
...KOLOM INSPIRASI...
...Asap putih penuh nikotin perlahan keluar dari irisan-irisan bibir. Tampak ketenangan terukir di wajahnya saat ketiga pemuda masih dalam balutan rokok yang melekat di kedua jarinya. Menikmati setiap embusan yang keluar dari organ pernafasan. Menyeruak sejenak kemudian menghembuskannya dengan penuh kenikmatan. Demikian hal itu terjadi berulang-ulang tanpa ada satu pun diantara mereka memecahkan kesunyian. Mereka berpikir kalau suasana yang sunyi ini cocok tuk sekedar mencari sudut tema yang akan didiskusikan....
...Ke tiga pengisap rokok mild itu duduk melingkar sambil memainkan ayunan asap putih yang penuh nikotin tersebut. Di sebelah kiri, terdapat pemuda ceking yang dilahirkan dengan nama Izhal. Di sebelah kanan, terdapat pemuda berkacamata dengan nama yang begitu singkat Al. Sedangkan pemuda dengan badan sispek, yang terlalu kelebihan ini dipanggil Bobi. Mereka bertiga memiliki latar belakang pendidikan hampir sama. Namun dengan metode System yang berbeda. Hal ini menjadikan cara mereka dalam menyelesaikan masalah ketika forum diskusi. Izhal yang menduduki pendidikan SMA menempuhi pikiran dalam ilmu ke umuman. Al yang menduduki MA, menempuhi dalam masalah ke agama. Sedangkan Bobi yang menduduki pendidikan SMK, membuatnya tangkas dalam permasalahan keahlian....
...Sebenarnya mereka merupakan sahabat yang melebihi akrab. Apalagi di waktu luar forum atau kala senggang mereka saling ambyar dalam bercanda. Tapi masing-masing mereka mempunyai sikon yang ia tegakkan dan mereka bertiga memiliki pendekatan yang sangat ulet. Lebih-lebih dalam menyelesaikan masalah. ...
...Kamis sore menuju malam Jumat, memang selalu mereka isi dengan diskusi mulai dari tema yang ringan seperti tentang keadaan sosial , sehari-hari sampai dengan tema yang berat seperti tentang politik, kenegaraan dan semacamnya. Kadang mereka isi dengan dialog interaktif, kadang juga mereka isi dengan debat Ilmiyah....
...Sepuluh menit telah dilalui dengan basa-basi, mereka masih belum menemukan titik tema pas untuk didiskusikan. Hingga dua puluh menit berlalu pun tak ada satu tema yang dianggap layak oleh mereka untuk dijadikan bahan pertukaran argumen....
...“Sepertinya diskusi kali ini tak akan nikmat tanpa ditemani secarik kopi hangat ya? Ditambah lagi dengan rokok yang kita hisap ini,” ungkap pertamanya Izhal....
...“Usulan yang bilian,” saut Bobi....
...“Baik tunggu sebentar, Aku buat dulu,” Izha berdiri sambil meletakkan buku yang sedari tadi ia pegang. Ia letakkan tepat di tengah-tengah mereka bertiga melingkar....
...“Kutunggu nikmatnya kopi buatanmu Zal.” Jawab Al, dengan senyum lesung yang terukir disebelah bibirnya....
...Tidak butuh waktu lama, Izhal muncul di ambang pintu kamar kecil dengan ditemani sebuah gelas berisi hasil sebukan hitam yang menghujaninya. Serta tak lupa pula dengan tadah kecil berbentuk piring ditolongnya. Saat ini, posisi melingkar mereka bertiga berada di depan kamar asrama yang memang sore ini merupakan waktu rehat para santri setelah mengikuti *** kajian kitab siang. Tapi mereka bertiga sepakat kalau di setiap kamis sore, mereka isi dengan diskusi melingkar. ...
... Izhal memulai pertama menikmati kopi yang dibuatnya sendiri sambil bergantian dengan sebatang rokok mild yang Dipegangnya. . dengan Al dan Boby mengikuti alurnya....
