Sang Kehancuran

Sang Kehancuran
Chapter 03. Mencari Gua


__ADS_3

Di hutan yang tertutup salju sepanjang tahun, terlihat pemuda yang terbaring di bawah pohon.


Entah pemuda itu masih hidup atau sudah mati karena tidak ada pergerakan dari tubuhnya. Berselang beberapa menit kemudian..


Aggghhhhh, badanku sakit semua" ucap pemuda itu sambil melihat ke sekelilingnya.


Tempat apa ini" lanjutnya


Dia terus berjalan tanpa henti, karena tidak tahu arah yang akan di tujunya. Tapi lagi-lagi sebuah suara terdengar di dalam kepalanya.


*KAU BERADA DI TEMPAT BERSALJU ANAKKU, CARILAH TEMPAT UNTUK KAU BERLINDUNG SEPERTI G**UA* AGAR TIDAK KEDINGINAN


Pemuda itupun segera mencari gua, setelah melihat ada gua yang tidak jauh dari tempatnya. Dia langsung menuju ke gua itu dan masuk di dalamnya, tidak lupa dia menggunakan formasi penghalang agar tidak ada yang mengganggu saat dia beristirahat di dalamnya.


Pemuda itu segera membuat api dari ujung jari dengan kekuatannya, dia sangat kesal kenapa tidak bisa menggunakan kekuatan penuhnya di tempat seperti ini.


Di luar gua dia mendengar langkah kaki seseorang mendekat.


Hai, dimana gua yang kau bilang itu" ucap salah seorang dari empat orang itu.


Entahlah, waktu itu di sekitar sini tapi sekarang sudah tidak ada ya?" ucap temennya yang memakai baju berwarna hitam kebingungan.


Ah sudahlah, ayo kita pergi dari sini. Aku sudah kedinginan" ucap temen lainnya yang berbaju putih.


Tunggu dulu, sebelum kita masuk lebih dalam lagi di hutan ini dan dari pada kita menyesal nantinya. Kabar yang kalian dengar waktu itu benar tidak" tanya salah satu orang yang berpenampilan seperti biksu.


Itu benar, bahwa di hutan inilah makhluk itu berada" ucap orang yang berbaju putih.


Aku juga mendengar rumor itu, bahwa makhluk yang sedang kita cari ada di hutan ini" ucap orang yang berbaju hitam membenarkan perkataan temannya.


Tapi kita tidak tahu tempatnya ada dimana" ucap orang yang berbaju biru.


Lebih baik kita jalan saja sambil mencari gua dan siapa tahu kita secara tidak sengaja menemukan tempat persembunyian makhluk itu" ucap orang yang berbaju biksu.


Meraka secara bersama menganggukan kepala mereka dan pergi dari tempat itu, untuk memasuki hutan lebih dalam lagi.


...****************...


Kota Musim Salju


Di kota ini terlihat sangat ramai oleh para praktisi dari aliran putih maupun aliran hitam. Mereka semua mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk pergi ke hutan yang berada di daerah terlarang bagian utara. kota ini selalu turun salju sepanjang tahun, oleh karena itu kota ini di beri nama kota musim salju.


Di sebuah kedai terlihat sangat ramai , itu karena banyaknya kultivator yang mencari ataupun ingin mendapatkan makhluk itu untuk di jadikan tunggangannya serta budak mereka untuk menguasai dunia kultivator di kekaisaran song.

__ADS_1


Karena makhluk yang mereka cari saat ini adalah makhluk dalam legenda, mereka ada yang baru datang ke kota ini dan ada juga yang sudah bertahun tahun di kota musim salju.


Aku dengar makhluk itu mengusai elemen es" ucap pemuda yang berada di meja ujung.


Benar, aku juga denger makhluk itu sangat indah" ucap temennya.


Tempatnya susah sekali di temukan, tapi pernah ada yang bertarung dengan makhluk itu" ucap seorang pelayan yang ikut mendengar percakapan para pendekar.


Ya, aku dengar makhluk ini sangat indah dan berwarna biru, kurasa makhluk itu mempunyai kekuatan elemen es" seorang pemuda yang baru masuk ke kedai dan langsung bergabung bersama pengunjung lainnya.


Tapi aku sudah berada dalam kota ini hampir sepuluh tahun dan tidak menemukan makhluk yang kalian ceritakan, dimana tempat persembunyiannya pun aku juga tidak mengetahuinya"


Bahkan banyak kultivator di kota ini yang tidak mengetahui kabar tentang keberadaan makhluk ini" ucap pemilik kedai.


Dan aku cuma mendengar rumor dari pengunjung yang singgah ke kedaiku saja" lanjutnya.


...****************...


Istana Kekaisaran Song


Di Lapangan belakang istana, terlihat seorang wanita cantik dan berkulit putih. Wanita itu sedang berlatih jurus pedang yang di temani oleh gurunya.


Wanita ini berada di tingkat emas bintang dua, bisa dikatakan wanita ini genius di wilayah kekaisaran song pada usia ke 20 tahun sudah lumayan tinggi tingkat kultivasinya.


