Sang Kehancuran

Sang Kehancuran
Chapter 05. Hutan Beku


__ADS_3


...(Ilustrasi Hutan Beku)...


...****************...


Zong fengyan terus berjalan keluar dari hutan beku, dia sudah tahu tujuannya akan kemana lagi.


Zong fengyan akan pergi ke ibukota kekaisaran song dan dia berniat singgah satu hari di kota musim salju untuk beristirahat, sebelum melanjutkan perjalanannya.


Tuan, apa tuan memilik uang untuk makan dan menginap di penginapan nanti" ucap chai wei dari dalam dimensi.


Tidak, apa kamu memilikinya" ucap zong fengyan singkat.


Menyadari kalau dirinya tidak memilik apa yang di tanyakan oleh chai wei, dan belum tahu tentang hal-hal yang di butuhkan di dunia ini maka dia bertanya balik kepada chai wei.


Lagipula dia ingin mendapatkan pengetahaun yang ada dunia ini, sekarng ia juga tidak perlu takut akan tersesat karena chai wei bisa menjadi petunjuk jalan.


Zong fengyan juga selalu bertanya tentang apa saja yang ada di dunia ini. Setelah berjalan tiga kilometer, dia mendengar suara peraduan senjata.


Zong fengyan lantas mencari asal suara itu, setelah menemukan dari mana asal suara. Dia bisa melihat dengan jelas bahwa tidak jauh dengan dirinya sedang terjadi pertarungan antara lima orang yang terdiri dari dua wanita dan 3 pria melawan sebelas orang laki-laki berbaju hitam.


...****************...


Trang


Tring


Trang


Jlebb


Slassshh


Slaasshh


Jlebbbb


Agghhh" suara satu orang yang tertusuk pedang di bagian dada, sedangkan dua temannya mati dengan kepala terlepas dari badannya.


Zong fengyan melihat pertarungan itu berat sebelah, setelah beberapa menit kelompak yang berjumlah dari lima orang itu. Kini hanya menyisahkan dua wanita dari kelompok yang terdiri dari lima orang.


Tiga laki-laki dalam kelompok mereka telah mati dengan mengenaskan.


Sebenarnya apa yang kalian mau dari kami" ucap wanita yang terlebih tua dari teman di sebelahnya.

__ADS_1


Mudah, serahkan semua harta yang kalian bawa kepada kami" ucap salah satu orang dari kelompok berbaju hitam.


Dan tinggalkan wanita muda itu juga disini" lanjutnya.


Kalau aku tidak mau, bagaimana?" Ucap wanita tadi.


Terpaksa kami akan membunuhmu dan membawa wanita muda itu dengan cara paksa" ucap salah satu orang berbaju hitam itu.


Apa kalian tidak tahu siapa kami ini" ucap wanita itu lagi.


Tentu kami semua tahu, wanita di sebelahmu itu adalah seorang putri kaisar kekaisaran song sedangkan kau sendiri guru dari wanita di sebelahmu" ucap orang berbaju hitam sambil menunjuk secara bergantian antara dua wanita yang ada di depannya.


Lantas kenapa kau menyerang kami, jika kau tahu kami orang-orang dari istana" ucap sang wanita.


Kau bodoh atau apa? Jelas bahwa bos kami yang menginginkan wanita yang bersama dirimu itu" ucap orang berbaju hitam sambil menunjuk wanita yang lebih muda dari pada wanita yang ada di depannya menggunakan jari telunjuknya.


Sudahlah, lebih baik kita lanjutkan pertarungan tadi" lanjutnya.


Pertarunganpun kembali terjadi, hanya suara peraduan pedang dan suara orang-orang dari kelompok berbaju hitam yang terkena sayatan atau tusukan pedang dari wanita yang menjadi lawan mereka itu.


Sedangkan wanita muda yang tidak lain adalah song yiyi putri kaisar kekaisaran song dan wanita yang sedang bertarung itu adalah gurunya yang bernama mingna yang.


Pemimpin kelompok yang melihat anggotanya banyak mati dan terluka dalam akibat melawan wanita tua itu. Langsung mengambil inisiatif ikut menyerang, dia menyerang disaat lawannya lengah dan mengincar punggungnya. Lalu tiba-tiba..


Jleebb


Hahahaha, sekarang kau tidak bisa apa-apa lagi"


Lihat betapa menyedihkannya dirimu"


Kau yang masih berada di tingkat krystal bintang delapan, berani berhadapan dengan kami"


Lihat pemimpin kami yang sudah berada di tingkat master bintang dua hanya dengan satu serangan kau sudah seperti ini"


Sungguh menyedihkan"


Berbagai hinaan keluar dari kelompok berbaju hitam, tetapi mingna yang tidak memperdulikan semua itu. Dia lebih mementingkan keselamatan muridnya, itu lebih penting dari nyawanya sendiri.


Yi'er cepat lari dari sini, guru akan menahan semampu guru" ucap mingna yang.


