Sang Penghianat

Sang Penghianat
14. Kedatangan David dan terbongkar


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, Maya yang sudah berdandan cantik, keluar dari kamarnya. Dia menyadari kalau seorang tamu datang ke rumahnya.


Kala itu dia sangat penasaran dengan tamu yang datang ke rumahnya . Dia berjalan mendekati pintu dengan perlahan.


Saat dirinya berada di dekat pintu, Maya membuka pintu dan mengejutkan David dan ibunya yang saat itu tengah berbincang.


''Mas David, '' panggil Maya dengan wajah terkejut dan terlihat bahagia melihat David yang kembali datang ke rumahnya.


Maya bergegas memeluk erat David. Dia terlihat sangat bahagia dengan apa yang di lihatnya, namun hal berbeda di rasakan oleh Ibu Maya, hal itu terjadi karena kebahagian Maya bersama dengan David adalah sebuah beban berat yang harus di tanggung nya sendiri, karena dia harus menuruti apa yang di inginkan oleh David.


Setelah beberapa saat memeluk erat David, dengan wajah bahagia dan penuh kasih, dia melihat ke arah ibunya, matanya berkaca-kaca ketika harus berhadapan dengan ibunya.


''Ibu, makasih sudah menuruti Maya. Maya sangat bahagia, karena Mas David sudah kembali ke hidup Maya,'' ucap Maya dengan penuh kasih, kemudian dia memeluk erat ibunya.


Mendapati dirinya menerima pelukan hangat dari sang anak, Ibu Maya hanya diam dengan membalas pelukan itu. Matanya berkaca-kaca dan memerah seolah menahan sebuah kesedihan yang teramat dalam melihat kebahagiaan anaknya.


''Sama-sama Maya, Mama sangat bahagia ketika melihat kamu seperti ini. Mama sangat bersyukur kalau kamu bisa bahagia,'' jawab Ibu Maya. Dia terdiam sesaat dan membelai lembut anaknya, lalu melanjutkan bicara dalam hati ''melihat kamu bahagia seperi ini, Mma sangat bahagia Maya, walaupun Mama harus mengorbankan semuanya.''


Ibu Maya melepaskan pelukannya. Dia memegang kedua lengan Maya dengan penuh kasih.


''Maya, mama mohon dengan kamu. Setelah ini.. Mama mohon jangan membuat keributan dengan David, begitupula David. Tante mohon dengan kamu, tolong jangan kalian ribut, jangan sampai hubungan kalian putus lagi,'' ucap Ibu Maya, kemudian ia pergi dan masuk kedalam rumah dengan air mata terus membasahi matanya.


Menyadari ada sesuatu yang aneh dengan ibunya, Maya terlihat kebingungan dan bertanya-tanya dengan apa yang terjadi pad ibunya. Dia memandang ibunya dengan tatapan kebingungan.


''Ada apa dengan Mama? Kenapa dia seperti sedang menyembunyikan sesuatu, apa yang di sembunyikan nya?'' tanya Maya dalam hatinya.


...****************...

__ADS_1


Dalam kamar, Ibu Maya duduk di atas tempat tidur dengan berderai air mata terlihat dia memegangi sebuah foto di tangannya.


''Mama rindu dengan kamu Nak, andai saja kamu masih hidup mungkin kamu bisa bersama mama kali ini,'' ucap Ibu Maya dengan sedih dan memeluk erat foto yang ada di tangannya.


Saat itu pintu kamar ibunya sedikit terbuka, Maya yang penasaran dengan ibunya, dia berdiri di pintu kamar ibunya dan menguping apa yang dikatakan oleh ibunya.


''Ibu sangat bingung kali ini, kamu tahu.. Laki- laki yang saat ini bersama dengan Maya adalah pria yang jahat, dia tidak pernah mengenal cinta. Dia hanya mengenal uang, '' ujar Ibu Maya dengan air mata terus berderai.


Mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya, Maya hanya dim dan tetap mendengarkan apa yang di katakan oleh ibunya. Pada awalnya dia sangat terkejut dan ingin memarahi ibunya karena menuduh David yang tidak-tidak, namun langkahnya seketika terhenti ketika mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya.


''Mungkin, kalau Maya sampai tahu dia pasti akan sangat marah dengan aku, tapi inilah kenyataannya. Pria itu.. Pria itu meminta perusahaan yang di bangun oleh ayahmu agar bisa bersama dengan Maya.''


