Sekilas Takdir

Sekilas Takdir
Kekecewaan Shireen


__ADS_3

Setelah selama 3 bulan Shireen mendekati Akbar, dan apa yang kalian tau Akbar tidak cuek seperti dulu bahkan sekarang dia lebih perhatian apakah Shireen dan Akbar akan berpacaran?.


"Apa mungkin pak Akbar mau sama aku" Shireen masih bertanya-tanya setelah mereka menyanyi bersama dan banyak yang mendukung kedekatan mereka.


Tapi sia-sia sudah perjuangan Shireen karena Akbar tidak meresponnya, kini Shireen memutuskan untuk tidak menganggu Akbar lagi biarkan takdir yang menentukan siapa jodohnya nanti.


"Shireen Lo ngapain ngelamun sih" dia adalah Farhan Arzi Mario, dia adalah satu kelas angkatan dengan Shireen namun berbeda jurusan saja.


"Han Lo ngapain disini, Lo gak mau masuk" Shireen mencoba menanyakan apa alasan Farhan disini dengannya.


"Lo nanti ada waktu gak, mau nonton sama gue" Farhan mengajak Shireen untuk menonton, daripada Shireen boring mending dia iyakan aja.


"Lo jemput gue dirumah kan" Shireen sengaja menyuruh Farhan untuk menjemputnya apakah Farhan pemberani atau tidak.


"Siapa takut, malam gue jemput ya dandan yang cantik" apa selama ini dia tidak cantik hingga Farhan mengatakan hal tersebut, sepeninggal Farhan Shireen segera memasuki kelas.


Dia tidak ingin memikirkan pak Akbar, toh banyak yang mengejar-ngejar Shireen kenapa masih aja berharap jika tidak berjodoh dengan Akbar bisa jadi dengan Farhan ataupun Fransisco sama-sama duo F.


Malam harinya Shireen sudah dandan cantik seperti kata Farhan yang memintanya bukan, justru kecantikannya memancar dia mengenakan dress yang tidak terlalu mini menurutnya sudah pas.


"Anak papa mau kemana nih, udah dandan cantik aja" Papa Aris menggoda putrinya itu memang papa Arus tidak membatasi apa yang putrinya lakukan, tapi jika pacaran kemungkinan papa Aris belum bisa mengizinkannya.

__ADS_1


"Shireen keluar sama Farhan ya pa, kita mau nonton aja kok gak lebih paling makan juga" Shireen meminta izin kepada papanya,jika tidak diizinkan kemungkinan akan batal kan.


"Papa izinin jangan pulang terlalu malam ya nak, kabarin papa terus" Papa Aris memang tidak ingin putri kesayangannya ini kenapa-kenapa, bahkan saat melihat putrinya menangis saja rasanya sudah hancur hatinya.


Sepertinya Farhan sudah datang, bahkan dia juga meminta izin kepada papa Aris, berani sekali dia meminta izin langsung bukan.


Diperjalanan kami memang banyak mengobrol hingga sampailah di mall, mereka langsung turun seperti pasangan muda lainnya setelah selesai nonton film Farhan mengajak Shireen untuk makan.


"Btw filmnya bagus, dan makasih loh udah di traktir makan" Shireen yang menikmati makanannya tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Farhan, tapi matanya menangkap seseorang yang sedang bersama perempuan lain, itu pak Akbar bukan mereka sedang menuju kesini.


"Loh pak Akbar disini juga" suara Farhan yang mengapa pak Akbar terlebih dahulu sedangkan Shireen hanya diam dan menikmati makanannya.


"Eh Farhan sama Shireen ya" Akbar sedikit melirik kearah Shireen namun Shireen mengabaikannya, sakit sungguh sakit menatap Farhan dengan perempuan lain mereka sangat mesra apakah ada hubungan,kali ini Shireen kecewa dengan Akbar.


"Han gue boleh nambah, gue laper nih Lo sih ngajak cewek yang suka makan kek gue rugi deh lo" sengaja Shireen mengatakannya agar mereka lama-lama disini.


