Sebuah Inspirasi Dari Penulis

Sebuah Inspirasi Dari Penulis
JANJI SEORANG PASUKAN


__ADS_3

...JANJI SEORANG PASUKAN ...


...Panas matahari  membentang sebuah siang, angin yang berhamburan, dan langit yang tampak cerah menerang serta dengan suasana yang cukup tergirang ringan, di sebuah halaman berbentuk seperempat layangan.  Dan tak lupa dengan lima belas insan manusia berbaris sejajar membentuk tiga saf disertai satu insan manusia di depannya. Serempak menyanyikan sebuah nyanyian kesenangan....


...Walau Abang pergi berjuang badan Abang kurus dan hitam...


...Pulang-pulang tak kenal lagi Abang kau putusin...


...Abang izin pergi berjuang, Abang janji gak macam-macam...


...Asal adek bisa setia sampai Abang pulang...


...Oooh ....oooh....oooh....oooh.....oooh...oooh..oooh 2x...


...Aselole...


...Terpesona aku terpesona, memandang memandang wajahmu ya adek...


...Terpesona aku terpesona, memandang memandang wajahmu ya adek...


...Bagaikan mutiara matamu, bola-bola matamu...


...Bagaikan kain sutra lesungnya, lesung pipimu...


...Cantiknya kamu, Cantik-cantiknya kamu...


...Eloknya kamu eloknya, elok-eloknya kamu...


...Semua yang ada padamu, membuat aku jadi gelisah...


...Sampai-sampai aku mendapatkan dirimu...


...Nyanyian itulah menggema luasnya halaman dengan penuh suara lantang, gerakan yang serempak, kekompakan yang sama serta dengan penuh gaya yang ditampilkan. Tak lain hal demikian itu, dilakukan oleh seorang pasukan siswa TARUNA. Walaupun di tengah teriknya matahari yang membentang keluh keringat, mereka tetap semangat melakukannya. ...


...Pasukan siswa TARUNA yang merupakan para siswa khusus  untuk meningkatkan prestasi  dengan membentuk siswa yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia dan cinta tanah air. Dan menciptakan keselarasan dan keseimbangan antara emosi, intelektual dan spiritual yang dimiliki siswa. Selain dari guru, seorang TNI dan Polri ikut andil melatih para siswa Taruna untuk lebih peka terhadap jasmani, sosial, pengetahuan, wawasan kebangsaan dan kenegaraan, dimana tak lain untuk membimbing para siswa ke jenjang selanjutnya yakni menjadi abdi negara (TNI/POLRI)....


...Disiplin nomor satu. Berbagai kedisiplinan yang harus dipikat oleh para siswa Taruna. Mulai dari waktu, tempat, perintah, aturan, tingkah laku, ***, olahraga binsik (bina fisik), seragam dan lain semacamnya. Bahkan dalam aturan baju semua harus sama, dari merek dan warna kecuali ukuran harus sama entah baju eksternal maupun internal....


...“Siap gerak” ambil alih seorang insan di depan dengan badan yang kekar, mata yang tajam dan suara yang durkasa.  Ya dia seorang komandan TNI  dengan empat tanda bintang di pangkal lengan lehernya, dengan baret merah yang begitu menawan. Hari dimana seorang komandan TNI mempunyai jadwal untuk melatih pasukan siswa Taruna....


...“Siapa... kita?” tanya sang komandan kepada pasukan dengan nada keras yang berirama....


...“Taruna... Taruna... Taruna” jawab serempak pasukan tiga kali kata Taruna dengan suara dalam yang menggerang. Disertakan dengan tiga kali injakan kaki kanan ke bumi....


...“Siapa...kita?” tanya  lagi sang komandan dengan volume suara yang ditingkatkan....


...“Taruna.. Taruna... Taruna”  jawab pun sang pasukan tak kalah nyaring dengan jawaban sebelumnya....


...Tatapan mata lurus ke depan sesuai lurusnya rata-rata air. Mulut seakan dilem tanpa sepatah kata diucapkan oleh pasukan. Terasa bungkam. Dagu ditarik ke.arah dalam dengan dagu dibusungkan. Kedua tangan didekapkan ke kedua pinggir paha dengan digenggam. Kedua tumit kaki dirapatkan, ujung telapak kaki dibuka 1 kepal membentuk +45°. Sikap sempurna lah yang sekarang dilaksanakan oleh para pasukan siswa Taruna....


...“Hormat....gerak”  Lanjut sang mengucapkan aba-aba pelaksanaan hormat....

__ADS_1


...Secara bersamaan tangan kanan pasukan seketika berubah dengan membuka telapaknya kemudian diangkat ke atas mengarahkan sasaran luas ujung alis kanan (tanpa merubah bahu sikut). ...


...“Tegak gerak”  masing-masing tangan kanan pasukan kembali ke posisi semula dengan sikap sempurna....


...“Adakah Taruna di matamu?” lanjut sang komandan dengan suara yang masih tetap tegar....


...“Ada... Ada... Ada” jawab serempak pasukan disertai gerakan kedua tangan ke depan dengan tetap mengepal seakan memukul sesuatu  di depan....


...“Kalau ada di mana dia?”  tanya lagi dengan suara agak keras serta mimik wajah yang garang....


...“Ini dia, ini dia, ini dia” jawab para pasukan  tiga kali disertai dengan  gerakan kedua tangan menunjuk ke arah kedua mata, untuk menunjukkan kalau Taruna ada di depan matanya....


...“Adakah Taruna di hatimu?” tanya lagi sang komandan dengan pertanyaan hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya. Dan dengan kedua bibir  yang sedikit tersenyum tapi tidak dengan tatapan wajahnya....