Maya sangat shock mendengar hal itu, di benar benar tidak percaya kalau David orang yang dicintainya melakukan hal itu kepada Maya.


Maya benar -benar tidak bisa berkata-kata tubuhnya lemas dan dengan langkah berat, dia pergi menjauhi kamar ibunya.


...****************...


''Sebentar lagi.. Sebentar lagi kamu akan menjadi milik ku, '' ucap David dengan di barengi senyum jahat di bibirnya.


Kriing..


Terlihat sebuah panggilan masuk ke ponselnya, melihat hal itu David terlihat sangat terkejut. Dia bergegas mengangkat panggil dan itu dan berbisik kepada si penelepon itu yang tidak lain ada Veronica.


''Kamu ngapain si hubungi aku? Sekarang aku itu sedang di rumah Mayan nanti kalau Maya sampai tahu kamu gimana, hah?'' kesal David kepada Veronica.


''Ya maaf, aku gak tahu kalau kamu sekarang di rumah Maya. Dan kenapa kamu berbicara seperti itu di hadapan ku?'' jawab Veronica dengan marah.

__ADS_1


Di waktu yang bersamaan, Maya datang ke ruang tamu dengan membawa sebuah nampan yang berisi teh dan cemilan ringan, saat itu dia berusaha menutupi kesedihannya dan tetap berusaha menjadi Maya yang tidak mengetahui apapun tentang tujuan David.


Pada saat itu, Maya masih berharap David tidak melakukan hal itu dan ibunya lah yang salah. Namun, harapan itu seketika di patahkan oleh David sendiri, karena Maya mengetahui David menjalin hubungan dengan wanita lain.


''Sayang, dengar kan aku.. ''


Prangkk...


Nampan dan gelas jatuh di lantai membuat David yang saat itu menerima panggilan dari Veronica bergegas bangun dari duduknya dengan mulut terbuka lebar. Dia bangun dari duduknya dan tanpa sengaja menjatuhkan ponsel yang saat itu masih menerima panggilan dari Veronica.


''PERGI KAMU!!!'' bentak Maya kepada David dengan mata berkaca-kaca. Mendengar teriakan dari Maya, Ibu Maya bangun dari duduknya dan menyeka air matanya. Dia keluar kamar dan menghampiri Maya.


''Maya, kamu salah paham. Aku bisa jelaskan ke kamu,'' ucap David dengan berjalan mendekati Maya.


''Apa yan ingin kamu jelaskan? APA?! APAKAH KAMU INGIN MENJELASKAN KALAU KAMU PUNYA HUBUNGAN DENGAN WANITA LAIN? APAKAH KAMU INGIN MENJELASKAN KAMU MEMINTA ASET RUMAH INI? KAMU INGIN MENJELASKAN YANG MANA, JAWAB!!!'' ucap Maya dengan nada semakin tinggi.


''Maya aku mohon..''


''PERGI KAMU DARI RUMAH KU, AKU TIDAK BUTUH PRIA SEPERTI KAMU. PERGI KAMU DARI RUMAHKU, PENGHIANAT!.'' Tegas Maya kepada David.


''Maya, tolong dengarkan aku. Aku mohon,'' jawab David.


Maya hanya diam dengan pa yang dikatakan oleh David, dia menetap David dengan tatapan tajam. Terlihat kemarahan Maya sudah berada di puncak, ketika dia sudah terlalu muak dengan wajah David. Tanpa banyak berbicara, Maya menghampiri David. Dia memegang salah satu tangan David dan denan gagahnya dia menarik David keluar dari rumah Maya. Saat itu Ibu Maya sangat terkejut dengan sikap Maya yang berubah. Dia hanya diam dengan pandangan mata terus menatap kepergian Maya.


Ketika Maya baru beberapa langkah menarik David. Dia menghentikan langkahnya dan tanpa berbalik sedikitpun, Maya berkata pada ibunya.


''Mah, ambilkan ponsel itu. Aku tidak mau ada sisa sampah dari penghianat seperti dia!.''

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh Maya , Ibu Maya hanya diam dan mengambil ponsel yang jatuh. Dia memberikan ponsel itu kepada David yang saat itu terlihat sedih dengan tindakan yang dilakukan oleh Maya.


Bersambung....


__ADS_2