
''PERGI KAMU!!!'' bentak Maya kepada David dengan mendorong David keluar dari rumahnya.
''Maya, aku mohon dengarkan aku, '' ujar David dengan melipat kedua tangannya di hadapan Maya.
Melihat hal itu, Maya hanya diam. Dia terlihat sangat marah kerena terbongkarnya sifat David yang sesungguhnya. Saat itu, tanpa banyak berkata sedikitpun dan pandangan mata yang penuh dengan amarah, Maya melepaskan cincin yang melingkar di jari manisnya.
Melihat hal itu, David terdiam dengan mulut ternganga, matanya terbuka lebar dia tidak percaya kalau Maya akan melakukan hal ini.
Maya terus menatap tajam laki laki yang berdiri di hadapannya. Dia meraih tangan David dengan perlahan, tanpa banyak bicara dia memberikan cincin itu pada David. Ketika David sudah menerima cincin itu, dia melepaskan tangan David.
''Pergi dari kehidupan ku, jangan pernah kam kembali. Karena apa? Karena kehidupan ku hancur dengan mu,'' ujar Maya dengan tegas kepada David.
David yang mendengar hal itu dia hanya diam dengan mata berkaca-kaca.
''Kamu pergi sekarang!'' ucap Maya dengan serius.
''May..''
''PERGI!!!'' bentak Maya, namun tetap David tidak ingin pergi dia terus memohon kepada Maya agar Maya mau mendengarkan penjelasannya.
Maya yang sudah tidak ingin mendengar apa yang ingin dikatakan oleh David, dengan penuh emosi dia menghampiri David dan memegangi salah satu tangan David. Dia menarik David dengan penuh kemarahan dan membawa David masuk ke dalam mobilnya.
''Pergi kamu sekarang, dan jangan pernah kamu datang kesini lagi,'' ucap Maya dengan tegas.
Mau tak mau David pun pergi dari rumah Maya. Ketika kepergian David dari rumahnya, seketika Maya ambruk. Dia terlihat lemas tak kuat menopang dirinya, air matanya jatuh membasahi mata Maya. Dia jatuh bertekuk lutut dengan pandangan mata melihat ke arah langit dengan derai air mata.
''Kenapa? Kenapa harus seperti ini Tuhan? Aku terluka dengan semua ini,apakah ini karma ku? '' ucap Maya dengan air mata yang terus mengalir membasahi matanya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya, Maya hanya diam. Dia menghampiri Maya dan mencoba menenangkan Maya.
__ADS_1
''Maya, kamu jangan seperti ini. Mama mohon dengan kamu,tolong kuatkan diri kamu, '' ucap Ibu Maya.
Maya pun bangun dari duduknya dengan di bantu oleh ibunya. Maya yang sudah terbangun dari duduknya, dia bergegas memeluk ibunya dengan erat dan minta maaf kepada ibunya atas apa yan sudah terjadi selama ini.
''Ibu, maafkan Maya. Maaf kalau Maya selalu menyusahkan ibu, maafkan Maya, gara-gara Maya, kita hampir kehilangan semua harta kita.'' Maya berkata dengan memeluk erat ibunya.
''Tidak papa, Mama sangat bersyukur karena kamu sudah sadar dan menjauhi David. Mama sangat bersyukur dengan semua hal itu,'' jawab Ibu Maya dengan membalas pelukan Maya.
...****************...
Dalam mobi, David mengendarai mobil dengan mata berkaca-kaca dan sedih. Namun entah, kesedihan itu adalah kesedihan yang asli atau hanya kepura-puraan saja.
Namun, setelah Maya memutuskan untuk berpisah, David memang tidak mengemudi dengan benar. David terlihat sangat sedih dengan apa yang sudah terjadi, namun apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, maka tidak akan mungkin kembali menjadi nasi. Seperti itulah yang David alami saat ini, kejahatannya sudah terbongkar, kini tidak mungkin Maya bisa menerimanya lagi.
