Sang Penghianat

Sang Penghianat
7. Akibat membaca surat Jack


__ADS_3

"Apa?! Maya kecelakaan, bagaimana bisa?" ucap Veronica dengan sangat terkejut.


"Non, saya mendapatkan kabar ini baru saja. Saya rasa, kabar ini terjadi setelah Non bertemu Non Maya."


Veronica terdiam sesaat, wajahnya tampak terkejut. Dia hanya mematung tanpa mengatakan sepatah katapun di hadapan si pembantu.


Setelah beberapa saat terdiam, Veronica bergegas berlari dari hadapan si pembantu menuju ke rumah sakit.


"Maya tidak mungkin mengalami kecelakaan karena aku, maafkan aku Maya, gara-gara aku semua ini terjadi ke kamu," ucap Veronica berbicara dengan dirinya sendiri.


Di rumah sakit, David baru saja tiba. Dia melihat Ibu Maya duduk di samping Maya dengan air mata terus berderai membasahi matanya. Dia menghampiri ibu Maya dan bertanya kepada Ibu Maya tentang apa yang terjadi.


"Tante, apa yang sebenarnya terjadi dengan Maya? Kenapa ini bisa terjadi?" tanya David yang berdiri di dekat Ibu Maya.


"Tante tidak tahu David, yang Tante tahu. Maya datang ke pemakaman Jack, lalu dia bertemu dengan Veronica dan berbicara dengannya, setalah itu entah. Entah apa yang terjadi," jawab Ibu Maya dengan derai air mata membasahi matanya.


Tak berselang lama, Veronica datang. Dia menemui suster yang bertugas menjaga kasir. Dia bertanya kepada suster itu tentang kamar yang di tempati oleh Maya. Setalah mendapatkan kamar yang di tempati oleh Maya, Veronica bergegas pergi menuju ke ruangan itu. Sesampainya di depan ruangan itu, David sudah berdiri di luar kamar.


Menyadari kedatangan Veronica, David menghampiri Veronica dengan tatapan mata tajam ke arah Maya.


"David, maafkan aku. Aku mohon, tolong izinkan aku untuk menemui Maya," ucap Veronica.


David terdiam selama beberapa saat, dia menghela nafas dan memegangi kedua lengan Veronica dengan tatapan mata tajam ke arah Veronica.


"Apa kamu balas dendam dengan aku? Apa kamu ingin merebut aku dari Maya dengan cara kejam seperti ini? Dasar wanita murahan jika kamu sanggup melakukan hal ini," ujar David dengan nada serius. Tatapan matanya pun tajam ke arah wanita itu.


Mendengar tuduhan itu dari David, Veronica hanya menangis. Matanya berkaca-kaca menahan kesedihan atas tuduhan itu.

__ADS_1


"David, aku memang ingin balas dendam. Aku memang ingin menghancurkan hubungan kamu dengan Maya, tapi aku tidak sejahat itu David." Tegas Veronica kepada David dengan air mata menetes membasahi pipinya.


"Mungkin ini karma David? Karma untuk Maya karena dia sudah menghancurkan hidup dan perasaan pria yang sangat mencintainya."


"Jangan ngada-ngada kamu," jawab David dengan kesal.


"Terserah, terserah kamu mau percaya atau tidak dengan aku. Tapi, satu hal yang perlu kamu tahu, sebelum kematian Jack. Jack menulis surat untuk Maya, dia mengungkapkan rasa cintanya, rasa hancurnya, rasa kecewanya kepada Maya. Aku sudah membaca surat itu, mungkin kalau seandainya aku memberikan surat itu kepada polisi, surat itu bisa menjadi bukti bahwa Maya adalah penyebab kematian Jack." David hanya diam mendengar penjelasan dari Veronica.


"Tapi aku tidak melakukannya, karena aku tahu.. Aku tahu, Jack tidak mungkin menerima kalau wanita yang di cintainya, di kasihnya masuk kedalam penjara. Makanya ketika aku menemui dia, aku memberikan surat itu kepada Maya, agar Maya sadar kalau dia salah dan tidak mengulangi apa yang sudah dilakukannya kepada Jack."


"Astaga, " jawab David dengan memalingkan wajahnya dari hadapan Veronica. Setalah itu dia kembali melihat ke arah Veronica dengan memegangi kedua lengan Veronica dengan erat. "Kenapa kamu memberikan surat itu kepada Maya? Kenapa? Sekarang kamu lihat, apa yang sudah kamu perbuat, lihat!."