...“Ada, ada, ada”  sang pasukan tetap menjawab dengan rasa semangat yang selalu berkobar dan gerakan yang sama pada jawaban ada, ada, ada....


...“Kalau ada  di mana dia?” tambah sang komandan dengan nada masih begitu garang dan wajah yang tetap durkasa....


...“Ini dia, ini dia, ini dia” dengan tatapan wajah yang serius serta nada yang masih utuh, sang pasukan  menjawab serempak disertai dengan kedua gerakan tangannya yang semula ke arah mata, beralih pindah ke arah hati....


...Jarum pendek menunjukkan 12, jarum panjang mendekati angka 6. Sudah 1 jam setengah lebih seorang komandan TNI dan pasukan siswa Taruna berdiri tegak di tengah-tengah halaman. Sikap tegak dan baris yang menjadi tiga Banjar tampak tidak ada perubahan sama sekali. Pasukan siswa Taruna tetap berdiri tanpa gerakan sekalipun seakan seperti patung. Mereka akan bergerak bila ada aba-aba perintah untuk bergerak sebagaimana perintah di sebelumnya (diatas). Mereka akan berbicara bila ada perintah  berbicara seperti pertanyaan. Mereka akan melakukan itu bila sang komandan disuruh itu. Intinya pangkuan utama terdapat pada  sang komandan....


...“Siap.........gerak.....” sang komandan lanjutkan dengan perintah posisi sikap sempurna. Dengan nada  lantang  yang panjang setiap cengkok kalimatnya. Kemudian masing-masing pasukan pun dengan cermat dan cepat, badannya langsung berposisi sikap sempurna laksana kilatnya petir bersamaan....


...“Masih semangat....?” lanjut sang komandan dengan memastikan pasukannya....


...“Masih...” jawab serempak dengan suara dalamnya. Sang komandan pun mengangguk-angguk sambil mondar-mandir ke depan, ke belakang, ke samping kanan, kiri barisan pasukan dan kemudian berucap lagi....


...“Apakah kalian siap.... Bernyanyi?” kali ini sang komandan menampilkan suara yang agak berbeda, dengan sedikit senyuman dan gerakan yang berbeda....


...“Apakah kalian siap...bernyanyi?” volume suara sang komandan semakin menggerang dengan logat tubuh mulai heboh....


...“Yes....Cher...... Taruna beraksi...


...Walau panas terik matahari...


...Berjuta kali taruna beraksi...


...Bagiku itu hal yang pasti...


...Hari-hari esok adalah milik kita ...


...Siswa Taruna kebanggaan kita...


...Ikhlas jujur dan dapat dipercaya...


...Demi membanggakan Indonesia”...


...Suara serempak dengan stip tangan dan kaki dimainkan oleh para pasukan siswa Taruna. Dan dengan irama lagu anak kuliahan yang berjudul Buruh Tani dinyanyikan oleh mereka semua....


...“Marilah kawan mari kita nyanyikan...

__ADS_1


...Sebuah lagu tentang perdamaian 2×” tambahnya terakhir   serta diiringi dengan berhentinya  yel-yel tersebut  gerakan mereka....


...“Baik.... latihan hari ini kita cukupkan. Sebelumnya mari kita berdoa terlebih dahulu agar apa yang kita lakukan bermanfaat. Berdoa mulai” titah sang komandan. Kemudian semuanya dan terkecuali pasukan menundukkan kepala, dengan lain berdoa kepada sang maha kuasa....


...“Selesai” semuanya pun langsung mendongakkan kembali kembali ke posisi semulanya. “Bubar jalan” ucapan sang komandan. Kemudian  para pasukan memberikan hormat kepada sang komandan dan langsung membalikkan badannya sesuai dengan aba-aba balik kanan dengan ditambah satu kali hentakan kaki kanan....


...“TARUNA” ucap berbarengan saat pas satu kali hentakan kaki kanan. Dan para pasukan pun bubar....


...###...


...Dutggggg......dutggggg......dutggggg...


...Suara tiupan trompet berdentang nyaring di penghujung lapangan. Menandakan upacara SMA Taruna sekaligus pembacaan bagi angkatan baru anggota Taruna, akan dimulai. Disana  telah berkumpul semua siswa Taruna dan siswa  baru taruna, tampak telah terjajar rapi di luasnya lapangan.  ...


...Saat tiba di rentetan acara pembacaan sumpah, sang pembawa acara mempersilakan kepada jenderal TNI untuk memimpin pembacaan sumpah bagi angkatan baru anggota Taruna. “Sumpah Prajurit Demi tuhan saya bersumpah dan berjanji” ucap jendral TNI, diikuti dengan para anggota Taruna baru....


...1.     Bahwa saya akan tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan ...


...2.     Bahwa saya akan taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan ...


...3.     Bahwa saya akan menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada Tentara dan Negara Republik Indonesia...


...4.     Bahwa saya akan memegang segala rahasia Tentara sekeras-kerasnya....


...Begitulah pembacaan isi dari sumpah seorang prajuritt, yang dipimpin oleh jenderal TNI dengan diikuti oleh para angkatan anggota baru Taruna....


...*11/04/2021(Ruang_lingkup_kamar)...


...BIONARASI...


...Nur Hasan, di panggil Hasan atau Ahsan. Asal kota Jember, tinggal di Pamekasan Madura dengan tanggal lahir 25 April 2004. Sekarang, tengah duduk di bangku kelas 10 IPA 2 MA Mambaul  Ulum Bata-bata. Anda bisa menyapanya di no/WA 085236281802 FB/IG san el-qhoyry...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...

__ADS_1


... ...


... ...


__ADS_2