Sang Penghianat

Sang Penghianat
8. Curiga


__ADS_3

"Apa benar Maya masih cinta dengan Jack?" tanya David kepada dirinya sendiri.


Kala itu dia terduduk dengan sedihnya mengingat ucapan Ibu Maya yang mengatakan kalau Maya masih mencintai Jack.


Sesaat dia berpikir apa yang dikatakan oleh Ibu Maya adalah sebuah kebenaran. David bangun dari duduknya, berjalan menuju kamar Maya dan menghampiri Maya yang tak sadarkan diri dengan alat alat rumah sakit yang terpasang di tubuhnya.


"Apa kamu masih cinta dengan Jack? Apa kamu cinta dengannya?" tanya David kepada Maya dengan duduk di samping Maya dan memegangi salah satu tangan Maya.


"Huh, kenapa kamu tidak mengatakannya Maya? Mungkin, jika kamu mengatakannya semua ini tidak terjadi. Maafkan aku, gara gara aku kamu menjadi seperti ini," lanjut David dengan lirih dan mata berkaca-kaca sambil meneteskan air matanya.


Ting!


Mendengar ponselnya berbunyi, David yang saat itu bersedih seketika terdiam. Dia mengambil ponselnya yang berada di dalam kantung jasnya.


Saat itu dia melihat sebuah pesan dari seseorang dengan nama Veronica masuk ke ponsel David. Dia mengirim pesan karena ingin bertemu dengan David.


Melihat hal itu, David bergegas pergi. Tanpa mempedulikan keadaan Maya yang terbaring tidak sadarkan diri di rumah sakit.


"Suster, tolong jaga Maya. Saya ingin pergi, saya ada urusan," ucap David kepada suster yang saat itu tengah berjaga.


Setalah David memberi tahu suster, David bergegas pergi dari rumah sakit dan menuju mobilnya Yeng terparkir di halaman rumah sakit.


Beberapa saat kemudian, David tiba di sebuah taman. Terlihat sebuah mobil berwarna hitam sudah terparkir di dekat teman tersebut.


Melihat hal itu, David keluar dari mobil dan celingukan kesana kemari sambil sesekali memanggil lirih Veronica, tiba-tiba seorang wanita memeluk David dari belakang.


Merasakan seseorang memeluknya dengan tiba-tiba, David terdiam. Wajahnya terlihat tidak bahagia mendapatkan pelukan itu.


"Apa yang kamu lakukan Veronica?" tanya David dengan serius, setalah itu dia memegangi tangan wanita dan menarik tangan wanita itu. Perlahan, wanita yang memeluk erat David berjalan ke hadapan David.


Dia berjalan menghampiri David dan berdiri di hadapannya dengan tatapan mata tajam, seolah ada kemarahan dalam dirinya.


"Jelas aku ingin balas dendam, balas dendam kepada Sang Penghianat seperti kamu."

__ADS_1


David terdiam, mendengar apa yang dikatakan oleh Veronica, dia hanya menatap Veronica dengan tatapan tajam.


Beberapa saat kemudian, David menarik salah satu lengan Veronica dengan kasar hingga membuat Veronica jatuh di pelukannya.


"Sayang, aku kangen sama kamu." Manja Veronica kepada David ketika Veronica berada di pelukan David ..


"Aku juga kangen sama kamu, dan yah .. " jawab David terdiam sesaat. Mendengar jawaban David, Veronica melepaskan pelukan eratnya.


''Kenapa? ''


''Kenapa kamu memberitahu Maya tentang surat itu, apa alasan kamu ?" tanya David kepada Veronica.


"Karena itu adalah keinginan Jack, aku benar benar tidak tahu kalau dengan aku memberikan surat itu kepada Maya, Maya akan mengalami kecelakaan hebat seperti ini,'' jawab Veronica.


Dirumah sakit, terlihat Ibu Maya terlihat baru datang, dengan tubuh yang acak-acakan Ibu Maya pergi menuju ke kamar yang di tempati oleh Maya.


Setibanya di kamar, Ibu Maya sangat terkejut karena dia tidak melihat David, padahal dia sudah meminta David untuk menjaga Maya selagi pergi.


