SANG KULTIVATOR BULAN

SANG KULTIVATOR BULAN
Ep. 3 PERJANJIAN


__ADS_3

Zao Ling yang menggunakan jubah hitam tanpa kerudung serta pedang hitam yang melingkar di punggungnya berjalan menaiki satu persatu anak tangga hingga dia sampai di halaman luas sekte Giok.


Di hadapan Zao Ling berdiri para murid, tetua dan pemilik sekte Giok.


Para murid menatap ke arah Zao Ling lalu berkat."Hei sampah, apa yang kau lakukan di sini?


Para tetua memandang remeh Zao Ling, mereka mengira mungkin Zao Ling sudah bosan dengan hidupnya hingga dia berani datang ke sekte Giok.


Mei Yin berjalan mendekati Zao Ling lalu berkata."Sedang apa kau di sini? ingin menjadi murid sekte Giok, maaf kami tidak menerima sampah sepertimu?."


Zao Ling berkata."Kenapa kau lakukan itu? kenapa kau mempermalukan ayahku?. Aku dan dirimu tidak pernah ada dendam!."


Mei Yin terkekeh lalu berkata."Apa kau masih belum mengerti? Ayahmu, kau dan sekte bulanmu itu tidak akan pernah sejajar denganku, Kalian pantas di perlakukan seperti itu."


Zao Ling menatap dengan wajah dingin kemudian berkata."Setinggi apa derajatmu itu nona Yin?."


Mei Yin berkata."Kau bisa lihat sendiri, aku adalah seorang bangsawan dan juga murid terbaik dari sekte Giok, di masa depan aku akan menjadi penerus sekte Giok, lalu kau, kau hanyalah sampah bahkan ayahmu itu harus menundukkan kepalanya jika ingin berbicara kepadaku!."


Zao Ling meremas jemarinya dengan kuat rahangnya mengeras, kemudian perlahan dia kembali tenang, setelah itu berkata."Status, kultivasi dan penerus sekte, aku akan membuat mimpi hancur."


Kemudian Zao Ling mengedarkan pandangannya ke seluruh orang yang ada di tempat itu lalu berkata."Dua tahun ke depan aku akan datang untuk menantang murid sekte Giok yaitu Mei Yin bertarung."


Semua orang terkejut, para tetua tersenyum remeh bahkan wajah Huang Zhong sampai memerah karena menahan tawa.


Salah satu tetua berkata."Zao Ling, hentikan omong kosongmu itu! kau membuat perutku sakit."


Tetua lainnya berkata."Meski kau menghabiskan sepuluh tahun, kau tetap bukan tandingan Mei Yin."


Huang Zhong buka suara."Zao Ling, sebagai seorang pria kau cukup berani datang ke sini, tapi kau harus tau bahwa pria tidak berbicara dengan kata-kata tapi tindakan."


Zao Ling tersenyum lalu mengeluarkan sebuah kertas yang bertuliskan..Tiga tahun mendatang Zao Ling putra Yan Ling dan Mei Yin putri Jing Yin akan bertarung di sekte Giok.

__ADS_1


Yang kalah akan menjadi budak yang menang untuk selamanya dan begitu juga sebaliknya.


Pertarungan ini bertujuan untuk mengembalikan Kehormatan serta harga diri keluarga Ling.


Zao Ling menggigit ibu jarinya hingga berdarah lalu memberikan stempel darah pada kertas berisi perjanjian tersebut.


Zao Ling memberikan kertas tersebut kepada Mei Yin lalu berkata."Berikan stempel darah di sini agar kau ataupun aku selalu mengingat hari ini!."


Mei Yin tersenyum kemudian meraih kertas perjanjian itu dan berniat untuk merobeknya, tapi Huang Zhong tiba-tiba berkata."Mei Yin, untuk menjadi penerus sekte kau harus mulai dari yang terkecil, yaitu menyingkirkan semut seperti dirinya."


Mei Yin menggangguk lalu menatap Zao Ling dan berkata."Baiklah, aku terima tantanganmu."


Kemudian Mei Yin memberikan stempel darah pada kertas berisi perjanjian itu lalu memberikan kertas tersebut kepada Zao Ling.


