
Setelah zong fengyan berada di dalam ruang singgasana, ia tentu langsung bisa melihat seorang wanita sedang tersenyum kepadanya. Wanita itu sedang duduk di sebelah sebuah singgasana yang kosong.
Wanita itu tidak lain adalah sosok dewi teratai salju atau permaisurinya. Zong fengyan langsung berjalan menuju kearah permaisurinya sambil mengangkat tangan kanannya untuk membelai pipi yang selembut sutra itu.
Dewi teratai salju yang melihat tangan pemuda di depannya terangkat ingin membelai pipinya, ia hanya diam saja dan membiarkan tindakan pemuda itu tanpa ada penolakkan darinya.
Apa lagi pemuda itu yang sekarang sudah menjadi kekasihnya. Dan juga ia sekarang sedang mengandung anak dari pemuda itu yang tidak lain sosok zong fengyan.
Dewi teratai salju selama ini selalu bersifat dingin kepada setiap dewa atau bidadara yang pernah menemuinya untuk meminta menjadi pasangan hidupnya. Tentu ia menolak dan selalu merendahkan para dewa yang datang kepadanya.
Menurut ia tidak ada seorang dewa atau makhluk yang layak untuk memilikinya. Terkecuali, pemuda yang sekarang sedang membelai pipinya. Yang tidak lain ayah dari anak yang sedang ia kandung.
Permaisuriku bagaimana keadaanmu" tanya zong fengyan.
Keadaanku sangat baik suamiku" kata dewi teratai salju.
Hm, bagus aku sangat senang mendengarnya" ucap zong fengyan.
Apa kalian semua baik-baik saja, apa kalian menjaga permaisuriku dengan baik?" Lanjut zong fengyan.
Zong fengyan mengalihkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu, yang terdapat sangat banyak bawahannya dari berbagai jenis makhluk suci sedang bersujud melingkar kepadanya.
Dengan posisi zong fengyan dan dewi teratai salju sebagai titik pusat dari lingkaran itu.
Semua makhluk bawahan zong fengyan sebenarnya sudah bersujud dalam waktu lama, semenjak zong fengyan pergi dari alamnya. Mereka tidak pernah bergerak dari tempatnya terkecuali jika dewi teratai salju tidak menduduki tahtanya.
Mereka tidak cukup bodoh untuk menyepelekan tugas yang di berikan oleh tuan mereka. Tuan mereka yang tidak lain adalah sosok zong fengyan, memberi perintah mutlak untuk selalu menjaga permaisurinya dari makhluk lain yang ingin merebut dewi teratai salju.
Mereka juga tahu, tuan mereka juga termasuk jajaran para dewa. Tetapi tuan mereka sudah memiliki gelar 'Yang Mulia Maha Dewa'.
Tentu hanya tuan mereka saja yang memiliki gelar, dari segi ini saja mereka sudah mengetahuinya. Bahwa tuan mereka yang terkuat di antara para dewa.
Mungkin tuan mereka hanya berada satu tingkat di bawah makhluk yang mengakui sebagai 'ibu' dari tuannya itu.
Iya, Yang Mulia Maha Dewa. Kami tidak pernah pergi dari sisi permaisuri" jawab semua bawahan dengan serempak.
Bagus, sekarang kalian bisa beristirahat" kata zong fengyan.
Baik Yang Mulia Maha Dewa" jawab mereka dengan serempak lagi.
Setelah itu makhluk-makhluk yang berada di ruangan singgasana semuanya menghilang. Dan hanya menyisahkan empat bawahan saja, tentu mereka berempat masih bersujud.
Aku akan pergi bersama permaisuriku sebentar" kata zong fengyan, setelah itu ia langsung menghilang dari tempatnya bersama dewi teratai salju.
Empat bawahan itu hanya diam dan terus bersujud. Mereka tidak berani menggerakkan anggota tubuhnya sendiri karena tidak mendapatkan perintah dari tuannya.
