
Setelah selesai sarapan, Shireen meminta abangnya untuk mengantarkannya ke sekolah, awalnya papa dan mama curiga kenapa tingkah laku putri kesayangannya menjadi berbeda.
Shireen sudah menyiapkan satu kotak bekal untuk Akbar, apakah Akbar mau menerimanya jika tidak mungkinlah dia akan menerima makanan ini.
Varis mengantarkan adiknya ke sekolah, setelah itu dia segera pergi ke kantor, Shireen menunggu mobil Akbar yang belum terlihat eh apakah dia tidak hadir saat ini.
"Ngapain berdiri disini, masuk yuk kak" dia adalah Fransisco Wijaya dia adalah pria yang selalu mengejar-ngejar Shireen, Fransisco adalah adik kelas Shireen bahkan ia mendambakan Shireen menjadi pacarnya.
"Frans baru datang, duluan deh masih nunggu Salsabila sama Andini" Shireen membalasnya dengan lembut dan senyuman manis, oke Fransisco meninggalkan Shireen sendiri.
Dan ternyata Akbar mengendarai motor sport miliknya, itu dia saat Akbar melepaskan helmnya Aura ketampanannya terpancar membuat Shireen semakin yakin untuk mendekatinya.
"Selamat pagi pak Akbar, tumben gak membawa mobil" Shireen harus basa-basi dan menarik Akbar untuk menyukainya walaupun kemungkinan tidak ya.
"Lah kamu ngapain disini, bukanya masuk malah berdiri diparkiran" Akbar yang heran dengan salah satu siswi nya yang sangat unik ini, bagaimana tidak unik aneh sekali tingkahnya.
"Pak Akbar tunggu, ini buat bapak saya masak sendiri loh buat bapak" Shiren menyerahkan kotak bekal kepada Akbar,tapi Akbar tak kunjung menerimanya hingga raut wajah Shireen yang berubah akan perlakuan Akbar seperti ini.
"Ini kamu apa-apaan seperti ini Shireen,acara bikin bekal makanan lagi" lah kok malah dimarahin sih Shireen sama Akbar.
"Terima saja lah pak, ini buat bapak kok khusus sarapan" pagi hari sudah membuat Akbar pusing, mau tidak mau Akbar menerimanya oke Shireen segera meninggalkannya di parkiran.
Akbar yang sudah sampai diruang Guru ia langsung membuka bekal makanan yang dibawakan oleh Shireen, lihatlah nasi goreng dengan banyaknya lauk aduh memang dia pengertian sekali, Akbar pun mengabiskan makanan yang Shireen berikan tidak terlalu buruk justru enak masakannya.
Sesampainya di kelas, Shireen tersenyum dengan senyuman yang sangat memikat hati, lihatlah Salsabila dan Andini heran tingkah laku sahabatnya ada apa dengannya.
"Shireen Lo baik-baik saja kan" Salsabila menepuk jidat Shireen membuat Shireen sadar dengan apa yang dilakukan Salsabila.
__ADS_1
"Sakit tau, gila Lo apaan sih salsa" tegas Shireen
Bagaimana tidak kesal, ia sedang berbunga-bunga Salsabila malah seperti itu, dasar sahabat yang tidak peka dengannya.
"Ini dari mama, buat Lo dan ini buat Andini Lo berdua suruh kerumah" Salsabila menyerahkan dua paperbag yang berisi makanan dan baju lah apa ini mama Intan memberikan ini.
"Acara apa sih ini, lihat ada baju" Shireen yang membukanya juga kaget tapi mama Intan memang pengertian bahkan isinya lebih banyak dari punya Adin karena sudah ada namanya.
"Gatau mama yang nyuruh, kayaknya sih bakal ada acara" acara anniversary pernikahan ke 19 tahun mama Intan dan Papa Roy.
"Wah kapan mama anniversary " Shireen menanyakan acaranya kepada Salsabila, kayaknya Shireen akan menghadiri acara ini.
Hari ini adalah hari sabtu, jadi agenda hari ini adalah perlombaan antar kelas tapi tidak mengenakan baju olahraga itu tergantung kelas masing-masing saja.
Fransisco menghampiri Shireen,dia memberikan makanan untuk Shireen duh kenapa Fransisco seperti ini bagaimana jika ada yang melihatnya.
