
Beberapa hari kemudian, Maya perlahan mulai sadar dan keadaanya mulai membaik.
Hari itu, David duduk di samping Maya bersama dengan Ibu Maya yang sepanjang waktu menunggu kesadaraan Maya, namun tiba tiba suasana menegang ketika Veronica datang untuk menjenguk Maya.
''Pagi, semuanya, '' sapa Veronica kepada semua orang setelah itu dia berjalan perlahan mendekati David.
David yang melihat hal itu sangat terkejut, dia bergegas bangun dari duduknya dan menghampiri Veronica dengan tatapan mata yang tajam.
''Ngapai kamu ke sini, hah? '' tanya David dengan marah. Dia memegangi salah satu lengan Veronica dengan sangat erat.
Veronica hanya menghela nafas. Dia membalas tatapan itu dengan senyuman jahat di bibirnya, lalu melepaskan tangan David dengan perlahan.
''Kenapa aku tidak boleh datang kemari? Padahal tujuan ku baik, aku datang kesini ingin meminta maaf kepada Maya. Gara gara aku, Maya jadi seperti ini,'' jawab Veronica dengan tegas.
''Apa?!'' sahut Ibu Maya dengan berjalan mendekati Veronica setelah mendengar apa yang di katakan oleh Veronica. Dia melanjutkan, ''kenapa kamu bisa berbicara seperti itu? Apa yang kamu lakukan hingga kamu bisa mengatakan hal itu?''
Veronica hanya diam dengan sesekali melihat ke arah David atau pun ibu maya. Tiba- tiba Veronica meneteskan air mata, dia berjalan mendekati Maya dengan bercerita ketika dirinya menemui Maya di pemakaman Jack.
''Hari ketika pemakaman Jack, aku menemui Maya, tante juga mengetahui hal itu, '' ujar Veronica dengan sedih. Di waktu yang bersamaan, Ibu Maya membayangkan kejadian ketika di pemakaman. '' Ketika aku berbicara dengan dia, aku memberikan surat terakhir dari Jack untuk Maya. ''
''Surat terakhir?'' tanya Ibu Maya dengan mendekati Veronica dengan perasaan penasaran dalam hatinya.
''Iya Tante, sebenarnya sebelum Jack bunuh diri, Jack menulis pesan terakhir untuk Maya dan David. Dia menuliskan perasaanya kepada Maya di surat itu, perasaan hancurnya ketika dia mengetahui kalau Maya mengkhianati dirinya.Seharusnya ini bisa menjadi bukti kepergian Jack, sebenarnya Maya bisa disalahkan atas kematian Jack, namun Ayah Jack melarang aku melakukan hal itu. Dia ingin aku memberikan surat itu kepada Maya, agar dia tahu penyebab kematian Jack adalah Maya. Tapi, aku benar benar tidak tahu, dengan aku melakukan ini Maa akan mengalami kecelakan seperti ini hingga membuat Maya koma lagi. Saya benar benar tidak tahu.'' Terang Veronica dengan air mata yang berderai membasahi pipi.
__ADS_1
Mendengar apa yang di ceritakan Veronica, Ibu Maya benar benar tidak bisa berkata-kata. Tubuhnya seketika lemas dan akan terjatuh namun, saat itu David membantu Ibu Maya dan mendudukkannya di sofa yang tidak jauh dari dirinya.
''Maaf Tante, aku tidak bermaksud untuk membuat Tante sedih. Tapi, ini adalah kenyataannya, huh.. Maafkan saya.''
Ibu Maya hanya diam dengan tubuh yang terlihat lemas tak berdaya. Beberapa saat kemudian, Maya menyeka air matanya. Dia duduk di dekat Maya dengan memegangi salah satu tangan Maya.
''Maafkan aku Maya, gara gara aku kamu jadi seperti ini. Aku benar benar tidak bahagia dengan apa yang terjadi dengan kamu,'' ucap Veronica dengan lantang dan berurai air mata.
''Maafkan aku.''
Veronica memeluk Maya yang tak sadarkan diri. Ketika Veronica tengah memeluk Maya, ekspresi mukanya berubah. Tatapan tajam dan jahat terlihat dari mata Veronica ketika Veronica memeluk maya.
