Sebuah Inspirasi Dari Penulis

Sebuah Inspirasi Dari Penulis
DI BALIK INSECURE YANG TERSELUBUNG


__ADS_3

...DIBALIK INSECURE YANG TERSELUBUNG...


... ...


...AKSARA...


...(Ajang Kreasi Siswa AkhirahSanah)...


... ...


...Kepada saudara/ketua kelas dan semua siswa...


...Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...


...Salam silaturahmi  dan salam takdim kami haturkan kepada Allah SWT. Semoga saudara senantiasa dapatlimpahan rahmat dan kesehatan serta lindungan oleh Allah SWT....


...Selanjutnya kami panitia AKSARA (ajang kreasi siswa AkhirahSanah) memberitahukan, bahwasanya kami panitia mengadakan lomba bagi siswa MAN Nusa bangsa yang diantara lombanya sebagai berikut: ...


...1.      Keasrian kelas...


...2.      Mading kelas...


...3.      Presentasi suasana kelas...


...4.      Karya sastra cerpen...


...5.      Karya ilmiah opini...


...Dengan ini memohon kepada ketua kelas dan siswa untuk berkenan mengikuti lomba tersebut....


...Demikian surat ini kami buat, untuk informasi lebih lanjut, kami panitia akan memberi informasi di Mading kelas. Selebihnya terima kasih wassalamu’alaikumwrwb....


...Mengetahui...


... ...


... ...


... ...


...GuzAzam(ka.panitia)                                                          Khoirul mufid (sekertaris)...


... ...


...Surat itulah yang kubaca saat ini mulai deretan paling atas hingga deretan nama-nama yang tercantum surat tersebut. Kubaca dengan penuh paham sambil duduk di kursi paling depan yang terjejer rapi di ruang kelas12A2 Taruna. Surat yang di berikan kepada ketua kelas tersebut, aku dapat ketika pas sang ketua kelas menyodorkan kepadaku. Tak lain surat yang diedarkan ke setiap kelas tersebut merupakan lomba yang diselenggarakan oleh para panitia yakni anggota OSIS kelas akhir....


...“San gimana kamu ikut lomba cerpennya? Kalo lomba yang lain biar aku dan teman-teman yang mengurus.” Tiba-tiba Abdus, sang ketua kelas berucap kepadaku dan bertanya tentang lomba sastra untuk berkenan ikut....


...           Aku yang terkejut kala itu, tidak langsung menjawabnya. Aku masih tidak habis pikir, dalam hati ini mumpung kesempatan untuk membuktikan kalau aku bisa. Namun hati lain berkata takut kecerobohan menuai, sehingga mempermalukan kelas....


...“Em.. Insyaallah Dus” jawabku agak sedikit ragu dengan panggilan dus atas tawarannya....


...           “San.... Ini demi kelas kita loh. Kamu gak ingat kalo kelas kita ini sudah dipandang sebelah mata. Ayolah San cerpen kamu kan pernah terbit di Mading sekolah. Ingat ini bukan cuman diri kita yang malu, kita semua, wali kelas, guru-guru akan merasa malu, jika kelas kita ini selalu dipandang sebelah mata” Imbuhnya lagi dengan kalimat yang sangat menyentuh walaupun dengan sikap tegas....


...“Em...aku takut malu-malu in Dus...aku masih belum percaya kalo cerpen yang akubuat nanti bisa mengharumkan kelas kita” ucapku masih ragu dan tidak percaya diri....

__ADS_1


...“Ehem...kamu gak ingat...kita ini diajari siapa?? Bapak TNI Dan Polri, sudah mengajari kita San... Intinya kita tetap berusaha dan percaya diri. Jangan langsung ambau. Kuncinya percaya diri kalo cerpen kamu bisa” dengan penuh ketegasan Abdus menyemangatiku....


...Dialah ketua kelas. Bapak TNI gak salah mengangkat Abdus sebagai calon ketua kelas. Abdus memperoleh suara paling banyak, hampir seluruh kelas 12A2 Taruna memilih Abdus. Aku yang juga calonnya saat itu, cuman meraih 3 suara sedangkan Helmi calo satunya lagi cuman meraih 5. Jadilah Abdus Sholeh sebagai ketua kelas 12A2 Taruna. Kelas yang mungkin sangat berbeda dengan yang lainnya mulai dari Dhohir, batin, kedisiplinan, ilmu, agama umum semua terdapat kelas kami. Disiplin nomor satu, karena bapak TNI pernah berkata, yang harus menjadi ketetapan yang paten(mabni) “Disiplin adalah tugas utama kita sebagai siswa taruna” tegasnya kepada semua kelas 12A2....