"Eh kamu, ngapain disini sana kembali ke kelasmu" bukan mengusir tapi tidak enak jika dilihat banyak orang bagaimana jika ada yang melihatnya.
Setelah selesai rapat, barulah Shireen pulang tapi lihatlah sudah sepi bagaimana dia pulang yang Shireen lihat masih ada beberapa sepeda motor tapi lainnya sudah pulang.
"Gimana gue pulangnya, udah sepi lagi apa gue telfon bang Varis aja ya" Shireen mondar-mandir memikirkan cara untuk pulang, ingin memesan taksi online namun ia masih ragu dan ingin menelfon abangnya pasti masih kerja.
Akbar dia ternyata dari tadi dibelakang Shireen, bahkan sejak Shireen mondar-mandir memikirkan bagaimana cara pulang, apakah Akbar akan mengantarnya pulang atau tidak.
"Kalau cuma mau mondar-mandir, disitu lebih luas dan kalau disini menghalangi jalan" memang yang Akbar katakan benar Shireen menghalangi jalan, sejak Akbar hadir membuat Shireen terkejut karena tiba-tiba datang saja.
"Eh bapak, maaf menghalangi jalan" sudah capek dan kesal kepada dirinya malahan Akbar muncul secara tiba-tiba.
__ADS_1
"Kenapa belum pulang" tanya Akbar karena dia ingin memastikan bahwa Shireen memang menunggu seseorang.
"Tadi ada rapat buat acara ulang tahun sekolah yang diadakan hari rabu depan, maka dari itu harus dipersiapkan segalanya pak jadi saya bingung" ujar Shireen memang ia sedang pusing memikirkan konsep apa yang akan mereka buat.
"Lalu kamu gak mau pulang" tanya Akbar lagi karena memang Shireen belum mau pulang.
"Saya kan gak bawa mobil pak, jadi masih mau telfon abang buat jemput saya" apa yang dikatakan Shireen membuat Akbar percaya, bahwa siswinya memang sedang menunggu jemputan.
"Saya anter pulang saja yuk, mau" tanya Akbar daripada dia disini sendirian mana sudah sepi, sebagai seorang Guru Akbar tidak tega jika siswinya terjadi apa-apa.
"Lah, saya takut merepotkan bapak" Shireen berpura-pura menolaknya, ya kali langsung mau saja bagaimana nanti reputasinya sebagai siswi terbaik.
"Gak mau yaudah,saya tinggal nunggu aja disini sendirian" Akbar pun segera menyalakan motornya, eh Shireen pun langsung duduk di jok sepeda milik Akbar.
Diperjalanan memang seru ketika motoran berdua, tapi lihatlah Akbar seperti kutub utara, yang sangat dingin baginya mana tidak ada basa-basi lagi.
Aduh mana Shireen lapar lagi, gengsi mau ngomong duluan nanti dikira dia ngajak makan Akbar lagi terus gimana nunggu sampai rumah juga keburu demo nih cacing-cacing.
"Bapak boleh kita makan dulu, saya laper nih" memang Shireen lapar beneran,tidak bohong ataupun ingin makan bersama dan Akbar menghentikan motornya di sebuah warung makan langganan Akbar sih katanya.
"Menyusahkan aja" apa yang Shireen dengar tidak salah, emang ya marah-marah mulu nih lama-lama bisa bikin tua ya kan.
"Bapak kalau gak ikhlas mending kita pulang" daripada berdebat di warung makan kan, mending pulang aja lama-lama bisa gila kalau dia harus debat disini.
"Lah yang ngomong gak ikhlas siapa, heran nuduh mulu" Akbar segera turun dan memasuki warung makan, lalu Shireen segera menyusulnya kata ibu pemilik warung apakah Akbar membawa istrinya tapi kok masih berseragam SMA.
"Waduh pak Akbar,ini calon istrinya ya" Bu Sita menggoda Akbar dan Shireen menjadi salah tingkah ketika dirinya dikira pacar dari Akbar.
__ADS_1
"Murid saya ini bu, kebetulan pulang bareng " memang kan sebagai murid, tunggu saja pak Akbar akan menjadi pacarku kan.
"Halah siapa tau pacar jadi istri kan" lagi lagi bu sita berbicara seperti itu, mana mungkin jadi istri pria si kutub utara ini.