"Eh gpp dong Shireen justru saya senang, yaudah pesen lagi aja" Farhan tau perempuan di depannya ini tidak terlalu menutupi kebiasaannya bahkan makan banyak di depannya juga tidak malu.


"Maaf Shireen saya tau kamu kecewa dengan saya, saya tidak mau kamu terlalu berharap dengan saya hingga kamu menunggu saya" Akbar berucap dalam hatinya.


"Kamu menyukai perempuan itu ya Bar, tatapan kamu aja tidak membohongi nya" padahal kencan dengan Akbar yang ia harapkan akan berjalan dengan mulus tapi justru Akbar menatap perempuan itu tidak biasa.

__ADS_1


"Mau makan apa tadi, pesen saja Eva" Akbar mengalihkan pembicaraan agar Eva tidak curiga bahwa Akbar juga menyukai Shireen apakah Akbar akan bisa melewatinya jika ia terus jauh dengan Shireen.


Setelah selesai menikmati makanannya, Shireen mengajak Farhan untuk pulang namun ada yang tidak rela akan kepergiannya yaitu Akbar, ingin sekali Akbar yang berada di posisi Farhan tapi ia tau tidak bisa ia miliki.


"Aku tau bar, kamu mencintai dia hanya saja kamu menutupinya agar aku tidak curiga saat kamu mencuri pandangan ke arahnya" Eva sudah menebak dari awal pertemuannya tadi memang benar bahkan.


Diparkiran Shireen langsung pada intinya, bahkan Farhan kaget dengan apa yang dikatakannya, jika memang Shireen benar-benar serius berati ada kesempatan dong.


"Han, Lo suka gue gak kalau suka jadiin gue pacar lo dong" hampir saja Farhan terkejut apa tidak salah jika mereka berpacaran, gila memang Shireen kalau ngomong gak dipikirkan.


"Jangan ngaco deh kamu, mana mungkin sih Shireen" Farhan mencoba memperjelas apa yang Shireen katakan, daripada dia menjadi salah tingkah kan.


"Gue serius sih, kalau Lo mau" sepertinya tidak salah jika memulai hal yang baru dengan seseorang yang tidak pernah dekat sebelumnya dengan dia.


"Buset Shireen Lo terang-terangan sama gue, gue sih mau aja tapi gimana sama Lo" siapa yang tidak mau dengan Shireen perempuan idaman para pria lainnya siapa yang tidak mau menjadi pacarnya,tapi untung-untungan Shireen mau duluan kan.


"Kalau gak mau yaudah, toh gue gak maksa Lo buat jadi pacar gue" Shireen kembali fokus pada camilan yang ia beli tadi, ralat yang membelikan adalah Farhan dari tadi dia mulu yang traktir gue bahkan gue belum aja habis udah dibeliin.


"Oke kita pacaran,Lo mau kan jadi pacar gue Shireen, sorry kalau gue bukan tipe cowok yang romantis yang bisa nembak Lo ditengah keramaian" duh kok jadi beneran sih, bagaimana nih apakah Shireen akan menerimanya tapi jika tidak bagaimana nantinya dia bisa move on dengan Akbar.


"Serius Lo, awas Lo nyakitin gue habis Lo ditangan gue lihat aja" belum-belum udah ngancem gimana sih memang cewek antik sih, tidak pernah takut keadaan apapun aduh mana sebentar lagi ada acara lagi di sekolah.

__ADS_1


Mau tidak mau Shireen akan tampil bersama Akbar, emang Farhan gak bisa ya nyanyi bersama agar bisa duet ya kan, bahagia jika bersama Farhan tapi belum aja mereka jalani semoga aja langgeng sampai maut memisahkan.


Sesampainya dirumah hati Shireen berbunga-bunga, apalagi sekarang dia punya pacar yang seperti Farhan, idaman para siswi di sekolah banyak nih saingan Shireen apakah Shireen mampu bertahan dengan Farhan hingga apapun yang menjadi godaannya nanti.


__ADS_2