SANG KULTIVATOR BULAN

SANG KULTIVATOR BULAN
Ep. 4. HUTAN EMPIRE


__ADS_3

Sayup-sayup suara burung terdengar di pagi itu, sinar mentari mulai bersinar dari ufuk timur, memberi cahaya bagi seluruh mahluk hidup.


Di dalam Gua, Zao Ling perlahan membuka matanya, dia duduk sambil mengendarkan pandangannya ke sekeliling.


Zao Ling berkata."Sudah pagi."


Zao Ling mencari-cari keberadaan Fangyin yang menemani dirinya malam itu, tapi sepertinya pria tua bertongkat itu telah pergi meninggalkannya seorang diri.


Tidak ingin berlama-lama, Zao Ling segera bangkit dan melanjutkan perjalanannya.


pohon-pohon besar dan tinggi serta suara-suara aneh yang menggema di dalam hutan mengiringi perjalanan Zao Ling.


bukit-bukit yang tertutup oleh awan putih menjadi pemandangan indah di mata Zao Ling, ini adalah kali pertama baginya bisa melihat pemandangan seindah itu.


Udarah segar serta hembus angin yang menerpa dedaunan membuat Zao Ling bernafas sambil memejamkan matanya, sangat menyejukkan.


Langkah Zao Ling terhenti di depan sebuah bukit yang di dominasi oleh bebatuan besar serta pohon-pohon berukuran sedang.


Dari tempat Zao Ling berdiri, dia dapat melihat bukit yang tingginya hingga menembus lapisan awan, bahkan tak terlihat ujungnya.


Tidak ingin banyak berfikir, Zao Ling segera memanjat bukit tersebut layaknya sebuah tebing, dia menjadikan sela-sela bebatuan sebagai tempat berpegang dan berpijak sambil bergerak sedikit demi sedikit ke atas.


Semakin tinggi tempat Zao Ling berada hembusan angin juga semakin keras menerpa tubuhnya hingga membuat Zao Ling berkali-kali hampir kehilangan keseimbangannya, jantung Zao Ling berdebar-debar, dia sebenarnya takut dengan ketinggian, tapi mau bagaimana lagi, sudah sampai sejauh ini tidak ada alasan untuk berhenti.


Sampai akhirnya Zao Ling bisa bernafas lega setelah mendapatkan permukaan rata, Zao terbaring lelah sambil memejamkan matanya, merasakan hembusan angin yang menyentuh kulitnya.


Zao Ling perlahan membuka matanya, seketika matanya melebar melihat sebuah daratan luas yang mengambang di udara, dan bukan hanya satu tapi puluhan.


Zao Ling perlahan melihat ke bawah, dan seperti dugaannya, sebuah awan putih tebal membatasi penglihatan.


Zao menelan salivadnya dengan kuat lalu berkata."Jadi ini hutan Empire?."


Tidak pernah Zao Ling bayangkan bisa melihat hal menakjubkan seperti saat ini, jantungnya berdebar-debar karena tidak percaya bahwa ada tempat seperti ini di dunia.


"Ternyata tekatmu itu bukan omong kosong."


Suara berat dan serak terdengar di telinga Zao Ling, dia merasa familiar dengan suara tersebut.

__ADS_1


Lalu Zao Ling berbalik ke arah suara itu berasal, seperti dugaannya, Fangyin sedang duduk bersila di atas batu dengan tatapan tertuju kepadanya.


Kedua sudut bibir Zao Ling tertarik membentuk senyuman, kemudian Zao Ling berkata."Tuan Fangyin, anda di sini?."


Fangyin menggangguk lalu berkata."Tentu saja, disini adalah rumahku!."


Zao Ling mengeriyit, dia berkata dengan heran."Jadi hutan Empire adalah rumah Tuan?."


Fangyin mendengus sambil menggelengkan kepalanya, kemudian dia bangkit dan menunjuk ke arah sebuah daratan luas yang mengambang di udara, daratan itu di penuhi oleh pepohonan layaknya sebuah hutan.


Sambil menunjuk Fangyin berkata."Itu adalah hutan Empire."


Zao Ling terkejut, satu-satunya pertanyaan yang terlintas di benaknya adalah. 'Bagaimana caranya aku bisa ke sana?'


Jarak antara bukit tempat Zao Ling berdiri saat ini sangat jauh dengan hutan Empire, satu-satunya cara untuk bisa ke sana pastinya dengan terbang, dan itu artinya, Zao Ling memiliki 0% kemungkinan untuk bisa sampai ke hutan tersebut, tentu saja, Zao Ling kan tidak bisa terbang.


Fangyin menatap Zao Ling kemudian berkata."Ada apa?."


Zao Ling menghela nafas kasar lalu berkata."Aku tidak akan pernah bisa ke sana!."