Tapi guru" ucap song yiyi terpotong.


Cepatlah lari sejauh yang kau bisa, dan dengarkan kata gurumu ini" ucap mingna yang.


Jangan banyak membantah, cepat pergi" ucap mingna yang lagi.

__ADS_1


Song yiyi akhirnya menuruti kata-kata gurunya dan melarikan diri dari kelompok yang mengincarnya, dia terus berlari dengan kencang tanpa melihat ke belakang lagi.


Pemimpin yang melihat song yiyi kabur, dia langsung menyerang mingna yang. Mingna yang menyadari itu, dia mengarahkan pedang yang di genggamnya ke arah depan.


Tapi ada yang aneh, setelah pemimpin kelompok berbaju hitam itu berjarak tiga meter tiba- tiba menghilang dari pandangan matanya.


Mingna yang langsung waspada, dia tidak mau melakukan kesalahan atau nyawanya akan menghilang.


Tuk


Tuk


Tiba-tiba mingna yang tidak bisa bergerak karena terkena totokkan di berbagai titik bagian tubuhnya. Pemimpin kelompok berbaju hitam yang sudah melumpuhkan mingna yang dengan menekan bagian-bagian badan tertentu, pemimpin kelompok itu langsung menyuruh anak buahnya yang tersisa untuk mengejar song yiyi.


Sedangkan dia langsung mengeluarkan dua pil, pil regenerasi dan pil filler qi untuk mengisi kembali energi spiritual yang habis karena menggunakan 'jurus ilusi'.


Sebenarnya dia tadi bukan berada di depan mingna yang, tetapi dia ada di belakang dari wanita itu. Itulah kehebatan jurus ilusi yang dia gunakan karena terlihat nyata, korban tidak akan menyadari bahwa dia telah masuk ke dalam jurusnya kecuali korbannya berada pada tingkatan yang lebih tinggi dari si pengguna jurus tersebut.


Mingna yang, yang di berikan pil regenerasi langsung menelan pill itu dan luka-luka pada tubuhnya langsung tertutup seperti tidak pernah ada luka. Dia tidak perlu curiga jika pil yang di berikan kepada dirinya tadi beracun. Karena dia sudah mengetahui dari warna,bau dan rasa dari pil tadi adalah pil regenerasi. Jadi dia langsung menelannya.


Setelah beberapa saat ada yang aneh setelah pemimpin itu memberikan pilnya. Mingna yang memang sembuh tapi masih tidak bisa melepaskan diri dari totokkan yang ada di badannya.


Berselang beberapa menit mingna yang, hanya bisa diam dengan apa yang dia lihat. Sekarang dia hanya bisa mengeluarkan air matanya karena sudah tidak memakai sehelai b*jupun.


Pemimpin kelompok berbaju hitam yang bisa melihat umur mingna yang sekitar berumur 30 tahun tentu tidak bodoh untuk meninggalkannya begitu saja, lagi pula yang di inginkan bos mereka cuma putri song yiyi.


Dia juga berfikir di umurnya yang ke lima puluh lima tahun, wanita muda mana yang mengingingkannya. Lagi pula dia tidak melanggar perintah dari bosnya, apa ada yang salah jika dia bersenang - senang sesaat" pikirnya.


Setelah berselang tiga jam, dan hanya suara teriakkan minta tolong. Terlihat ada darah yang menempel di sekitar batang pohon, pemimpin kelompok berbaju hitam setelah itu pergi meninggalkan mingna yang sendirian di tempat itu.


Mingna yang tidak pernah menyangka bahwa kes*ciannya sudah di ambil b*jingan yang menjadi lawannya tadi. Dia hanya j*jik dengan tubuhnya sendiri, tapi setelah beberapa saat dia cuma bisa tersenyum kecut. Munurutnya, keselamatan song yiyi jauh lebih penting dari pada dirinya.


Mingna yang pun langsung berdiri dan memakai bajunya, setelah itu dia pergi dari tempat itu menyisahkan pohon dan darah sebagai saksi bisu betapa buruk takdir yang menimpanya.


Mingna yang terus berjalan tanpa henti untuk mencari keberadaan song yiyi, dia sangat khawatir dengan keadaan muridnya itu.


Semoga aku masih sempat menolong muridku dari orang-orang bajingan itu" ucap mingna yang. antara sedih,kecewa dan khawatir.


Dia terus berlari dengan kencangnya tanpa lelah, mingna yang tidak mau hal yang sangat menj*jikkan akan menimpa murid satu-satunya.


Cukup dia sebagai gurunya yang mendapatkan kejadian sangat memalukan ini.


...****************...


Catatan: Jangan lupa like dan vote nya, kritik dan saran juga author tunggu karena untuk kemajuan cerita ini.

__ADS_1


#Gambar, author ngambil di intenet hanya untuk pemanis saja gak lebih.


__ADS_2