Sang Kehancuran

Sang Kehancuran
Chapter 02. Tangga Yang Bertingkat-Tingkat


__ADS_3

Di suatu tempat yang banyak terdapat langit yang bertingkat tingkat dan ada sebuah anak tangga yang menuju ke sebuah pintu. Ada seorang pemuda yang menaiki anak tangga untuk menuju ruangan yang berada di balik pintu tersebut.


Pemuda itu terus menaiki tangga hingga menuju pintu, bisa terlihat apa yang ada di balik pintu itu sinar cahaya yang dapat membuat mata seseorang buta.


Pemuda itupun menundukan kepala dan menutup matanya juga, karena dia tidak sanggup untuk menghalau sinar dari cahaya yang berada di depannya.


BAGAIMANA KABARMU WAHAI ANAKKU??


Pemuda itu mendengar suara dari balik cahaya yang ada di depannya, yang menganggap dia sebagai anaknya.


Aku bukan anakmu, dan mengapa engkau memanggilku untuk datang kemari" ucap pemuda itu.


AKU YANG MENCIPTAKANMU, DAN AKU JUGA YANG MEMBERI KEKUATAN TIDAK TERBATAS PADAMU" ucap suara di balik cahaya itu.


DAN BAGAIMANA KAU BISA MEMBUAT KEKACAUAN ITU TERJADI" ucap suara itu lagi.


Aku hanya memberi sedikit hukuman pada para dewa sialan itu" ucap sang pemuda.


HUKUMAN KAU BILANG? LALU BAGAIMANA DENGAN KESALAHANMU ITU, AKU TAHU APA YANG TIDAK KAU TAHU DI MASA LALU,SEKARANG DAN MASA DEPAN.


PERGILAH DAN CARI ARTI DARI SEBUAH KEADILAN DAN CARILAH HAL YANG BELUM KAU KETAHUI " ucap suara itu.


Pemuda itupun cuma hanya diam tidak menjawab, dan membenarkan semua perkataan itu. Lalu dia pun pergi dari tempat itu dan kembali ke alamnya.


...****************...


ALAM PARA BIDADARI


Di langit yang sangat indah terlihat tiga makhluk terbang menuju istana para bidadari. Makhluk itu terdiri dari seekor naga, burung phoenix dan burung vermilion, ketiga makhluk itupun segera berubah menjadi seorang pemuda yang tampan setelah memasuki pintu utama di istana tersebut.


Salah satu pemuda itu langsung bersujud di depan salah satu bidadari yang berada di sana.


Yang Mulia Permaisuri, kami di utus untuk membawa anda atas perintah Sang Maha Dewa untuk tinggal bersama di istananya" ucap salah satu dari pemuda itu, jelmaan dari burung vermilion untuk mewakili teman-temannya berbicara.


Baiklah, mari kita pergi" ucap salah satu bidadari yang ada di situ.


Bidadari itupun berjalan keluar dengan ke tiga pemuda yang berada di depan, tapi kaki bidadari berhenti ketika mendengar suara seseorang yang ada di situ.


Adik, semoga kau selalu bahagia dan sering-seringlah berkunjung ke sini" ucap salah satu bidadari yang ada di situ.


Terima kasih kak, tentu aku akan sering kesini untuk mengunjungi kakak" ucap bidadari yang jalannya berhenti tadi.


Merekapun saling berpelukan, setelah itu sang adik pergi dari istana itu bersama ketiga pemuda jelmaan dari seekor naga, burung phoenix dan burung vermilion. Meninggalkan kakak, sahabat dan teman-temannya. bidadari yang pergi tadi tidak lain yaitu dewi teratai salju.


...****************...


Seorang pemuda duduk di singgasananya dengan tenang dan menunggu pelayan yang diutus untuk menjemput permaisurinya di alam bidadari. Sang pemuda melihat tiga makhluk utusannya kembali dengan membawa seorang wanita yang berpakaian merah muda sedang berdiri di salah satu makhluk itu sambil memandang dirinya dengan senyuman yang lembut.


Semua pelayan yang ada di situ tidak ada yang berani untuk melihat wanita yang baru saja datang dan lagi berpelukan dengan tuannya, karena mereka tahu tidak akan sanggup memandang wajah wanita itu.


Mereka lebih memilih menundukkan kepala mereka, dari pada mata dan hidung mereka akan berdarah. Mereka juga sangat takut jika memandang wanita itu akan menaikan birahi mereka. Takut jika tuan mereka murka dan bisa membinasakan mereka dan seluruh bangsanya.


Bagaimana keadaanmu permaisuriku" ucap pemuda itu sambil menciumi bibir dan kening permaisurinya.


Keadaanku baik-baik saja, tapi aku sangat merindukanmu" ucap permaisuri yang tidak lain dewi teratai salju.


Bagaimana keadaan anak kita yang masih ada di dalam rahimmu" ucap pemuda itu lagi.


Dia selalu merindukan ayahnya" ucap dewi teratai salju dengan senyum hangatnya.


Baiklah, kita ke kamar dulu untuk beristirahat sebentar" ucap pemuda itu.


Bilang saja jika kau ingin main kuda-kudaan, benar bukan sayangku" dewi teratai salju berbisik di telinga pemuda itu.


Pemuda itupun cuma hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya, sambil berjalan menuju kamar mereka berdua. Setelah mereka di dalam kamar beberapa menit yang lalu, sekarang hanya terdengar suara desahan sepasang kekasih yang lagi berlari dengan kencangnya.