...****************...
Zong fengyan dan dewi teratai salju muncul di alam yang terdapat banyak sekali langit. Langit-langit itu bertingkat dan ada sebuah anak tangga.
Mereka pun berjalan dan terus menaiki anak tangga itu untuk menuju pusat ruangan yang terdapat sinar cahaya di dalamnya.
__ADS_1
Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka sampai di ujung dari anak tangga yang mereka berdua naiki.
Zong fengyan yang pertama kali memasuki ruangan itu, setelah berselang beberapa detik barulah dewi teratai salju mengikutinya masuk.
Tentu penghuni ruangan yang terdapat sinar cahaya mengetahui siapa yang mengunjunginya.
Apa kabar putraku" kata makhluk di balik cahaya itu.
Aku bukan putramu" jawab zong fengyan, setelah berada di dalam ruangan.
Hm, bagaimana kabar menantuku ini?" Tanya lagi makhluk itu.
Makhluk di balik cahaya terlihat tidak mempermasalahkan perkataaan zong fengyan dan memilih bertanya lagi kepada seorang wanita yang baru masuk.
Hamba baik-baik saja ibu" jawab dewi teratai salju yang baru masuk.
Baguslah kalau begitu, lalu bagaimana dengan tugas yang aku berikan dulu" kata makhluk itu.
Aku belum menyelesaikan tugas darimu dan masih mencari jawaban dari kalimat yang kau maksud itu" jawab zong fengyan dengan jujur.
Walaupun kau sudah menemukan jawabannya, kau tidak akan bisa menyelesaikan tugas itu, aku tau itu" kata makhluk bercahaya.
Aku belum mencobanya" ucap zong fengyan.
Baiklah itu terserah padamu" kata makhluk barcahaya lagi.
Dan aku tahu apa yang ingin kau tanyakan kepadaku menantuku" lanjutnya.
Ib-u a-ku" kata dewi teratai salju terbata-bata.
Cukup! Kau bukanlah makhluk yang aku ciptakan seperti manusia atau para dewa lainnya. Aku memciptakanmu dari tulang rusuk putraku, jadi kau selamanya akan tetap berada di samping anakku. Menjadi kekasih selamanya" jawab makhluk itu.
Putraku, dahulu kala aku menciptakan dirimu dari enam element yang berbeda- beda. Air, api, tanah, angin, cahaya, kegelapan. Maka dari itu menantuku, kau juga tercipta dari enam element tetapi aku menambahkan tulang rusuk putraku dalam dirimu, dan kau juga bisa menggunakan sebagian dari kekuatanku" lanjutnya.
Dewi teratai salju tentu saja terkejut dengan kebenaran yang baru terungkap. Sedangkan zong fengyan lebih terkejut lagi, selama ini ia selalu berfikir dirinya sama dengan para dewa lainnya.
Para dewa, dahalu mereka semua manusia yang mendapat takdir dan menjadi dewa setelah meningkatkan praktik kultivasi sampai ke tahap tertentu.
Menjadi dewa tentu tidak mudah seperti yang di bayangkan banyak orang. Mereka harus melalui berbagai rintangan ujian, setelah mereka berhasil menyelesaikan ujian baru mereka akan berendam di air penyucian dan air reinkarnasi.
Tahap inilah, dimana tahap penentuan untuk mereka yang mampu melawati ujian dan menjadi dewa atau mati karena tubuh mereka akan di siksa dengan air penyucian itu.
Pergilah putraku, aku mendoakanmu agar kau selalu berbahagia" kata makhluk itu lagi setelah hening beberapa saat.
Zong fengyan dan dewi teratai salju keluar dari ruangan itu. mereka langsung menghilang dari tempatnya.
Tentu mereka berdua langsung kembali ke alamnya.
...****************...
Berselang beberapa menit akhirnya zong fengyan sampai di alamnya dan langsung mengajak dewi teratai salju ke taman belakang istana.
