
Song yiyi terus berlari di kedalaman hutan beku demi terlepas dari kelompok yang mengejarnya dan untuk mencari bantuan demi menolong gurunya.
Zong fengyan yang melihat seorang wanita berlari ke arahnya, ia langsung mnghampiri dan menghadang lari wanita itu dengan tersenyum.
Song yiyi yang melihat seorang pemuda menghadang larinya, segera berhenti dan melihat pemuda yang di depannya.
Dia melihat pemuda berambut putih, berpakai mewah serta wajah yang cukup tampan sedang tersenyum bodoh kepada dirinya.
Ia berfikir mungkin pemuda yang sekarang di depannya seorang tuan muda dari keluarga bangsawan di kekaisaran lain. Karena dia tidak pernah melihat pemuda itu di kekaisarannya.
Tuan, tolong aku dari orang-orang yang akan melakukan hal buruk padaku dan tolong selamatkan guruku" ucap song yiyi.
Baiklah, apa bayarannya untukku jika aku menolongmu" ucap zong fengyan.
Zong fengyan langsung menjawab dengan cepat tanpa perlu berfikir dahulu. Karena dia dari tadi sudah melihat dari kejauhan pertarungan kelompok wanita yang di depannya sekarang melawan kelompok berbaju hitam itu.
Ak-u, aku akan memberikan uang kepada tuan" ucap song yiyi.
Kalau tuan tidak tertarik, aku bisa memberikan apa saja kepada tuan. Asalkan tuan mau menolongku dan guruku" lanjutnya.
Song yiyi tidak punya pilihan lain, selain mengatakan itu. Karena yang terpenting sekarang dia dan gurunya selamat dari kelompok orang-orang berbaju hitam. Soal bayaran untuk laki-laki yang ada di depannya ia bisa memikirkan nanti setelah ia dan gurunya kembali ke istana.
Aku tidak tertarik dengan uang, tapi soal bayaran kita bisa bahas nanti saja" ucap zong fengyan yang dari tadi diam.
Setelah zong fengyan selesai mengatakan itu, dia langsung menghilang dan muncul di tempat orang-orang yang mengejar song yiyi. Tanpa banyak bicara zong fengyan langsung membunuh mereka semua dalam waktu dua menit.
Setelah itu dia berniat kembali ke tempat dirinya dan song yiyi berada, tapi dia berhenti saat melihat pemimpin kelompok berbaju hitam sedang menuju ke tempatnya berada sekarang.
Zong fengyan langsung menghilang dan muncul di samping song yiyi, tanpa mengucapkan banyak kata dia langsung menarik tangan song yiyi dan menghilang dari tempat itu.
Sial, siapa yang berani membunuh semua anak buahku" ucap pemimpin kelompok berbaju hitam dengan kesalnya.
Pemimpin kelompok itu langsung pergi dari situ dan akan melaporkan kejadian ini kepada bos mereka. Dia bisa menilai lawannya, anak buahnya yang praktisinya berada di tingkat emas bintang 7 bisa mati dengan mudah. Pasti yang membunuh adalah kultivator yang tingkatannya lebih tinggi dari pada mereka semua.
Dia tidak mau bertindak gegah untuk mengejar song yiyi, setelah melihat kejadian ini. Jika dia memaksa nyawanya bisa menjadi taruhan, dia tidak mau mati sia-sia. Karena ia masih ingin hidup untuk menikmati keindahan dunianya ini.
...****************...
Zong fengyan dan song yiyi muncul di tempat gurunya berada. Song yiyi langsung mencari sang guru di sekitar tempat dia meninggalkan gurunya.
Dimana gurumu" ucap zong fengyan, setelah mencari guru dari song yiyi beberapa saat di sekitar tempat kejadian.
Entalah, tadi guruku di sini sebelum aku meninggalkannya" ucap song yiyi.
Zong fengyan cuma menganggukan kepala dan terus mencari guru song yiyi. Dia tanpa sengaja melihat darah di batang pohon.
Zong fengyan mendekati darah itu dan mencium bau darah yang menempel pada pohon.
Sial, darah ini.." ucap zong fengyan.
Jelas dia tahu milik siapa darah ini. Dia langsung bisa menyimpulkan bahwa guru song yiyi telah pergi dari tempatnya, mungkin juga dia sudah keluar dari hutan tempat mereka saat ini.
Zong fengyan langsung menghampiri song yiyi untuk memberitahukan dimana gurunya sekarang berada.
__ADS_1
Gurumu masih hidup, mungkin dia pergi ke rumahmu atau mencarimu di tempat lain untuk memastikan kau baik-baik saja" ucap zong fengyan, dia belum tahu jika song yiyi adalah putri kaisar kekaisaran song.
Apa kau yakin jika guruku masih hidup" ucap song yiyi setengah ragu.
Tentu, kalau dia mati pasti ada mayatnya disini" ucap zong fengyan.
Aku juga mencium baunya, bau dari gurumu itu pergi ke arah selatan" lanjutnya.
Song yiyi yang mendengarkan cuma mengangguk singkat dan berlari ke arah selatan menuju kota musim salju. Zong fengyan yang melihat song yiyi pergi ke arah selatan mengikutinya dari belakang, lagi pula dia belum mendapatkan bayaran menolong gadis itu.
Song yiyi yang melihat pemuda tadi mengikutinya hanya bisa diam saja dan membiarkannya. Lagi pula dia masih perlu pemuda itu untuk melindunginya sampai ke istana kekaisaran song.
Dan dia juga sadar karena belum membayar pemuda yang barusan menolongnya.
...****************...
Kota Musim Salju
Song yiyi dan zong fengyan masuk ke kota musim salju, setelah mereka melewati pemeriksaan dan membayar pajak. Mereka akhirnya memasuki kota musim salju, Song yiyi juga yang membayar pajak untuk zong fengyan sebagai ucapan terima kasih atas pertolongannya tadi.
