Sebuah Inspirasi Dari Penulis

Sebuah Inspirasi Dari Penulis
CATATAN PENA


__ADS_3

...CATATAN PENA...


...          Suasana pagi lambat laun mulai tampak resah, meronta-ronta beranjak pergi ke suasana siang.  Ketika  sang suasana siang tiba, sebuah suasana sore tergirang ingin segera menggantikan. Namun suasana tidak leluasa mencampakkan indahnya seperti suasana pagi dan siang. Tapi tidak dengan suasana malam, suasana yang sangat berbeda dari suasana lainnya. Suasana yang mungkin di nanti-nanti oleh para kaum muka alam. Seperti salah satu kaum yang bernama Ehsan Al-farisi....


...          Ehsan Al-farisi.  Entah apa yang membuat pemuda bernama Ehsan itu lebih suka menanti suasana malam. Mungkin karena malam adalah momen paling spesial menghentikan segala aktivitas(istirahat) atau dia adalah sorang penikmat yang pekerjaannya selalu di kala malam. Atau bisa jadi karena dia seseorang yang suka suasana sunyi di kala malam. Yang jelas apa pun alasannya. Ehsan selalu menikmati indahnya malam....


...          Pertanyaannya Jika memang iya, Lantas pekerjaan malam apa yang di sukai oleh seorang oleh Ehsan Al-farisi?  ...


...          Siapa tidak kenal dengan penulis, siapa yang tidak kenal atau sekedar tahu Pramodya Anata Toer, Andrea Hirata, Muhktarlubis, NH dini dan Suawarsih Djopuspito.  Insyaallah semua orang, terutama warga +62 atau negara Indonesia tercinta ini, pasti tahu ke lima novelis dunia tersebut....


...          Dan jawabannya tidak melenceng dengan uraian di atas. Ya menulis. Seratus untuk diri sendiri. Ehe-Ehe....


...          Bagi Ehsan menulis itu ibarat air yang selalu digunakan dan selalu dibutuhkan, hingga ia menjadikan menulis sebuah kewajiban. Selain memang bermanfaat , dengan menulis ia juga bisa leluasa menuangkan segala pikiran dan perasaannya. Dan suasana malam-lah yang Ehsan tunggu-tunggu untuk menulis dan meluapkan isi pikiran dan perasaan.  Menulis waktu malam menjadikan rutinitas Ehsan menghabisi masa mudanya. Berbeda jika dibandingkan anak muda zaman  sekarang, yang segalanya  dengan teknologi masih saja keluyuran dimalam hari. Entah apakah mereka tidak tahu arah masa depannya atau indingnya nanti jadi apa?. Tapi yang pasti kita harus  bisa menyadarkan mereka ....


...          Sebelum melakukan rutinitas menulis malam, Ehsan biasanya selalu melakukan sesuatu yang bisa dijadikan bahan inspirasi untuk nanti menuangkan pikiran dalam menulisnya. Terkadang ia merenung di amper rumahnya, menatapi indahnya langit malam dengan berbagai macam bintang menghiasi. Sekedar memutar balik peristiwa yang sekiranya tepat untuk  mengisi polos kertas putihnya. Terkadang ia juga beralih pada handphone berukuran 18 inci. Dimana ia dan teman perempuan onlinenya saling melontarkan argumen lewat pesan whatshap. Seperti malam ini. Ehsan mengawali pesannya dengan salam assalamualaikum. ...


...          Alhamdulillah , Ehsan bersorak dalam hati, ternyata pesan yang dia tunggu muncul....


...          [2/4 19.48] DEWI SISKA...


...Waalaikumussalam Kak San. Mau lanjutin diskusinya Kak?...


...[2/4 19.49] EHSAN ALFARISI...


...Hehehehe iya Dek.. gimana?...


...[2/4 19.5O] DEWI SISKA ...


...Kuy lah Kak!...


...Ehsan tersenyum seketika mengingat perempuan di hadapan balik layarnya. Dewi Siska adalah siswi kelas 11 MIPA 2 di SMA ternama. Dia adik kelas Ehsan. Ehsan tak menyangka berteman dengannya bisa dikatakan akrab. Berawal dari perkenalan singkat di sebuah grup gabungan anak MIPA 2, yang kemudian keduanya saling berkomunikasi. Mereka berdua lebih banyak melakukan sharing atau pertukaran pendapat. Kadang juga mereka isikan dengan curhatan, tapi Siska lebih sering melontarkan curhatannya, sedangkan Ehsan sendiri rela menjadi pendengar dan penasihat....


...Nonong-nonong. Notif muncul di layar tancap  Ehsan....


...[2/4 19.51] DEWI SISKA...


...Ya kak, kita ini harus sadar(mengerti) tentang sesuatu yang hanya patut kita sadari, walau hal itu tidak begitu penting?...


...Ehsan mulai mencerna dan memahami pesan singkat Siska....


...[2/4 19.51] EHSAN ALFARISI...


...Em betul tuh Dek. Tapi jika kita kembalikan ke zaman sekarang, kenyataannya itu beda. Sudah tidak ada lagi seseorang yang dirinya merasa tidak sadar apa yang telah diperbuat. Ada yang pakek itu, ikut juga pakai. Ada yang ingin jadi ini, juga ikutan ikut. Ada jadi selebgram, sok-sok an ingin jadi seleb. Ya begitulah....

__ADS_1


...[2/4 20.07] DEWI SISKA...


