajak zong fengyan.
Zong fengyan yang dari tadi diam sebenarnya ingin bicara tapi dia urungkan karena merasa itu tidak perlu. Dia juga tidak terkejut dengan tempat tinggal song yiyi yang tidak lain istana kekaisaran song.
Karena zong fangyan mempunyai istana yang jauh lebih indah di alamnya, bahkan dia bisa menciptakan sebuah istana jika dia mau dengan kekuatannya saat ini.
Walaupun masih sangat lemah tetapi itu sudah lebih dari cukup jika hanya membuat istana dengan menjetilkan kedua jarinya.
Mereka terus berjalan di dalam istana untuk menuju ruangan singgasana tempat ayah dari song yiyi berada.
...****************...
Catatan: maaf jika ada kesalahan dalam penulisan kata dan masih berantakan. Author minta maaf, Karena sudah author periksa beberapa kali.
#Jangan lupa like dan votenya
__ADS_1