Fangyin terkekeh."Hahahah."


Fangyin semakin tertawa, pria tua itu bahkan mengeluarkan air mata.


Dalam tawanya Fangyin berkata."Kemana perginya tekatmu itu ha?."


Zao Ling mengepalkan tangannya, urat-urat lehernya mengencang, rahangnya mengeras, Zao Ling paling tidak suka di remehkan.


Zao Ling menatap tajam ke arah hutan Empire sambil berkata."Aku tidak akan menyerah!."


Detik berikutnya Zao Ling melompat dan terjun bebas di udarah.


"Arrrrggghhh.. Tolong!!."


Fangyin terkejut, matanya melebar melihat Zao Ling terjatuh dari bukit, dengan cepat Fangyin melompat menyusul Zao Ling.


beberapa menit kemudian, Fangyin dan Zao Ling kembali naik ke atas dengan posisi Zao Ling yang bergantung di kedua kaki Fangyin.

__ADS_1


Dalam posisi bergantung Zao Ling menatap Fangyin dengan perasaan kagum sambil berkata."Tuan Fangyin, ternyata anda bisa terbang."


Fangyin menggelengkan kepalanya, pria tua itu merasa kasian terhadap Zao Ling yang tidak tau apa-apa soal Kultivator, tentu saja, seorang yang sudah mencapai tahap tertentu dalam Kultivator pasti bisa terbang dengan mudah.


Fangyin pun bergerak menuju hutan Empire dengan sangat cepat, tubuhnya bahkan mengeluarkan energi berwarna hijau terang.


Zao Ling mengeratkan genggamannya pada kedua kaki Fangyin sambil berkata."Chi yang sangat hebat tuan Fangyin."


Tidak butuh waktu lama, Fangyin dan Zao Ling sudah tiba di hutan Empire, Fangyin menurunkan Zao Ling di atas tebing yang sangat tinggi.


Dari atas tebing itu, Zao Ling dapat melihat seluruh hutan Empire tanpa terkecuali.


Hutan Empire tampak seperti hutan biasa pada umumnya, namun iklimnya sangat aneh, di mana bagian paling tengah hutan memiliki iklim tropis sementara di bagian selatan beriklim kutub dengan banyaknya gunung-gunung es, lalu di bagian selatan beriklim Junghuhn di mana dataranya sangat tinggi dan banyak di tumbuhi bunga-bunga indah serta tanaman herbal lainnya, kemudian di bagian utara iklimnya cenderung panas bahkan membuat pepohonan layu karena terus terpapar sinar matahari, aurah yang di pancarkan oleh hutan tersebut juga sangat kuat.


Fangyin tersenyum sambil berkata."Selamat datang di hutan Empire."


Zao Ling merasa sangat terharu bisa datang ke tempat itu, setelah melewati perjalanan panjang yang sangat melelahkan, akhirnya Zao Ling sampai di tujuannya.


Zao Ling meneteskan air, dia menundukkan kepalanya sambil berkata."Akhirnya!."


Fangyin pun menjelaskan tentang hutan Empire, hutan Empire adalah hutan yang selalu di incar oleh para Kultivator hebat, karena memiliki sumber daya yang melimpah, semua yang di butuhkan oleh Kultivator ada di hutan Empire, tapi tidak banyak di antara mereka yang bisa sampai ke hutan Empire, itu karena selain memiliki sumber daya yang melimpah, hutan Empire juga sangat berbahaya.


Hampir seluruh hutan di huni oleh mahluk-mahluk mitologi, seperti naga, dinosaurus, ular, singa, harimau, bahkan hewan-hewan iblis.


Dan hewan-hewan itu bukanlah hewan biasa, mereka adalah bentuk perwujudan dari siluman dan iblis, bahkan beberapa di antara mereka memiliki kecerdasan hampir menyerupai manusia pada umumnya, mereka adalah hewan-hewan pertapa yang telah mencapai level tertentu dalam tahap Kultivator.


Fangyin menjelaskan bahwa para hewan pertapa memiliki sumber kehidupan yang di sebut inti jiwa, bentuknya menyerupai mutiara sebesar kepalan tangan dengan warna beragam, inti jiwa tersebut berguna untuk meningkatkan level seorang kultivator atau membuat ramuan yang biasa di sebut pil.


Selain itu para Kultivator juga biasa berteman dengan para hewan pertapa jika memiliki kecocokan, peteman mereka di tandai dengan sebuah perjanjian.


Selain hewan-hewan pertapa, hutan Empire juga memiliki tumbuh-tubuhan herbal yang bisa di gunakan untuk meracik sebuah ramuan atau pil.


Tidak hanya itu, hutan Empire juga memiliki puluhan kristal dengan berbagai tingkat level, kristal tersebut berguna untuk membuat pedang atau baju pelindung.


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2