''Suster, di mana Pak David? Kenapa dia tidak di kamar ini?'' tanya Ibu Maya.


''Makasih.''


...****************...


Malam itu menjadi malam yang paling berkesan bagi David dan Veronica. Hal itu terjadi, karena sudah beberapa hari mereka tidak bertemu bercumbu kasih.


''Sayang, apa kamu jatuh cinta dengan Maya ?'' tanya Veronica kepada David yang saat itu berbaring di bawah sehelai selimut hotel.


''Kenapa kamu bicara seperti itu? Aku tidak mencintai Maya sedikitpun, aku hanya mencintai kamu.''


Mendengar perkataan David, Veronica terdiam. Dia menatap laki laki yang duduk di sampingnya. Terlihat tiba tiba mata Veronica berkaca kaca. Dia menyandarkan kepalanya ke bahu David dengan sedih. David yang menyadari hal itu, dia bergegas meraih kepala Veronica dan membelainya dengan penuh kasih.


Waktu berjalan dengan cepatnya,, keesokan harinya David datang ke rumah sakit dan menuju ke kamar yang di tempati oleh Maya. Setibanya David di dalam kamar, Ibu Maya yang saat itu duduk di kursi, bergegas bangun. Dia menatap David dengan tajam sambil melangkah mendekati David yang masih berdiri di depan pintu masuk.

__ADS_1


''Darimana saja kamu, hah ? '' tanya Ibu Maya dengan nada serius.


''Tega kamu ya, Maya sedang koma dana kamu justru pergi meninggalkan dia, dimana otak kamu? Dimana kasih sayang kamu yang dulu kamu tunjukan kepadanya, dimana? '' lanjut Ibu Maya dengan penuh kemarahan.


''Tante, aku bisa jelaskan. Aku hanya pergi menemui orang penting, kalau aku tidak menemui dia maka semuanya akan berantakan, kerjaan saya, hidup saya, dan semuanya akan berantakan nantinya. Saya tidak mau hal itu terjadi.''


''Jadi, maksud kamu, lebih penting orang itu daripada Maya, iya?'' jawab Ibu Maya.


''Bukan seperti itu Tante, maksud ku tidak begitu, David mohon dengan Tante, tolong jangan salah paham dengan David,'' ucap David mencoba meyakinkan Ibu Maya, naman apa yang dilakukannya tidak membuahkan hasil. Tampak, Ibu Maya tidak luluh dengan kepura-puraan David.


''Pergi kamu!'' tegas Ibu Maya kepada David.


''Tante aku mohon dengan tante, tolong jangan seperti ini.''


''PERGI!!!.'' Bentaknya kepada David.


Mau tak mau, David pun pergi dari kamar yang di tempati oleh Maya. Ketika berada di luar kamar, David duduk di kursi tunggu. Dia terlihat sedih dengan apa yang di lakukan oleh Ibu Maya.


Kriiiiingg....


Tiba- tiba ponselnya berbunyi, menyadari hal itu David mengeluarkan ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya. Menyadari Veronica yang menghubungi dirinya, David yang saat itu bersedih seketika bangun dari duduknya dan pergi menjauhi kamar yang di tempati oleh Maya.


''Sayang, ada apa ?'' tanya David.


''Kenapa kamu pergi meninggalkan aku di hotel?''' ucap Veronica dengan kesal dan marah.


''Aku minta maaf, aku hanya buru buru agar keluarga Maya tidak curiga dengan aku, aku mohon dengan kamu, tolong kamu mengerti!'' jawab David dengan tegas. Dia bergegas mematikan panggilannya dan duduk di depan kamar Maya.


Saat baru beberapa saat duduk, Ibu Maya menghampiri David dan bertanya dengan nada serius.


''Siapa yang menghubungi kamu?'' tanya Ibu Maya.


David terkejut dengan perkataan itu, dia menatap wajah Ibu Maya dengan wajah yang panik namun kepanikannya berusaha ia tutupi dengan berbohong kalau yanag menghubungi dirinya adalah orang kantor.

__ADS_1


Mendengar hal itu Ibu Maya berusaha untuk percaya dengan David walaupun hatinya terlihat menyimpan rasa curiga untuk calon menantunya.


__ADS_2