Mendengar apa yang dikatakan oleh David, Veronica menatap tajam David. Dia memegangi kedua tangan David yang memegang erat lengannya, dia menghempaskan tangan David dengan tatapan mata tajam.


"Kamu bisa menuduhku seperti apapun David, tapi kamu harus ingat ucapan ku. Mungkin, Maya seperti ini karena ini adalah pembalasan atas Penghianatan kalian. Mungkin, ini adalah hukuman untuk sang penghianat seperti kalian."


"Kamu yang diam!" balas Veronica dengan nada tinggi dan membentak David hingga membuat suaranya terdengar sampai di dalam ruangan.


"Jangan kamu pikir, kamu bisa terus menerus menindas aku David, tidak!. Kamu tidak akan pernah bisa menyentuh aku kali ini," jawab Veronica dengan lantangnya sambil sesekali menunjuk-nunjuk David.


Veronica yang benar-benar marah, dia mendorong David hingga dia terdorong beberapa langkah dari tempat David berdiri. Melihat hal itu, David hanya diam melihat wanita yang pernah mencintainya kini sangat membenci dirinya. Setelah berdebat sesaat dengan David Veronica pergi dari hadapan David dengan berurai air mata.


Di dalam mobil, Veronica menangis sejadi-jadinya. Dia berteriak, menangis hingga sesenggukan, dirinya tidak percaya kerana dia bisa mengatakan hal itu kepada pria yang pernah dicintainya.


"Ya Tuhan, aku harap aku tidak salah sudah mengatakan hal itu kepadanya. Aku harap dengan aku mengatakan hal itu aku tidak berbuat jahat seperti mereka. Ya Tuhan, aku mohon maafkan aku," ucap Veronica dengan air mata yang terus mengalir dengan deras.


Beberapa saat kemudian, Veronica menyeka air matanya. Dia mengoper mobilnya dan melajukan mobilnya dengan sangat cepat untuk melupakan kemarahannya.

__ADS_1


Di dalam rumah sakit, Ibu Maya yang melihat kejadian itu dengan perlahan menghampiri David. Ketika dia berdiri dihadapan David, Ibu Maya memegang salah satu lengan David dengan penuh kasih.


"Apa yang kamu bicarakan hingga wanita itu menangis seperti itu?" tanya Ibu Maya kepada David.


David hanya diam, melihat Ibu Maya yang berdiri menatapnya.


"Tante, aku tidak berbicara apa apa dengan dia." gumam David.


"Jawab Tante dengan tegas dan jelas David. Apa yang kamu bicarakan?" tanya Ibu Maya.


"Tante, aku tidak berbicara apa apa dengan dia."


Mendengar jawaban dari David, Ibu Maya melepaskan kedua tangannya. Tanpa banyak berpikir dia menampar David di rumah sakit hingga membuat semua mata tertuju kepada mereka berdua.


Plak....


"Tante hanya minta kamu menjelaskan kepada Tante, apa yang kalian bicarakan? Tapi kenapa? Kenapa kamu seolah olah menutupi rahasia?" bentak Ibu Maya terdiam sesaat lalu dia melanjutkan, " siapa dia? Apa dia mantan kamu?"


Mendengar kata mantan, David yang hanya menundukkan seketika meninggalkan kepalanya dan menatap Ibu Maya.


"Jadi dia mantan kamu, apa dia yang membuat Maya seperti ini?" tanya Ibu Maya dengan nada lirih.


"Saya tidak tahu Tante, yang dia katakan dia hanya memberikan surat dari Jack kepada Maya, setalah itu dia pergi. Dia tidak mengetahui kalau dengan memberikan surat itu, Maya akan mengalami kecelakaan yang separah ini." Terang David kepada Ibu Maya.


Mendengar hal itu, Ibu Maya tidak bisa berkata sepatah kata pun. Dia hanya bisa diam dengan air mata terus berderai membasahi matanya. Melihat hal itu, Ibu Maya mulai sadar bahwa sebenarnya Maya sudah jatuh cinta dengan Jack, namun dia juga tidak ingin melepaskan David dari tangannya.


"Mam sekarang tahu Maya, Mama tahu kalau kamu memang masih mencintai Jack. Maafkan Mama, mama tidak menyadari hal itu," ucap Ibu Maya dengan air mata terus berderai.

__ADS_1


Setalah beberapa menangis, Ibu Maya bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan rumah sakit untuk mengejar Veronica yang sudah pergi dari rumah sakit. Dia melakukan hal itu karena Ibu Maya ingin tahu isi surat yang di baca oleh Maya hingga membuat Maya mengalami kecelakaan yang sangat fatal.


__ADS_2