Wanita ini terlihat seperti menari dengan pedangnya dan bergerak sangat lincah dengan berpindah pindah lokasi. Dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya.


Yi'er beristirahatlah, kau terlalu memaksakan diri untuk berlatih pedang" ucap wanita yang menjadi gurunya.


Baik guru" ucap wanita itu.


Jurus bunga sakura, sangat susah untuk di pelajari jadi kau harus bersabar" ucap wanita yang menjadi gurunya lagi.


Wanita yang berlatih pedang tadi cuma menganggukan kepalanya tanda bahwa ia mengerti dan langsung pergi ke dalam istana untuk bertemu ayahnya, sampai pada ruangan utama. Dia melihat seorang lelaki paruh baya yang gagah dan berwibawa duduk di singgasananya.


Ayah, aku ingin pergi ke dalam hutan beku itu" ucap wanita yang baru datang.


Lelaki yang duduk di singgasana melihat ke arah putrinya.


Yi'er, tempat itu sangat berbahaya. karena banyaknya hewan buas, siluman dan demonic beasts tingkat tinggi" ucap lelaki itu yag ternyata seorang kaisar bernama Song Yang.


Tapi ayah aku ingin mendapatkan makhluk itu" ucap wanita itu yang ternyata seorang putri kaisar kekaisaran song. Wanita itu bernama Song Yiyi.


huft, baiklah kau pergi dengan guru dan beberapa penjaga bayangan" ucap sang kaisar setelah menghembuskan nafas beratnya.

__ADS_1


Dan rubahlah sifat dinginmu itu, tidak akan ada lelaki yang akan menjadi pendampingmu. jika kau masih sedingin ini, aku sudah tua dan ingin memiliki cucu untuk meneruskan kejayaan kekaisaran song" lanjutnya sang kaisar.


Song yiyi tidak menjawab dan langsung pergi dari hadapan ayahnya begitu mendapatkan izin untuk pergi ke hutan beku.


Dia sangat bosan jika mendengar ucapan dari ayah kaisar yang menginginkan cucu, apalagi dia seorang putri kekaisaran banyak pemuda dari kekaisarannya atau pangeran dari kekaisaran lain yang menginginkannya untuk menjadi pendamping hidup.


Dia belum memikirkan itu semua, dia juga kesal dengan kecantikannya sehingga banyak pemuda yang mencoba mendekati dengan maksud tertentu atau dengan ketulusan.


Bagi dia wajahnya merupakan kesialan dan malapetaka, tidak membuat bahagia ataupun bangga karena memiliki kelebihan itu.


...****************...


Di Dalam Gua


Pemuda itu jelas mendengarkan pembicaraan kelompok yang berada di luar gua tadi, tapi dia masih diam dan tidak pergi dari tempatnya.


Makhluk? memangnya di dunia yang aku singgahi sekarang ini ada makhluk jenis apa saja?" ucap pemuda itu bertanya pada diri sendiri.


Aku saja bisa ke dunia ini harus menekan kekuatanku sampai yang paling terlemah" lanjutnya.


Pemuda itu sangat bingung dengan tingkatan kekuatan di dunia yang dia singgahi sekarang ini.


Sekuat apa manusia yang tinggal di sini? Makhluk jenis apa saja yang hidup di dunia ini? Ada berapa tingkatan kekuatan praktisi di dunia ini. Dan apa saja yang bisa aku ambil hikmah dari setiap kejadian di dunia ini?


Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menjadi pemikiran pemuda yang sedang menyusuri gua. Pemuda itu menyususri gua untuk mencari ujung dari lorong gua ini.


Satu jam kemudian pemuda itu menemukan ujung dari lorong gua yang dia telurusi, dan pemuda itu melihat ada sebuah cahaya di depannya yang berjarak sekitar lima puluh meter.


Pemuda itu langsung berlari menuju cahaya yang berada di depannya. setelah keluar dari gua ternyata dia di buat semakin bingung dengan apa yang ada di kejauhan dari tempatnya berdiri sekarang. Di kejauhan dia sedang melihat terjadi pertarungan antara para kultivator dengan makhluk dalam legenda yang dia dengar dari orang yang mendekati gua tadi.


Seekor burung phoenix kenapa ada di tempat ini" ucapnya sambil mengerutkan keningnya.


Pemuda itu menggaruk belakang kepalanya sambil berfikir, jelas dia tahu kalau di alamnya banyak sekali burung phoenix.


Karena burung phoenix termasuk jenis makhluk suci, tapi dia bingung kenapa burung phoenix bisa berada di dunia ini.


Setahunya tempat tinggal burung phoenix itu berada di alamnya. Tapi sekarang dia menyimpulkan mungkin makhluk itu lari dari hukuman yang ia terima. Karena melanggar aturan yang ada, dan takut dengan dewa phoenix ungu. Maka dia melarikan diri hingga sampailah di dunia ini.


#Jangan lupa kritik dan sarannya untuk author, agar bisa menulis cerita lebih baik lagi.


#author juga minta maaf kalau ada nama karakter, tempat atau alur ceritanya yang sama dengan cerita sebelah.


Jujur author tidak tahu.

__ADS_1


__ADS_2