
"Sekarang aku akan mengajarkanmu jurus yang ketiga, jurus ini aku sebut sebagai pedang roh. Tapi, sebelum itu, sebaiknya kita cari pedang yang tepat untukmu.."Ujar Fangyin sembari termenung memikirkan kira-kira pedang apa yang akan cocok untuk Zao Ling.
Zao Ling membungkukkan badannya sembari menyatukan kepalan dan telapak tangannya di depan dada lalu berkata."Pedang apapun yang guru pilihkan pasti akan aku gunakan. Tapi, untuk saat ini aku akan menggunakan pedang dari keluargaku."
Fangyin berkata."Pedang keluargamu?.Humm, coba aku lihat!."
Zao Ling mengiyakan kemudian menarik pedang yang melekat di punggungnya lalu menyerahkan pedang tersebut kepada Fangyin.
Zao Ling berkata."Pedang ini adalah milik keluargaku, ayahku memberikan pedang itu di hari ulang tahunku yang ke 15 tahun."
Fangyin menghela nafas setelah itu berkata."Pedang ini memiliki kualitas material yang sangat buruk, jika melatih jurus pedang roh dengan pedang ini. Aku ragu pedang ini tidak akan bisa menahan kekuatan roh."
"Dari bentuk dan ketahanannya, bisa di pastikan bahwa pedang ini di buat oleh penempa tingkat 2."Ujar Fangyin menjelaskan.
Zao Ling mengerutkan keningnya, dengan wajah heran Fangyin berkata."Guru, apa penempa memiliki tingkatan juga?."
Fangyin tercengang, dia menghela nafas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Fangyin berkata."Kau benar-benar tidak tau apa-apa soal Kultivator."
Fangyin pun menjelaskan bahwa di dunia ini seorang kultivator terbagi menjadi tiga, yaitu..
-Spirit Cultivator
-Forging Cultivator
-Doctor Cultivator
Spirit Cultivator adalah para pendekar yang berkultivasi untuk meningkatkan energi Chi dengan tujuan mencapai keabadian atau imortal.
Forging Cultivator adalah orang-orang biasa yang berkultivasi untuk meningkatkan keahlian mereka dalam penempa sebuah senjata, tingkatan mereka adalah Bintang 1'2'3'4'5.
Doktor Cultivator atau biasa di sebut sebagai Alkhemis, mereka adalah orang-orang yang berkultivasi untuk meningkatkan keahlian dalam memurnikan sebuah tanaman herbal, tingkatan mereka adalah 1'2'3'4'5.
Fangyin menatap Zao Ling yang terlihat bingung dengan penjelasannya, karena tidak ingin berlama-lama menjelaskan, Fangyin pun menyentuh kepala Zao Ling.
Seketika Zao Ling membulatkan matanya, lalu Zao Ling berkata."Guru ini?."
Fangyin menggangguk dan berkata."Benar, aku baru saja memberikan seluruh ilmu pengetahuanku kepadamu."
Zao Ying menatap nanap manik mata Fangyin, mata remaja itu berkaca-kaca, jika ada orang yang menindasnya atau menyebutnya sampah maka Zao Ling sudah sangat kebal, namun jika ada orang yang berbaik hati kepadanya, Zao Ling tidak bisa menahan air matanya.
__ADS_1
Zao Ling berkata lirih."Guru, kenapa guru begitu baik kepadaku?."
Zao Ling meneteskan air matanya.
Fangyin menghela nafas lalu menatap langit-langit Gua sambil berkata."Entah kenapa aku merasa kau sangat mirip dengannya. Tekat yang kuat, tujuan yang mulia. Kau mengingatku dengan dirinya, mungkin ini adalah jalan untuk menembus kesalahanku."
Zao Ling mengerutkan keningnya lalu berkata."Dia siapa Guru?."
Fangyin berkata."Teman lama, Ahhh sudahlah. Jangan membahasnya lagi, sekarang karena kau sudah memiliki pengetahuanku jadi kau tidak memerlukan petunjuk dariku lagi."
Fangyin mengeluarkan dua cincin dari balik bajunya lalu memberikannya kepada Zao Ling lalu berkata."Kau tau kegunaan dari cincin ini bukan?."
Zao Ling menggangguk kemudian berkata."Cincin penyimpanan dan cincin roh."
Fangyin berkata."Aku sudah mengisi semua sumber daya yang ada di hutan Empire ke dalam cincin penyimpanan jadi kau tidak perlu khawatir jika ingin berkultivasi, selain itu aku juga menyimpan sesuatu di dalam cincin roh, pergunakan cincin itu dengan bijak."
Zao Ling menggangguk dan berkata."Baik Guru."
"Hum. Sekarang pergilah, aku akan tidur."Ucap Fangyin.
Zao Ling membungkukkan badannya memberi penghormatan kepada Fangyin setelah itu keluar dari dalam Gua.