...“Gimana buku ini kita diskusi dengan penjabaran yang kita ketahui?” Boby berusul riteme diskusi dan memegang buku yang Izhal letakkan tadi....
__ADS_1
...“Baik, aku akan memulainya terlebih dahulu,” Al langsung alih awal pendiskusian sambil mengubah posisi duduknya dan mengutarakan argumennya. “ Seorang yang bodoh disulap menjadi pintar. Seorang yang tidak tahu apa-apa, akan tahu berbagai hal, dengan apa? Dengan membaca, membaca apa? Membaca buku,” tambahnya Al kemudian kembali menghirup batang rokoknya. ...
...“Tentu saja, karena tidak pernah ada ceritanya orang pintar, orang tahu macam hal dengan tanpa membaca buku. Dan selain itu ketika membaca buku, kita seakan-akan membuka pintu dunia serta seolah-olah kesuksesan kita terbuka lebar di hadapan mata kita ini,” Boby menimpal perkataan Al....
...“Dan banyak sekali bentuk bacaan yang ada di berbagai macam judul buku, tapi kita harus pandai memilah dan memilih buku yang akan kita baca, sebab tak semuanya buku itu seperti jendela dunia. Cuman buku yang manfaat saja yang akan seperti jendela dunia,” sambungnya lagi Al....
...“Cukup masuk akal, tapi tahukah engkau bahwa di balik sebuah buku ini terdapat banyak rahasia,” Izhal berkata, seakan menunnjukkan fakta yang belum diketahui oleh kedua sahabatnya itu, sambil mengarahkan jari telunjuknya ke keberadaan bukunya. ...
...“Maksudmu?” Tanya Al masih kebingungan. Kemudian Izhal menikmati hisapan rokok terakhirnya dengan dalam-dalam dan melontarkannya setelah hisapan terakhir itu menyusuri puil-puil batang rokok lainnya....
...“Rahasia pertama yang ku ketahui dari buku ini adalah kejujuran.” Izhal menjeda kalimatnya “Setiap kita membeli buku, harga dan isi buku tidak pernah berbeda dengan kemanfaatan buku di dalamnya. Dan kalian berdua bisa mengisi rahasia keduanya,” Izhal merpersilahkan kedua sahabatnya dengan tingkah gaya dimilikinya ia pragakan seperti penyambut seorang tamu yang ada di Restoran....
...Boby dan Al menganggut-mengangut paham apa yang diucapkan Izhal. Setelah itu Boby mengambil secarik kopi di depannya itu, meresapi segala rasa yang ditawarkan oleh kopi hitam tersebut. Dan kemudian mata hitamnya terpejam, kepalanya tertunduk, sesaat ia dongakkan kembali dan berkata tanpa sedikit...
... ...
...“Benar juga, dan rahasia kedua pada buku yang aku ketahui adalah mereka dalam kutip buku-buku tidak pernah iri pada judul yang dimilikinya, mereka tahu bahasa yang dikandung dalam bukunya itu memiliki varian ilmu masing-masing. Pertanyaannya apakah hidup kita sudah seperti mereka? Ya, tentunya jawabannya ada diri kita sendiri,” jelasnya Boby dengan melontarkan satu pertanyaan yang di jawab dengan dirinya sendiri...
...Al masih berpikir keras tentang argumen yang akan disampaikannya. Kemudian ia coba menghisap kembali batang rokoknya....
...“Dapat diterima dan dipahami. Sekarang giliranku, rahasia ketiga yaitu jenis pengetahuan isi buku yang dimiliki kita masing-masing akan diketahui, ditelaah dan di pahami apabila kita bersungguh-sungguh membaca isi buku tersebut kemudian memahaminya. Sama dengan diri kita sebagai manusia, tidak akan tahu kearifan mental keimanan kita kecuali kalau diri kita tahu terhadap isi apa yang ada di kita sendiri ini, dalam artian apa-apa yang kita pernah diperbuat entah baik atau buruknya.” Ucap Al kemudian setelah menghembuskan isapan rokoknya tadi, ia menyentilnya dengan jauh-jauh....
...“Sepakat, bisa ku minta giliranku?” Tanya Izhal dengan senyum semringahnya....
