
Namaku adalah Shireen Zoeya Laurelyn Arumi Kamandaka,aku adalah gadis yang hampir berusia 17 tahun sekarang sedang menempuh pendidikan di sekolah ternama di kota ini, aku juga memiliki prestasi dan aku menjabat sebagai ketua OSIS dan duta sekolah, menjadi anak bungsu di keluarga Arisko Kamandaka dan Fania Aruna, cita-cita ku menjadi Pengacara atau Hakim, dan Arsitektur, tapi kedua orang tuaku menginginkan aku untuk mengambil kedokteran, sungguh rumit bukan menjadi anak bungsu yang katanya dimanja tapi justru terkekang,aku adalah tipe perempuan yang pemberani dan tangguh, bahkan jika aku ingin memiliki segalanya maka akan aku dapatkan agar dapat dan bisa ku genggam, menjadi perempuan yang judes, cuek dan tidak ramah entah banyak yang mengatakan aku seperti itu, tapi nyatanya aku tidak lah cuek, aku sendiri memiliki paras yang cantik, rambut panjang yang berwarna pirang dan memiliki bola mata warna biru, kalau kalian pikir aku adalah gadis blasteran jawabannya tidak, papa dan mama asli dalam negeri kok,oke kita lanjutkan ke abang aku yang ganteng yuk.
Varis Gio Kamandaka, dia sendiri sudah berusia 27 tahun ya kami berbeda 10 tahun, hingga bang Varis kini sudah memiliki seorang anak yang berusia 5 tahun, Varis sendiri sudah menikah dengan Aulia Ahmad.
Di SMA Pelita Harapan Nusa
Gadis berpawakan tinggi nan cantik yang sedang turun dari mobil yang baru saja berada di parkiran sekolah, awalnya ia malas sekali datang ke sekolah karena untuk apa sekolah jika tidak ada yang membuatnya semangat, tapi kalian tidak tau kan bahwa sekarang ada guru baru katanya muda dan tampan apakah dia bisa ditaklukkan oleh Shireen.
Terlalu banyak fans di sekolah membuat Shireen ingin sembunyi saja, lihatlah adik-adik kelas yang selalu memberikannya sarapan pagi, biasanya dia kasihkan kepada kedua sahabatnya mereka membangun grup yang bernama Centil grup.
Ketika memasuki kelas, sahabatnya sudah menghampiri Shireen lihatlah sahabatnya menawan paperbag yang berisi makanan sepertinya, dia adalah Salsabila dan Andini.
"Lo itu habis belanja, heran banyak amat bawaannya"
"Bukannya bantuin malah ngomel nih buat makan kalian pasti kenyang" Shireen meletakkan paperbag dan tas yang ia bawa ke bangku miliknya,oh iya bangku disini satu persatu jadi tidak berdua ya kan.
Terkadang Shireen membagikan makanannya kepada para teman-teman yang ada dikelasnya, hingga Guru baru itu masuk tanpa mereka sadari kegaduhan yang mereka buat.
"Sudah selesai acara berbagi nya" Guru baru itu langsung duduk di meja yang berhadapan langsung dengan Shireen.
Shireen dan sahabatnya memang duduk di depan, mereka kan selalu aktif dikelasnya apalagi Shireen adalah siswi yang berprestasi jadi banyak yang mengenalnya, lihatlah memang tampan tapi kelihatannya galak dan cuek.
"Baik perkenalkan, nama saya Akbar Kinandra Wiliam, disini saya sebagai guru fisika yang menggantikan Bu Susi, panggil saja saya Pak Akbar disini siapa ketua kelasnya" Tegas pak Akbar
Shireen mengangkat tangannya, iya Shireen adalah ketua kelas disini sekilas Akbar meliriknya lalu mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
"Oke saya absen terlebih dahulu ya" satu persatu nama di panggil oleh Akbar, hingga pada akhirnya nama Shireen yang dipanggil.
"Shireen Zoeya Laurelyn Arumi Kamandaka"
"Saya pak"
Setelah selesai mengabsen barulah pelajaran dilaksanakan, akhirnya setelah 2 jam selesai baru ganti jam pelajaran selanjutnya.
Tapi Shireen lapar, akhirnya dia keluar untuk ke kantin membeli camilan sebagai siswi yang berprestasi membolos saat jam pelajaran kemungkinan akan banyak pembicaraan yang ia terima.