Fangyin meloncat lalu berdiri di atas tebing, pandangannya menyapu seluruh hutan.
setelah mengatakan itu Zao Ling segera melesat melewati pepohonan.
Hawa dingin berserta badai salju cukup membuat Zao Ling kesulitan untuk melihat atau pun bergerak dengan leluasa, seluruh daratan di penuhi oleh lantai es yang bisa sewaktu-waktu pecah dan menenggelamkan Zao Ling di dalam air dengan suhu yang sangat dingin.
Sambil berjalan, Zao Ling mengelilingkan bola matanya, mencari Gua yang akan menjadi tujuannya.
Dari tengah-tengah hujan salju, Zao Ling melihat sebuah Gua yang berada di kaki bukit, Gua tersebut hampir tak terlihat karena tertutup lapisan salju yang tebal.
Zao Ling berkata."Di sana kau rupanya!."
Zao Ling berjalan menuju Gua tersebut, setelah melewati daratan penuh salju, Zao Ling akhirnya tiba di depan mulut Gua.
Zao Ling mendorong telapak tangannya ke depan, lalu sebuah gelombang energi keemasan melesat menelusuri lorong-lorong Gua.
Zao Ling memejamkan matanya, sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman tipis.
Zao Ling berkata."Energi yang sangat kuat, tidak salah lagi. Pasti ini tempatnya."
__ADS_1
Zao Ling membuka telapak tangannya, kemudian sebuah Chi keluar dari telapak tangannya seperti sebuah kobaran api berwarna keemasan.
Zao Ling tersenyum lalu berkata."Berkat pengetahuan dari Guru aku akhirnya bisa mengendalikan Chi dengn sangat baik."
Setelah mengatakan itu, Zao Ling mulai melangkah masuk ke dalam Gua dengan Chi keemasan sebagai penerang jalan.
Suara gemericik air yang jatuh dari langit-langit Gua beserta pekikkan dari sang kelelawar malam memenuhi lorong Gua.
Semakin dalam Zao Ling masuk ke dalam Gua makin kuat pula aurah yang Zao Ling rasakan.
Hingga akhirnya Zao Ling sampai pada inti jantung Gua,manik mata coklat Zao Ling berbinar-binar melihat puluhan kristal dengan berbagai macam jenis warna terpampang jelas di hadapannya.
Zao Ling berkata."I-ini kristal level 3, dengan ini aku bisa membuat pedang yang sangat kuat."
Zao Ling melangkah mendekati pukulan kristal tersebut, namun Zao Ling tiba-tiba menghentikan langkahnya, Zao Ling merasakan aurah lain yang jauh lebih kuat dari aurah kristal.
Zao Ling bergumam."Ini bukan aurah kristal, tapi sesuatu yang berbeda."
"Humm, aurah ini. Jadi kau akhirnya datang menemuiku!."Suara besar dan berat terdengar.
Zao Ling mundur beberapa langkah ke belakang sambil memasang sikap waspada.
Zao Ling mengelilingkan bola matanya sambil berkata."Aku tidak punya niat buruk, aku hanya datang untuk mengambil kristal yang akan aku jadikan pedang."
Suara besar itu berkata."Ohh, hanya seorang anak kecil dengan Rank Wood Spirit bintang 7."
Zao Ling tercengang karena sosok itu bisa langsung menebak tingkat Kultivatornya.
Zao Ling berkata dalam hati."Dia bisa menebak tingkat Kultivatorku? dari pengetahuan yang guru berikan kepadaku, seorang yang bisa mengetahui tingkat Kultivator hanya dengan merasakan aurahnya seharusnya berada di tingkat Spirit Master atau di atasnya."
"Itu artinya, aku tidak boleh sampai memprovokasinya."
Zao Ling membungkukkan badannya sambil menyatukan kepalan tangan dan telapak tangannya di depan dada, setelah itu Zao Ling berkata."Maaf Tuan, jika kedatanganku ini mengganggu istirahatmu, kalau begitu aku akan mengambil kristal yang aku perlukan setelah itu aku akan pergi dari sini!."
Suara besar dan berat itu seketika tekekeh."Hahahahahah. Tidak aku sangka kau berengkarnasi di tubuh bocah ini."
Bola mata Zao Ling seketika melebar melihat sosok yang keluar dari kegelapan, tubuh dengan bobot dua kali lebih besar dari tubuh manusia, ekor panjang yang ditumbuhi sejumput bulu di ujungnya, empat kaki besar dengan cakar mengkilat, tengkuknya di penuhi bulu-bulu lebat berwarna hitam, bola matanya berwarna kuning keemasan, mulutnya di penuhi oleh gigi-gigi yang kuat, dan jangan lupa, hewan ini memiliki sepasang sayap.
Zao Ling menelan salivadnya dengan kuat lalu berkata."Ra-raja Singa."
-
__ADS_1
-
-