''Maaf Maya, aku melakukan hal itu memang dengan sengaja. Tapi aku tidak tahu kalau kamu akan mengalami kecelakaan ini, aku benar benar minta maaf.''
Veronica kembali bersedih, dirinya melepaskan pelukan Maya dan menjauhi Maya. Air matanya terus menetes, dia berjalan menjauhi Maya dan mendekati David.
David hanya diam. Dia hanya memberikan kode kecil agar Veronica segera pergi dari kamar Maya. Veronica yang menyadari kode tersebut, dia mengangguk dan mendekati Ibu Maya. Namun saat baru beberapa langkah, Ibu Maya memalingkan wajahnya dan menghindari Veronica.
Melihat hal itu, Veronica kesal. Dia ingin menghajar Ibu Maya, namun dia berusaha untuk mengontrol amarahnya.
Veronica pun pergi tanpa berpamitan dengan Ibu Maya. Disetiap langkah yang di ambilnya, senyuman jahat selalu menyertai di wajah Veronica.
''Maya, kalau kamu kali ini selamat. Aku sangat bersyukur, tapi siapa yang tega melakukan ini ke kamu? Siapa yang menabrak kamu dan tak bertanggung jawab seperti ini?'' tanya Veronica dalam hatinya.
__ADS_1
Veronica yang terus kepikiran dengan pelaku yang menabrak Maya. Dia duduk di luar ruangan, namun tiba-tiba ketika dia tengah duduk di kursi tunggu, seorang suster menghampiri dirinya. Suster itu memberikan sebuah surat yang di tujukan oleh Veronica.
Ketika dia menerima surat itu dan membacanya, teryata surat itu berisi surat yang di tulis Jack untuk Maya. Melihat surat itu, Veronica terkejut. Dia hanya diam dengan terus menatap surat itu dengan pandangan mata terbelalak.
Beberapa saat kemudian, David keluar dari kamar untuk menemui Veronica yang masih menunggu dirinya di luar kamar. Melihat kedatangan David, Maya bangun dari duduknya. Dia bergegas menarik David menjauhi kamar dengan raut muka panik.
''Gawat, aku merasa kita berdua sedang di awasi oleh seseorang,'' ucap Veronica dengan gelisah.
''Kenapa? Ada apa ?'' jawab David.
Mendengar jawaban itu, Veronica memberikan surat yang di dapatkan dari suster itu. Pada awalnya, David biasa saja, hal itu terjadi karena David tidak mengetahui kalau surat yang di bacanya adalah surat dari Jack.
''Kenapa kamu bisa bilang kalau kita sedang di awasi, bisa jadi ini adalah surat buatan orang lain dan ini untuk menganggu kamu saja,'' ujar David.
''Tidak Sayang, surat itu memang surat asli dari Jack aku sudah membacanya, dan surat ini sama persis dengan surat yang aku baca waktu itu. Aku sungguh!.''
David bergegas memeluk Veronica, dia mencoba menenangkan Veronica yang sedang panik.
''Sudahlah, ini bukan apa apa, mungkin polisi yang memberikan surat itu untuk kamu agar kamu simpan, jadi.. Aku mohon dengan kamu tolong kamu jangan berpikiran hal buruk tentang hal ini aku mohon dengan kamu.''
Veronica menganggukkan kepalanya dengan membelai kepala Veronica dengan penuh kasih sayang. Setelah pelukannya terlepas, Veronica menyeka air matanya. Dia tersenyum di hadapan David dan kembali memeluk David dengan erat.
Saat itu David hanya tersenyum, dia mengelus tubuh Veronica dengan penuh kasih sayang. Setelah mereka berpelukan, Veronica hanya diam dengan menatap surat itu.
__ADS_1
''Sudah, jangan kamu pikirkan tentang hal itu. Mungkin yang mengirimkan surat itu adalah polisi,'' ucap David.
Mendengar hal itu, Veronica menganggukkan kepalanya. Setelah itu dia pergi dari rumah sakita dengan membawa surat itu bersama nya.