__ADS_1


...****************...


Malam harinya pemuda itupun duduk di bawah pohon berwarna perak dengan di temani salah seorang pelayannya.


Aku akan pergi memulai perjalananku lagi" ucap pemuda itu.


Maaf sebelumnya Yang Mulia, tapi bagaimana dengan Yang Mulia permaisuri?" ucap pelayan tersebut.


Aku sudah memberitahukannya tentang ini, lagipula aku sudah menghubungkan alam ini dengan alam dimensi yang ada di dalam diriku" ucap pemuda itu.


Maaf yang rendah ini yang mulia, kalau boleh tahu apa rencana Yang Mulia untuk melakukan perjalanan lagi" ucap pelayannya.


Aku ingin mencari tahu apa yang di maksud dengan 'dia' tentang sebuah keadilan dan hal yang masih belum aku ketahui" ucap pemuda tersebut.


Baiklah, sekarang waktu nya aku pergi dan sampai jumpa lagi" lanjutnya.


Pelayan itupun diam dan melihat tuannya yang pergi dari tempat itu. Entah pergi kemana tuannya kali ini dia tidak harus mengetahui karena berbeda derajat.


Pemuda itupun terus terbang hingga sudah sangat jauh dan berhenti di depan sebuah batu berbentuk pintu, dan memasukinya. Ya pintu itu adalah pintu teleportasi.


Setelah memasuki pintu teleportasi pemuda tersebut bingung karena masih tidak bisa menemukan ujung dari lorong pintu yang dia masuki tadi, sampai tiba-tiba dia mendengar suara di dalam kepalanya.


KAU TIDAK AKAN BISA PERGI KEMANA MANA, JIKA TIDAK MENEKAN KEKUATANMU SAMPAI YANG TERLEMAH KARENA DENGAN KEKUATANMU YANG SEKARANG BISA MENGHANCURKAN ALAM YANG KAU SINGGAHI HANYA DENGAN SATU PIJAKAN RINGAN KAKIMU.


Pemuda itupun menuruti kata-kata yang baru dia dengar dari kepalanya dan menekan kekuatannya sampai melemah, tapi masih juga tidak bisa menemukan ujung dari lorong pintu tersebut.


Akhirnya pemuda itu menekan kekuatannya sampai pada titik 99,9% dari kekutan aslinya.


Huft, sungguh lemahnya diriku ini" ucap pemuda itu.


HAHAHAHAHA" pemuda itupun tertawa, dia tidak menyangka kekuatannya sangat banyak yang harus dia tekan.


Dia berfikir, lantas orang yang terkuat di alam yang akan dia kunjungi seberapa kuatnya. Memikirnya dia sangat malas, sampai dia melihat ada cahaya di ujung lorong dari pintu ini.


"SEMOGA ADA HAL YANG BISA MEMBUAT AKU BAHAGIA, DAN MENEMUKAN APA YANG AKU CARI SELAMA INI, DARI PADA MEMUKULI PARA DEWA SIALAN YANG LEMAH ITU. SUNGGUH HAL YANG MEMBOSANKAN"


Pemuda itupun berlari kearah cahaya karena sudah tidak sabar hal apa yang akan menyapanya di luar sana. Setibanya di luar tiba-tiba....


Aggggghhhhhhhhhh.....


Buk


Tiba-tiba ada suara benda yang terjatuh dengan kencangnya..


...****************...


Tingkat Kultivasi:


1.Tingkat Perunggu.


~Tingkat 1 sampai 9.


~Tingkat puncak (10).


2.Tingkat Perak.


~Tingkat 1 sampai 9.


~Tingkat puncak (10).


3.Tingkat Emas.


~Tingkat 1 sampai 9.


~Tingkat puncak (10).

__ADS_1


4.Tingkat Krystal.


~Tingkat 1 sampai 9.


~Tingkat puncak(10).


5.Tingkat Master.


~Tingkat 1 sampai 9.


~Tingkat puncak (10).


6.Tingkat Grand Master.


~Tingkat 1 sampai 9.


~Tingkat puncak (10).


7.Tingkat Titan.


~Tingkat 1 sampai 9.


~Tingkat puncak (10).


8.Tingkat Legand.


~Tingkat 1 sampai 9.


~Tingkat puncak (10).


9.Tingkat Bumi.


~Tingkat 1 sampai 9.


~Tingkat puncak (10).


10.Tingkat Langit.


~Tingkat 1 sampai 9.


~Tingkat puncak (10).


11.Tingkat Semesta.


~Tingkat 1 sampai 9.


~Tingkat puncak (10).


12.Tingkat Dewa.


~Tingkat 1 sampai 9.


~Tingkat puncak (10).


13.Tingkat Dewa Keabadian.


~Tingkat 1 sampai 9.


~Tingkat puncak (10).


Masih ada yang lebih tinggi dari tingkatan dewa keabadian, dan hanya 3 makhluk yang cuma bisa mencapainya.


Catatan: Tingkatan masih bisa diubah sama author ya, tergantung situasi dan kondisi dalam alur ceritanya.


soalnya author masih bingung soal akhir alur dari cerita ini, karena author buat cerita ini cuma iseng-iseng aja sambil ngisi kegiatan di waktu luang author yang padat dengan pekerjaan.... ok sekian terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2