...“Baiklah Dus. Saya janji akan usahakan sekuat kemampuanku, dan kita semua harus berjanji untuk bisa menang di lomba aksara ini.” Jawabku disertai dengan tepukan tangan kanan Abdus ke arah bahuku....


...Detik ini aku bertekad akan menunjukkan kelas 12A2 Taruna bukan kelas yang biasa. Begitu banyak  siswa sekolah menganggap kelas kami sudah menuai banyak kasus, begitu banyak colotehan anak kelas lain kepada kami. Oleh karena itu detik ini, menit ini akan menjadi tanda buktiku untuk memajukan kelas....


...Kring...kring...kring...


...Suara bel pulang berbunyi tepat di pojok sekolah. Bunyi yang lantang menyeruak ke segala penjuru kelas, membuat suasana para siswa tersadar dari kefokusannya. Entah itu fokus ***(kegiatan belajar mengajar), begadang, melamun, tidur bersama dan lain sebagainya. Begitu pun kelas  12A2, awalnya fokus ke bidangnya, selepas bel berbunyi seakan akan ada perintah dari seorang atasan seperti bapak TNI dan Polri ketika memberi perintah pada kelas kami. Dengan rasa lega kami sekelas langsung beranjak keluar untuk kembali pulang ke rumah masing-masing....


...### ...


...Sudah sepuluh menit pensil yang ada diantara  jemariku ini kembali berputar, kata-kata yang sempat mengalir lancar dalam pikiran kembali berhenti. Satu paragraf sejak 15 menit yang lalu, aku memulainya merangkai kata demi kata serta menuangkan apa yang ada di pikiran....


...Sebelum itu, otakku terasa sangat sakit, terlalu lama memerasnya dan kemudian berpikir tentang tema apa yang akan aku tulis. Kucoba pikiran ini menerawang sekedar memutar kejadian apa yang telahku alami, untuk kujadikan rujukan cerita pendek. Kini kucoba rangkai satu persatu pengalaman dengan menganalisisnya agar menjadi tema yang tepat. Namun kembali pikiran ini membentur dinding kejenuhan, sehingga memaksaku untuk sekedar istirahat....


...Sejenak aku mengambil sebuah satu bungkus rokok yang tergeletak di emperan meja belajarku. Dengan santai kuambil satu batang rokok dan meletakkan di sela-sela bibir, dan tak lupa dengan sang korek untuk menjilat ujung rokok. Kuhisap kuat-kuat  kemudian kuhembuskan. Sambil sesekali kali memikirkan tentang lanjutan tulisanku ini....


...Kini tatapan wajah memandangi kertas putih di hadapanku. Pensil yang sejak tadi tersisih di sebelah kiri beranjak ke tangan kanan dengan menggantikan posisi rokok. Sebuah cerita yang sempat terkendala kembali kulanjutkan dengan rangkaian kata-kata....


...Beberapa coretan pada kata mulai menghiasi isi tulisan. Sama dengan apa yang aku tulis sebelumnya, terdapat berbagai coretan di berbagai tempat sebagai koreksi dan aku tak lupa menggantikannya dengan kata yang kuanggap cocok. Setiap apa yang kutulis tak lupa disisipkan isapan rokok....


...Akhirnya, satu persatu rangkaian telah Purna menjadi 5 paragraf. Dalam hati aku tidak  berniat untuk mengakhiri tulisan, sampai tepat diujung cerita yang pas. Kepala tertunduk, tak ada suara, mulut dikunci, namun jari jemari masih terus menari merangkai setiap kata yang aku temukan hingga tercipta sebuah kalimat penuh makna....


...Cerita yang aku ciptakan sedemikian rupa, kini telah memenuhi kertas putih dalam satu sisi. Ku terus tulis apa yang ada di pikiran dan tanpa ampun kubalik kertas ini dan kembali memulai menulis sesuai cerita yang telah tergambar di pikiran ini. Rokok yang menghiasi tangan kiri ini, telah kubuang ke tempat puing rokok. Kuhentikan sejenak tulisan, mengambil sebotol air mineral yang sengaja diletakkan di samping kanan meja. Lalu kubuka tutupnya dan meminum separuh isi air, dengan tak lupa 3 kali bernapas(tidak sekali tegukan)sesuai anjuran Rasulullah Saw. Dan mengakhiri dengan ucapan syukur Alhamdulillah....


