
Maya duduk bersandar di dekat pintu, ia menunggu kedatangan David datang.
Beberapa saat kemudian, David datang dengan dengan menggunakan mobil berwarna hitam. Ketika mobil sudah berhenti di depan rumah.
''Sayang, bukannya itu Maya? '' tanya Veronica Kepada David yang saat itu duduk di kursi pengemudi.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Veronica, David terkejut. Sontak David langsung menoleh. Dia melihat ke arah rumahnya, tidak hanya David, orang tua David juga terkejut melihat Maya sudah menunggu David di rumah.
''David,apa yang harus dilakukan sekarang? Maya tidak boleh tahu rahasia kita,'' ucap Ibu David dengan khawatir.
David diam selama beberapa saat, dia memikirkan rencana untuk membuat Maya pergi dari rumah dan rahasianya masih tetap aman terkendali.
Tak berselang lama, David masuk ke dalam rumah dengan menggunakan mobil. Melihat David sudah pulang, Maya bergegas banun dari duduknya dan berdiri dengan merapikan dirinya yang waktu itu sangat acak-acakan.
Beberapa saat kemudian, David keluar dari mobilnya. Dia menghampiri Maya yang saat itu masih lusuh.
'' Ngapain kamu kesini ?" tanya David kepada maya.
"AKU...hanya ingin minta maaf, maafkan aku. "
David memegang salah satu lengan maya. Dia menatap maya dengan tatapan tajam.
" Meminta maaf untuk apa? Untuk perkataan kamu kemarin, atau apa ?" David berkata dengan tegas.
" Aku memang ingin meminta maaf soal kemarin. Aku tidak pernah mencintai Jack lagi aku hanya mencintai kamu. " Ujar Maya.
" Lalu apa yang kamu katakan kemarin, ha... ?" Bentak David.
Mendengar bentakan itu, Maya hanya diam matanya berkaca-kaca menahan sakit atas perkataan tersebut.
Melihat diamnya maya David memegang erat lengan maya dia menarik maya hingga maya terjatuh tersungkur ketanah.
"PERGI KAMU! " Bentak David.
Maya hanya bisa menangis, dia bangun dan langsung memegang kaki David dan memohon untuk mendengarkan penjelasannya.
" Dengarkan aku dulu David.."
"MENDENGAR APA LAGI, HA...Semua udah jelas kamu tidak mencintai aku hanya mencintai JACK." David menendang Maya hingga Maya terjatuh.
__ADS_1
"PERGI KAMU PENGHIANAT !!!!" Usir David, kemudian ia masuk kedalam rumah dengan membanting pintu.
...****************...
Di rumah ARGA, terlihat Arga sampai di rumah. Tubuhnya basah kuyup, terlihat matanya berkaca-kaca.
Tak berselang lama, seorang wanita paruh baya datang menghampiri Arga. Dia memegang salah satu lengan Arga.
''Apa yang terjadi Arga? Kenapa bisa basah kuyup seperti ini?'' tanya wanita itu dengan nada lirih. Namun, Arga hanya diam. Dia masuk ke dalam kamar tanpa menjawab ibunya.
Ketika Arga berada di dalam kamar, dirinya duduk di atas tempat tidur, dengan melamun. Dirinya membayangkan saat pertemuannya dengan Maya di atas jembatan.
''Kenapa wajahnya sangat mirip dengan dia.. Kenapa?" tanya Arga dengan berbicara kepada dirinya sendiri.
...****************...
Di rumah David, Maya hanya menangis.Dia terus memohon,namun David tidak mendengar Maya.
''Aaku mohon, tolong buka pintu. Aku mohon Mas David.''
Tiba-tiba Ibu Maya menghampiri Maya, dia membangunkan Maya dari jatuhnya. Terlihat air matanya terus mengalir mambasahi pipinya.
''Mama, Maya tidak ingin kehilangan Mas David lagi, Maya mohon dengan Mama, tolong bujuk Mas David untuk kembali, Maya mohon Mah,'' jawab Maya dengan berderai air mata.
Ibu Maya hanya diam, dia memegangi Maya dengan mata berkaca-kaca. Sesaat dirinya terdiam, memandang sang anak yang sangat sedih atas kepergian David.
Ibu Maya mengiyakan atas apa yang diinginkan oleh Maya, walaupun dirinya tidak tahu hal itu akan terjadi atau tidak.