...Mau gimana lagi ya Kak? Mungkin  Beda zaman....


...Ehsan tidak langsung menanggapinya. 4 menit termenung  dan tersenyum sendiri....


...[2/4 20.12] EHSAN ALFARISI...


...Nah. Itu...cara mengembalikan ke edisi dulu itu susah... mentradisikan tradisi lama itu susah...jujur saja aku kangen permainan tradisional yang dilupakan oleh kaum pemuda Dek....


... [2/4 20.13] DEWI SISKA...


... Sudah terlalu banyak yang terobsesi. Sedangkan tugas kita hanya mengingatkan dan tidak melakukannya.  Itu sederhana kan Kak? To mencangkup segalanya.  Tapi......


...[2/4 20.14] EHSAN ALFARISI...


... Terus...Dek?...


...Siska sedikit lama membalas pesan dari Ehsan....


...[2/4 20.22] DEWI SISKA...


...Apa yang kita ekspektasikan terkadang tak sesuai dengan usaha yang kita lakukan. Bahkan sulit Kak....


...Memang semua apa yang kita harapkan bukan selalu terkabulkan. Kadang kita butuh waktu untuk menunggu waktu yang kita harapkan. Tapi pasti...akan membuahkan hasil walaupun tak sesuai.....


...[2/4 20.25] DEWI SISKA...


... Tapi terkadang banyak sebagian orang yang tidak sadar akan waktu dan mulai berpikir semuanya akan hilang. Apakah pantas kita menyalahkan pemikiran mereka Kak? Sedangkan apa yang mereka pikirkan disesuaikan dengan keadaan....


...[2/4 20.30] EHSAN ALFARISI...


... Tidak.... seseorang mempunyai bakat dalam dirinya sendiri.. mempunyai kelebihan dan juga kekurangan. Bakat yang terpendam tidak lah harus sama, aku dan kmu mempunyai bakat dari bidangnya masing-masing.......


...Tidaklah menyalahkan pemikiran mereka, karena mereka tahu seberapa besar nanti hasilnya dengan sendirinya....


...[2/4 20.31] DEWI SISKA...


... Lantas bagaimana dengan orang yang belum menemukan jati dirinya Kak? Atau yang salah memahami jati diri?...


...Kedua insan ini, mulai menalar otak pikirannya. Tampak dari  Ehsan mulai membolak balik IQ miliknya. Mungkin dari Siska juga seperti itu....


...[2/4 20.37] DEWI  SISKA ...

__ADS_1


...          Maaf kak kok di jawab?...


...          Ehsan yang saat sedang asyik melontarkan argumennya tiba-tiba ada sebuah iklan lewat dari depan rumahnya. Seorang paruh baya bertanya-tanya jalan kepada Ehsan...


...[2/4 20.39]  EHSAN ALFARISI...


...Bentar Dek...Ada tamu nih...


...[2/4 20.41] DEWI SISKA...


... Ya sorry Kak.. Maaf Aku diam nih🤐...


...Ehsan sedikit terkekeh ketika ada Notif pesan dari Siska tadi dengan ditambah in stiker....


...[2/4 20.44] EHSAN ALFARISI...


... Semuanya akan menemukan jalan masing-masing. Lantas bagaimana seorang yang tidak menemukan jati diri. Gambarannya seperti kita masih belum menemukan pasangan, dan jodoh itu sudah diatur oleh Allah SWT. Sama dengan jati diri.. mungkin seorang yang belum mempunyai jati diri. Masih belum dibuka...tapi pasti seorang yang sudah berusaha Allah telah menjaminkan. Sesuai peribahasa Arab  "man Jadda wa jada”...


...[2/4 20.45] DEWI SISKA...


... Faham. Intinya top deh buat Kak Ehsan. Sekali lagi Makasihh Pak ustadz eh maksudnya kak Ehsan🤭🤭....


...[2/4 20.46] EHSAN ALFARISI...


...Sip. Santai kalo sama aku Dek. Yaelah ada Pak ustaz kau kira aku seorang ustad gitu. Yaudah deh Dek, kakak of dulu soalya banyak tugas numpik nih. Lanjutin besok atau kapan gitu oke dek. Assalamualaikum....


...[2/4 20.45] DEWI SISKA...


...Oke siap Kak. Waalaikumsalam...


...Kemudian Ehsan langsung beranjak pergi dari temas rumahnya, bergegas menuju kamarnya melanjutkan aktivitas menulis malam. Ehsan berpikir, momen tadi itu dengan adek  kelasnya adalah bahan untuk ia menulis. Oke ide yang brilian. Ehsan pun mengambil sebuah pena  dan mengambil buku diarnya, kemudian ia tuangkan....


...*PAKONG PAMEKASAN MADURA 25 APRIL 2021. ...


...BIONARASI...


...Nur Hasan di panggil HASAN atau AHSAN. Pria berkulit putih, blasteran Jawa Madura, yang hobi 2M 1o (menulis, membaca) (olahraga) ini berasal dari kota jember yang sekarang tinggal di sebuah desa kecil berjuta cerita yang berada di Pamekasan Madura Jawa timur. Berkelahiran tanggal 25 april 2004. Masih aktif sebagai siswa ipa MA MAMBAUL ULUM BATA-BATA. Jika ingin akrab anda bisa menyapanya di no wa 085236281802 dan fb\ig san elqhoyry    ...


... ...


... ...


... ...

__ADS_1


... ...


__ADS_2