Sekilas Takdir

Sekilas Takdir
Berbeda Takdir


__ADS_3

Setelah menikah dengan Ryuga kini Shireen tinggal dirumah Ryuga,pesta pernikahannya dua hari yang lalu sangat mewah, dan banyaknya tamu yang mereka undang di pernikahan mereka.


Orang tua Ryuga memang menginap dirumah, toh rumah ini juga sangat besar kalau cuma berdua kemungkinan akan kesepian,iya bagaimana lagi namanya juga pengantin baru.


Keesokan harinya, Shireen bangun terlebih dahulu sedangkan Ryuga masih terlelap agak canggung memang seranjang dengan seseorang yang bahkan ia kenal hanya beberapa bulan.


Tepat dihari ulang tahunnya,acara pernikahan Ryuga dan Shireen digelar, tapi katanya ada suprise dari Ryuga yang memang khusus untuk istrinya, bagaimana tidak Ryuga mengundang mantan pacarnya dan mantan pacar Shireen.


Shireen menaikkan gorden agar tidak terlalu gelap, dan tak lupa jendela ia buka agar udara masuk, walaupun sudah terlihat terik matahari Ryuga masih tertidur pulas.


Shireen turun, dan mama Amy sudah duluan bangun dia bersantai di ruang tv dengan meminum kopi aduh berasa dirumah sendiri ya kan, jika mengingat kemari hampir saja akad nikah mereka gagal gara-gara ulah mama Amy.


"Perempuan jam segini baru bangun,mau jadi apa kamu mentang-mentang jadi istri Ryuga seenaknya" sindir mama Amy apa baru bangun sedangkan sekarang saja masih jam berapa baru beberapa hari menjadi mertua udah seperti ini.


Bunda Saraswati yang melihat keributan antara Amy dan menantunya pun langsung menghampirinya, tidak kapok juga Amy ternyata masih aja suka ganggu orang.


"Daripada ngomong dan nasehatin tuan rumah mending kamu sadar diri Amy, jangan terlalu mengatur kehidupan rumah tangga Ryuga, kamu kemana aja pas Ryuga belum se sukses ini gila ya emang kamu" kena mental deh Amy, oke perang deh antara Saraswati dan Amy.


"Mbak tuh yang apa-apaan,dasar kalian berdua itu cowok gak bisa ngapa-ngapain cuma bisa bergantung pada suami" kata Amy apa memang dia seperti ini selalu menghina orang.


"Maaf tante,anda kalau berkata berkaca dulu apa perlu saya kasih tau saya ini siapa, dan menurut anda memang ada salahnya jika kami bergantung kepada suami kami,atau sebaliknya " ujarku karena ucapannya sangat pedas hingga membuatku berani melawannya.


" Jaga omongan kamu ya, anak kemarin sore saja berani sama saya" masih saja dia membuat panas kita semua.


"Yang tau diri itu kamu Amy, ngapain sih menantu saya kamu marahin toh terserah dia mau bangun jam berapa kek orang ini rumah dia sendiri " ujar Saraswati


Anton yang mendengar keributan segera melerai mereka bertiga,memang istrinya suka mencari gara-gara ya.


"Mas mereka berdua menghinaku" ceritanya dia lapor dan membalikkan fakta.

__ADS_1


"Tidak ayah, bahkan tante Amy yang seperti itu duluan" ujarku entah ayah mertua percaya atau tidak yang aku katakan memang benar.


" Eh mas Anton, jaga istrimu ini masak dia menghina menantuku, bisa apa dia tanpa merebut kamu gak tau malu kan jadi perempuan" semakin panas antara Amy dan Saraswati, makanya kalau tidak mau dikatain jangan menghina seseorang terlebih dahulu.


"Kamu Amy gak ada kerjaan menghina menantu kita, gila kamu kebiasaan tolong sadar posisi kamu Amy" Anton memarahi istrinya dan turunlah Bagaskoro yang dibelakangnya disusul oleh Ryuga.


"Berisik ada apa sih pagi-pagi ribut, tolong jangan buat keributan dirumah ini" kata Ryuga dia berdiri ditengah-tengah antara Saraswati dan Shireen.


"Istri kamu sama bunda kamu tuh tolong dijaga mulutnya" Amy lagi-lagi menuduh Shireen dan Saraswati


"Dirumah ini ada CCTV tante pasti ketahuan siapa yang suka membalikkan fakta seperti anda, jadi jangan menuduh istri ataupun bunda saya,apa saya akan percaya dengan anda yang suka membalikkan fakta dan shak memfitnah orang, silahkan pergi dari rumah saya karena seharusnya anda sadar anda siapa" bentakan Ryuga membuat orang yang berada disana diam dan ketakutan,dari sorot matanya saja Ryuga marah karena Amy memfitnah bunda dan istrinya.


"Jadi kamu mengusir kamu, ingat aku tuh ibu kamu juga" Amy mengutarakan dirinya sebagai ibu Ryuga membuat suasana semakin panas.