"Apa yang kamu lakukan pada waktu jam pelajaran" Akbar menggelengkan kepalanya menatap siswinya ini lihatlah jam pelajaran asik makan roti.
Tentunya Shireen yang lagi makan roti pun terkejut oleh suara yang ia dengar, bagaimana bisa Pak Akbar dibelakangnya, lalu apakah Shireen akan terkena marah oleh Guru baru ini.
"Bapak, sejak kapan ada disini" Shireen membalikkan badannya menatap Akbar, apakah mereka akan saling jatuh cinta?.
"Eh roti ini" Shireen segera menyembunyikannya dari hadapan Akbar bagaimana bisa dia ketahuan sih.
"Kamu gak sarapan ya, acara bolos lagi"
"Saya sih sarapan pak, tapi gara-gara mata pelajaran bapak saya menjadi lapar yaudah saya mau masuk kelas toh gurunya belum datang"
Shireen segera meninggalkan Akbar, yang masih mematung akan tingkah laku dari siswinya itu, katanya dia adalah siswi terbaik tapi kok seperti itu.
Akbar Kinandra Wiliam, pria berusia 27 tahun ternyata dia adalah sahabat dari abangnya sendiri,tapi Akbar tidak tau bahwa gadis tersebut adalah adik dari Varis, lihatlah sifat dan tingkah lakunya sangat berbalik dengan Varis.
__ADS_1
"Soal ketahuan sama Guru baru itu, aduh bagaimana ini"
Jam pulang pun berbunyi, akhirnya akan pulang setelah sekian lama Shireen menunggu jam pulang lagi dan lagi bertemu dengan Pak Akbar.
Ternyata mobil kami saling berjejer, bagaimana bisa apakah mobil mereka berjodoh lah harusnya orangnya yang berjodoh kan, bagaimana jika Shireen mendekati pak Akbar, itu adalah ide Shireen.
"Saya duluan ya pak Akbar" sapa Shireen dengan senyuman manisnya, tapi tatapan dingin Pak Akbar masih menusuk hatinya.
"Tunggu gadis seusia kamu mengendarai mobil sendiri,kok orang tua kamu mengizinkannya" cegah Akbar lah apa salahnya jika Shireen mengendarai mobil sendiri, yang Akbar lihat dari penampilan Shireen dan mobil yang ia kendarai Shireen bukanlah Gadis yang biasa saja melainkan dari kalangan menengah atas.
"Apa salahnya sih pak, toh daripada nungguin jemputan kan ya mending saya mengendarai mobil sendiri" dengan sombongnya Shireen mengatakannya di depan Akbar.
"Ya sepertinya usiamu belum genap 17 tahun"
"Memang yang bapak katakan benar,saya belum genap 17 tahun sudah selesai bapak mengintrogasi saya" Shireen segera memasuki mobilnya dan pergi dari hadapannya.
Oke besok akan Shireen tidak membawa mobil, dan dia akan meminta Akbar untuk mengantarkan dirinya pulang, hal yang bagus bukan.
Sesampainya dirumah Varis melihat adiknya yang senyum-senyum sendiri, apakah adiknya sedang gila jangan-jangan memang iya masak iya pulang sekolah seperti orang gila.
"Hei kamu sadar kan, sepertinya kewarasan mu sudah hilang" Shireen mengentikan langkahnya menatap Varis, sepertinya abangnya sedang kepo dengannya.
"Apa sih bang, aku mau mandi terus makan lapar"
"Gila memang, jangan-jangan tidak waras adikku ini" Varis mencegah adiknya itu tapi ada apa dengan adiknya apakah dia mempunyai pacar di sekolahan bagaimana bisa bukanya papa melarangnya untuk berpacaran tapi jika mereka pacaran diam-diam.
__ADS_1
Shireen segera memasuki kamarnya meninggalkan Varis yang masih mematung akan kepergian adiknya itu, Varis sangat mencintai dan menyayangi adik satu-satunya itu bahkan apapun akan Varis lakukan demi kebahagiaan sang adik.
Ide gila, ya kali Shireen akan mendekati Akbar tapi lihatlah pria cuek itu apa bisa ia taklukan tapi jika bisa Shireen hebat dong jika benar memang bisa.