
Di hutan Empire, terlihat Zao Ling sedang berjalan menelusuri hutan. Suhu panas yang di pancarkan oleh sinar matahari membuat Zao Ling menghabiskan seluruh persediaan air minumnya.
Keringat terus bercucuran di wajahnya, dengan kesal Zao Ling berkata."Guru, apa tulips benar-benar ada di sini?. Setahuku bunga tulips beradaptasi dengan stepa dan daerah pegunungan dengan iklim sedang. Berbunga di musim semi, mereka menjadi tidak aktif di musim panas setelah bunga dan daun mati, muncul di atas tanah sebagai tunas dari bohlam bawah tanah di awal musim semi."
"Tapi, tempat ini sepertinya tidak sesuai dengan tulips."Dia melihat-lihat daerah hutan yang menurutnya sangat tidak mungkin spesies tanaman seperti itu bisa tumbuh di hutan dengan suhu panas seperti ini.
"Tampaknya kau cukup mengenal bunga tulips, apa ini karena pengetahuan yang Fangyin berikan kepadamu?."Ucap Yuan Li dari dalam cincin.
Zao Ling menggangguk, memang benar, setelah dia mendapatkan pengetahuan dari Fangyin, dia menjadi banyak tau tentang semua hal.
Bahkan bisa di bilang pengetahuan yang dia dapatkan dari Fangyin memiliki peran penting dalam semua latihannya, jika tidak, maka dia tidak mungkin bisa mencapai tingkat Wood Spirit bintang 9 hanya dalam kurun waktu 6 bulan.
Untuk orang-orang biasa, menaikkan tingkat dari bintang satu menjadi bintang dua membutuhkan waktu 3 tahun atau lebih, tapi Zao Ling berhasil menaikkan tingkat kultivasinya dari 1 menjadi 9 hanya dalam waktu 6 bulan, jika ada orang lain yang mengetahui ini, mungkin mereka akan menyebut Zao Ling monster.
Setelah berjalan cukup jauh, Zao Ling akhirnya sampai di sebuah pengunungan yang sejuk, udarah di tempat itu sangat alami dan banyak di tumbuhi oleh bunga-bunga indah.
Tanahnya juga terlihat lembab dan subur, mungkin karena itulah banyak tumbuh-tumbuhan hijau yang hidup di tempat itu.
"Wah, tidak aku sangka. Ternyata ada tempat yang sama seperti hutan Empire bagian selatan."Zao Ling melihat sambil membandingkan tempat tersebut dengan hutan Empire bagian selatan yang hancur karena pertarungan dua Spirit Emperor.
"Benar, aku memang tidak pernah meragukan Fangyin."Ujar Yuan Li.
Zao Ling pun mulai mencari bunga tulips yang menjadi tujuannya, setelah satu jam mencari, akhirnya Zao Ling menemukan bunga yang di carinya.
bunga besar mencolok dan berwarna merah cerah, terlihat sangat hangat juga segar serta memiliki bercak dengan warna berbeda di dasar tepal.
"Guru, aku menemukannya."Matanya berbinar-binar, kekaguman tampak jelas di wajahnya. Ini adalah kali pertama Zao Ling melihat bunga secantik itu.
"Tunggu!."Zao Ling yang tidak sabaran berniat untuk segera mengambil bunga tersebut, tapi tiba-tiba Yuan Li bersuara dan membuat Zao Ling menghentikan langkahnya.
Zao Ling mengerutkan keningnya lalu berkata."Ada apa guru?."
"Ada yang datang. Awas!!." Segera setelah peringatan Yuan Li tiba-tiba tanah yang di pijak Zao Ling retak dan longsor seketika.
Zao Ling yang terkejut segera melompat ke belakang sambil mengeluarkan pedang raja dari cincin penyimpanan setelah itu dia mendarat dengan mulus di tanah.
Tatapannya fokus ke arah kepulan debu-debu yang menutupi tempat tanah yang longsor.
__ADS_1
"Roarrrr!!." Setelah beberapa saat, seketika kepulan debu-debu tersebut tersapu oleh gelombang suara yang sangat besar hingga membuat Zao Ling harus menutup kedua telinganya.
Detik berikutnya suara besar itu mulai menghilang dan menimbulkan keheningan pada hutan.
Zao Ling menghela nafasnya, kemudian perlahan menurunkan tangannya dan mendongak melihat ke arah suara itu berasal.
Betapa terkejutnya Zao Ling ketika melihat sosok wanita cantik dengan gaun berwarna merah terang berdiri di depan sana, wajahnya sangat putih dan bersinar layaknya rembulan di malam hari, bibir merahnya tertarik membentuk senyuman yang menggoda, gaun merah di bagian kaki sebelah kanan terbuka sehingga memamerkan paha putih dan mulus, benar-benar sangat indah.
