
Waktu berlalu begitu cepat, terlihat Ibu Maya sudah berada di rumah David.
Tok.. Tok.. Tok..
Suara ketukan pintu terdengar, dengan sesekali suara lirih memanggil nama David terdengar di luar kamar.
Beberapa saat kemudian, David keluar dari rumah. Ketika pintu sudah terbuka, David sangat terkejut melihat kedatangan Ibu Maya.
''Mama!'' panggil David dengan lirih. Lalu, ia melanjutkan, ''Ngapain Mama kesini?''
''David, Mama mohon dengan kamu. Tolong kamu jangan tinggalkan Maya, Maya sangat mencintai kamu, jadi Mama mohon dengan kamu tolong maafkan Maya,'' jawab Ibu Maya.
David terdiam sesaat, tak berselang lama Veronica datang ke rumah David, namun langkahnya terhenti melihat Ibu Maya berada di rumah David.
''Ngapain Ibu Maya datang ke sini?'' ucap Veronica dengan bersembunyi di balik gerbang dengan memantau Ibu Maya dan David dari kejauhan.
Tak berselang lama, Ibu Maya pergi dari rumah David dengan air mata yang terus meneteskan air mata. Ketika Ibu Maya berada di dekat gerbang, Veronica bergegas menjauhi gerbang dan bergegas bersembunyi di balik pohon.
''Maya, maafkan Mama. Mama tidak bisa membawa David pulang,'' ucap Ibu Maya dengan sedih.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ibu Maya, Veronica bingung. Ia bertanya tanya dengan apa yang terjadi dengan David dan Maya. Setelah kepergian Ibu Maya dari rumah David, Veronica bergegas keluar dari persembunyiannya.
Dia berlari dengan terburu-buru menghampiri rumah David.
****************
''Apa?! Kamu meninggalkan Maya, hanya karena Maya mengatakan kalau dia bingung dengan perasaannya? Astaga.. Kenapa kamu bisa melakukan hal ini? '' ucap Veronica dengan kesal dan marah pada David.
''Sayang, kamu jangan salah paham dulu dengan aku, '' jawab David dengan berjalan mendekati Veronica yang berdiri dengan kemarahan. Dia memeluk Veronica dengan penuh kasih dan melanjutkan ''dengarkan aku. Aku melakukan ini demi kita. Contohnya tadi, kamu lihat Ibu Maya kan? Dia begitu sedih, meminta aku untuk kembali kepada Maya, karena apa ? Karena dia tahu Maya tidak bisa hidup tanpa aku.''
Mendengar apa yang dikatakan oleh David, Veronica hanya diam. Dia berpikir sejenak dengan apa yang dikatakan oleh David. Tiba-tiba raut mukanya berubah, senyum jahat terlihat di wajah Veronica yang berdiri di hadapan David.
''Iya kan? '' tanya David kepada Veronica dengan di barengi senyuman jahat di bibirnya.
__ADS_1
Veronica hanya diam dan terus tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh David.
****************
Di rumah Maya , dengan wajah lusuh Ibu Maya masuk ke dalam rumah. Beberapa saat kemudian, Maya keluar dari kamarnya dan menghampiri ibunya.
''Mama, David dimana? '' tanya Maya dengan mata kembali berkaca -kaca.
Ibu Maya hanya diam. Dia bangun dari duduknya dan memandang ke arah Maya dengan mata yang memerah menahan kesedihan di dalam hatinya.
''Kenapa mama hanya diam? Apa David tidak ingin bertemu dengan aku lagi? Jawab Mama!'' bentak Maya pada ibunya.
''Maya, beri waktu Mama untuk membawa David kembali, '' jawab Ibu Maya dengan sedih.
''Jadi.. Maksud Mama, Mas David tidak ingin bertemu dengan aku lagi, iya ?''
''Bukan seperti itu Maya, Mama hanya ingin kamu memberikan mama sedikit waktu, Mama janjikan dengan kamu, Mama akan membawa David kepada kamu, tapi mama mohon.. Tolong beri mama waktu,'' ucap Ibu Maya, namun Maya tidak mendengar apa yang dikatakan ibunya. Dia memilih untuk pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.
