
Setelah pertemuannya dengan Ryuga di sebuah fashion show yang ada di mall kemarin, Ryuga dia sering mengirimkan Shireen pesan bahkan apakah ini tanda-tanda kedekatan antara mereka.
Sedangkan kini Shireen dan Salsabila sedang berada di restoran dimana mereka ingin sekali membeli kue, tapi Shireen melihat Ryuga yang sedang makan bersama perempuan apakah itu adalah istrinya.
"Kamu mengenal mereka" Salsabila yang menatapku terus-menerus karena aku sendiri sedang menatap ke arah Ryuga.
"Tidak, aku tidak mengenalnya ayo keburu habis kuenya" Shireen segera mengalihkan pandangannya kepada toko roti yang akan mereka tuju, entah disini memang ingin membelikan kue tart untuk Dhea.
Nanti malam akan dilakukan ulang tahun Dhea yang ke 10, makanya dia membelikan kado dan kue tart untuk keponakannya itu, sedangkan Ryuga dia seperti mengenal perempuan tadi siapakah dia.
"Maaf tidak sengaja menganggu waktunya" kenapa juga Salsabila mengajak ke meja yang dekat dengan meja Ryuga dan perempuan itu.
"Shireen, hei apa kabar kebetulan ketemu disini saya berniat kerumah kamu loh buat ya main boleh" apa yang Shireen dengar tidak salah kan, Ryuga ingin main kerumahnya papa juga sudah mengizinkannya kan.
"Tapi bagaimana dengan....." Shireen menatap lagi kearah perempuan yang sedang makan bersama Ryuga tersebut,oke Ryuga paham tandanya Shireen bertanya tentang perempuan itu.
"Dia sahabatku,bukan pacarku jadi tidak perlu khawatir" memang Ryuga dan Winda sahabatan dari lama tapi Winda menaruh harapan kepada Ryuga agar menjadi suaminya,tapi sayangnya sepertinya hanya impian belaka.
Salsabila tersenyum ketika melihat interaksi antara Shireen dan Ryuga, semoga saja Ryuga bisa membuat Shireen melupakan Farhan, karena ia tau bahwa sahabatnya itu sedang patah hati.
__ADS_1
"Bye pak Ryuga, kami permisi terlebih dahulu" Winda sudah menatapnya tidak enak sekali membuat Shireen segera pergi daripada membuat kacau kan.
Kepergian Shireen justru membuat Ryuga senyum-senyum sendiri, bagaikan sedang kasmaran bukan Winda yang melihatnya sedikit curiga dengan mereka, sepertinya ada kedekatan sendiri.
"Kalau kamu mencintai dia, aku bagaimana Ryu" Winda meminta kejelasan dalam kelanjutannya, apakah tetap sahabatan atau menjadi istrinya.
"Maaf kita sahabatan lama, mana mungkin kita ke jenjang yang lebih serius" segera mungkin Ryuga pergi dari hadapan Winda, sudah tidak perlu dijelaskan bahwa dirinya yang berhak atas hidupnya.
Malam harinya, Ryuga menepati janjinya dia benar-benar kerumah Shireen, awalnya Shireen takut untuk membawa seorang pria kerumahnya bagaimana jika papa tidak setuju kan.
"Masuk pak, itu ada papa sama mama saya" Shireen memperkenalkan Ryuga kepada mama dan papa, yang mereka kira itu adalah pacar Shireen.
"Baik nak Ryuga, semoga betah ya dirumah kami" papa dan Ryuga mulai sangat akrab, mereka sepertinya cocok untuk menjadi mertua dan menantu.
"Izinkan saya mengutarakan niat saya, kedatangan saya kemari memang ingin bersilahturahmi sekaligus mengenal keluarga Shireen, dan selebihnya untuk meminta restu saya ingin mengajak Shireen ke jenjang yang lebih serius yaitu jenjang pernikahan, saya tidak menginginkan pacaran terlalu lama tapi saya berharap tidak adanya berpacaran namun langsung menikah dan kami bisa berpacaran setelah menikah " Ryuga mengutarakan niatnya bukan hanya ingin main-main namun ini adalah bukti keseriusan dari Ryuga.
