
Provinsi Lou, kota Zuho.
Kota yang di kelilingi oleh hutan-hutan monster. Kota Zuho adalah salah satu kota terbesar di kekaisaran Ming, berbagai sumber daya tersedia di tempat tersebut.
Banyak orang yang datang dan pergi atau menjadikan kota tersebut sebagai persinggahan untuk sekedar merasakan betapa indahnya kota Zuho.
Bahkan empat kekuatan besar Kekaisaran berada di kota tersebut, yaitu sekte Giok. Clan Naran, keluarga Zu Hong dan keluarga Alkhemis Dao Raou.
Sekte Giok adalah kekuatan besar bagi kekaisaran, karena memiliki banyak sekali ahli Kultivator tingkat tinggi, terutama ketua sekte giok yang bernama Huang Zhong. Dia sangat di hormati karena berada di tingkat Spirit Emperor.
Clan Naran, adalah clan terbesar di kota Zuho, mereka memiliki pengaruh besar karena Patriark dari clan tersebut yaitu Hou Dong berada di tingkat Spirit Emperor, sehingga kedudukan mereka di kekaisaran sama besarnya dengan sekte Giok.
Kemudian keluarga bangsawan dao Raou, mereka terkenal dengan ahli kimia terhebat, atau biasa di sebut alkemis, selain itu Patriark dari keluarga Dao Raou adalah seorang Spirit Emperor yang bernama Li Yoshan.
Lalu yang terakhir adalah keluarga kerajaan Zu Hong, keluarga ini bertugas untuk menjaga kestabilan dan keamanan kota, mereka memegang kekuasaan tertinggi di kota Zuho.
-
-
Di pasar besar kota Zuho, terlihat seorang pria paruh baya dengan pakaian lusuh dan kumal sedang di hina oleh seorang pedagang karena mencuri buah-buahan.
"Dasar pengemis tua, pergi dari hadapanku atau aku akan memukulmu."Pedagang itu berkata dengan suara yang meninggi.
Pria paruh baya itu merangkak dan memunguti buah-buahan yang berserakan di tanah dan memakannya seperti orang gila, wajah pria paruh baya itu tampak tidak asing, meski wajahnya di penuhi kotoran hitam, tapi aurah kepimpinan masih terlihat jelas di wajahnya.
Tak jauh dari tempat tersebut, tampak Hao Dong dan Li Yoshan sedang memandangi pria paruh baya itu dengan wajah kasihan.
Kemudian mereka berjalan menghampiri pria paruh baya tersebut.
Semua orang yang melihat kedatangan mereka segera menundukkan kepala, Li Yoshan berjongkok dan membantu pria paruh baya itu memunguti buah-buahan yang berserakan di tanah.
Setelah selesai, Li Yoshan mengeluarkan sekantong emas dari cincin penyimpanan lalu memberikan kantong berisi emas itu kepada pria paruh baya tersebut.
Mata pria paruh baya itu membola, segera dia mengambil kantong tersebut dan berlari meninggalkan pasar.
Hao Dong dan Li Yoshan memandangi punggung pria paruh baya itu.
"Aku tidak menyangka Keluarga Ling akan jatuh sampai di titik serendah ini."Hao Dong terlihat sangat prihatin.
Li Yoshan menghela nafasnya lalu berkata."Semenjak kejadian 6 bulan yang lalu, keluarga Ling telah kehilangan pengaruhnya di kekaisaran. Sekte bulan tidak lagi di minati oleh para generasi muda, semua tanah dan perdagangan keluarga Ling di cabut oleh kaisar."
"Dunia memang sangat kejam, jika kau lemah, maka orang akan menindasmu, sebaliknya jika kau kuat, orang-orang akan membungkuk untuk menghormatimu."Ujar Hao Dong.
"Humm, sekarang. Harapan satu-satunya berada di tangan si kecil Zao Ling, jika dia gagal, maka keluarga Ling akan sepenuhnya hancur."Li Yoshan menghela nafas berat.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, mereka akhirnya melanjutkan perjalanan.
Di sisi lain, pria paruh baya berpakaian lusuh dan kumal yang tidak lain adalah Yan Ling sedang berlari memasuki lorong-lorong kecil.
Dia memeluk kantong berisi emas tersebut dengan erat sambil berkata."Emas ini milikku, aku tidak akan memberikan emas ini kepada kalian."
"Hahahaha."Suara tawa terdengar bersamaan dengan munculnya tiga pria berpakaian seperti seorang perampok.
Seringai jahat terlukis di wajah mereka, mereka adalah para Kultivator yang sangat suka merampok harta benda orang lain, terlebih jika orang itu tidak memiliki pengaruh di kekaisaran.
"Serang dia!."Ucap salah satu perampok yang tidak lain adalah pemimpin mereka.
Segera dua perampok itu langsung melesat dan menyerang Yan Ling.
Bag!
Bug!
Bag!
Yan Ling tersungkur di tanah dengan wajah lebam, mulutnya di penuhi debu-debu yang bertebaran di tanah. Katong emas yang ada di dalam pelukannya terhempas dan jatuh berserakan di tanah.
"Hahaha, bawa emas itu lalu pergi dari sini!."Kata pimpinan mereka.