Di taman itu pemandangannya sangat indah, banyak kupu-kupu berterbangan untuk mencari makan di pelopak bunga yang berwarna warni.
__ADS_1
Sebenarnya kau bahagia tidak hidup bersamaku" tanya zong fengyan, setelah mereka duduk di tengah taman yang di kelilingi berbagai jenis tanaman bunga di sekitar mereka.
Bahagia suamiku" ucap dewi teratai salju jujur.
Lalu kenapa kau tadi bertanya seperti itu" kata zong fengyan lagi.
Aku hanya penasaran saja, kenapa setiap dewa atau makhluk yang berkelamin laki-laki selalu memuja kecantikanku" kata dewi teratai salju.
Dan hanya satu makhluk yang tidak pernah memujaku, yaitu kamu suamiku" lanjutnya.
Hahahahaha,
Kata siapa aku tidak memujamu. setiap kita melakukan 'itu' aku selalu melakukannya dengan nafsu" ucap zong fengyan.
Perlu kamu tahu aku sangat memujamu, karena kamu memiliki paras yang sangat cantik. Apa lagi kamu selalu kelelahan atau mungkin hampir pingsan di bawah pelukkan ku, waktu setiap kita melakukan 'itu'" lanjut zong fengyan sambil tersenyum menggoda.
Dewi teratai salju yang melihat senyuman keluar dari bibir suaminya, ia langsung menundukan kepalanya.
Berhenti menggodaku, kamu sudah menanam benih di dalam perutku" kata dewi teratai salju sambil tangannya mengelus perutnya yang sudah buncit.
Baiklah, kalau begitu sudah waktunya aku untuk kembali ke alam yang rendah itu" kata zong fengyan.
Suami, bolehkah aku ikut denganmu" tanya dewi teratai salju.
Hm, sebenarnya bukan masalah jika kamu mau ikut denganku. Tapi apa kamu bisa menekan kekuatanmu sampai di titik yang terendah" tanya zong fengyan.
Tentu bisa" kata dewi teratai salju singkat.
Baiklah, mari kita berangkat sekarang juga" kata zong fengyan.
Aku juga akan membawah beberapa pelayan untukmu" lanjutnya.
Akhirnya setelah menunggu selama lima menit, dari langit kini terlihat sepuluh makhluk yang berbeda beda dari rasnya.
Tentu mereka semua makhluk suci yang menjadi bawahan zong fengyan selama ini. Makhluk itu terdiri dari dua ekor burung phoenix api,dua ekor phoenix es, dua ekor naga, dua vermilion, satu harimau putih, satu kura-kura berekor ular.
Setelah semua bawahan zong fengyan sampai, ia langsung mengajak dewi teratai salju dan semua bawahannya untuk memasuki pintu teleportasi.
Di dalam pintu teleportasi mereka semua menekan kekuatan masing-masing sampai di titik yang paling terendah.
Satu jam kemudian rombongan yang zong fengyan ajak akhirnya dapat melihat sebuah cahaya dari ujung lorong itu.
Zong fengyan yang juga melihat cahaya di ujung lorong, dia langsung mengajak mereka semua untuk mendekat ke sumber cahaya yang ada di depan mereka saat ini.
Ujung lorong itu adalah tempat di mana dimensi zong fengyan berada. Setelah mereka semua mendekati sinar cahaya, mereka tentu langsung memasukinya begitu saja. Dengan zong fengyan sebagai sosok yang berada di depan untuk menjadi pemandu.
Setelah mereka semua sampai di dimensi zong fengyan. Mereka langsung pergi menuju istana yang berada di dimensi itu.
...****************...
#Jangan lupa like, vote, kritik, dan sarannya ya....
#Maaf jika tulisannya masih berantakan. jujur author sampai ketiduran. Jadi mungkin ada yang acak-acakan tulisannya mohon di maafkan.
__ADS_1