Mei Yin berkata."Aku harap kau tidak melarikan diri karena takut!."


Zao Ling tersenyum sinis kemudian berbalik meninggalkan halaman sekte Giok.


Setelah meninggalkan sekte Giok, Zao Ling langsung bergerak menuju hutan Empire, hutan yang katanya dapat meningkatkan level seorang kultivator dengan cepat, meski Zao Ling tidak tau seperti apa tempat itu, tapi Zao Ling telah bertekad untuk menjadi lebih kuat dan mengembalikan Kehormatan keluarga serta harga diri ayahnya.


Di perjalanan, Zao Ling sempet berfikir untuk berhenti karena merasa tubuhnya sudah tidak kuat menempuh perjalanan, tapi Zao Ling kembali teringat dengan kata-kata ayahnya, bahwa sebelum dia mengembalikan Kehormatan serta harga diri ayahnya, maka Zao Ling bukan anak Yan Ling.


Rahang Zao Ling mengeras bersama amarah yang meluap-luap setiap kali dia mengingat bagaimana ayahnya di permalukan, bagaimana ayahnya bersujud menyentuh kaki Jing Yin dan Mei Yin.


Tekat Zao Ling sudah bulat, meskipun Zao Ling mati dalam perjalanan, Zao Ling tidak akan menyesal.


Dari kerasnya badai serta suara gemericik hujan yang menyeruak menerpa dedaunan dan tanah, Zao Ling menatap sebuah cahaya dari dalam Gua.


Cahaya itu tampaknya berasal dari kayu-kayu mati yang terbakar oleh kobaran api hingga memberikan penerangan pada Gua gelap dan dingin itu.


Karena merasa badai hujan tak kunjung berhenti di tambah seluruh pakaiannya juga telah basah, Zao Ling memutuskan untuk masuk ke dalam Gua tersebut.

__ADS_1


Sambil melangkah memasuki mulut Gua, Zao Ling berkata."Permisi Tuan, aku tidak sengaja melewati tempat ini lalu melihat ada cahaya, jadi aku berfikir untuk beristirahat sejenak sambil menghangatkan diri."


Pria tua bertongkat dengan baju lesuh berbalik menatap Zao Ling.


Pria tua itu berkata."Sedang apa kau di tempat seperti ini?."


Zao Ling berjalan mendekati pria tua itu lalu membungkukkan sedikit badannya sambil berkata."Namaku Zao Ling tuan, aku berasal dari kota Hua, aku ke sini untuk mencari hutan Empire."


Pria tua itu sedikit terkejut melihat sikap sopan yang di tunjukkan oleh Zao Ling, di dunia yang luas ini, sangat jarang melihat anak muda yang memiliki sopan santun, terlebih jika mereka telah mencapai level tinggi, maka mereka tidak akan menganggap orang lain penting.


Pria tua itu berkata."namaku Fengying, aku tidak memiliki tempat tinggal, aku adalah seorang pengembara."


Zao Ling berkata."Salam Tuan Fangyin, senang bertemu dengan anda, bisakah aku duduk di dekat api unggun untuk menghangatkan diri?."


Fangyin menggangguk lalu berkata."Tentu saja, kau tidak perlu meminta izinku!."


Zao Ling menggangguk lalu berjalan mendekati api anggun kemudian duduk sambil mendekatkan kedua telapak tangannya ke api.


Fangyin menatap Zao Ling kemudian berkata."Kenapa kau ingin pergi ke hutan Empire?."


Zao Ling menjawab."Dari yang aku dengar, hutan Empire dapat meningkatkan level seorang kultivator dengan cepat, karena itu aku ingin pergi ke sana dan berlatih."


Fangyin berkata."Dengan kemampuanmu itu, kau akan mati sebelum mencapai hutan Empire."


Zao Ling menghangatkan tubuhnya ke api sambil berkata."Tidak masalah tuan, meski harus mati aku akan tetap pergi ke hutan itu."


Fangyin menggangguk sambil berkata."Humm, tekat yang kuat."


Kemudian mereka terdiam tanpa suara sambil menikmati kehangatan yang di pancarkan oleh api unggun tersebut.


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2