
"Apa kau fikir dengan datang ke sini kau bisa mendapatkan kristal-kristal ini?." Raja Singa memutari tubuh Zao Ling dengan manik mata tajam sambil berbicara dengan suara dingin dan berat.
"Aku melewati badai salju untuk bisa datang ke sini, tentu saja. Aku tidak akan pulang dengan tangan kosong!."Di hadapan hewan pertapa dengn tingkat Spirit yang jauh di atasnya, Zao Ling tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun.
"Hum, aku suka dengan keberanianmu." Raja singa berhenti memutari tubuh Zao Ling kemudian dia duduk di dekat kristal-kristal yang menjadi tujuan Zao Ling.
Raja Singa menatap Zao Ling dan berkata."Jika kau bisa mengalahkan aku, maka kristal-kristal ini menjadi milikmu!." Raja singa tersenyum jahat, meskipun Zao Ling memiliki keberanian untuk berbicara kepadanya, tapi perbedaan level yang jauh tetap menjadi penentu.
Zao Ling tentu saja paham dengan maksud raja singa, Zao Ling menundukkan kepalanya dan bergumam."Mau mengusirku, cih. Tidak akan."
Zao Ling melakukan konsentrasi Chi lalu memusatkannya di kedua kakinya, perlahan energi chi keemasan membalut kedua kaki Zao Ling, setelah itu Zao Ling mendongak menatap ke depan dan berkata."Explosion Step!."
Banggg!
Ledakan energi keemasan menghempaskan udarah serta kepulan debu-debu yang berserakan di tanah.
Debu-debu itu menutupi pandangan Raja Singa, namun karena tingkat Spirit yang tinggi, raja singa bisa melihat cahaya keemasan yang melesat seperti roket ke arahnya.
Raja singa tersenyum kemudian mengeluarkan raungan yang sangat dahsyat, raungan itu menggetarkan tanah serta langit-langit Gua.
Zao Ling yang dalam mode kilat langsung terpental dan terseret ke belakang hingga beberapa meter.
Sudut bibir Zao Ling mengeluarkan darah segar, dadanya mendadak sakit. Zao Ling menatap ke depan, di sana raja singa sedang tersenyum penuh kemenangan.
"Hanya begitu saja kemampuanmu bocah kecil!."Seringai jahat terlukis di wajah Raja Singa, dia tau bahwa serangannya itu telah melukai Zao Ling.
"Cih, aku belum selesai." Zao Ling menghentakkan kaki kanannya dan melesat dengan kecepatan kilat ke arah raja singa.
Di hadapan raja singa, Zao Ling segera membalut kepalan tangannya dengan energi Chi keemasan lalu melayangkan pukulan ke arah Raja Singa.
Raja singa tersenyum kemudian melirik ke arah datangnya serangan, seketika sebuah energi chi dengan warna biru terang menghantam Zao Ling.
Bangg!
"Fuuffft." Zao Ling memuntahkan darah segar dan terpental menghantam dinding Gua lalu jatuh ke tanah dengan keras.
"Bocah kecil, pergilah dari sini jika kau masih sayang dengan nyawamu!." Raja singa menatap Zao Ling dengan tatapan remeh saat berbicara.
"Hahahah."Zao Ling tiba-tiba tertawa, kemudian perlahan bangkit dan berdiri menatap Raja Singa.
Zao Ling menyeka darah segar di sudut bibirnya sambil berkata."Sudah aku bilang, kalau aku tidak akan pulang dengan tangan kosong!."
__ADS_1
Raja singa memicikkan matanya, dia menatap dengan sorot mata tajam kemudian berkata."Kau benar-benar ingin mati!."
Raja singa melesat dengan sangat cepat dan mencakar Zao Ling dengan kuku-kuku tajam berbalut Chi berwarna biru.
"Argh!." Zao Ling terpental ke udara, tapi raja singa tidak menghentikan serangannya.
Raja singa melesat dengan cepat lalu mencabik-cabik tubuh Zao Ling di udarah, kemudian raja singa mengumpulkan energi Chi di depan mulutnya.
Energi Chi berwarna biru itu terkumpul dan membentuk sebuah bola besar, raja singa melepaskan bola Chi tersebut seperti laser dan menghantam Zao Ling.