Ibu Maya mencoba menghentikan Maya, namun Maya tidak mendengar apa yang di katakan ibunya. Ia tetap memilih pergi dari rumah dengan hati yang kecewa dan sedih.
Ketika dia berada di atas jembatan, Maya jatuh terduduk dengan keadaan masih sedih , beberapa saat kemudian, sorang pria datang memayungi tubuh Maya sudah basah kuyup. Menyadari hal itu, Maya terdiam sesaat. Dia menghentikan tangisnya, dan melihat ke arah pria yang memberi keteduhan kepadanya.
Melihat wajah sang pria, Maya terdiam. Dia terpaku melihat pria itu, Maya terlihat tidak percaya dengan apa yang di lihat oleh matanya.
''Kenapa kamu tidak bangun dari duduk mu ?'' tanya pria itu yang masih menjadi misteri.
Mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu, perlahan Maya bangun dari duduknya. Dia dan berdiri di hadapan pria itu.
Saat dirinya berdiri di depan pria itu, rasa anh muncul dalam diri May. Dia merasa mengenal pria itu namun, wajahnya tidak di kenalinya.
Dia adalah Arga, laki laki tampan nan baik hati yang menolong Maya dengan memberi keteduhan.
''Aku seperti mengenal kamu, tapi wajah mu.. Wajahmu tidak aku kenali, '' ucap Maya di hadapan Arga.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan oleh wanita yang tidak di kenalnya itu, Arga hanya diam dengan pandangan terus melihat ke arah wanita yang berdiri menatapnya.
''Mungkin.. kamu salah tempat, karena dia yang sudah pergi tidak akan mungkin kembali lagi,'' jawab Arga dengan terus menatap Maya seolah mereka jatuh cinta pada pandang pertama.
Suasana seketika berubah romantis, Arga dan Maya saling memandang seperti seorang kekasih yang memadu kasih di bawah derasnya hujan dengan berteduh di bawah payung berdua.
Namun, suasana romantis itu tiba tiba berubah. Maya mendorong pria itu menjauhi dirinya karena dia mengingat, kalau dia hanya mencintai David bukanya pria lain selin dirinya.
''Kenapa dengan aku? Kenapa aku bisa melakukan hal itu? Aku harus pergi, aku tidak bisa lama lama dengan kamu!.'' Tegas Maya kepada Arga, dia bergegas berlari meninggalkan Arga.
Arga yang melihat hal itu, dia hanya diam dengan memandang wanita yang di temuinya tersebut.
Melihat kepergian Maya, mata Arga berkaca- kaca.
...****************...
Tak berselang lama, Maya sampai di rumah David.
Dia mengetuk pintu dengan sesekali memanggil nama David. Namun, tidak ada yang membuka pintu ataupun merespon dirinya.
''Mas David, buka pintunya Mas!.''
''BUKA!!!''
Maya tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa menyesali atas apa yang sudah dilakukannya.Dia duduk bersandar di pintu yang saat itu tertutup rapat. Tubuhnya menggigil kedinginan, namun dia tidak mempedulikan hal itu yang dia pedulikan hanya bertemu dengan David.
Disisi lain, terlihat David tengah bercanda ria dan menari berdua di rumah Veronica, tidak hanya Veronica dan David orang tua dari kedua belah pihak juga turut hadir dan sangat bahagia dengan semua itu.
Mereka seakan sudah tahu hubungan David dan Veronica dari awal baik baik saja. Tidak hanya itu, mereka juga tahu kalau David dan Veronica merencanakan penghianatan itu untuk menguasai harta Maya.
Setelah beberapa saat berdansa romantis berdua, salah satu wanita paruh baya mendekati mereka berdua. Dia memegang kedua lengan Veronica dan David dengan penuh kasih sayang.
''Veronica, David, Mama mohon kamu kuatkan hubungan kalian, walaupun ada jarak di antara kalian, Mama mohon tolong jangan sampai kalian berpisah.'' Ucap wanita itu yanga tidak lain adalah ibu dari David.
__ADS_1
''Iya Mama,'' jawab David lalu memeluk ibunya. Melihat hal itu suasana seketika berubah haru, namun keharuan itu berbanding terbalik dengan keadaan Maya di rumah David.
Bersambung.....