...“Silakan, langsung diutarakan jika memang sudah dapat ilham” balas Boby....
__ADS_1
...“Rahasia yang keempat ini adalah buku yang dimiliki setiap insan manusia itu, sangatlah berharga. Sejak insan manusia membaca buku yang dimilikinya tersebut, sejak itulah manusia tersebut memperoleh dan meningkatkan pengetahuannya. Dan sama dengan kehidupan kita sehari-hari di dunia ini sangatlah berharga . jika kehidupan kita diisi dengan ibadah kepada Allah swt, niscaya hidup kita akan lebih tenang di akhirat nanti. Begitu pun dengan sebaliknya. Jika di kehidupan ini, kita isi dengan gemerlap setan. Niscaya hidup kita pun akan terasa sengsara” tambahnya Izhal setelah melengkapi rahasia pertama....
...Sejenak forum diskusi senyap sejenak, Al dan Boby tampaknya sedikit paham apa yang diutarakan Izhal tadi. Kemudian masing-masing dari mereka tak ada suara yang keluar. Sepi, hening tampak suara kegaduhan, gurauan santri yang terdengar dari tetangga kamar sebelah kamar mereka....
...“Masih ada lagi yang belum dikatakan?” Tanya Izhal mencoba menghilangkan rasa keheningan. Boby yang mengacungkan tangan “Baikalah, dipersilahkan sobat.”...
...“Terima kasih Sob. Saat sebuah buku telah dibaca, dan dipahami satu persatu bait kalimatnya serta dicerna dengan baik dan sangat detail itu tidak ada gunanya sama sekali.” Jelas Boby, membuat dua sahabat di depannya tampak alisnya saling mengangkat. “Hal itu apabila tidak di aplikasikan. Sama dengan pengetahuan manusia , tahu teori tanpa keterampilan, tahu itu kalau pekerjaan wajib, dilarang tapi masih saja dijalani. Itu tidak ada gunanya, cuman sia-sia,” tambahnya....
...“Ah sungguh terlalu banyak misteri dari sebuah buku dalam kehidupan kita ini dan kita perlu banyak belajar tentang ini semua atau mungkin kita perlu banyak bertanya pada mbah Gogle untuk melanjutkan diskusi ini di minggu depan,” Ucap Al bersama isapan rokok terakhirnya. Izhal dan Boby cukup terkekeh dengan apa yang dikatakan Al tadi....
...Shalatuwassalamun alaik..... ...
... “Ehem.. mungkin diskusi kita hari ini cukup sampai kali ini aja?” Tanya Izhal memastikan, juga bersamaan dengan lantunan suara murrotal Qori dari sepiker masjid pesantren....
...Dengan balesan anggukan yang disetujui oleh Al dan Boby, Izhalpun langsung mengawal akhiran diskusi dengan meminta membaca hamdalah tiga kali “Baik kita akhiri diskusi sore kali ini dengan hamdalah tiga kali, semoga apa-apa yang telah kita untaikan dari tadi dapat bermanfaat serta barokah. Amion ya robal alamin” pintanya Izhal....
...“alhamdulillahirabbil alamin, alhamdulillahirabbil alamin, alhamdulillahirabbil alamin,” ucap mereka serentak dengan penuh ke khusyuan. Kemudian masing-masing dari mereka kembali ke kamarnya untuk mempersiapkan mengikuti Shalat berjamaah Shalat magrib....
...Oleh:San El-Qhoyry...
...BIONARASI...
...Nur Hasan di panggil HASAN atau AHSAN. Pria berkulit putih, blasteran jawa madura, yang hobi 2M 1o (menulis, membaca) (olahraga) ini berasal dari kota jember yang sekarang tinggal di sebuah desa kecil bejuta cerita yang berada di pamekasan madura jawa timur. Berkelahiran tanggal 25 april 2004. Masih aktif sebagai siswa ipa MA MAMBAUL ULUM BATA-BATA. Jika ingin akrab anda bisa menyapanya di no wa 085236281802 dan fb\ig san elqhoyry ...
... ...
__ADS_1
.......