Setelah beberapa saat membujuk Maya, Ibu Maya mengajak Maya untuk pergi dari rumah David. Dia mengajak Maya pergi dengan air mata yang terus berderai.
Kala itu kesediaan Maya sangat di rasakan oleh ibunya, namun berbeda dengan David. Melihat kepergian Maya dan ibunya, di balik jendela rumah senyum jahat di tunjukan David kepada Maya dan ibunya.
''Apa Maya sudah pergi?'' tanya Veronica berdiri di belakang Maya. Dia memegangi salah satu bahu David.
''Iya, dia sudah pergi. Dan besok adalah waktunya untuk melanjutkan rencana kita, '' jawab David dengan senyum jahat di bibirnya.
Mendengar hal itu, Veronica tersenyum kepada David. Kemudian, dia memeluk erat David.
Waktu berjalan dengan cepatnya, pagi hari telah tiba. Terlihat samar-samar, cahaya matahari masuk ke kamar Maya dan menyinari tubuh Maya yang duduk di lantai.
__ADS_1
Menyadari pagi sudah tiba, Maya bangun dari duduknya dan menghampiri cermin yang berdiri kokoh di kamarnya. Dia berjalan mendekati cermin itu dengan sesekali merapikan rambutnya yang acak-acakan.
Ketika dirinya sudah berdiri di depan cermin, Maya melihat dirinya yang bak orang gila karena David, namun kini dia sadar kalau dia memang sudah kehilangan David.
''Aku masih mengharapkan kamu, tapi kalau memang kamu kali ini benar-benar pergi meninggalkan aku, maka aku akan ikhlas melepaskan kamu,'' ucap Maya dengan derai air mata.
Setelah itu dia menyeka air matanya, dan mengambil sebuah baju untuk ganti.
Di luar rumah, tiba-tiba David berdiri di depan rumah mengetuk pintu rumah. Melihat kedatangan David, Ibu Maya terlihat sangat terkejut. Dia tidak percaya, melihat David yang tiba tiba datang ke rumahnya.
''David! '' panggil Ibu Maya dengan lirih. Dia tidak dapat berkata-kata, dia hanya mematung memandang ke arah David.
''Dimana Maya, tante? '' tanya David kepada Ibu Maya.
''David, kamu datang kemari, makasih kamu sudah datang kemari,'' jawab Ibu Maya dengan lirih dan bahagia.
''Iya Tante, saya memang datang kmaari karena ucapaan Tante waktu itu.. ''
Ibu Maya terdiam dengan mata terus menatap ke arah David. Ia kembali mengingat ketika dirinya bertemu dengan David di rumah David.
Terlihat Ibu Maya berdiri di hadapan David dengan air mata yang berderai membashi matanya.
''Nak David, Tante mohon dengan kamu. Tolong jangan tinggalkan Maya, Tante janji dengan kamu, Tante akan memberikan semua yang kamu mau, asal Tante mohon dengan kamu, tolong jangan tinggalkan Maya. Tante mohon.'' Pinta Ibu Maya dengan lirih dan mata yang terus berderai membasahi matanya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ibu Maya, sesaat David terdiam dengan pandangan mata terus menetap ke arah Ibu Maya.
''David, saya mohon dengan kamu, tolong jangan tinggalkan Maya,'' lanjutnya dengan semakin sedih.
''Oke Tante, aku akan kembali kepada Maya, tapi tidak saat ini nanti ketika waktunya tiba aku akan kembali kepada Maya, David janji.''
Mendengar apa yang dikatakan oleh David Ib Maya terlihat sangat bahagia. Dia pergi dari rumah David dengan tersenyum kecil di bibirnya karena menurutnya masih ada harapan untuk Maya bisa bahagia dengan David.
Keadaan kembali ke masa kini, terlihat dengan wajah kaku Ibu Maya berbicara kepada David.
''Tante ingat dengan apa yang tante katakan di rumah kamu, sekarang apa yang kamu ingin kan akan Tante turuti asalkan Tante mampu,'' ujar Ibu Maya, lalu dia berhenti beberapa saat dan melanjutkan ''tapi, tante mohon dengan kamu. Tolong jangan beri tahu Maya tentang hal ini, tante mohon.''
David menganggukan kepalanya, senyum kecil terlihat di wajahnya. Tak berselng lama, senyum kecil tidak tulus di perlihatkan oleh ibu Maya. Senyumnya terlihat sangat terpaksa di hadapan David.
Bersambung.......
__ADS_1