...Pekerjaanku tetap berlanjut tanpa jeda sejenak pun. Hingga tiga halaman bolak balik kertas ini terpenuhi. Pada ujung bagian bawah kertas, aku sematkan nama pena “San elqhoyry” dan sebuah tanggal 24 April 2021....


...### ...


...Namun langkahku terhenti di kala ada suara seseorang memanggil namaku. “San..?” panggil Wildan, sahabat karibku diujung pintu kelas 12A1. Aku menoleh dengan isyarat tangan kanan memperlihatkan artikel kertas putih. Kemudian Wildan langsung membalas dengan tangan kanan jempol dan berkata “Semangat”....


...Kemudian aku lanjutkan kembali langkah kaki ini tanpa menghiraukan tatapan para siswa. Setelah sampai di depan kantor OSIS dan langsung mengucapkan salam....


...“Assalamualaikum” ucapku....


...“Walaikumsalam” jawab salah satu anggota OSIS dan beranjak  keluar....


...“Mau setor artikel lomba cerpen Kak!”  ucapku lagi sambil memberikan artikel kertas yang sedari tadi kupegang kepadanya .  Dia pun menerima dan berkata “Oh iya. Eh... jangan lupa pengumuman lomba akan diumumkan ketika pas nanti upacara, ya?”...


...“Em Iya Kak..yaudah...saya pamit dulu. Assalamualaikum” pamitku sebelum beranjak pergi....


...“Waalaikumsalam”...


...Kemudian aku langsung membalikkan badan dan pergi meninggalkan kantor OSIS dan beranjak kembali ke kelas. Dengan santai aku melewati koridor kelas dengan pemandangan semua siswa berlalu-lalang. Sesekali angin bertiup kencang, menggoyang pepohonan dan menjatuhkan dedaunan. Dalam benakku aku berdoa, cerpen itu bisa menjadikan buktiku dan kelasku  kalau 12A2 bisa dan juga untuk tidak dipandang sebelah mata lagi. Dan tak lupa dengan lomba-lomba yang lain, yang diperjuangkan oleh teman kelas bisa menjuarai dan bisa mendapatkan juara umum. Amin ya rabbal alamin....


...#BERITA SMAN NUSA BANGSA...


...UPACARA SENIN SEKALIGUS PEMBERIAN HADIAH...


...SMAN Nusa Bangsa- Ratusan siswa SMAN Nusa Bangsa berbaris rapi dari ujung barat halaman sampai timur halaman guna mengikuti upacara rutinitas Senin. Dengan penuh semangat mereka tetap berdiri tegak mengikuti alur upacara. Upacara sekaligus pemberian hadiah tersebut dilaksanakan hari Senin (30/04/20)...


...Bapak Hartono M.Pd. selaku kepala sekolah menyampaikan sambutannya dengan mengenai perihal sekolah dan mengucapkan terima kasih kepada para anggota OSIS telah mengadakan lomba AKSARA. “para siswa sekalian, ingat percuma kita pandai, kita anaknya orang kaya, ganteng, cantik. Kalo akhlak minim. Ingat kesopanan lebih tinggi nilainya dari pada kecerdasan. Sebelumnya saya banyak berterima kasih kepada seluruh anggota OSIS telah mengadakan lomba AKSARA” ucapnya....

__ADS_1


...Tiba di penghujung upacara, Moh firman selaku ketua OSIS membacakan surat keputusan akhir lomba AKSARA. Berbagai kelas telah mendapatkan juara dari masing-masing lomba. Dan setelah itu, tiba pembacaan juara umum yang ditunggu para siswa. “Dan untuk juara umum lomba AKSARA diraih oleh kelas 12 A2 Taruna dengan jumlah poin 11,  dengan jumlah piala 5; dua piala juara1, satu piala juara 2 dan satu piala juara 3”ucapnya. (San)...


...Oleh: sanel-qhoyry...


...BIONARASI...


...Nur Hasan di panggil HASAN atau AHSAN. Pria berkulit putih, blasteran jawa madura, yang hobi 2M 1o (menulis, membaca) (olahraga) ini berasal dari kota jember yang sekarang tinggal di sebuah desa kecil bejuta cerita yang berada di pamekasan madura jawa timur. Berkelahiran tanggal 25 april 2004. Masih aktif sebagai siswa ipa MA MAMBAUL ULUM BATA-BATA. Jika ingin akrab anda bisa menyapanya di no wa 085236281802 dan fb\ig san elqhoyry    ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...

__ADS_1


... ...


__ADS_2