Zong fengyan yang baru pertama kali melihat banyaknya orang setelah pergi ke alam ini dan memasuki kota cukup kagum dengan apa yg dia lihat sekarang.
Dia juga sudah mulai mengerti cara bersosialisasi dengan penduduk di kota musim salju, setelah melihat orang-orang yang berlalu lalang di sepanjang jalan yang meraka lalui.
Song yiyi setelah berada di kota musim salju langsung mencari penginapan dan setelah melihat penginapan, ia langsung masuk bersama zong fengyan untuk memesan dua kamar.
Setalah memesan kamar dan membayar biaya menginap, mereka akhirnya berpisah dan menuju kamar meraka masing-masing untuk beristirahat.
Karena besok pagi mereka akan mencari keberadaan guru dari song yiyi di kota musim salju.
...****************...
Chai wei yang saat ini berada di dalam kamar sedang menyisir rambutnya terkejut. Karena munculnya zong fengyan yang secara tiba-tiba.
Tuan" ucap chai wei, sambil menundukan kepalanya setelah ia berdiri di hadapan zong fengyan.
Maafkan aku, jika barusan aku mengejutkanmu" ucap zong fengyan.
Tidak apa-apa tuan" ucap chai wei.
Ada apa dengan rambut tuan, bukannya kemaren berwarni putih" ucap chai wei yang sangat terkejut dengan perubahan rambut dari tuannya itu.
Tidak kenapa-kenapa, aku bisa mengubah warna rambutku jika aku bosan dengan warna yang lain" ucap zong fengyan karena melihat chai wei terkejut.
Ada keperluan apa tuan tiba-tiba menemuiku" ucap chai wei yang tersadar dari keterkejutannya.
Apa kau bahagia tinggal di dimensiku ini" ucap zong fengyan.
Bahagia tuan, apalagi aku tetap bisa berada di samping tuan" ucap chai wei.
Sebenarnya aku ingin membuat kastil untukmu di daerah utara dimensi ini" ucap zong fengyan.
Apalagi di sana sangat cocok dengan jenis unsur yang kau miliki, kau bisa berkultivasi untuk menaikan tingkatan praktik kultivasimu di sana" lanjutnya.
__ADS_1
Benarkah tuan, kalau begitu aku tidak akan menolak" ucap chai wei.
Tapi sebelum itu aku akan membantu merapikan rambutmu dulu" ucap zong fengyan.
Chai wei tidak menjawab perkataan zong fengyan, dia tersenyum dan langsung duduk di kursi tempat dia duduk sebelumnya.
Setalah itu zong fengyan berjalan ke arah chai wei dan mengambil sisir di meja rias untuk menyisir rambut chai wei.
...(Ilustrasi Zong fengyan & Chai wei)...
Setelah selesai menyisir rambut chai wei. Zong fengyan mengajak chai wei pergi ke arah utara, sesuai apa yang dia katakan dengan chai wei tadi.
Zong fengyan langsung membuat kastil dari es hanya dengan menjetilkan kedua jarinya. Dan tiba-tiba sebuah kastil tercipta di depan mata mereka berdua. Kastil itu bersebelahan dengan bongkahan es yang berbentuk sebuah bukit.
...(Ilustrasi)...
Kastil itu juga sudah lengkap dengan berbagai barang dan ada sebuah singgasana yang barada di ruangan utama kastil itu.
Zong fengyan langsung mengajak masuk chai wei ke dalam kastil untuk melihat ruangan di dalamnya.
Chai wei langsung membuka mulutnya karena terkejut dengan apa yang ada di dalam kastil yang baru di buat oleh zong fengyan.
Di dalam kastil itu sangat indah dan di bagian dinding terdapat gambar burung phoenix biru, sesuai dengan dia yang jelmaan dari seekor phoenix biru.
Zong fengyan meminta chai wei duduk di singgasana yang ada di depan mereka saat ini. Chai wei hanya menuruti apa kata kekasihnya itu.
Ini adalah istanamu, kaulah ratunya" ucap zong fengyan, setelah melihat chai wei duduk di singgasana.
Terima kasih tuan" ucap chai wei dengan senyum lembutnya.
Chai wei tidak menyangka, dia akan memiliki istana yang sangat megah. Dia sangat senang atas pemberian dari kekasihnya itu.
Baiklah, aku akan keluar dari dimensi ini karena ada hal yang akan aku kerjakan" ucap zong fengyan.
Dan, di belakang kastil ini ada telaga serta kolam pemandian, kau bisa mandi di sana karena airnya mengandung air suci surgawi dari air terjun yang ada di belakang istana tempat tinggalmu sebelumnya" ucap zong fengyan lagi.
Baik tuan" chai wei menjawab dengan tersenyum manis.
Dia langsung berdiri dan memeluk zong fengyan kekasihnya, dengan ketulusan dan rasa bahagia setelah menjadi selir dari zong fengyan.
Chai wei sebenarnya ingin mengetahui siapa yang telah menjadi permaisuri dari kekasihnya itu. Tapi zong fengyan selalu bilang belum waktunya untuk dia mengetahui segalanya, karena chai wei belum terlalu kuat.
Setelah chai wei melepas pelukannya, zong fengyan langsung berpamitan dengan chai wei untuk pergi keluar dari dimensi ciptaannya.
...****************...
Catatan: author sudah memeriksa tulisan di chapter ini berulang kali, sampai kepala author pusing. Semoga sudah rapi dan tidak ada yang kurang dari kata-kata di chapter ini.
#Jangan lupa like dan votenya.
__ADS_1
#Gambar hanya pemanis, author ngambil di internet.