Setelah mengambil kantong emas tersebut, para perompak itu pun pergi meninggalkan Yan Ling.
Yan Ling perlahan menutup matanya, dan setetes air keluar dari pelupuk matanya.
Dengan nada lemah Yan Ling berkata."Zao E'r, bagaimana kabarmu nak? apa kau hidup dengan baik?. Jika kau memiliki kehidupan yang baik di sana, baiknya jangan kembali nak."
Di tempat lain, samar-samar Zao Ling seperti mendengar seseorang menyebut namanya, Zao Ling terbangun lalu berkata."Ayah."
"Ada apa Zao Ling?."Tanya Yuan Li.
Zao Ling menghela nafasnya kemudian berkata."Aku seperti mendengar suara ayahku, suaranya terdengar sangat lemah."
"Apa kau merindukan ayahmu?."Tanya Yuan Li.
Zao Ling mengangguk, wajahnya terlihat murung, dia tidak bisa berhenti memikirkan nasib ayahnya dan keluarganya.
"Zao Ling, mungkin kau bisa saja pergi menemui ayahmu. Tapi, dengan kemampuanmu yang sekarang, itu hanya akan menambah penderitaan untuk keluargamu. Sebaiknya kau fokus saja untuk meningkatkan kekuatanmu dan mengembalikan Kehormatan serta harga diri ayahmu saat waktunya tiba."Ujar Yuan Li.
Zao Ling menggangguk lalu berkata."Terimakasih Guru."
Setelah beberapa saat, ratu siluman ular surgawi dan beberapa pelayan masuk ke dalam kamar Zao Ling.
__ADS_1
Ratu siluman ular memberi isyarat kepada para pelayan untuk keluar, para pelayan menggangguk lalu keluar dari ruangan tersebut.
Ratu siluman ular menatap Zao Ling kemudian berkata."Namaku Jia Li, kau bisa memanggilku dengan sebutan Jia."
"Cih."Zao Ling membuang muka.
"Aku ke sini hanya untuk memberitahumu, bahwa aku ingin kau menjadi suamiku bukan karena aku menyukaimu, tapi karena bakatmu. Pernikahan kita nanti hanyalah sebuah formalitas, inti dari semua adalah karena kita hanya saling menguntungkan."Tutur Jia Li menjelaskan.
Zao Ling yang mendengar hal itu mengepalkan tangannya, wajahnya terlihat sangat marah. Meskipun dia tidak mencintai Jia Li, tapi sebagai seorang pria yang terhormat, Zao Ling tidak pernah ada niat untuk mempermainkan sebuah ikatan pernikahan.
Setelah Zao Ling mengatakan bahwa dia setuju dengan persyaratan Jia Li, sejak hari itu pula Zao Ling telah mengorbankan masa depannya dengan berfikir untuk hidup selamanya bersama Jia Li dan memperlakukan dia layaknya seorang istri.
Tapi wanita di hadapannya ini tampaknya benar-benar tidak memiliki perasaan, melakukan ikatan pernikahan hanya untuk sebuah kepentingan pribadi.
"Maaf, tapi aku tidak seperti dirimu. Kau mungkin tidak memiliki perasaan, tapi aku berbeda, pernikahan hanya sekali dan akan berlangsung untuk selamanya."Ucap Zao Ling, tidak ada keraguan apapun di wajahnya.
"Kau-."Jia Li tidak bisa berkata-kata lagi, dia tidak menyangka bahwa Zao Ling akan mengatakan hal seperti itu.
Seringai kecil terlukis di wajah Zao Ling, tampaknya dia telah menemukan kelemahan dari Jia Li yang terkenal dingin itu.
"Sebaiknya kau segera membawa tujuh sisik ular surgawi itu kepadaku dan juga."Zao Ling menatap Jia Li kemudian melanjutkan."Persiapkan dirimu untuk melayaniku dengan baik."
Jia Li terkejut, matanya membola, dia menelan salivadnya dengan kuat.
Pikirannya traveling ke mana-mana mendengar Zao Ling mengucapkan kata melayani dengan baik.
Meskipun Jia Li seorang ratu siluman ular surgawi, tapi dia juga seorang wanita, terlebih dia tidak pernah berhubungan dengan pria manapun, tentu saja ucapan Zao Ling membuat dia bergidik ngeri.
"Ada apa?. Apa kau ingin melayaniku sekarang?."Zao Ling tersenyum penuh kemenangan.
Jia Li terkejut, dengan cepat dia berlari keluar dari ruangan tersebut seperti orang ketakutan.
setelah kepergian Jia Li, Zao Ling seketika tertawa terbahak-bahak, perutnya sampai sakit membayangkan ekspresi ketakutan Jia Li.
"Tidak aku sangka, ratu siluman ular surgawi yang terkenal dingin dan kejam ternyata bisa takut juga."Ucap Zao Ling sambil terkekeh.
"Meskipun dia seorang ratu, tapi dia juga seorang wanita. Kau seharusnya tidak menakut-nakutinya."Ujar Yuan Li.
Setelah mengatakan itu Zao Ling dan Yuan Li tertawa terbahak-bahak.
-
-
-
__ADS_1