"Gu-Guru, apa kau melihatnya?."Zao Ling menelan salivadnya dengan kuat sebelum berbicara.
"Maksudmu yang mulus itu, tentu saja."Zao Ling terkejut melihat Yuan Li ternyata sudah keluar dari cincin untuk menyaksikan keindahan mata itu.
Wanita itu menatap dengan dingin lalu berkata."Sudah lama sekali aku tidak melihat manusia datang ke tempatku." Suaranya terkesan lembut namun terdengar mengerikan.
Mendengar suara wanita itu, Zao Ling seketika merinding, bukan karena apa, tapi karena suara itu terdengar seperti ancaman.
"Berhati-hatilah Zao Ling, dia adalah ratu siluman ular yang berada pada rana kultivasi tingkat Spirit Emperor. Melawannya akan sangat sulit."Yuan Li yang sudah kembali masuk ke dalam cincin memperingati Zao Ling.
Zao Ling menggangguk mengiyakan, setelah itu berkata."Maaf nona, aku ke sini tidak ada maksud jahat. Aku hanya ingin mengambil bunga tulip untuk meningkatkan kultivasiku."
Seringai kecil tampak di bibir merahnya, tatapannya dingin terlihat jelas di matanya namun tidak mengurangi kecantikannya.
"Untuk ukuran seorang pria kau cukup tampan, bagaimana jika kau tinggal di sini bersamaku?. Jika kau setuju, maka semua bunga ini menjadi milikmu."Ucapnya dengan senyuman menggoda.
Zao Ling tercengang mendengar ucapan wanita itu, dia tidak pernah terfikir kalau wanita di hadapannya ini akan mengatakan hal seperti itu.
"Maaf, tapi untuk saat ini aku tidak bisa terikat dengan hubungan apapun."Suara Zao Ling terdengar tegas dan tidak ada niat untuk berubah pikiran.
meskipun wanita di hadapannya ini sangat cantik, tapi dia tidak mungkin tinggal di tempat seperti ini, masih banyak hal yang harus dia lakukan.
"Hahahaha."Wanita itu tertawa gila, dia tidak percaya ada seorang pemuda yang menolak dirinya sehingga membuat dia semakin tertarik.
Lalu tatapannya kembali dingin kemudian dia tiba-tiba menghilang dari pandangan dan dalam sekejap mata sudah berada di hadapan Zao Ling.
Tangannya bergerak hendak meraih kerah baju Zao Ling, namun dengan cepat Zao Ling melompat ke belakang.
sambil melayang di udara, Zao Ling melepaskan tebasan aurah ke arah wanita itu.
__ADS_1
Bangg!!
Banggg!
Banggg!
terdengar suara ledakan bersama kepulan debu-debu yang menutupi area tempat wanita itu.
Zao Ling memicikkan matanya, tatapannya fokus ke arah kepulan debu-debu yang perlahan menghilang.
Namun seketika sebuah bayangan hitam melesat dan dalam satu kedipan mata wanita itu sudah berada tepat di belakang Zao Ling.
"Apa? cepat sekali!." Batinnya.
Wanita itu mengerahkan pukulan ke arah Zao Ling.
Zao Ling yang terkejut segera berbalik dan menahan pukulan itu dengan pedangnya.
Banggg!!
Meski sudah menahan, tapi pukulan itu terlalu keras sehingga membuat Zao Ling terpental dan terseret hingga beberapa meter.
"Hanya pukulan biasa tapi sudah berhasil membuatku terpental seperti ini."Zao Ling bergumam dengan tatapan fokus ke depan.
"Zao Ling, kau tidak bisa melawannya. Sebaiknya turuti permintaannya."Yuan Li memberi saran.
"Apa?, tidak. aku tidak akan menurutinya!."Zao Ling menolak sambil menggertakkan giginya.
Tangannya terangkat dan lima pedang roh berbalut Chi muncul dari kehampaan dan melayang di atas kepala Zao Ling.
Wanita itu tersenyum sinis dan berkata."Menarik."Secara tidak langsung wanita itu merasa kagum dengan ketrampilan Zao Ling, tentu saja. Jurus pedang roh adalah jurus tingkat tinggi yang membutuhkan banyak Chi serta konsentrasi tingkat tinggi, terlebih seorang pendekar harus menguasai tehnik pengendalian yang sempurna agar bisa mengerakkan pedang roh.
"Maju!."Zao Ling melesat seperti roket bersama lima pedang roh yang mengekor dari belakang.
-
-
__ADS_1
-