Penyesalan di rasakan oleh David, karena terbongkar rencana jahat yang sudah di susunnya.
...****************...
''Aku rindu dengan kamu, kenapa kamu meninggalkan aku ? Kenapa? '' ujar Arga dengan mata membasahi matanya.
Ia melanjutkan memeluk foto itu dengan air mata yang terus berderai membasahi pipinya.
Tiba-tiba seorang wanita paruh baya datang menghampiri Arga, dia membuka pintu kamar Arga perlahan dan berjalan menghampiri Arga dan memegangi salah satu bahu arga dengan mata berkaca-kaca.
''Ada apa? Kenapa kamu menangis lagi? Sudah cukup Arga, cukup kamu menangisi dia. Dia sudah pergi kamu harus menerimanya,'' ujar Ibu Arga dengan mata memerah menahan tangis.
Mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya, Arga duduk di samping Arga. Dia mengambil foto yang dipegang erat oleh Arga dan menaruhnya di atas meja yang tidak jauh dari tempat tidur Arga.
Ketika foto sudah terlepas, Ibu Arga menyeka air mata Arga dan memegang kedua lengan Arga dengan penuh kasih.
__ADS_1
''Arga, ibu mohon dengan kamu. Tolong, tolong kamu jangan menangis lagi, lupakan dia.. Buatlah lembaran baru di hidupmu, '' ujar Ibu Arga dengan sedih.
Arga hanya menghela nafas, dia menundukkan wajahnya dan berusaha menutupi kesedihannya dari hadapan sang ibu. Namun, kesedihan itu tidak bisa di tutupi Arga dari ibunya.
''Jangan pernah kamu menundukkan kepala kamu di hadapan ibu, ibu tahu, kamu sedang sedih. Kamu tidak akan pernah bisa menutupinya dari ibu,'' Ucap Ibu Arga dengan nada lirih.
David masih tetap diam dengan pandangan mata yang sedih, namun keadaan seketika berubah, saat secara tiba-tiba Arga menidurkan dirinya dengan beralaskan paha sang ibu.
Melihat hal itu, Ibu Arga hanya diam. Dia memandang sang anak dengan raut muka sedih. Dia membelai Arga dengan penuh kasih sayang.
''Lalu apa yang harus ku lakukan ibu? Aku merindukan dia, aku tidak siap untuk kehilangannya,'' jawab Arga kepada ibunya dengan lirih.
Ibu Arga terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Arga. Dia memejamkan matanya saat dan memalingkan wajahnya dari Arga, agar air matanya tidak jatuh ke wajah Arga.
''Aku merindukannya Ibu.. Merindukannya,'' ucap Arga dengan setetes air mata mengalir membasahi matanya. Tiba-tiba sekilas bayangan di masa lalu, membuat Arga semakin terluka, dam semakin banyak meneteskan air mata.
...****************...
Di rumah Maya, kesedihan dirasakan oleh Maya. Dia duduk di rumah ruang tamu dengan air mata terus mengalir membasahi matanya.
Beberapa saat kemudian, Ibu Maya datang ke ruang tamu dengan membawa segelas air putih untuk Maya.
''Maya, kamu tenangkan diri kamu. Minum air ini, mama mohon dengan kamu,'' ujar Ibu Maya dengan lirih dan memberikan air itu kepada Maya.
Setelah Maya meminum air itu, Maya meminta ibunya duduk di sampingnya dan dia menyandarkan kepalanya ke bahu ibunya.
''Mama, maafkan Maya. Gara- gara Maya, kita hampir kehilangan semua aset kita, Maya minta maaf dengan mama,'' ucap Maya dengan penuh penyesalan.
''Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu, kamu tidak perlu minta maaf, mama sangat bahagia karena melihat kamu bisa sadar dan tidak mencintai David lagi.''
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya, Maya hanya diam. Dia memeluk erat ibunya dengan air mata yang terus membasahi matanya. Mendapati dirinya di peluk oleh Maya, Ibu Maya hanya diam dengan membelai Maya dengan penuh kasih sayang.