"Jika anda tidak merebut ayah saya, kemungkinan saya akan mempunyai keluarga yang utuh, dengan ayah dan bunda beserta adik saya, tapi gara-gara anda keluarga saya tidak utuh puas anda merebut ayah saya dan menghasutnya, licik memang tidak tau malu, siapa lagi yang saya usir kalau bukan anda" Ryuga semakin mengutarakan isi hatinya, ternyata ini yang Shireen tau bahwa Amy adalah ibu tiri Ryuga sekaligus yang merebut ayah Ryuga.


Shireen memengang lengan Ryuga, ia tidak ingin ada keributan disini semakin menjadi kemarahan Ryuga, ia tau suaminya pasti membenci mama Amy, tapi bagaimanapun dia juga orang tuanya kan.


Bunda Saraswati kagum dengan Shireen,dia lah yang mampu membuat amarah Ryuga terkendali, bahkan lihatlah dari sorotan matanya hangat lagi setelah tadi Ryuga marah-marah.


"Mas temenin aku ke pasar yuk, belanja iya kan" Shireen yang meminta Ryuga agar tenang, bahkan Ryuga sadar kemarahannya akan sia-sia karena dia seperti bunglon.


"Apa di kulkas tidak ada makanan, biasanya ada dirumah aja kan ada bi Inah yang masak nanti" Ryuga melarang Shireen kemana-mana untuk hari ini, iya biar bi Inah aja yang memasak.


"Kan ada aku mas, aku aja yang memasak ya" Shireen masih mencoba merayu suaminya,tapi jika Ryuga tidak mengizinkannya ya bagaimana bisa memasak.


"Sudah kubilang tetap saja disini, tidak usah memasak apa susahnya sih" Ryuga semakin dibuat kesal akan ulah istrinya yang sangat keras kepala ini.


Sedangkan di rumah Hadi, kini Riana hanya berdiam diri dirumah karena orangtuanya mengusirnya dikarenakan ia membuat malu mereka.

__ADS_1


"Jangan murung, lebih baik kamu jalan-jalan" kata Hadi yang ia lihat semakin hari Riana semakin murung saja.


"Apa yang bapak lakukan disini, keluarlah saya ingin sendiri" Riana mengusir Hadi padahal ini adalah rumah Hadi kan.


Hadi pun keluar berbicara dengan Siska, iya Siska adalah istri Hadi yang pertama dia hanya berbeda 7 tahun dengan Hadi, dikaruniai dua anak perempuan yang berusia 15 dan 10 tahun.


"Ada apa mas, apakah Riana tidak mau keluar" Hadi akui Siska sangat baik, dia menerima Riana sebagai madunya bahkan mengajaknya untuk tinggal bersama.


"Dia tidak mau keluar, terus saja murung aku takut dia kenapa-kenapa semenjak orang tuanya mengusirnya dia sangat pendiam" Hadi tau sakit rasanya menjadi Siska, harus berbagi dengan perempuan lain.


"Oke biar aku aja ya mas" giliran Siska mencoba membujuk Riana untuk keluar.


Sesampainya di kamar Riana, Siska langsung memeluknya, Riana hanya diam saja tidak membalasnya ada apa Siska kemari.


"Riana, belanja yuk besok sama aku ayolah jangan di kamar saja" ajak Siska namun Riana masih saja diam ia bingung harus bagaimana.


"Apa mbak menerima aku, tapi anggap aku sebagai adik mbak saja jangan seperti madu mbak" Riana tulus mengucapakan nya, tiada niat untuk menjadi istri kedua dan merebut Hadi dari Siska.


"Iya aku menganggap kamu sebagai adikku,ayo keluar" ajak Siska,senyum terpancar di wajah Riana betul Riana harus bangkit lagi seperti dulu.


Riana dan Siska keluar secara bersamaan,Hadi yang sedang menonton tv pun menatap kearah keduanya, Hadi bersyukur senyum Riana kembali terpancar artinya Siska berhasil membujuknya.


Riana duduk disamping Hadi, dan Siska meninggalkan mereka berdua dengan mengunci pintu agar tidak bisa keluar, iya Siska ingin mereka dekat selayaknya suami-istri pada umumnya.


"Loh mbak Siska kok ninggalin aku" Riana tampak kebingungan, bagaimana bisa ia berduaan dengan Hadi, Riana pun berdiri namun tangannya ditarik oleh Hadi, membuat Riana jatuh dalam pelukannya.


Bahkan Riana merasakan deru nafas Hadi yang mengenai lehernya, Riana segera melepaskannya namun Hadi tidak membiarkan Riana melepaskannya.


"Lepaskan pak, dilihat Sasya nanti" Sasyakirana adalah putri pertama Hadi dan Siska, sedangkan Maura adalah putri keduanya.

__ADS_1


"Kalau dilihat kenapa, pasti dia paham apa yang dilakukan ayah dan ibunya, diam saja disini sebentar saja dosa menolak keinginan suami loh" apa Hadi gila bagaimana ini berpelukan diruang tv lagi.


__ADS_2