Bangggg!!!
"Arrrrggghhh!!!."Suara teriakkan Zao Ling terdengar bersama ledakan energi chi yang sangat besar hingga menghancurkan langit-langit Gua.
Kepulan asap menutupi seluruh lorong Gua, Raja Singa perlahan mendarat di tanah dengan sempurna.
Matanya tertuju ke arah kepulan asap yang perlahan menghilang tersapu angin, meski tidak mengerahkan seluruh kemampuannya, tapi serangan itu seharusnya bisa menghancurkan tubuh Zao Ling yang hanya berada di tingkat Wood Spirit bintang 7.
Di dalam reruntuhan tampak Zao Ling terbaring lemah dengan tubuh penuh noda hitam, anggota tubuhnya tidak menunjukkan tanda-tanda akan melakukan pergerakan.
Raja singa bergumam."Sudah selesai?."
"Uhm." Zao Ling tiba-tiba mengeluarkan suara, lalu perlahan bangkit dan menyingkirkan reruntuhan yang menimpa tubuhnya.
Zao Ling berdiri dengan tubuh lemas lalu berkata."A-aku tidak akan pulang dengan tangan kosong."
Raja singa menyipitkan matanya dan berkata."Aku suka dengan tekatmu itu, sekarang. Aku tidak akan menahan diri lagi."
Setelah mengatakan hal itu, Raja Singa langsung meledakkan energi yang sangat besar dari dalam tubuhnya, energi chi berwarna biru terang membalut tubuh Raja Singa hingga membentuk Zirah full armor, sayapnya mengembang.
Kemudian Raja Singa mengumpulkan seluruh energi chi di depan mulutnya hingga membentuk sebuah bola Chi raksasa.
Zao Ling memejamkan matanya dan berkata."Tuan, bantu aku!."
"Tentu saja, kau tidak perlu khawatir!."Suara dari dalam diri Zao Ling menjawab.
Zao Ling membuka matanya, seketika bola mata coklatnya berubah warna menjadi kuning keemasan, dua pasang sayap muncul di balik punggungnya, tubuhnya memancarkan aura yang sangat dahsyat.
Raja singa terkejut, matanya melebar kemudian berkata."Aurah ini, aurah Spirit Emperor!."
Zao Ling mengangkat tangannya ke atas, lalu puluhan pedang berbalut Chi keemasan muncul dari kehampaan dan melayang di udara.
__ADS_1
Zao Ling menatap Raja Singa dengan sorot mata dingin lalu berkata."Tidak aku sangka bahwa setelah tau anak ini adalah reinkarnasiku, kau masih berani menyerangnya!."
Raja singa semakin melebarkan matanya, terlukis ketakutan di wajah raja singa.
Raja singa berkata."Tu-Tuan Yuan Li, tolong ampuni aku!."
Satu sudut bibir Zao Ling tertarik membentuk seringai jahat.
Zao Ling berkata."Sudah terlambat!."
Setelah mengatakan itu, Zao Ling menggerakkan tangannya ke arah raja singa sambil berkata."Heavenly spirit!."
Dengan cepat puluhan pedang berbalut energi chi keemasan yang melayang di udara melesat dan menghujam raja singa.
Bangggg!!!
Bangggg!!!
Bangggg!!!
...----------------...
Di bawa pohon persik Zao Ling terbangun, di lihatnya lautan yang luas dengan bintang-bintang yang bersinar terang di langit.
"Hei bocah kecil!."
Sambil mengerutkan keningnya Zao Ling berkata."Siapa itu?."
"Ini aku!."
Zao Ling berbalik dan menatap ke arah sumber suara, di sana sosok pria tampan dengan jubah keemasan duduk menyilang di atas batu sambil menatap cahaya rembulan.
Wajah pria itu terlihat sangat tenang dan damai.
Zao Ling berkata."Tuan, terimakasih sudah membantuku!."
"Humm." Pria itu menoleh sejenak ke arah Zao Ling setelah itu kembali menatap sang rembulan.
"Mulai hari ini, aku akan menjagamu hingga kau tumbuh menjadi pria yang kuat!."Ujar pria itu.
-
__ADS_1
-
-