Papa Mama, Shireen bahkan Varis juga terkejut dimana disana juga ada Akbar yang semakin terkejut karena mendengarnya artinya dia tidak ada harapan untuk bersama Shireen.
"Terimakasih nak Ryuga sebelumnya,papa sangat setuju akan niat baik dari nak Ryuga tapi selebihnya itu papa menyerahkan kepada Shireen karena yang akan menjalani kehidupan berumahtangga adalah Shireen dan nak Ryuga" apakah ini kesempatan untuk membalaskan sakit hatinya kepada Akbar, dengan menerima keseriusan seseorang di depan matanya.
__ADS_1
"Bagaimana Shireen, apakah kamu berkenan menerima keseriusan saya untuk mengajak kamu ke jenjang yang lebih serius" Ryuga memang pria idaman, tapi pantaskah Shireen mendampinginya?
"Baik, Shireen menerima niat baiknya" apa yang harus Shireen katakan, kemungkinan lamarannya akan lebih wah dari ini.
"Baik, saya akan memperkenalkan kamu kepada kedua orang tua saya dan setelahnya itu saya dan orang tua akan kemari untuk meminta kamu dan melamar kamu, jujur saja kami memang baru saja mengenal tapi keseriusan saya tidak main-main saya mantap dan yakin untuk menikahi Shireen, menjadikan Shireen sebagai istri saya" bagaimana perasaan menjadi Akbar yang menyaksikan perempuan yang ia cintai dilamar oleh laki-laki lain.
Setelah selesai, Shireen mengajak Ryuga ke taman belakang ia menanyakan apakah yang ia katakan itu adalah bentuk dari keseriusan ataukah cuma candaan semata.
"Pak, apa bapak serius ingin menikahi saya" walaupun Shireen tau jawabannya iya, tapi kenapa Ryuga sangat yakin memilihnya.
"Panggil saya mas Ryuga Shireen, bagaimanapun saya adalah calon suami kamu karena kita jodoh tidak ada yang tau, dan kamulah yang ditakdirkan untukku jadi kita jalankan saja, kita bisa mengenal setelah menikah, dua hari lagi ikut saya pulang ya saya akan memperkenalkan kamu ke keluarga besar saya sekaligus meminta restu kedua orang tua saya" lagi lagi Ryuga meyakinkan Shireen,tapi Shireen juga bahagia walaupun masih belum bisa melupakan Farhan.
"Tapi kenapa harus mendadak sekali, memang mas bukan asli sini" yang ia tau Ryuga memang menetap disini namun ternyata kampung halamannya ada di kota x.
"Saya kan perantau disini, dan ternyata jodoh rezeki saya ada dikota ini, jika saya tidak merantau kesini saya tidak akan bertemu kamu kan" Ryuga di kota asalnya juga sangat terkenal, awalnya Ryuga merantau di kota ini untuk membuka cabang bisnisnya tapi malah dia banyak teman disini, banyak yang mengenalnya hingga dia mendirikan perusahaan di kota ini.
"Baru tau, tapi saya urus cuti terlebih dahulu ya mas, sebelumnya terimakasih atas niat baiknya mas, jujur saja saya bahagia bisa mengenal mas" bukan berbohong tapi memang iya, awalnya Shireen memang gagal move on tapi kini dia akan menikah dengan Ryuga mana mungkin dia gagal move on terus-menerus.
"Kita mulai dari awal sama-sama belajar,jadi saling membantu dan saling mengasihi, saling mengingatkan jika kita ada kesalahan ya, saya pun tidak sempurna saya memilih kamu untuk menyempurnakan hidup saya begitupun saya juga hanya orang biasa yang banyak kesalahannya maka dari itu terimalah saya apa adanya, saya yakin kamu bisa menemani saya dalam keadaan apapun, ingatkan saya jika saya salah jika menurutmu tidak benar maka ingatkan terus saya ya jangan pernah bosan dalam hal mengingatkan " Ryuga sangat dewasa bagi Shireen, bahkan sudah seperti suami idaman pertemuannya tanpa disengaja malah membuahkan hasil, iya hasil mendapatkan jodoh.
__ADS_1